• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

PGT-A

PGT-A pada Unexplained Recurrent Pregnancy Loss: Harapan Baru atau Masih Perlu Bukti Lebih Kuat?

February 21, 2026 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Kehilangan kehamilan bukan hanya peristiwa medis. Ia adalah luka berulang fisik dan emosional. Sekitar 15–25% kehamilan berakhir dengan keguguran, dan sebagian kecil perempuan mengalami recurrent pregnancy loss (RPL) kehilangan dua kali atau lebih. Dengan definisi terbaru dari European Society of Human Reproduction and Embryology dan American Society for Reproductive Medicine, RPL kini mencakup dua atau lebih kehilangan, baik berurutan maupun tidak.

Masalahnya, lebih dari separuh kasus RPL tidak memiliki penyebab yang jelas. Tidak ada kelainan rahim, tidak ada gangguan hormonal besar, tidak ada kelainan kromosom orang tua. Kondisi ini disebut unexplained RPL.

Dan disinilah muncul pertanyaan penting: Apakah masalahnya ada pada embrio?

Perlukah PGT-A pada Kasus Keguguran Berulang yang Tidak Terjelaskan?

Mengalami keguguran berulang adalah perjalanan yang tidak mudah. Ketika semua pemeriksaan tampak normal tidak ada kelainan anatomi, hormonal, autoimun, atau trombofilia banyak pasangan akhirnya bertanya: apa yang sebenarnya terjadi? Salah satu jawaban yang sering muncul adalah aneuploidy, yaitu jumlah kromosom embrio yang tidak normal.

Fakta menunjukkan bahwa Lebih dari separuh keguguran trimester pertama terjadi karena kelainan jumlah kromosom pada embrio. Artinya, embrio memang sejak awal tidak memiliki susunan genetik yang kompatibel untuk berkembang.

Karena itulah berkembang pendekatan Preimplantation Genetic Testing for Aneuploidy (PGT-A) dalam program IVF. Melalui biopsi kecil pada tahap blastokista, kromosom embrio dianalisis. Embrio yang aneuploid tidak ditransfer, sehingga yang dipilih hanya embrio dengan kromosom normal (euploid).

Tujuannya adalah berfokus pada mengurangi risiko keguguran dan meningkatkan peluang lahir hidup per transfer. Namun muncul pertanyaan penting apakah strategi ini benar-benar diperlukan pada pasien dengan unexplained RPL?

Apakah Pasien RPL Menghasilkan Lebih Banyak Embrio Aneuploid?

Inilah bagian yang tidak sesederhana yang dibayangkan. Sebagian data menunjukkan angka aneuploidy sedikit lebih tinggi pada pasien dengan RPL. Tetapi banyak temuan lain memperlihatkan angka yang serupa dengan populasi infertil biasa terutama setelah faktor usia ibu diperhitungkan.

Bahkan ketika jaringan hasil keguguran dianalisis, angka kelainan kromosom tampak tidak jauh berbeda antara perempuan dengan RPL dan yang tidak.

Artinya, belum ada kepastian bahwa perempuan dengan unexplained RPL memang menghasilkan embrio abnormal lebih banyak dibanding populasi lain pada usia yang sama.

PGT-A dapat menjadi alat yang membantu, terutama untuk mengurangi risiko keguguran berikutnya dan meningkatkan peluang lahir hidup per transfer, namun bukan berarti semua pasien RPL otomatis memerlukan intervensi ini.

Keputusan perlu mempertimbangkan:

  • Usia ibu
  • Cadangan ovarium
  • Jumlah dan pola keguguran sebelumnya
  • Kondisi emosional pasangan
  • Waktu yang tersedia
  • Biaya dan invasivitas prosedur

Karena IVF dengan PGT-A bukan sekadar prosedur laboratorium. Ia adalah perjalanan fisik, finansial, dan psikologis. Dalam kasus RPL, fokusnya bukan hanya: “Bisakah kita meningkatkan angka lahir hidup?” Tetapi juga: “Siapa yang benar-benar akan mendapat manfaat terbesar dari intervensi ini?” Dalam reproduksi, intervensi terbaik bukan yang paling agresif melainkan yang paling sesuai dengan kondisi biologis dan perjalanan setiap pasien.

Referensi

  • Mumusoglu, S., Telek, S. B., & Ata, B. (2025). Preimplantation genetic testing for aneuploidy in unexplained recurrent pregnancy loss: a systematic review and meta-analysis. Fertility and sterility, 123(1), 121-136.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: Keguguran, PGT-A, unexplain

Primary Sidebar

Recent Posts

  • AMH Rendah dan Peluang IVF: Apa yang Sebenarnya Terjadi di Dalam Ovarium?
  • Diminished Ovarian Reserve (DOR) dan Premature Ovarian Insufficiency (POI): Serupa Tapi Tak Sama
  • Low AMH, Masih Ada Harapan?
  • POI Selain Donor Sel Telur Apa Ada Pilihan Lain??
  • Transcutaneous Electrical Acupoint Stimulation (TEAS): Terapi Akupuntur Tanpa Jarum untuk Mendukung Program IVF

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.