• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

IVM

In Vitro Maturation (IVM) dan Peran FSH: Alternatif Menarik untuk Reproduksi Berbantu yang Lebih Aman dan Efisien

April 23, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

In vitro maturation (IVM) atau pematangan sel telur di luar tubuh telah menjadi salah satu pendekatan yang menjanjikan dalam dunia reproduksi berbantu. Metode ini berpotensi menyederhanakan prosedur bayi tabung (IVF), mengurangi komplikasi medis, serta menekan biaya perawatan. Bahas lebih lanjut yuk!

Kenapa IVM bisa Dipertimbangkan?

Banyak prosedur untuk IVM menawarkan keuntungan utama bagi perempuan dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS), kelompok yang sangat rentan mengalami sindrom hiperstimulasi ovarium akibat terapi stimulasi konvensional. Dengan IVM, sel telur bisa diambil dari folikel yang belum matang tanpa stimulasi berat, sehingga risiko komplikasi bisa ditekan.

Namun, tantangan utama dari IVM adalah hasil reproduksi yang masih belum sebanding dengan IVF konvensional. Sel telur yang matang di laboratorium dianggap memiliki kompetensi lebih rendah dibandingkan sel telur yang matang secara alami di dalam tubuh.

Bagaimana Proses IVM Dilakukan?

Dalam praktiknya, IVM biasanya melibatkan suntikan hormon hCG dan kadang ditambah hormon FSH untuk bantu pematangan sel telur. Sel telur diambil dari folikel ukuran 10–14 mm, lalu dimatangkan di lab dengan media khusus yang mengandung FSH.

Belakangan, IVM juga bisa dilakukan dengan mengambil sel telur dari folikel kecil banget (<3 mm), tanpa perlu suntik hormon dulu. Cara ini sering dipakai untuk pelestarian kesuburan, terutama pada pasien yang akan menjalani pengobatan serius seperti kanker. Keuntungannya, sel telur yang diambil lebih seragam karena belum dipengaruhi hormon dalam tubuh.

Peran FSH dalam IVM: Masih Jadi Tanda Tanya

FSH adalah hormon yang bantu sel telur matang dengan membuat sel-sel di sekitarnya (sel kumulus) berkembang. Ini penting banget supaya peluang pembuahan dan pembentukan embrio lebih besar. Tapi, sampai sekarang belum jelas berapa dosis FSH yang paling pas saat proses pematangan sel telur di luar tubuh. Ada yang pakai dosis rendah, ada yang tinggi, bahkan ada yang nggak pakai sama sekali. Salah satu tantangannya, banyak sel telur yang udah mulai matang sendiri sebelum diambil, jadi hasilnya nggak seragam. 

Nah, studi terbaru coba cari tahu lebih jelas dengan cara ambil sel telur dari folikel kecil (yang belum terpengaruh hormon) dari para penyintas kanker. Tujuannya buat lihat gimana efek FSH ke proses pematangan dan ke sel-sel di sekitarnya dengan kondisi yang lebih terkontrol.

Melalui penjelasan tersebut, kita jadi tahu bahwa prosedur IVM tidak untuk segala jenis kasus. In Vitro Maturation (IVM) menawarkan alternatif yang lebih aman dan terjangkau dibandingkan prosedur bayi tabung konvensional, terutama bagi perempuan dengan risiko tinggi seperti penderita PCOS atau pasien kanker. Dengan memungkinkan pematangan sel telur di luar tubuh, IVM dapat mengurangi kebutuhan stimulasi hormon yang berat.

Meskipun masih ada tantangan, seperti hasil keberhasilan yang belum setara dengan IVF biasa, IVM terus dikembangkan terutama melalui studi tentang peran hormon FSH. Sehingga bagi sister dan paksu dengan kasus tersebut bisa jadi alternatif ini bisa dilakukan, meski begitu tetap harus konsultasi kepada dokter ya!. Informasi menarik lainnya kalian dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • SE, C. J. N. D. P. (2021). A threshold concentration of FSH is needed during IVM of ex vivo collected human oocytes J. J Assist Reprod Genet, 38(6), 1341-1348.
  • https://www.morulaivf.co.id/id/blog/mengenal-in-vitro-maturation/

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: FSH, IVF, IVM

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Endometriosis dan Infeksi Panggul Ternyata Ada Hubungan Lho!
  • Yoga untuk PCOS: Tunggu Dulu yuk Cari Tau Bagaimana Bukti Ilmiah yang Lebih Dalam dari Sekadar Relaksasi
  • Diet dan Endometriosis: Apa yang Kita Makan Ternyata Ikut “Bicara” di Dalam Tubuh
  • Low-FODMAP Diet dan Endometriosis: Cara “Menjinakkan” Gejala Usus yang Sering Ikut Datang
  • Terlihat Sehat Tapi Peluang Hamil Bisa Menurun Ini Penjelasan Ilmiahnya

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.