• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

cemas

Relaksasi Bisa Bantu Redakan Stres dan Cemas saat Menghadapi Infertilitas

October 3, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Sister dan paksu kalian pasti sudah tahu jika Infertilitas nggak cuma soal fisik, tapi juga beban emosional yang bisa bikin stres dan cemas meningkat. Banyak wanita merasa tekanan psikologis ini berat, apalagi ketika harus menjalani berbagai tes dan prosedur kesuburan. Stres yang tinggi nggak cuma bikin hati nggak tenang, tapi juga bisa mempengaruhi kualitas hidup dan hasil program hamil. KIra-kira ada tidak teknik yang dapat dicoba? baca lebih lanjut yuk!

Teknik Relaksasi yang Bisa Dicoba
Beberapa teknik relaksasi terbukti membantu wanita infertil menenangkan pikiran dan tubuh:

  1. Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR)
    MBSR adalah teknik yang melatih kita untuk benar-benar hadir di momen sekarang, tanpa menghakimi diri sendiri. Fokusnya pada kesadaran penuh—terhadap pikiran, perasaan, maupun tubuh.
    Bagi wanita yang sedang menjalani promil, metode ini terbukti membantu meredakan kecemasan karena mereka jadi lebih tenang menghadapi ketidakpastian. Dengan kata lain, MBSR bisa bikin pikiran lebih jernih dan hati lebih stabil.
  2. Yoga
    Yoga bukan cuma olahraga fisik, tapi juga menyatukan postur tubuh, teknik pernapasan, dan meditasi. Pendekatan ini holistik, artinya bekerja dari berbagai sisi: fisik, emosional, hingga mental.
    Banyak penelitian menunjukkan bahwa yoga efektif menurunkan stres, memperbaiki kualitas tidur, sekaligus meningkatkan rasa kontrol terhadap diri sendiri.
  3. Progressive Muscle Relaxation (PMR)
    PMR adalah latihan relaksasi dengan cara menegangkan lalu melemaskan otot-otot tubuh secara bertahap. Misalnya, mengepalkan tangan erat-erat, lalu melepaskannya sambil menarik napas dalam.
    Tujuannya adalah untuk mengenali perbedaan antara kondisi tegang dan rileks, sehingga tubuh jadi lebih ringan. Kalau dilakukan rutin, PMR bisa jadi “alat praktis” untuk menghadapi kecemasan sehari-hari.
  4. Guided Imagery
    Teknik ini menggunakan visualisasi atau imajinasi terpandu. Misalnya, membayangkan berada di pantai yang tenang, di tengah hutan yang sejuk, atau ruang aman yang nyaman.
    Dengan membayangkan situasi yang menenangkan, pikiran dan tubuh bisa ikut merasa rileks. Guided imagery sangat membantu ketika rasa cemas muncul tiba-tiba karena bisa langsung menurunkan ketegangan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik-teknik ini menurunkan tingkat stres dan kecemasan, sekaligus meningkatkan kemampuan coping dalam menghadapi infertilitas. Selain mengikuti saran medis, sisihkan waktu beberapa menit setiap hari untuk latihan relaksasi. Sedikit tapi rutin, bisa bikin hati lebih tenang dan pikiran lebih fokus. Karena sister, urusan hati yang tenang itu juga bagian dari perawatan, lho! 

Referensi

  • Chaudhary, P., & Garg, R. K. (2024). Effects of relaxation techniques in reducing stress and anxiety among infertile women: A systematic review. Indian Journal of Obstetrics and Gynecology Research, 11(4), 521-529.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: cemas, infertilitas, Relaksasi, stress

Mengapa Proses IVF Berhubungan dengan Mental Hingga Rasa Cemas yang tak berkesudahan?

February 9, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Hai sister adakah dari kalian yang sedang melakukan proses IVF? apa yang dominan kalian rasakan? adakah perasaan takut dan kecemasan lain? sangat masuk akal jika kalian mengalami pergulatan emosi. Bahkan melihat sebuah data Faktanya wanita mengalami kecemasan mengalami depresi saat menjalani IVF.  Wah kenapa bisa begitu ya? MDG akan membahas lebih lanjut, Baca sampai habis ya?

Mengapa Proses IVF berpengaruh pada mental 

Melalui sebuah penelitian yang dilakukan oleh yan dkk menemukan “Sebanyak 42% peserta mengalami kecemasan dan 46,4% mengalami depresi. Rata-rata skor skala dukungan sosial yang dirasakan (PSSS) menunjukkan tingkat dukungan sedang hingga tinggi, sementara skor Skala ketahanan Connor-Davidson (CD-RISC) menunjukkan ketahanan psikologis yang sedang. Dukungan sosial yang tinggi berhubungan dengan ketahanan psikologis yang lebih baik, dan keduanya berkorelasi negatif dengan kecemasan serta depresi”. Kira-kira kenapa sih proses IVF ini sangat berpengaruh pada kesehatan mental?

Potensi stress secara psikologis dan kecemasan tentu saja sangat masuk akal dimana hal ini berkaitan dengan masa depan yang tidak diketahui, stres yang melekat dalam hubungan dengan pasangan, keluarga, dan kolega; dan biaya finansial. Bagaimana tidak membuat seseorang tertekan semua proses yang ada program hamil tidaklah mudah. Banyak ketidakpastian sedangkan segala usaha harus dikerahkan, baik pola hidup sehat, pemeriksaaan yang ketat, hingga perasaan sendiri karena kasus-kasus ini tidak banyak yang memiliki. Lalu kira ada tidak ya cara untuk mengurangi rasa stress itu?

Aktivitas apa yang Dapat Membantu?

Sangat banyak sekali cara untuk mengurangi stress ini, MDG akan mencoba mengutip dari saran salah satu dokter, Dr Samantha Wild salah seorang dokter perempuan untuk kesehatan perempuan. Setidaknya ada enam dimulai dari yang paling dasar sister dan paksu dapat mengetahui apa yang diharapkan. Jika seseorang baru menjalani IVF, sebagian stres dan kekhawatiran dapat dikaitkan dengan ketidakpastian karena tidak mengetahui apa yang diharapkan. Proses ini dapat dilakukan dengan mulai membiasakan diri dengan proses IVF karena dapat membantu mengurangi beberapa kekhawatiran. 

Selanjutnya adalah jaga kesehatan fisik, merawat diri sendiri secara fisik dapat membantu mengatasi IVF secara mental. Meskipun mungkin lelah karena perawatan dan prosedur hormonal, gerakan lembut dapat membantu meningkatkan suasana hati sister. Contohnya dengan melakukan gerakan selama 30 menit setidaknya 5 hari seminggu. Seperti aktivitas berenang, yoga, joging/jalan cepat

dan jangan lupa untuk di imbangi dengan makan dengan baik. Makan makanan seimbang yang mengandung protein, serat, dan lemak sehat. Menghindari alkohol dan kafein dapat membantu mengatasi kecemasan dan dapat meningkatkan kualitas tidur.

Selanjutnya adalah luangkan waktu, saat menjalani IVF, sister mungkin kesulitan untuk fokus pada kehidupan sehari-hari. Pekerjaan dan tuntutan lainnya dapat terasa sangat membebani. Jadi, cobalah untuk mengurangi tekanan tambahan selama masa ini.

Sister juga dapat berbagi perasaan, IVF dapat membuat sister merasa terasing – mungkin merasa sendirian, atau tidak ada yang mengerti apa yang sedang dialami. Cobalah untuk berbicara dengan teman atau anggota keluarga terpercaya yang dapat mendengarkan pengalaman sister dan membantu mendukung. Ada juga banyak grup dan forum daring yang bermanfaat dan dapat berbagi perasaan dengan orang lain yang menjalani IVF.

Dapat juga dengan Pertimbangkan untuk melakukan mindfulness, Menemukan cara untuk bersantai dapat membantu sister untuk menghadapi pasang surut IVF. Ini dapat dilakukan dengan melakukan latihan atau aktivitas yang disukai, bersosialisasi dengan orang lain, atau menghabiskan waktu sendirian.

Terakhir adalah cari dukungan profesional, IVF membawa banyak tantangan, dan mungkin ingin mencari dukungan profesional. Berbicara dengan dokter umum adalah tempat yang baik untuk memulai. Mereka dapat menyarankan bentuk bantuan yang sesuai, seperti terapi bicara atau kelompok pendukung.

Bagaimana, apakah sister salah satu yang sedang merasakan itu semua? atau sedang mendapatkan ruang untuk dapat berbagi? MDG harap sister mendapatkan ruang yang tepat untuk dapat berbagi dan menguatkan sister yang sedang menjalani IVF. Informasi menarik lainnya dapat di akses di Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Yan, Y., Ma, Y., Xu, L., & Lv, Y. (2024). Impact of perceived social support on anxiety and depression in women undergoing in vitro fertilization-embryo transfer: the role of psychological resilience. Journal of Assisted Reproduction and Genetics, 1-12.
  • https://www.nature.com/articles/s41598-024-55097-3
  • https://www.bupa.co.uk/newsroom/ourviews/cope-mentally-ivf#:~:text=jogging/brisk%20walking,health%20support%20via%20your%20work

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: cemas, hamil, IVF, metal, promil, takut

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Stres, Hormon, dan Infertilitas: Ketika Pikiran dan Tubuh Saling Mempengaruhi Kesuburan
  • Faktor Sederhana yang Ternyata Bisa Mempengaruhi Kesuburan
  • Nyeri Saat Berhubungan pada Endometriosis: Kenapa Banyak yang Diam dan Tidak Tahu Harus Ke Mana
  • Antioksidan Tidak Selalu Aman: Ketika “Terlalu Sehat” Justru Mengganggu Kesuburan
  • Stres Oksidatif dan Kualitas Sperma: Peran Telomer yang Jarang Dibahas dalam Infertilitas

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.