• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

kontruksi sosial

Mampukah Kedekatan dari Keluarga Mengurangi Pikiran Irasional pada Perempuan yang Mengalami Infertilitas?

June 13, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Infertilitas bisa jadi salah satu pukulan terberat dalam hidup baik pada sister maupun paksu, Meski demikian faktor standar sosial  lebih banyak menekankan perempuan. Pada budaya tertentu tidak lain di Indonesia menjadi seorang ibu bahkan dianggap sebagai bagian dari identitas dan harga diri perempuan. Ketika kehamilan tak kunjung datang, banyak perempuan yang mulai dihantui pikiran-pikiran irasional seperti merasa gagal, tidak layak, atau kehilangan arti hidup.

Hal ini tentu tidak lain dipengaruhi oleh ruang yang mengkonstruksi perempuan, Perempuan diajarkan untuk tunduk, patuh, dan memiliki sumbu sabar tak terhingga semata demi menyempurnakan visi masyarakat patriarkis mengenai sosok istri dan ibu ideal. Para perempuan diajarkan bahwa tujuan utama menjadi perempuan adalah menjadi tiang keluarga dan bersama itu pula dibebankan pula segala tanggung jawab dan tugas menjaga keutuhan, kedamaian, dan keharmonisan keluarga kepada perempuan seorang. Peran ganda ini akhirnya menjadi kesalahan jika perempuan tidak berhasil hamil terlepas tidak diketahui siapa penyebab infertilitasnya. Dilain sisi keluarga atau orang terdekat memiliki peran yang sangat signifikan menjadi support system pada mereka yang juga merupakan pejuang dua garis. 

Peran Keluarga dalam Pemberdayaan Perempuan Infertil 

MDG menemukan sebuah studi menarik yang mencoba menjawab pertanyaan penting ini bisakah dukungan keluarga membantu mengurangi tekanan psikologis akibat infertilitas? Dalam studi tersebut menerapkan family-centered empowerment model (model pemberdayaan berbasis keluarga). 

Model pemberdayaan berbasis keluarga dalam konteks infertilitas perempuan itu intinya ngajak keluarga, terutama pasangan, buat bareng-bareng ngadepin situasi ini. Jadi bukan cuma perempuan saja yang dibebani, tapi keluarga juga ikut belajar tentang penyebab dan cara penanganannya, saling dukung secara emosional, dan ambil keputusan bareng. Dengan cara ini, perempuan yang sedang berjuang punya support system yang solid, bikin dia nggak merasa sendirian, lebih percaya diri, dan lebih siap jalani proses pengobatan atau program hamil.

Penelitian yang mencoba mengujikan kepada 80 pasangan infertil, yang dibagi menjadi dua kelompok intervensi dan kontrol. Dan hasilnya skor pikiran irasional turun drastis, Model pemberdayaan berbasis keluarga terbukti efektif dalam mengurangi pikiran irasional perempuan yang mengalami infertilitas. Pendekatan ini bukan hanya memperkuat mental perempuan, tapi juga mempererat hubungan dalam keluarga, sehingga mereka tidak merasa sendirian menghadapi perjuangan ini.

Kalau kamu sedang menjalani perjalanan serupa, ingatlah: kamu nggak sendiri. Libatkan pasanganmu, bangun komunikasi yang terbuka, dan jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Kadang, kekuatan kita justru muncul saat kita mau membuka diri dan menerima dukungan. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi 

  • Modarres, M., Abunasri, M., Alhani, F., & Ebrahimi, E. (2022). The effectiveness of implementing family-centered empowerment model on irrational thoughts of Iranian infertile women: a randomized clinical trial. Journal of Caring Sciences, 11(4), 224.
  • https://www.perempuanberkisah.id/2022/09/10/menjadi-ibu-bukanlah-tujuan-mutlak-melainkan-pilihan-sadar-perempuan/#:~:text=%E2%80%9CSudah%20bagus%20ada%20yang%20melamar,foto%20idul%20fitri%20setahun%20sekali?

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: budaya, infertilitas, keluarga, kontruksi sosial, perempuan, stress

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Azoospermia Bukan Akhir: Webinar Kupas Tuntas Operasi Testis dan Teknologi Reproduksi untuk Harapan Pasien Azoospermia
  • Asam Folat dan Zinc pada Infertilitas Pria: Benarkah Bisa Memperbaiki Kualitas Sperma dan Peluang Kehamilan?
  • Hamil Bisa, Bertahan Tidak: Talkshow Kupas Tuntas Akar Keguguran Berulang Bersama Dr Uma Mariappen
  • Gaya Hidup, Hormon, dan Kualitas Sperma: Apa yang Sering Terlewat dalam Evaluasi Infertilitas Pria?
  • Mencintai Seseorang dengan Endometriosis

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.