• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

Lesi

Endometriosis: Bukan Sekadar Lesi yang Diangkat

February 21, 2026 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

 

 

Endometriosis sering dipahami sebagai jaringan yang tumbuh di tempat yang salah. Maka ketika lesi sudah diangkat melalui operasi atau ditekan dengan terapi hormonal, harapannya masalah selesai. Namun pada banyak perempuan, nyeri tetap datang kembali. Di titik ini kita mulai memahami bahwa endometriosis bukan hanya soal jaringan melainkan soal lingkungan biologis tempat jaringan itu hidup.

Ia adalah kondisi inflamasi kronis. Di dalam tubuh terjadi peningkatan sitokin pro-inflamasi, stres oksidatif, serta aktivitas estrogen yang relatif dominan. Sistem imun pun tidak sepenuhnya efektif membersihkan sel-sel endometrium di luar rahim. Jadi terapi bukan sekadar membuang lesi, tetapi juga menenangkan “ekosistem” yang memungkinkan lesi bertahan.

Yuk Ketahui Bagaimana Peran Nutrisi dalam Lingkungan Inflamasi

Sebuah ulasan ilmiah besar yang dipublikasikan di Journal of Clinical Medicine pada 2025 menyoroti ratusan studi tentang hubungan nutrisi dan endometriosis. Temuannya menunjukkan bahwa pola makan dapat memengaruhi banyak jalur biologis yang relevan dengan penyakit ini mulai dari produksi prostaglandin pemicu nyeri, metabolisme estrogen, kadar SHBG, hingga aktivitas molekul inflamasi seperti TNF-α dan IL-6.

Artinya, makanan bukan hanya sumber energi. Ia ikut membentuk lingkungan hormonal dan inflamasi di dalam tubuh.

Pola Makan yang Mendukung Keseimbangan

Pola makan yang kaya sayuran, buah, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, ikan, dan minyak zaitun seperti pola Mediterania dikaitkan dengan penurunan mediator inflamasi dan peningkatan antioksidan alami. Omega-3 dari ikan berlemak membantu menyeimbangkan prostaglandin sehingga respons nyeri bisa lebih terkendali.

Antioksidan seperti vitamin C dan E membantu menekan stres oksidatif, sementara vitamin D memiliki efek imunomodulator yang berperan dalam regulasi inflamasi. Pada sebagian pasien, perbaikan kadar vitamin D berkaitan dengan perbaikan gejala.

Sebaliknya, pola makan tinggi daging merah berlebihan, lemak trans, makanan ultra-proses, dan gula tambahan cenderung memperkuat kondisi pro-inflamasi. Gula berlebih meningkatkan pembentukan advanced glycation end products (AGEs), yang dapat memperburuk stres oksidatif dan inflamasi kronis.

Sumbu Usus–Estrogen: Hubungan yang Sering Terlewat

Banyak pasien endometriosis juga mengalami gangguan pencernaan seperti kembung, nyeri perut, atau perubahan pola BAB. Ini bukan kebetulan. Mikrobiota usus berperan dalam metabolisme estrogen melalui apa yang disebut estrobolome. Ketidakseimbangan mikrobiota dapat meningkatkan kadar estrogen sirkulasi dan mempertahankan pertumbuhan lesi.

Karena itu, pendekatan nutrisi bukan hanya soal anti-inflamasi, tetapi juga tentang menjaga kesehatan usus sebagai bagian dari regulasi hormonal.

Nutrisi sebagai Strategi Jangka Panjang

Apakah diet bisa menyembuhkan endometriosis? Tidak. Operasi dan terapi hormonal tetap menjadi pilar utama dalam banyak kasus. Namun nutrisi dapat menjadi strategi komplementer yang membantu menstabilkan inflamasi dan mendukung keseimbangan hormonal terutama pada pasien yang ingin hamil, tidak toleran terhadap hormon, atau membutuhkan pendekatan jangka panjang pascaoperasi.

Pada akhirnya, endometriosis bekerja sebagai sistem. Dan sistem tidak cukup “diangkat” ia perlu dikelola dan diseimbangkan. Mungkin pertanyaannya bukan diet apa yang paling populer, tetapi bagaimana mempersonalisasi pola makan sesuai profil inflamasi dan kebutuhan reproduksi tiap individu. Jangan lupa follow juga Instagram @menujuduagaris.id ya!

Referensi

  • Martire, F. G., Costantini, E., d’Abate, C., Capria, G., Piccione, E., & Andreoli, A. (2025). Endometriosis and nutrition: therapeutic perspectives. Journal of clinical medicine, 14(11), 3987.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: endometriosis, Lesi

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Endometriosis dan Infeksi Panggul Ternyata Ada Hubungan Lho!
  • Yoga untuk PCOS: Tunggu Dulu yuk Cari Tau Bagaimana Bukti Ilmiah yang Lebih Dalam dari Sekadar Relaksasi
  • Diet dan Endometriosis: Apa yang Kita Makan Ternyata Ikut “Bicara” di Dalam Tubuh
  • Low-FODMAP Diet dan Endometriosis: Cara “Menjinakkan” Gejala Usus yang Sering Ikut Datang
  • Terlihat Sehat Tapi Peluang Hamil Bisa Menurun Ini Penjelasan Ilmiahnya

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.