• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

Keguguran

PGT-A pada Unexplained Recurrent Pregnancy Loss: Harapan Baru atau Masih Perlu Bukti Lebih Kuat?

February 21, 2026 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Kehilangan kehamilan bukan hanya peristiwa medis. Ia adalah luka berulang fisik dan emosional. Sekitar 15–25% kehamilan berakhir dengan keguguran, dan sebagian kecil perempuan mengalami recurrent pregnancy loss (RPL) kehilangan dua kali atau lebih. Dengan definisi terbaru dari European Society of Human Reproduction and Embryology dan American Society for Reproductive Medicine, RPL kini mencakup dua atau lebih kehilangan, baik berurutan maupun tidak.

Masalahnya, lebih dari separuh kasus RPL tidak memiliki penyebab yang jelas. Tidak ada kelainan rahim, tidak ada gangguan hormonal besar, tidak ada kelainan kromosom orang tua. Kondisi ini disebut unexplained RPL.

Dan disinilah muncul pertanyaan penting: Apakah masalahnya ada pada embrio?

Perlukah PGT-A pada Kasus Keguguran Berulang yang Tidak Terjelaskan?

Mengalami keguguran berulang adalah perjalanan yang tidak mudah. Ketika semua pemeriksaan tampak normal tidak ada kelainan anatomi, hormonal, autoimun, atau trombofilia banyak pasangan akhirnya bertanya: apa yang sebenarnya terjadi? Salah satu jawaban yang sering muncul adalah aneuploidy, yaitu jumlah kromosom embrio yang tidak normal.

Fakta menunjukkan bahwa Lebih dari separuh keguguran trimester pertama terjadi karena kelainan jumlah kromosom pada embrio. Artinya, embrio memang sejak awal tidak memiliki susunan genetik yang kompatibel untuk berkembang.

Karena itulah berkembang pendekatan Preimplantation Genetic Testing for Aneuploidy (PGT-A) dalam program IVF. Melalui biopsi kecil pada tahap blastokista, kromosom embrio dianalisis. Embrio yang aneuploid tidak ditransfer, sehingga yang dipilih hanya embrio dengan kromosom normal (euploid).

Tujuannya adalah berfokus pada mengurangi risiko keguguran dan meningkatkan peluang lahir hidup per transfer. Namun muncul pertanyaan penting apakah strategi ini benar-benar diperlukan pada pasien dengan unexplained RPL?

Apakah Pasien RPL Menghasilkan Lebih Banyak Embrio Aneuploid?

Inilah bagian yang tidak sesederhana yang dibayangkan. Sebagian data menunjukkan angka aneuploidy sedikit lebih tinggi pada pasien dengan RPL. Tetapi banyak temuan lain memperlihatkan angka yang serupa dengan populasi infertil biasa terutama setelah faktor usia ibu diperhitungkan.

Bahkan ketika jaringan hasil keguguran dianalisis, angka kelainan kromosom tampak tidak jauh berbeda antara perempuan dengan RPL dan yang tidak.

Artinya, belum ada kepastian bahwa perempuan dengan unexplained RPL memang menghasilkan embrio abnormal lebih banyak dibanding populasi lain pada usia yang sama.

PGT-A dapat menjadi alat yang membantu, terutama untuk mengurangi risiko keguguran berikutnya dan meningkatkan peluang lahir hidup per transfer, namun bukan berarti semua pasien RPL otomatis memerlukan intervensi ini.

Keputusan perlu mempertimbangkan:

  • Usia ibu
  • Cadangan ovarium
  • Jumlah dan pola keguguran sebelumnya
  • Kondisi emosional pasangan
  • Waktu yang tersedia
  • Biaya dan invasivitas prosedur

Karena IVF dengan PGT-A bukan sekadar prosedur laboratorium. Ia adalah perjalanan fisik, finansial, dan psikologis. Dalam kasus RPL, fokusnya bukan hanya: “Bisakah kita meningkatkan angka lahir hidup?” Tetapi juga: “Siapa yang benar-benar akan mendapat manfaat terbesar dari intervensi ini?” Dalam reproduksi, intervensi terbaik bukan yang paling agresif melainkan yang paling sesuai dengan kondisi biologis dan perjalanan setiap pasien.

Referensi

  • Mumusoglu, S., Telek, S. B., & Ata, B. (2025). Preimplantation genetic testing for aneuploidy in unexplained recurrent pregnancy loss: a systematic review and meta-analysis. Fertility and sterility, 123(1), 121-136.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: Keguguran, PGT-A, unexplain

Vitamin D dan Risiko Keguguran Yuk Pahami lebih jauh!

February 1, 2026 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Keguguran bukan hanya peristiwa fisik. Ia sering meninggalkan bekas emosional yang dalam, pertanyaan yang berulang, dan rasa ingin memahami: kenapa bisa terjadi?
Sayangnya, dalam banyak kasus, jawabannya tidak pernah sederhana. Tidak ada satu penyebab tunggal yang bisa langsung ditunjuk.

Di tengah upaya mencari pemahaman itu, perhatian mulai tertuju pada hal-hal yang selama ini dianggap sepele. Salah satunya adalah vitamin D.

Selama ini, vitamin D lebih dikenal sebagai “vitamin tulang” atau pendukung daya tahan tubuh. Tapi perlahan, para ahli mulai melihat bahwa perannya mungkin tidak berhenti di situ. Vitamin D juga terlibat dalam berbagai proses penting yang berkaitan dengan kehamilan.

Mengapa Vitamin D Mulai Banyak Dibicarakan?

Vitamin D ikut berperan dalam mengatur sistem imun, peradangan, dan keseimbangan hormonal. Ketiga hal ini sangat penting di awal kehamilan, saat tubuh ibu harus menerima kehadiran embrio dan mempertahankan kehamilan agar tetap berkembang.

Secara sederhana, tubuh perlu berada dalam kondisi yang “mendukung” agar kehamilan bisa bertahan. Dan vitamin D adalah salah satu bagian kecil dari sistem besar itu.

Dalam praktik medis, kadar vitamin D biasanya dibagi menjadi tiga kategori:

  • Defisiensi, ketika kadarnya sangat rendah
  • Insufisiensi, ketika kadarnya belum optimal
  • Cukup, ketika berada dalam rentang yang dianggap sehat

Yang menarik, perempuan dengan kadar vitamin D yang rendah baik defisiensi maupun insufisiensi ditemukan memiliki risiko keguguran yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang kadarnya cukup. Artinya, bukan hanya kekurangan berat yang perlu diperhatikan. Kekurangan ringan pun tampaknya tetap berpengaruh.

Lalu, Apakah Vitamin D Bisa Mencegah Keguguran?

Ini pertanyaan yang hadir di antara sister-sister PDG, Dan sayangnya, jawabannya belum sesederhana yang kita harapkan.

Karena di luar sana sudah banyak yang mencoba melihat apakah pemberian suplemen vitamin D dapat menurunkan risiko keguguran. Namun hingga saat ini, hasilnya masih beragam. Perbedaan ini dipengaruhi oleh bagaimana respon tubuh, personalisasi dan bagaimana riwayat tubuh antara satu orang dengan orang lainnya.

Karena itu, vitamin D belum bisa disebut sebagai “obat pencegah keguguran”. Ia bukan solusi tunggal, dan tidak bekerja sendirian.

Kehamilan tidak berdiri sendiri sebagai peristiwa di rahim. Ia dipengaruhi oleh kondisi tubuh secara keseluruhan metabolisme, hormon, sistem imun, dan tentu saja nutrisi.

Vitamin D adalah salah satu nutrisi yang sering rendah tanpa disadari. Terutama pada perempuan yang jarang terpapar sinar matahari atau memiliki pola makan tertentu. Mengetahui kadar vitamin D dan mendiskusikannya dengan tenaga medis bisa menjadi bagian kecil, tapi penting, dari persiapan kehamilan yang lebih menyeluruh.

Dan yang terpenting, informasi ini bukan untuk menambah rasa cemas atau menyalahkan diri sendiri. Justru sebaliknya. Ia mengingatkan bahwa merawat tubuh termasuk memenuhi kebutuhan nutrisi adalah bagian dari perjalanan menuju kehamilan yang sehat. Sister jangan lupa untuk follow juga Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Tamblyn, J. A., Pilarski, N. S., Markland, A. D., Marson, E. J., Devall, A., Hewison, M., … & Coomarasamy, A. (2022). Vitamin D and miscarriage: a systematic review and meta-analysis. Fertility and sterility, 118(1), 111-122.

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: Keguguran, Peristiwa Fisik, Vitamin D

Cuaca Panas dan Keguguran: Ketika Iklim Diam-Diam Ikut Menentukan Kehamilan

December 16, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Selama ini, keguguran sering dibahas dari sisi hormon, genetik, atau kondisi rahim.
Tapi ada satu faktor yang jarang kita sadari, padahal makin hari makin nyata dampaknya: suhu lingkungan yang semakin panas.

Perubahan iklim bukan cuma soal cuaca ekstrem atau gelombang panas.
Bagi perempuan hamil, terutama di awal kehamilan, panas berlebih bisa menjadi tekanan biologis yang serius dan sayangnya sering tak terlihat.

Cuaca Panas dan dampaknya pada Infertilitas

Tubuh perempuan hamil bekerja ekstra keras. Sehingga aliran darah meningkat, metabolisme berubah, dan sistem hormon berada dalam fase yang sangat sensitif.
Ketika suhu lingkungan terlalu tinggi, tubuh harus berjuang menjaga keseimbangan suhu internal.

Masalahnya, pada kehamilan awal, mekanisme ini belum stabil.
Panas berlebih dapat mengganggu aliran darah ke rahim dan plasenta, mengurangi suplai oksigen, dan menciptakan kondisi yang kurang ideal bagi embrio yang sedang berkembang.

Bukan karena tubuh “lemah”, tapi karena fase awal kehamilan memang sangat rentan terhadap stres lingkungan. Menariknya, dampak panas tidak dirasakan sama oleh semua perempuan. Mereka yang tinggal di daerah beriklim panas cenderung menghadapi risiko lebih besar, apalagi jika akses terhadap pendingin ruangan, air bersih, nutrisi, dan layanan kesehatan terbatas.

Di wilayah dengan sumber daya lebih baik, tubuh mungkin terbantu oleh adaptasi seperti pendingin ruangan atau istirahat yang cukup.Namun di banyak tempat lain, panas adalah paparan harian yang tidak bisa dihindari. Artinya, iklim dan kondisi sosial berjalan beriringan, membentuk risiko kehamilan secara perlahan.

Mengapa Awal Kehamilan Paling Sensitif?

Awal kehamilan adalah masa pembentukan sistem vital embrio. Perubahan kecil dalam lingkungan termasuk suhu bisa berdampak besar.

Panas berlebih dapat:

  • Mengganggu regulasi hormon kehamilan
  • Meningkatkan stres fisiologis pada ibu
  • Mengubah aliran darah ke rahim
  • Memicu respons inflamasi yang tidak ideal

Semua ini bisa meningkatkan risiko kehamilan berhenti sebelum waktunya, bahkan tanpa gejala yang jelas sebelumnya. Lingkungan tempat kita hidup baik udara, suhu, kondisi sosial ikut membentuk hasil kehamilan. Dan di era perubahan iklim, faktor ini tidak bisa lagi dianggap sepele. Sehingga memahami peran iklim bukan untuk menambah rasa takut,
tetapi untuk membuka ruang empati, pencegahan, dan kebijakan yang lebih ramah pada perempuan hamil.

Kehamilan bukan hanya urusan rahim, hormon, atau genetika. Ia adalah proses biologis yang hidup di dalam konteks lingkungan. Saat suhu bumi terus meningkat, perhatian pada kesehatan ibu hamil harus ikut berkembang. Karena menjaga kehamilan, pada akhirnya, juga berarti menjaga lingkungan tempat kehidupan itu tumbuh. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Xu, J., Xu, H., Zhao, X., Guo, Z., Zhao, S., & Xu, Q. (2025). Association between high ambient temperature and spontaneous abortion: A systematic review and meta-analysis. Ecotoxicology and Environmental Safety, 297, 118234.

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: cuaca, Keguguran, kehamilan, panas

Peran Faktor Genetik pada Keguguran Berulang: Apa yang Perlu Diketahui?

July 20, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

 

Keguguran berulang (Recurrent Pregnancy Loss/RPL) adalah pengalaman yang menguras fisik dan emosional. Salah satu penyebab yang seringkali tersembunyi namun signifikan adalah kelainan genetik atau kromosom pada sperma, sel telur, maupun embrio. Gangguan pada salah satu dari tiga komponen ini dapat menjadi faktor utama dalam sejumlah besar kasus keguguran spontan dan keguguran berulang. Mengapa demikian?

Kelainan Kromosom pada Sperma dan Sel Telur

Salah satu penyebab utama keguguran berulang adalah integritas kromosom yang terganggu, baik pada sperma maupun sel telur. Tentu saja banyak faktor yang mempengaruhi diantaranya sangat dipengaruhi oleh usia ibu. Seiring bertambahnya usia, risiko kelainan kromosom pada sel telur meningkat, yang kemudian berdampak pada kualitas embrio dan potensi keberhasilan kehamilan.

Lalu adakah solusi?

Untuk mengurangi risiko tersebut, teknologi Preimplantation Genetic Testing for Aneuploidies (PGT-A) memungkinkan untuk mendeteksi dan menghindari transfer embrio dengan jumlah kromosom yang tidak normal (aneuploidi). Dengan seleksi ini, peluang kehamilan yang berhasil dapat meningkat, sekaligus menurunkan risiko keguguran.

Kelainan Struktural Kromosom pada Orang Tua

Tidak hanya jumlah kromosom, susunan atau struktur kromosom pada orang tua juga bisa menjadi faktor penyebab. Sekitar 12% pasangan dengan kasus keguguran berulang diketahui memiliki kelainan struktural kromosom, bahkan meskipun mereka sebelumnya telah memiliki anak yang sehat. Dari angka tersebut, lebih dari 40% kelainan dapat dideteksi melalui pemeriksaan karyotipe standar.

Bila ditemukan adanya kelainan ini, teknologi Preimplantation Genetic Testing for Monogenic Disorders (PGT-M) dapat membantu memilih embrio yang bebas dari penyakit genetik yang diturunkan.

Inaktivasi Kromosom X yang Tidak Seimbang

Faktor lain yang juga ditemukan pada perempuan dengan keguguran berulang adalah inaktivasi kromosom X yang asimetris. Meski mekanisme ini belum sepenuhnya dipahami, studi menunjukkan bahwa kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita dengan riwayat keguguran berulang. Namun, hingga saat ini belum ada terapi khusus yang dapat diberikan untuk mengatasi temuan ini.

Faktor genetik dan kromosom memainkan peran penting dalam keberhasilan kehamilan, terutama pada kasus keguguran berulang. Pemeriksaan genetik lanjutan seperti karyotipe, PGT-A, atau PGT-M dapat memberikan informasi penting dan membantu dalam perencanaan kehamilan yang lebih aman. 

Konsultasi dengan spesialis fertilitas dan genetika reproduksi adalah langkah bijak untuk memahami pilihan terbaik bagi pasangan yang sedang berjuang meraih dua garis harapan. Sister juga jangan lupa menjaga kesehatan secara keseluruhan karena tubuh yang sehat adalah kunci dari semua bentuk kesehatan. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Klimczak, A. M., Patel, D. P., Hotaling, J. M., & Scott Jr, R. T. (2021). Role of the sperm, oocyte, and embryo in recurrent pregnancy loss. Fertility and sterility, 115(3), 533-537.

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: genetik, Keguguran

Mengapa Terjadi Keguguran berulang? dan Bagaimana cara Mengatasinya?

February 5, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Pernahkah sister mengalami kasus keguguran, pada kasus keguguran berulang dapat disebut keguguran berulang jika telah terjadi sebanyak 2 kali berturut-turut atau lebih. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari gaya hidup hingga masalah kesehatan tertentu. MDG akan mencoba menjelaskan beberapa hal yang memungkinkan menjadi salah satu faktor keguguran berulang. 

4 Penyebab dari Keguguran Berulang 

Banyak yang menjadi penyebab dari keguguran berulang, diantaranya adalah kromosom abnormal. Kromosom adalah blok DNA yang berisi instruksi untuk perkembangan bayi Anda. Penyebab paling umum dari keguguran berulang adalah bayi Anda berkembang dengan jumlah kromosom yang salah (terlalu banyak atau tidak cukup).

Penyebab lainnya bisa jadi Gangguan pembekuan darah Beberapa gangguan pembekuan darah, seperti  systemic lupus erythematosus (SLE) dan antiphospholipid syndrome  (APS) dapat menyebabkan keguguran berulang. Gangguan ini menyebabkan ‘darah lengket’, yang mempengaruhi aliran darah ke plasenta dan dapat menyebabkan pembekuan di plasenta. Jika plasenta tidak berfungsi dengan baik, oksigen dan nutrisi tidak dapat mencapai pada bayi.

Keguguran juga bisa berasal dari kelemahan serviks, serviks disebut juga cincin otot di dasar rahim (uterus) yang menghubungkannya ke vagina. Selama persalinan, serviks memendek dan terbuka untuk memungkinkan bayi melewatinya dan lahir. Terkadang serviks memendek dan terbuka sebelum waktunya (pada trimester kedua atau ketiga). Ini disebut kelemahan serviks (kadang-kadang disebut inkompetensi serviks atau insufisiensi serviks) dan dapat menyebabkan keguguran pada trimester kedua (keguguran lanjut).

Faktor keguguran juga dapat disebabkan oleh diabetes. Jika sister menderita diabetes dan tidak dikelola dengan baik, maka akan mungkin memiliki peluang lebih tinggi untuk mengalami keguguran berulang. Diabetes tidak akan meningkatkan peluang untuk mengalami keguguran jika sister dapat mengelolanya dengan cara yang direkomendasikan oleh dokter. 

Cara menghindari Keguguran Berulang 

Sister untuk menghindari kasus ini setidaknya dapat melakukan tes darah. Hasil tes darah digunakan untuk mengetahui ada tidaknya kelainan, seperti APS dan kelainan kromosom. 

Sementara itu, pada kasus keguguran berulang yang dicurigai disebabkan oleh kelainan genetik, dokter akan menyarankan sister untuk menjalani pemeriksaan DNA atau tes genetik.

Sedangkan pada pencegahan preventif, sister juga dapat mengupayakan konsumsi makanan bernutrisi selama hamil, dengan memasukkan buah dan sayuran ke dalam menu makan sehari-hari. Sister juga dianjurkan untuk selalu menjaga berat badan ideal sebelum dan selama hamil guna mencegah risiko komplikasi kehamilan. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi 

  • https://www.tommys.org/baby-loss-support/miscarriage-information-and-support/recurrent-miscarriage
  • https://www.alodokter.com/ini-penyebab-keguguran-berulang-dan-cara-menghindarinya

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: bayi, hamil, ibu, Keguguran

Kenali Stimulasi Ovarium Back-to-back untuk Keberhasilan Program IVF

February 5, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Sister dan paksu sudah familiar dengan program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) ia hadir sebagai salah satu program kehamilan yang memungkinkan sperma untuk membuahi sel telur dalam sebuah tabung.  IVF bisa dibilang metode yang paling efektif ketimbang lainnya. Meski demikian, tingkat keberhasilannya bisa mencapai 30 hingga 40 persen. Adapun faktor yang membuat program ini gagal diantaranya adalah kualitas embrio. 

Melansir Journal of Assisted Reproduction and Genetics, ada beberapa parameter untuk menilai kualitas embrio, mulai dari morfologi, perkembangan, genetik, dan metabolisme. Embrio yang tidak dapat ditanam setelah dipindahkan ke rahim adalah penyebab kegagalan yang paling umum. Biasanya, embrio tersebut cacat sehingga tidak mampu berkembang di dalam rahim. MDG kali ini akan membahas salah satu metode yang dapat dipertimbangkan untuk mengurangi kegagalan IVF.

Stimulasi Ovarium Back-to-back pada IVF

Salah satu strategi yang bisa meningkatkan peluang keberhasilan adalah stimulasi ovarium back-to-back, di mana stimulasi dilakukan berturut-turut dalam beberapa siklus. Metode ini bisa meningkatkan jumlah blastokista yang tersedia untuk transfer atau biopsi, memberi peluang lebih besar untuk menemukan embrio terbaik. Tapi, penting juga untuk diingat bahwa jumlah embrio yang banyak bukan satu-satunya faktor keberhasilan kualitas embrio dan kondisi rahim juga sangat berperan.

Siklus IVF back-to-back menawarkan beberapa manfaat potensial, termasuk tingkat kehamilan yang lebih tinggi, biaya yang lebih rendah, dan lebih sedikit stres emosional. Namun, ada juga beberapa risiko dan pertimbangan yang perlu diperhatikan. Penting untuk berbicara dengan dokter kesuburan Anda tentang risiko dan manfaat IVF back-to-back sebelum membuat keputusan.

Risiko dan Pertimbangan Siklus IVF Berturut-turut

Meskipun siklus IVF berturut-turut menawarkan beberapa manfaat potensial, penting untuk menyadari risiko dan pertimbangannya:

Diantaranya adalah terlalu merangsang ovarium: Obat-obatan IVF dapat terlalu merangsang ovarium, yang dapat menyebabkan ovarian hyperstimulation syndrome (OHSS). OHSS adalah kondisi serius yang memerlukan rawat inap.

Juga ada potensi kehamilan ganda, melalui siklus IVF berturut-turut dapat meningkatkan risiko kehamilan ganda. Kehamilan ganda membawa sejumlah risiko, termasuk kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah.

Biaya: IVF adalah proses yang mahal, bahkan dengan diskon untuk beberapa siklus. Pasangan harus mempertimbangkan dengan saksama situasi keuangan mereka sebelum memutuskan untuk melakukan siklus IVF berturut-turut.

Apakah IVF back-to-back tepat untuk dilakukan? hasilnya adalah baik atau tidak bergantung pada sejumlah faktor, termasuk usia, kesehatan, dan situasi keuangan. Penting untuk berbicara dengan dokter kesuburan Anda tentang risiko dan manfaat IVF back-to-back sebelum membuat keputusan.

Referensi

  • Harrison, C., Boivin, J., & Gameiro, S. (2022). Talking about possible IVF/ICSI failure and need for multiple cycles in treatment planning: qualitative investigation of multi-cycle planning and its acceptability to patients and staff. Human Reproduction, 37(3), 488-498.
  • https://www.halodoc.com/artikel/6-hal-yang-sebabkan-program-bayi-tabung-gagal?srsltid=AfmBOopXkAWXZCBIPTfCQNb7OuvoWnzKyubRMUm7IjbgLsuA5o2ienG5
  • https://www.indiaivf.in/blog/back-to-back-ivf-cycles-benefits-considerations/?srsltid=AfmBOopCbnFIcAA_0W7T1II1B31gXIbeNK24RIOIb11KQ1sNm7koF-62

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: IVF, Keguguran, program hamil

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Endometriosis dan Infeksi Panggul Ternyata Ada Hubungan Lho!
  • Yoga untuk PCOS: Tunggu Dulu yuk Cari Tau Bagaimana Bukti Ilmiah yang Lebih Dalam dari Sekadar Relaksasi
  • Diet dan Endometriosis: Apa yang Kita Makan Ternyata Ikut “Bicara” di Dalam Tubuh
  • Low-FODMAP Diet dan Endometriosis: Cara “Menjinakkan” Gejala Usus yang Sering Ikut Datang
  • Terlihat Sehat Tapi Peluang Hamil Bisa Menurun Ini Penjelasan Ilmiahnya

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.