• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

Mikrobiota

Peran Mikrobiota Saluran Reproduksi dalam Endometriosis dan Dampaknya pada Program Kehamilan

January 22, 2026 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Endometriosis dan adenomiosis merupakan gangguan ginekologis yang sering dikaitkan dengan nyeri panggul kronis dan infertilitas. Selama ini, pembahasan penyebab infertilitas pada kondisi ini kerap berfokus pada faktor hormonal, anatomi pelvis, dan inflamasi. Namun, ada yang harus kalian pahami yaitu tentang lapisan lain yang tidak kalah penting, yaitu mikrobiota saluran reproduksi.

Mikrobiota bukan sekadar “bakteri yang lewat”, melainkan bagian aktif dari lingkungan biologis rahim yang dapat memengaruhi fungsi sel endometrium, reseptivitas implantasi, hingga keberhasilan program kehamilan (promil).

Mikrobiota Normal Saluran Reproduksi

Pada kondisi sehat, saluran reproduksi perempuan terutama vagina dan endometrium umumnya didominasi oleh Lactobacillus. Bakteri ini berperan menjaga keseimbangan lingkungan dengan:

  • mempertahankan pH optimal
  • menekan pertumbuhan bakteri patogen
  • mendukung fungsi imun lokal

Lingkungan mikroba yang stabil membantu menciptakan kondisi rahim yang kondusif bagi implantasi embrio.

Dysbiosis Mikrobiota pada Endometriosis dan Adenomiosis

Penelitian tahun 2025 yang dipublikasikan di BMC Microbiology menunjukkan bahwa perempuan dengan ovarian endometrioma (kista cokelat) dan adenomiosis mengalami perubahan signifikan pada mikrobiota saluran reproduksi.

Perubahan ini ditemukan di berbagai lokasi, meliputi kanalis servikalis, forniks posterior, endometrium dan cairan panggul

Kondisi tersebut ditandai oleh:

  • penurunan dominasi Lactobacillus
  • peningkatan bakteri oportunistik seperti Enterococcus dan anggota Enterobacteriaceae
  • peningkatan keragaman mikroba yang tidak selalu menguntungkan

Fenomena ini dikenal sebagai dysbiosis, yaitu ketidakseimbangan mikrobiota yang dapat memicu inflamasi kronis.

Dampak Langsung Mikrobiota terhadap Sel Endometrium

Menariknya, pembahasan ini tidak berhenti pada soal jenis bakteri saja. Bakteri tertentu yang sering ditemukan pada endometriosis dan adenomiosis ternyata bisa berdampak langsung pada sel endometrium. Kehadirannya membuat sel menjadi kurang sehat, memengaruhi cara kerja gen-gen penting, dan memicu peradangan serta stres di tingkat sel. Perubahan ini berkaitan dengan sistem pertahanan tubuh, cara sel menghasilkan energi, hingga mekanisme pertumbuhan dan perbaikan jaringan. Dalam kondisi seperti ini, endometrium bisa kehilangan “lingkungan idealnya”, sehingga fungsinya sebagai tempat menempelnya embrio menjadi tidak optimal.

Implikasi terhadap Fertilitas dan Program Kehamilan

Pemahaman baru bahwa gangguan fertilitas pada endometriosis tidak selalu disebabkan oleh kelainan anatomi yang terlihat jelas. Lingkungan mikro di dalam rahim termasuk komposisi mikrobiota memegang peran penting. Pada konteks promil, disbiosis mikrobiota dapat berkontribusi pada: penurunan reseptivitas endometrium, kegagalan implantasi, respon yang kurang optimal terhadap program IUI atau IVF. Inilah mengapa sebagian kasus infertilitas pada endometriosis kerap disebut “unexplained”, padahal penyebabnya tersembunyi di tingkat seluler dan mikrobiologis.

Endometriosis bukan hanya penyakit hormon atau struktur, tetapi juga berkaitan erat dengan lingkungan biologis rahim, termasuk mikrobiota. Bagi sister dan paksu yang sedang menjalani promil, kalian juga harus memahami bahwa kehamilan tidak hanya ditentukan oleh embrio dan hormon, tetapi juga oleh kualitas lingkungan rahim yang sering luput diperhatikan.

Referensi

  • Li, J., Zhang, Y., Zhang, J., Yue, C., Guo, L., Yang, G., … & Yu, T. (2025). Reproductive tract microbiota dysbiosis in ovarian endometrioma and adenomyosis: multi-site 16S rRNA profiling and functional impact of key bacterial species on human endometrial stromal cells. BMC microbiology, 25(1), 717.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: endometriosis, infertilitas, Mikrobiota, reproduksi

Perbandingan Profil Mikrobiota Vagina pada Pasien dengan dan tanpa Endometriosis

January 22, 2026 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Endometriosis adalah penyakit ginekologis kronis yang dialami sekitar 10% perempuan usia reproduksi. Jaringan yang mirip endometrium tumbuh di luar rahim bisa di ovarium, peritoneum, bahkan di lokasi yang jauh dari organ reproduksi. Dampaknya bukan cuma nyeri, tapi juga inflamasi kronis, gangguan haid, hingga infertilitas.

Selama ini, endometriosis sering dijelaskan lewat hormon, menstruasi retrograd, atau faktor genetik. Tapi beberapa tahun terakhir, muncul satu pertanyaan baru yang menarik perhatian banyak peneliti.

Bagaimana kalau lingkungan mikro di tubuh juga ikut berperan?

Vagina bukan ruang steril. Di sana hidup komunitas bakteri disebut mikrobiota yang berinteraksi dengan hormon, sistem imun, dan kondisi anatomi vagina itu sendiri.

Dalam kondisi seimbang, mikrobiota vagina biasanya didominasi oleh Lactobacillus. Bakteri ini membantu menjaga keasaman vagina, menekan bakteri patogen, dan mendukung pertahanan imun lokal.

Masalah muncul ketika keseimbangan ini terganggu. Disbiosis ketidakseimbangan mikrobiota diketahui bisa memicu inflamasi, mengacaukan respon imun, dan secara teori ikut menciptakan lingkungan yang “ramah” bagi perkembangan endometriosis.

Kenapa Mikrobiota Dikaitkan dengan Endometriosis?

Endometriosis adalah penyakit inflamatorik. Artinya, sistem imun berperan besar dalam pembentukannya. Ketika mikrobiota tidak seimbang, tubuh bisa memproduksi lebih banyak sitokin proinflamasi, meningkatkan pembentukan pembuluh darah baru, dan memperkuat adhesi semua ini adalah ciri khas endometriosis.

Selain itu, beberapa bakteri punya kemampuan memengaruhi metabolisme estrogen. Mereka bisa meningkatkan kadar estrogen bebas di tubuh, menciptakan kondisi hiperestrogenik yang mendukung pertumbuhan jaringan endometriotik.

Dengan kata lain, mikrobiota tidak sekadar “penumpang”, tapi bisa ikut membentuk lingkungan biologis tempat endometriosis berkembang.

Apakah Mikrobiota Vagina Berbeda pada Endometriosis?

Sebuah penelitian yang meneliti perempuan dengan endometriosis dan tanpa endometriosis dibandingkan untuk melihat profil mikrobiota vaginanya, Hasilnya menarik. Bahwa secara umum, jenis bakteri yang ditemukan memang bervariasi. Ada perbedaan komposisi di tingkat kelompok besar bakteri maupun di tingkat genus. Namun, ketika dilihat dari jumlah dan kelimpahannya secara keseluruhan, perbedaannya tidak signifikan.

Artinya, perempuan dengan endometriosis tidak selalu menunjukkan “bakteri yang benar-benar berbeda” dibandingkan perempuan tanpa endometriosis. Di kedua kelompok, Lactobacillus tetap menjadi bakteri dominan. Ini menunjukkan bahwa ekosistem dasar vagina bisa saja tetap terlihat “normal”, bahkan pada perempuan dengan endometriosis.

Namun, temuan ini justru membuka pemahaman baru: mungkin yang penting bukan sekadar siapa bakterinya, tapi apa yang mereka lakukan. Interaksi mikrobiota dengan sistem imun, aktivitas metaboliknya, serta pengaruhnya terhadap hormon kemungkinan jauh lebih menentukan dibanding sekadar perbedaan jumlah bakteri.

Pada intinya endometriosis bukan penyakit dengan satu penyebab sederhana. Mikrobiota vagina mungkin tidak selalu menunjukkan perbedaan mencolok secara kuantitas, tapi tetap berpotensi berperan lewat mekanisme yang lebih halus melalui inflamasi, imun, dan regulasi hormon.

Ini juga menjelaskan kenapa pendekatan pada endometriosis tidak bisa satu arah. Bukan cuma soal struktur rahim atau kadar hormon, tapi juga tentang lingkungan biologis yang lebih luas. Jangan lupa follow Instagram @menujudiagaris.id ya!

Referensi

  • Mostafavi, S. R. S., Kor, E., Sakhaei, S. M., & Kor, A. (2024). The correlation between ultrasonographic findings and clinical symptoms of pelvic endometriosis. BMC Research Notes, 17(1), 108.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: endometriosis, Mikrobiota, Vagina

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Penanganan Klasik pada Infertilitas Pria dengan Antisperm Antibodies (ASA)
  • Endometriosis dan Infeksi Panggul Ternyata Ada Hubungan Lho!
  • Yoga untuk PCOS: Tunggu Dulu yuk Cari Tau Bagaimana Bukti Ilmiah yang Lebih Dalam dari Sekadar Relaksasi
  • Diet dan Endometriosis: Apa yang Kita Makan Ternyata Ikut “Bicara” di Dalam Tubuh
  • Low-FODMAP Diet dan Endometriosis: Cara “Menjinakkan” Gejala Usus yang Sering Ikut Datang

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.