• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

Keguguran

Peran Faktor Genetik pada Keguguran Berulang: Apa yang Perlu Diketahui?

July 20, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

 

Keguguran berulang (Recurrent Pregnancy Loss/RPL) adalah pengalaman yang menguras fisik dan emosional. Salah satu penyebab yang seringkali tersembunyi namun signifikan adalah kelainan genetik atau kromosom pada sperma, sel telur, maupun embrio. Gangguan pada salah satu dari tiga komponen ini dapat menjadi faktor utama dalam sejumlah besar kasus keguguran spontan dan keguguran berulang. Mengapa demikian?

Kelainan Kromosom pada Sperma dan Sel Telur

Salah satu penyebab utama keguguran berulang adalah integritas kromosom yang terganggu, baik pada sperma maupun sel telur. Tentu saja banyak faktor yang mempengaruhi diantaranya sangat dipengaruhi oleh usia ibu. Seiring bertambahnya usia, risiko kelainan kromosom pada sel telur meningkat, yang kemudian berdampak pada kualitas embrio dan potensi keberhasilan kehamilan.

Lalu adakah solusi?

Untuk mengurangi risiko tersebut, teknologi Preimplantation Genetic Testing for Aneuploidies (PGT-A) memungkinkan untuk mendeteksi dan menghindari transfer embrio dengan jumlah kromosom yang tidak normal (aneuploidi). Dengan seleksi ini, peluang kehamilan yang berhasil dapat meningkat, sekaligus menurunkan risiko keguguran.

Kelainan Struktural Kromosom pada Orang Tua

Tidak hanya jumlah kromosom, susunan atau struktur kromosom pada orang tua juga bisa menjadi faktor penyebab. Sekitar 12% pasangan dengan kasus keguguran berulang diketahui memiliki kelainan struktural kromosom, bahkan meskipun mereka sebelumnya telah memiliki anak yang sehat. Dari angka tersebut, lebih dari 40% kelainan dapat dideteksi melalui pemeriksaan karyotipe standar.

Bila ditemukan adanya kelainan ini, teknologi Preimplantation Genetic Testing for Monogenic Disorders (PGT-M) dapat membantu memilih embrio yang bebas dari penyakit genetik yang diturunkan.

Inaktivasi Kromosom X yang Tidak Seimbang

Faktor lain yang juga ditemukan pada perempuan dengan keguguran berulang adalah inaktivasi kromosom X yang asimetris. Meski mekanisme ini belum sepenuhnya dipahami, studi menunjukkan bahwa kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita dengan riwayat keguguran berulang. Namun, hingga saat ini belum ada terapi khusus yang dapat diberikan untuk mengatasi temuan ini.

Faktor genetik dan kromosom memainkan peran penting dalam keberhasilan kehamilan, terutama pada kasus keguguran berulang. Pemeriksaan genetik lanjutan seperti karyotipe, PGT-A, atau PGT-M dapat memberikan informasi penting dan membantu dalam perencanaan kehamilan yang lebih aman. 

Konsultasi dengan spesialis fertilitas dan genetika reproduksi adalah langkah bijak untuk memahami pilihan terbaik bagi pasangan yang sedang berjuang meraih dua garis harapan. Sister juga jangan lupa menjaga kesehatan secara keseluruhan karena tubuh yang sehat adalah kunci dari semua bentuk kesehatan. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Klimczak, A. M., Patel, D. P., Hotaling, J. M., & Scott Jr, R. T. (2021). Role of the sperm, oocyte, and embryo in recurrent pregnancy loss. Fertility and sterility, 115(3), 533-537.

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: genetik, Keguguran

Mengapa Terjadi Keguguran berulang? dan Bagaimana cara Mengatasinya?

February 5, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Pernahkah sister mengalami kasus keguguran, pada kasus keguguran berulang dapat disebut keguguran berulang jika telah terjadi sebanyak 2 kali berturut-turut atau lebih. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari gaya hidup hingga masalah kesehatan tertentu. MDG akan mencoba menjelaskan beberapa hal yang memungkinkan menjadi salah satu faktor keguguran berulang. 

4 Penyebab dari Keguguran Berulang 

Banyak yang menjadi penyebab dari keguguran berulang, diantaranya adalah kromosom abnormal. Kromosom adalah blok DNA yang berisi instruksi untuk perkembangan bayi Anda. Penyebab paling umum dari keguguran berulang adalah bayi Anda berkembang dengan jumlah kromosom yang salah (terlalu banyak atau tidak cukup).

Penyebab lainnya bisa jadi Gangguan pembekuan darah Beberapa gangguan pembekuan darah, seperti  systemic lupus erythematosus (SLE) dan antiphospholipid syndrome  (APS) dapat menyebabkan keguguran berulang. Gangguan ini menyebabkan ‘darah lengket’, yang mempengaruhi aliran darah ke plasenta dan dapat menyebabkan pembekuan di plasenta. Jika plasenta tidak berfungsi dengan baik, oksigen dan nutrisi tidak dapat mencapai pada bayi.

Keguguran juga bisa berasal dari kelemahan serviks, serviks disebut juga cincin otot di dasar rahim (uterus) yang menghubungkannya ke vagina. Selama persalinan, serviks memendek dan terbuka untuk memungkinkan bayi melewatinya dan lahir. Terkadang serviks memendek dan terbuka sebelum waktunya (pada trimester kedua atau ketiga). Ini disebut kelemahan serviks (kadang-kadang disebut inkompetensi serviks atau insufisiensi serviks) dan dapat menyebabkan keguguran pada trimester kedua (keguguran lanjut).

Faktor keguguran juga dapat disebabkan oleh diabetes. Jika sister menderita diabetes dan tidak dikelola dengan baik, maka akan mungkin memiliki peluang lebih tinggi untuk mengalami keguguran berulang. Diabetes tidak akan meningkatkan peluang untuk mengalami keguguran jika sister dapat mengelolanya dengan cara yang direkomendasikan oleh dokter. 

Cara menghindari Keguguran Berulang 

Sister untuk menghindari kasus ini setidaknya dapat melakukan tes darah. Hasil tes darah digunakan untuk mengetahui ada tidaknya kelainan, seperti APS dan kelainan kromosom. 

Sementara itu, pada kasus keguguran berulang yang dicurigai disebabkan oleh kelainan genetik, dokter akan menyarankan sister untuk menjalani pemeriksaan DNA atau tes genetik.

Sedangkan pada pencegahan preventif, sister juga dapat mengupayakan konsumsi makanan bernutrisi selama hamil, dengan memasukkan buah dan sayuran ke dalam menu makan sehari-hari. Sister juga dianjurkan untuk selalu menjaga berat badan ideal sebelum dan selama hamil guna mencegah risiko komplikasi kehamilan. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi 

  • https://www.tommys.org/baby-loss-support/miscarriage-information-and-support/recurrent-miscarriage
  • https://www.alodokter.com/ini-penyebab-keguguran-berulang-dan-cara-menghindarinya

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: bayi, hamil, ibu, Keguguran

Kenali Stimulasi Ovarium Back-to-back untuk Keberhasilan Program IVF

February 5, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Sister dan paksu sudah familiar dengan program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) ia hadir sebagai salah satu program kehamilan yang memungkinkan sperma untuk membuahi sel telur dalam sebuah tabung.  IVF bisa dibilang metode yang paling efektif ketimbang lainnya. Meski demikian, tingkat keberhasilannya bisa mencapai 30 hingga 40 persen. Adapun faktor yang membuat program ini gagal diantaranya adalah kualitas embrio. 

Melansir Journal of Assisted Reproduction and Genetics, ada beberapa parameter untuk menilai kualitas embrio, mulai dari morfologi, perkembangan, genetik, dan metabolisme. Embrio yang tidak dapat ditanam setelah dipindahkan ke rahim adalah penyebab kegagalan yang paling umum. Biasanya, embrio tersebut cacat sehingga tidak mampu berkembang di dalam rahim. MDG kali ini akan membahas salah satu metode yang dapat dipertimbangkan untuk mengurangi kegagalan IVF.

Stimulasi Ovarium Back-to-back pada IVF

Salah satu strategi yang bisa meningkatkan peluang keberhasilan adalah stimulasi ovarium back-to-back, di mana stimulasi dilakukan berturut-turut dalam beberapa siklus. Metode ini bisa meningkatkan jumlah blastokista yang tersedia untuk transfer atau biopsi, memberi peluang lebih besar untuk menemukan embrio terbaik. Tapi, penting juga untuk diingat bahwa jumlah embrio yang banyak bukan satu-satunya faktor keberhasilan kualitas embrio dan kondisi rahim juga sangat berperan.

Siklus IVF back-to-back menawarkan beberapa manfaat potensial, termasuk tingkat kehamilan yang lebih tinggi, biaya yang lebih rendah, dan lebih sedikit stres emosional. Namun, ada juga beberapa risiko dan pertimbangan yang perlu diperhatikan. Penting untuk berbicara dengan dokter kesuburan Anda tentang risiko dan manfaat IVF back-to-back sebelum membuat keputusan.

Risiko dan Pertimbangan Siklus IVF Berturut-turut

Meskipun siklus IVF berturut-turut menawarkan beberapa manfaat potensial, penting untuk menyadari risiko dan pertimbangannya:

Diantaranya adalah terlalu merangsang ovarium: Obat-obatan IVF dapat terlalu merangsang ovarium, yang dapat menyebabkan ovarian hyperstimulation syndrome (OHSS). OHSS adalah kondisi serius yang memerlukan rawat inap.

Juga ada potensi kehamilan ganda, melalui siklus IVF berturut-turut dapat meningkatkan risiko kehamilan ganda. Kehamilan ganda membawa sejumlah risiko, termasuk kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah.

Biaya: IVF adalah proses yang mahal, bahkan dengan diskon untuk beberapa siklus. Pasangan harus mempertimbangkan dengan saksama situasi keuangan mereka sebelum memutuskan untuk melakukan siklus IVF berturut-turut.

Apakah IVF back-to-back tepat untuk dilakukan? hasilnya adalah baik atau tidak bergantung pada sejumlah faktor, termasuk usia, kesehatan, dan situasi keuangan. Penting untuk berbicara dengan dokter kesuburan Anda tentang risiko dan manfaat IVF back-to-back sebelum membuat keputusan.

Referensi

  • Harrison, C., Boivin, J., & Gameiro, S. (2022). Talking about possible IVF/ICSI failure and need for multiple cycles in treatment planning: qualitative investigation of multi-cycle planning and its acceptability to patients and staff. Human Reproduction, 37(3), 488-498.
  • https://www.halodoc.com/artikel/6-hal-yang-sebabkan-program-bayi-tabung-gagal?srsltid=AfmBOopXkAWXZCBIPTfCQNb7OuvoWnzKyubRMUm7IjbgLsuA5o2ienG5
  • https://www.indiaivf.in/blog/back-to-back-ivf-cycles-benefits-considerations/?srsltid=AfmBOopCbnFIcAA_0W7T1II1B31gXIbeNK24RIOIb11KQ1sNm7koF-62

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: IVF, Keguguran, program hamil

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Endometriosis Bisa Menyentuh Paru dan Diafragma: Memahami Thoracic Endometriosis Syndrome (TES)
  • The Fertility Cascade: Ketika Banyak Perempuan Tahu Mereka Infertil, Tapi Hanya Sedikit yang Bisa Mendapatkan Anak
  • Folat dan Cadangan Ovarium: Apakah Benar Bisa Mempengaruhi AFC, Sister?
  • Ketika IVF Berulang Mengubah Hidup: Apa yang Terjadi pada Kualitas Hidup & Emosi Perempuan?
  • Ketika Infertilitas Berkepanjangan Menggerus Kesehatan Mental: Apa yang Terjadi pada Perempuan?

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2025 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.