• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

day one

Day One or One Day: Jadi Pejuang Dua Garis Bareng Mizz Rosie dan Chef Ken di Ideafest Surabaya 2025

August 2, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Surabaya, 2025 Dalam ajang Ideafest Surabaya 2025, kisah penuh makna dari para pejuang dua garis hadir menyentuh hati. Mizz Rosie dan Chef Ken, dua sosok di balik komunitas Menuju Dua Garis (MDG), berbagi cerita perjuangan mereka dalam menghadapi infertilitas dan stigma sosial yang menyertainya. Mereka tidak sendiri hadir pula Astrid Regina Sapiie (psikolog klinis & CEO DearAstrid), serta Chitra Astriana (entrepreneur) sebagai moderator dalam sesi ini.

Cerita Dimulai di Titik Nol

Mizz Rosie dan Chef Ken berbagi tentang hari pertama mereka menyandang identitas sebagai pasangan pejuang dua garis. Di tengah perjuangan untuk memiliki keturunan, mereka juga harus menghadapi pandangan miring dari masyarakat. Chef Ken, yang kala itu menjadi finalis sebuah acara, bahkan sempat mengalami pengalaman tidak menyenangkan saat berada di rumah sakit dicap, dinilai, tanpa empati.

Di sinilah “day one” mereka dimulai. Sebuah hari yang penuh emosi, marah, kecewa, namun justru menjadi batu loncatan menuju kedewasaan dan ketangguhan.

Proses yang Membentuk

Melalui waktu dan rasa saling percaya, Mizz Rosie akhirnya meminta izin kepada Chef Ken untuk membuka kisah mereka ke publik. “Ibarat seorang ayah melihat istri sebagai anak yang akhirnya tumbuh menjadi dewasa,” ungkapnya menyentuh.

Tak ada dokter, tak ada protokol medis rumit di sesi ini. Hanya kisah nyata, tentang bagaimana sebuah pasangan belajar untuk bertahan, mendewasa bersama, dan saling menopang satu sama lain. Bahwa menjadi pejuang dua garis bukan hanya tentang hamil tapi tentang harapan dan pilihan untuk tidak menyerah.

Psikologi Tentang Dibalik Ketangguhan

Bu Astrid, sebagai psikolog, menyampaikan bahwa ada tiga sisi penting yang membentuk resiliensi pasangan:

  1. Budaya dan stigma masyarakat: Ketimpangan gender yang melekatkan makna “perempuan sempurna” dengan keharusan punya anak.
  2. Resiliensi bukan bawaan lahir: Tapi kemampuan yang bisa dibangun. Seperti bola makin dibanting, makin keras pantulannya.
  3. Stress coping dan kepedulian: Resiliensi terlihat ketika seseorang masih bisa peduli pada orang lain, bahkan dalam masa sulit.

 

Belajar Bertahan dan Menjadi Lebih Baik

Selain dari sisi psikologi, hal tersebut juga berdampak pada pernikahan, pernikahan memang tak selalu mulus. Tapi, seperti kata Mizz Rosie: “Kisah pernikahan berbeda-beda, tapi Tuhan punya rencana untuk masing-masing kita. Kita belajar untuk bertahan, menjadi versi terbaik diri, dekat dengan pasangan dan Tuhan. Karena ujungnya, kita akan menghadapi semuanya berdua.”

Bu Astrid menutup sesi dengan mengingatkan bahwa kita tidak pernah punya hak untuk menghakimi pasangan mana pun, karena setiap orang punya cerita dan nilai hidup masing-masing.

Menuju Harapan yang Indah

MDG, yang awalnya lahir dari pengalaman pribadi, kini tumbuh menjadi simbol harapan. Sebuah ruang untuk para pejuang dua garis yang ingin terus belajar, berproses, dan saling menguatkan. “Kalau kamu ingin kebahagiaan, ya ambil dan perjuangkan. Happiness is something you learn,” pesan terakhir dari Chef Ken.

Sesi ini bukan hanya tentang infertilitas. Tapi tentang keberanian, tentang perubahan, dan tentang peran kita semua untuk saling mendukung mimpi satu sama lain.

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: day one, ideafest, infertilitas, pejuang dua garis

Primary Sidebar

Recent Posts

  • AMH Rendah dan Peluang IVF: Apa yang Sebenarnya Terjadi di Dalam Ovarium?
  • Diminished Ovarian Reserve (DOR) dan Premature Ovarian Insufficiency (POI): Serupa Tapi Tak Sama
  • Low AMH, Masih Ada Harapan?
  • POI Selain Donor Sel Telur Apa Ada Pilihan Lain??
  • Transcutaneous Electrical Acupoint Stimulation (TEAS): Terapi Akupuntur Tanpa Jarum untuk Mendukung Program IVF

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.