• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

berat badan

Dampak Penurunan Berat Badan Sebelum IVF: Benarkah Berpengaruh pada Keberhasilan Kehamilan?

April 3, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Fertilisasi in vitro (IVF) sudah banyak dipilih oleh pasangan pejuang dua garis. Proses ini meski sudah menggunakan teknologi yang canggih pada prosesnya masih dihadapkan oleh banyak tantangan. MDG akan mencoba membahas bagaimana berat badan juga berpengaruh, baca sampai akhir ya!

Mengapa Penurunan Berat Badan Sebelum IVF Menjadi Perdebatan?

Banyak perempuan dengan obesitas atau kelebihan berat badan disarankan untuk menurunkan berat badan sebelum menjalani prosedur fertilisasi in vitro (IVF). Mengapa demikian? Berat badan berlebih sering dikaitkan dengan gangguan kesuburan. Namun, apakah benar penurunan berat badan sebelum IVF dapat meningkatkan peluang keberhasilan kehamilan? 

Kebijakan dan Pandangan Medis

Banyak penyedia layanan kesuburan, termasuk NHS, menetapkan batas indeks massa tubuh (BMI) sebelum pasien dapat menjalani IVF. Biasanya, BMI yang disarankan berada di kisaran 19-30, meskipun beberapa penyedia memiliki batas lebih ketat, yaitu 19-25. Hal ini bergantung dengan perseorangan.

Walaupun penelitian tentang hubungan antara berat badan dan kesuburan masih berlangsung, dampak obesitas terhadap hasil IVF semakin banyak diakui. Misalnya, sebuah studi tahun 2021 terhadap lebih dari 7.300 wanita menemukan bahwa meskipun tingkat kehamilan tidak berbeda secara signifikan antar kategori BMI, wanita dengan BMI lebih tinggi memiliki angka kelahiran hidup lebih rendah dan risiko keguguran lebih tinggi. Studi tersebut juga mencatat bahwa wanita dengan obesitas cenderung memiliki lebih sedikit sel telur matang dan embrio yang berkembang ke tahap blastokista.

Jika BMI Saya Tidak Ideal untuk IVF, Apa yang Harus Dilakukan?

Jika BMI  terlalu tinggi untuk menjalani IVF, dokter mungkin menyarankan untuk menurunkan 5-10% dari berat badan. Namun, menurunkan berat badan bukan satu-satunya solusi. Konsultasi dengan dokter akan membantu menentukan langkah terbaik berdasarkan kondisi kesehatan dan riwayat medis Anda.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan menguji kadar Hormon Anti-Mullerian (AMH) untuk mengetahui cadangan ovarium. Tes darah sederhana ini dapat membantu dokter menilai peluang kehamilan dan memahami apakah BMI mempengaruhi kesuburan Anda.

Berdasarkan artikel hari ini, ternyata menurunkan berat badan sebelum IVF memang dapat mengurangi berat badan secara signifikan, tetapi tidak selalu meningkatkan peluang keberhasilan kehamilan. Oleh karena itu, keputusan untuk menurunkan berat badan sebelum IVF sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing dan didiskusikan dengan dokter yang menangani sister dan paksu. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Jeong, H. G., Cho, S., Ryu, K. J., Kim, T., & Park, H. (2024). Effect of weight loss before in vitro fertilization in women with obesity or overweight and infertility: a systematic review and meta-analysis. Scientific Reports, 14(1), 6153.
  • https://www.alodokter.com/ketahui-tingkat-keberhasilan-dan-kegagalan-ivf-atau-bayi-tabung-sebelum-melakukannya
  • https://www.ivi.uk/blog/why-your-bmi-matters-when-trying-to-get-pregnant/

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: berat badan, BMI, IVF

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Endometriosis dan Infeksi Panggul Ternyata Ada Hubungan Lho!
  • Yoga untuk PCOS: Tunggu Dulu yuk Cari Tau Bagaimana Bukti Ilmiah yang Lebih Dalam dari Sekadar Relaksasi
  • Diet dan Endometriosis: Apa yang Kita Makan Ternyata Ikut “Bicara” di Dalam Tubuh
  • Low-FODMAP Diet dan Endometriosis: Cara “Menjinakkan” Gejala Usus yang Sering Ikut Datang
  • Terlihat Sehat Tapi Peluang Hamil Bisa Menurun Ini Penjelasan Ilmiahnya

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.