• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

mikrobiota vagina

Bukan Cuma Rahim dan Hormon, Mikrobiota Juga Punya Peran!

June 5, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

 

Kalau selama ini kita mikir soal kesuburan cuma sebatas rahim, ovarium, atau hormon ternyata ada bagian lain dari tubuh yang diam-diam punya peran penting ini berkaitan dengan mikrobiota! Yuk bahas lebih lanjut!

Jadi apa Itu Mikrobiota
Sebelum itu pahami dulu yuk apa itu mikrobiota, jadi ia adalah kumpulan bakteri baik (dan kadang jahat juga) yang hidup di berbagai bagian tubuh, termasuk usus dan area kewanitaan. Mereka punya tugas masing-masing, mulai dari bantu pencernaan sampai jaga sistem imun.

Jadi kehadirannya sangat penting, lalu bagaimana jika keseimbangan bakteri ini juga bisa ngaruh ke kesuburan perempuan.

Fungsi Mikrobiota dan Kesehatan Reproduksi

Pada proses reproduksi jika mikroba di usus atau vagina terganggu, misalnya karena stres, pola makan nggak sehat, atau infeksi bisa muncul berbagai masalah. Nggak cuma gangguan pencernaan, tapi juga masalah di area reproduksi seperti:

  • Endometriosis

  • PCOS (Polycystic Ovary Syndrome)

  • Nyeri panggul yang nggak jelas penyebabnya

  • Bahkan infertilitas alias susah hamil

Nah, disinilah probiotik dapat menjadi solusi dari kasus ini. Probiotik adalah bakteri baik yang bisa bantu “menyeimbangkan” mikrobiota dalam tubuh. Banyak yang percaya, kalau mikrobiota kembali sehat, tubuh pun jadi lebih siap untuk hamil.

Tapi bukan berarti semua langsung cocok ya. Efek probiotik bisa beda-beda tergantung kondisi tubuh, jenis bakteri yang dikonsumsi, dan cara mengkonsumsinya ada dua baik oral atau langsung ke area vagina.

Apa yang dapat kita Lakukan untuk Menjaga Pencernaan

Meskipun dunia medis masih terus belajar soal ini, satu hal sudah jelas: menjaga kesehatan usus dan vagina itu penting. Beberapa hal simpel yang bisa dilakukan antara lain dengan mengonsumsi makanan tinggi serat dan rendah gula, mengurangi stres, menjaga kebersihan area kewanitaan tanpa produk yang berlebihan, dan tentu saja, pada langkah yang lebih lanjut, berkonsultasi dengan dokter. Karena masalah kesuburan itu kadang dimulai dari hal-hal yang kita anggap sepele seperti urusan bakteri di usus dan vagina. Informasi lebih lanjut follow Instagram @menujuduagaris.id.

Referensi

  • Favaron, A., Turkgeldi, E., Elbadawi, M., Gaisford, S., Basit, A. W., & Orlu, M. (2024). Do probiotic interventions improve female unexplained infertility? A critical commentary. Reproductive BioMedicine Online, 48(4), 103734.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: hormon, mikrobiota usus, mikrobiota vagina, ovarium

Peran Mikrobiota Vagina dalam Kesuburan: Harapan Baru dari Probiotik Ligilactobacillus salivarius

April 19, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Masih banyak wanita yang mengalami kegagalan reproduksi seperti aborsi berulang atau infertilitas tanpa penyebab yang jelas. Meskipun pemeriksaan medis rutin tak jarang menunjukkan hasil “normal”, nyatanya kehamilan tetap sulit dicapai. Salah satu aspek yang kini mulai disorot sebagai penyebab tersembunyi adalah keseimbangan mikrobiota di saluran reproduksi, khususnya di area servikovaginal. Wah kira-kira itu apa ya? yuk bahas lebih lanjut!

Mikrobiota Vagina: Si Penjaga Kesuburan yang Terlupakan

Jadi, mikrobiota di vagina wanita yang sehat itu sebenarnya nggak banyak ragamnya. Justru yang ideal itu kalau didominasi sama bakteri baik bernama Lactobacillus. Jenis-jenisnya seperti L. crispatus, L. gasseri, L. iners, dan L. jensenii—mereka bantu menjaga keseimbangan lingkungan vagina, mencegah bakteri jahat tumbuh, dan menjaga pH tetap ideal untuk kehamilan.

Sebaliknya, kalau jumlah bakteri jadi terlalu beragam (kondisi ini disebut disbiosis), apalagi kalau yang dominan justru bakteri anaerob seperti Gardnerella atau Prevotella, ini bisa bikin masalah. Misalnya: vaginosis bakterial, infeksi di rahim, bahkan sulit hamil. Disbiosis ini biasanya ditandai dengan skor Nugent yang tinggi dan pH vagina yang naik—dua hal yang sering ditemukan pada wanita yang mengalami kegagalan reproduksi.

Artinya, secara nggak langsung, probiotik yang bisa mengembalikan dominasi Lactobacillus ini punya pengaruh besar terhadap kesuburan.

Penemuan Menarik: Probiotik Bisa Bantu Kesuburan?

Sebuah studi di jurnal Nutrients meneliti kondisi servikovaginal (leher rahim dan vagina) pada wanita yang mengalami kegagalan reproduksi, lalu dibandingkan dengan wanita sehat dan subur. Hasilnya cukup jelas—wanita yang mengalami aborsi berulang atau infertilitas ternyata punya pH vagina dan skor Nugent yang lebih tinggi (ini tandanya kondisi mikrobiotanya nggak seimbang). Selain itu, kadar faktor imun penting seperti TGF-β1, TGF-β2, dan VEGF juga lebih rendah. Jumlah Lactobacillus-nya? Jauh lebih sedikit dibandingkan wanita subur.

Studi ini nggak cuma berhenti di situ. Mereka juga mencoba memberikan probiotik Ligilactobacillus salivarius CECT5713 secara oral setiap hari (sekitar 9 log10 CFU/hari) selama maksimal 6 bulan pada wanita yang mengalami kegagalan reproduksi.

Hasilnya cukup menjanjikan, tingkat keberhasilan kehamilan mencapai 56%! Selain itu, terjadi perbaikan besar dalam kondisi mikrobiologi, biokimia, dan imunologinya.

Dari temuan tersebut menunjukkan bagaimana mikrobiota vagina yang sehat yaitu yang kaya akan Lactobacillus memegang peranan penting dalam mendukung kesuburan. Intervensi berbasis probiotik seperti L. salivarius CECT5713 mulai menunjukkan potensi besar untuk membantu wanita dengan kegagalan reproduksi yang tidak bisa dijelaskan secara medis. Tapi tentu saja ini masih diperlukan  penanganan lebih lanjut lanjut, tapi fakta bahwa pendekatan ini membuka peluang baru dalam dunia reproduksi terutama dalam mengembalikan keseimbangan mikrobiota sebagai kunci untuk harapan kehamilan. Informasi menarik lainnya sister dan paksu jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id. 

Referensi 

Fernández, L., Castro, I., Arroyo, R., Alba, C., Beltrán, D., & Rodríguez, J. M. (2021). Application of Ligilactobacillus salivarius CECT5713 to achieve term pregnancies in women with repetitive abortion or infertility of unknown origin by microbiological and immunological modulation of the vaginal ecosystem. Nutrients, 13(1), 162.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: kesuburan, mikrobiota vagina, probiotik

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Azoospermia Bukan Akhir: Webinar Kupas Tuntas Operasi Testis dan Teknologi Reproduksi untuk Harapan Pasien Azoospermia
  • Asam Folat dan Zinc pada Infertilitas Pria: Benarkah Bisa Memperbaiki Kualitas Sperma dan Peluang Kehamilan?
  • Hamil Bisa, Bertahan Tidak: Talkshow Kupas Tuntas Akar Keguguran Berulang Bersama Dr Uma Mariappen
  • Gaya Hidup, Hormon, dan Kualitas Sperma: Apa yang Sering Terlewat dalam Evaluasi Infertilitas Pria?
  • Mencintai Seseorang dengan Endometriosis

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.