• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

Mood

Koneksi Gut–Brain–Reproductive Axis: Makanan dan Mood saat Promil

November 10, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Pernah nggak, sister, merasa suasana hati jadi kacau setelah beberapa hari makan sembarangan? Atau tubuh terasa lemas, emosi mudah naik-turun, lalu siklus haid pun ikut berubah? Ternyata bukan kebetulan. Tubuh kita punya sistem komunikasi rumit yang menghubungkan tiga pusat kehidupan: usus, otak, dan organ reproduksi. Jalur ini dikenal sebagai gut–brain–reproductive axis sumbu biologis yang membuat apa yang kita makan bisa berdampak langsung ke hormon, suasana hati, bahkan peluang hamil.

Ketahui kalau Usus Menjadi Rumah Kecil bagi Jutaan “Penduduk”

Di dalam usus, ada miliaran mikroba yang hidup berdampingan dengan kita. Sebagian besar bekerja tanpa kita sadari membantu mencerna makanan, menyerap nutrisi, dan bahkan memproduksi hormon bahagia seperti serotonin dan dopamin. Karena itulah, para ilmuwan menyebut usus sebagai “otak kedua”. Saat keseimbangan mikroba di usus terganggu misalnya karena stres, kurang tidur, antibiotik, atau konsumsi makanan tinggi gula dan lemak sistem ini mulai kacau. Tubuh mengirim sinyal “bahaya” ke otak melalui saraf vagus, dan otak pun merespons dengan melepaskan hormon stres seperti kortisol.

Saat Stres Mengacaukan Ritme Tubuh

Kortisol yang meningkat bukan hanya membuat kita mudah cemas dan sulit tidur, tapi juga bisa menghambat produksi hormon reproduksi. Hormon penting seperti GnRH, FSH, dan LH bisa menurun, menyebabkan ovulasi tidak teratur. Akibatnya, peluang untuk hamil pun ikut menurun. Inilah mengapa banyak pasangan yang sedang promil mendapati stres justru menjadi penghalang utama bukan hanya secara emosional, tapi juga biologis.

Makanan: Kunci Keseimbangan Tiga Sumbu

Hubungan antara makanan, mood, dan kesuburan sangat erat. Makanan yang kita konsumsi bukan sekadar sumber energi, tapi juga “pesan kimia” untuk tubuh. Beberapa makanan dapat memperbaiki komunikasi di antara usus, otak, dan organ reproduksi:

  • Probiotik dan Prebiotik
    (yogurt, kefir, tempe, bawang putih, pisang)
    → Menjaga mikrobiota usus tetap seimbang, memperkuat imun, dan mengatur produksi serotonin.
  • Omega-3
    (ikan laut dalam, chia seed, flaxseed)
    → Membantu mengurangi peradangan dan menjaga kestabilan mood.
  • Antioksidan
    (buah beri, alpukat, sayur hijau)
    → Melindungi sel telur dari stres oksidatif dan mendukung kualitas oosit.
  • Zat Besi, Magnesium, dan Zinc
    (daging tanpa lemak, biji labu, kacang-kacangan, cokelat hitam)
    → Menjaga fungsi hormon dan sistem saraf tetap optimal.

Dengan kata lain, gut–brain–reproductive axis adalah orkestra halus yang butuh keseimbangan nutrisi dan ketenangan pikiran agar bisa “bermain” selaras.

Menyuburkan Tubuh dan Pikiran

Saat promil, banyak yang hanya fokus pada hormon dan pemeriksaan medis. Padahal, kesehatan usus dan kestabilan mood tak kalah penting. Tubuh yang rileks dan usus yang sehat menciptakan lingkungan yang ideal untuk sistem reproduksi bekerja maksimal.

Coba Sister mulai dari hal sederhana:

  • Tidur cukup 7–8 jam tiap malam
  • Pilih makanan alami dan minim olahan
  • Hindari stres berlebih, lakukan yoga, journaling, atau sekadar jalan santai sore hari

Karena pada akhirnya, kesuburan bukan hanya tentang siapa cepat hamil duluan, tapi tentang bagaimana tubuh dan pikiran bekerja dalam harmoni. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi:

  1. Komiyana, T. et al. (2023). Gut–brain–reproductive axis and fertility: Emerging roles of microbiota. Frontiers in Endocrinology.
  2. Leclercq, S. et al. (2020). The gut microbiota and the endocrine system: Implications for reproductive health. Trends in Endocrinology & Metabolism.
  3. Dinan, T.G. & Cryan, J.F. (2017). The microbiome-gut-brain axis in health and disease. Nature Reviews Gastroenterology & Hepatology.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: Axis, makanan, Mood, promil

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Penanganan Klasik pada Infertilitas Pria dengan Antisperm Antibodies (ASA)
  • Endometriosis dan Infeksi Panggul Ternyata Ada Hubungan Lho!
  • Yoga untuk PCOS: Tunggu Dulu yuk Cari Tau Bagaimana Bukti Ilmiah yang Lebih Dalam dari Sekadar Relaksasi
  • Diet dan Endometriosis: Apa yang Kita Makan Ternyata Ikut “Bicara” di Dalam Tubuh
  • Low-FODMAP Diet dan Endometriosis: Cara “Menjinakkan” Gejala Usus yang Sering Ikut Datang

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.