• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

omega-3

Gaya Hidup Modern dan Penurunan Kualitas Sperma: Bisakah Nutrisi Jadi Solusinya?

June 15, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Ketika berbicara soal kesuburan pria, tentu memiliki banyak faktor yang memengaruhinya diantaranya adalah dari hormon, gaya hidup, hingga nutrisi. Saat ini ditengah gaya hidup yang semakin instan maka penting bagi paksu juga turut memperhatikan nutrisi yang dikonsumsi, karena kebiasaan memakan makanan instan dapat berdampak kepada kesehatan salah satunya adalah kesehatan reproduksi yang lebih spesifik berdampak terhadap kesehatan reproduksi. 

Apalagi jika yang dihadapi berhubungan dengan kualitas sperma maka paksu dapat berfokus pada nutrisi yang baik untuk sperma, tapi kira-kira nutrisi apa itu? yuk bahas lebih lanjut!

Mengenal apa itu DHA dan EPA

Eicosapentaenoic Acid (EPA) dan Docosahexaenoic Acid (DHA) adalah dua jenis utama asam lemak omega-3 yang memiliki peran penting bagi kesehatan. EPA merupakan asam karboksilat rantai panjang yang umumnya ditemukan dalam ikan seperti cod, makarel, salmon, sarden, serta pada fitoplankton, rumput laut, mikroalga, dan ASI. EPA dikenal bermanfaat dalam menjaga kesehatan jantung, menurunkan kadar trigliserida, bersifat anti-inflamasi untuk sistem kardiovaskular dan sendi, serta dapat membantu mengurangi depresi. 

Sementara itu, DHA adalah asam lemak dengan rantai karbon lebih panjang, berperan sebagai komponen struktural utama pada otak, korteks serebral, retina, kulit, sperma, dan testis. DHA sangat rentan terhadap oksidasi, sehingga sumber makanan yang mengandungnya seperti minyak ikan cenderung memiliki daya simpan yang singkat akibat kerusakan oleh radikal bebas. Apakah DHA dan EPA juga dapat memperbaiki kualitas sperma?

DHA dan EPA: Nutrisi Penting untuk Sperma?

Sebuah penelitian yang lakukan oleh Hosseini (2019) turut mengevaluasi Konsentrasi sperma total, Kadar DHA dalam sperma dan konsentrasi DHA dalam plasma mani, dan ditemukan bahwa suplementasi omega-3 secara signifikan meningkatkan motilitas sperma, yaitu kemampuan sperma untuk bergerak menuju sel telur. 

Hasil studi tersebut menyiratkan bahwa suplemen omega-3 mungkin belum tentu meningkatkan jumlah sperma secara keseluruhan, namun dapat membantu meningkatkan kualitas sperma, khususnya dalam hal pergerakan dan lingkungan kimiawi tempat sperma berkembang (plasma mani).

DHA dan EPA, memiliki potensi untuk meningkatkan motilitas sperma dan kandungan DHA dalam plasma mani pria infertil. Meskipun belum terbukti meningkatkan jumlah sperma, peningkatan kualitas ini dapat menjadi salah satu faktor penting dalam membantu keberhasilan program kehamilan.

Suplemen omega-3 dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari pendekatan holistik dalam mengatasi infertilitas paksu, terutama jika disertai dengan pola hidup sehat dan penanganan medis yang sesuai. Namun, konsultasi dengan dokter tetap diperlukan untuk menyesuaikan dosis dan kebutuhan masing-masing individu, karena tubuh paksu satu dengan lainnya berbeda jadi penanganannya juga akan berbeda. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Hosseini, B., Nourmohamadi, M., Hajipour, S., Taghizadeh, M., Asemi, Z., Keshavarz, S. A., & Jafarnejad, S. (2019). The effect of omega-3 fatty acids, EPA, and/or DHA on male infertility: a systematic review and meta-analysis. Journal of dietary supplements, 16(2), 245-256.
  • https://www.halodoc.com/artikel/4-manfaat-dha-dan-epa-yang-perlu-diketahui?srsltid=AfmBOopF4nezCOPC0WlEhF4JIcLevc7Ymqf6Et0aqRBBjUdKQJWXyGwt
  • https://nutrilite.co.id/healthy-lifestyle/uncategorized/mengenal-epa-dha

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: infertilitas, kualitas sperma, nutrisi, omega-3, Pria

Primary Sidebar

Recent Posts

  • AMH Rendah dan Peluang IVF: Apa yang Sebenarnya Terjadi di Dalam Ovarium?
  • Diminished Ovarian Reserve (DOR) dan Premature Ovarian Insufficiency (POI): Serupa Tapi Tak Sama
  • Low AMH, Masih Ada Harapan?
  • POI Selain Donor Sel Telur Apa Ada Pilihan Lain??
  • Transcutaneous Electrical Acupoint Stimulation (TEAS): Terapi Akupuntur Tanpa Jarum untuk Mendukung Program IVF

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.