• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

Mitokondria

Mitokondria dan Infertilitas Pria: Mengapa Topik Ini Penting?

September 22, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Infertilitas pria masih menjadi masalah global yang cukup serius. Diperkirakan satu dari enam pasangan di dunia mengalami kesulitan memiliki anak, dan sekitar 50% kasusnya melibatkan faktor pria. Sayangnya, banyak kasus infertilitas pria yang penyebab pastinya tidak jelas atau disebut idiopatik.

Salah satu aspek yang kini banyak diteliti adalah fungsi mitokondria. Mitokondria sering disebut sebagai “powerhouse” sel, karena bertugas menghasilkan energi. Dalam sel sperma, peran mitokondria jauh lebih krusial: ia menentukan gerakan (motilitas), kemampuan membuahi, bahkan kualitas DNA sperma.

Apa Hubungan Mitokondria dengan Sperma?

Struktur sperma terdiri dari kepala, leher, dan ekor. Pada bagian tengah (midpiece), terdapat deretan mitokondria yang rapi. Bagian inilah yang memasok energi agar ekor sperma bisa bergerak maju mencapai sel telur.

Jika mitokondria mengalami gangguan—baik karena mutasi genetik, stres oksidatif, penuaan, maupun gaya hidup—maka sperma bisa kehilangan kemampuan bergeraknya, mengalami kerusakan DNA, atau bahkan mati lebih cepat. Kondisi inilah yang akhirnya dapat menurunkan kesuburan pria.

Faktor yang Memengaruhi Fungsi Mitokondria

Beberapa hal yang diketahui dapat merusak mitokondria sperma antara lain:

  • Stres oksidatif (Oxidative Stress/OS): produksi radikal bebas berlebihan yang merusak membran, protein, dan DNA sperma.
  • Usia: semakin tua, fungsi mitokondria menurun sehingga sperma lebih rentan rusak.
  • Gaya hidup: merokok, alkohol, pola makan buruk, kurang olahraga, dan paparan polusi mempercepat kerusakan mitokondria.
  • Faktor lingkungan: paparan bahan kimia, logam berat, atau radiasi.
  • Kelainan genetik: mutasi, penghapusan gen, maupun variasi nukleotida tunggal (SNPs) pada DNA mitokondria.

Dampaknya pada Kesuburan

Kerusakan mitokondria tidak hanya mengurangi jumlah sperma yang sehat, tetapi juga memengaruhi:

  • Motilitas → sperma sulit bergerak maju.
  • Morfologi → bentuk sperma abnormal.
  • Viabilitas → sperma cepat mati.
  • Kapasitasi → sperma gagal mengalami proses pematangan terakhir untuk menembus sel telur.

Semua faktor ini berkontribusi pada berkurangnya peluang pembuahan, baik secara alami maupun melalui teknologi reproduksi berbantu (ART).

Mitokondria ternyata bukan hanya sumber energi, tetapi juga kunci keberhasilan sperma dalam membuahi sel telur. Gangguan pada organel kecil ini dapat menjelaskan banyak kasus infertilitas pria yang selama ini dianggap “tidak jelas penyebabnya”. Dengan pemahaman lebih dalam mengenai hubungan mitokondria dan kesuburan paksu, diharapkan muncul cara diagnosis yang lebih akurat serta terapi yang lebih efektif. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id 

Referensi

  • Mai, Z., Yang, D., Wang, D., Zhang, J., Zhou, Q., Han, B., & Sun, Z. (2024). A narrative review of mitochondrial dysfunction and male infertility. Translational Andrology and Urology, 13(9), 2134.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: infertilitas, Mitokondria, Pria, Topik

Primary Sidebar

Recent Posts

  • AMH Rendah dan Peluang IVF: Apa yang Sebenarnya Terjadi di Dalam Ovarium?
  • Diminished Ovarian Reserve (DOR) dan Premature Ovarian Insufficiency (POI): Serupa Tapi Tak Sama
  • Low AMH, Masih Ada Harapan?
  • POI Selain Donor Sel Telur Apa Ada Pilihan Lain??
  • Transcutaneous Electrical Acupoint Stimulation (TEAS): Terapi Akupuntur Tanpa Jarum untuk Mendukung Program IVF

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.