• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

sistem imun

Endometriosis dan Infertilitas: Saat Sistem Imun Ikut Berperan

November 1, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Endometriosis selama ini dikenal sebagai kondisi di mana jaringan endometrium tumbuh di luar rahim. Tapi ternyata, masalahnya tidak berhenti di situ. Studi terbaru menunjukkan bahwa sistem imun juga punya andil besar dalam mengganggu kesuburan perempuan dengan endometriosis.

Sebuah tinjauan komprehensif yang dipublikasikan oleh Kamila Kolanska dkk. (2020) dalam American Journal of Reproductive Immunology mengupas lebih dalam peran deregulasinya sistem imun dan potensi terapi imunomodulasi pada infertilitas akibat endometriosis.

Ketika Sistem Imun Tidak Lagi Seimbang

Endometriosis bukan hanya masalah hormonal atau anatomi tetapi juga imunologis. Dalam tubuh perempuan dengan endometriosis, ditemukan kadar sitokin pro-inflamasi yang lebih tinggi, terutama TNF-α (Tumor Necrosis Factor-alpha). Sitokin ini adalah molekul kecil yang berperan dalam mengatur peradangan.

Kelebihan TNF-α dan mediator inflamasi lainnya dapat:

  • Mengganggu proses ovulasi dan pematangan sel telur,
  • Menghambat perlekatan embrio di rahim, dan
  • Meningkatkan risiko kegagalan implantasi pada program bayi tabung (IVF).

Selain itu, ditemukan pula berbagai autoantibodi seperti antinuclear antibody (ANA), anti-SSA, dan antiphospholipid antibody bahkan pada pasien yang tidak memiliki penyakit autoimun. Ini menunjukkan adanya reaksi autoimun tersembunyi yang dapat mengganggu fungsi reproduksi.

Terapi Imunomodulasi: Harapan Baru, Tapi Masih Butuh Bukti

Beberapa studi kecil menunjukkan hasil menjanjikan. Penggunaan steroid dan TNF-α antagonis seperti infliximab, adalimumab, atau etanercept sempat dilaporkan dapat meningkatkan angka kehamilan pada pasien endometriosis yang mengalami infertilitas.

Namun, sebagian besar penelitian tersebut masih bersifat uncontrolled dan melibatkan jumlah sampel yang terbatas. Artinya, belum cukup kuat untuk menjadi dasar rekomendasi klinis.

Selain itu, terapi lain seperti intralipid infusion, intravenous immunoglobulin (IVIG), dan G-CSF (Granulocyte-Colony Stimulating Factor) juga mulai diteliti, tapi hasilnya masih bervariasi.

Penelitian ini menegaskan bahwa infertilitas akibat endometriosis tidak bisa hanya dilihat dari sisi hormonal atau anatomi, melainkan juga dari sisi imunologis. Deregulasi sistem imun mulai dari peningkatan sitokin pro-inflamasi hingga munculnya autoantibodi berkontribusi besar terhadap gangguan kesuburan.

Meski terapi imunomodulasi menawarkan harapan baru, bukti ilmiah yang kuat masih sangat dibutuhkan. Studi berskala besar dan terkontrol akan menjadi langkah penting untuk menentukan sejauh mana terapi ini bisa benar-benar membantu perempuan dengan endometriosis meraih kehamilan. Untuk informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi:
Kolanska, K., Alijotas-Reig, J., Cohen, J., Cheloufi, M., Selleret, L., d’Argent, E., Kayem, G., Valverde, E. E., Fain, O., Bornes, M., et al. (2020). Endometriosis with infertility: A comprehensive review on the role of immune deregulation and immunomodulation therapy. American Journal of Reproductive Immunology. https://doi.org/10.1111/aji.13384

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: ciri ciri kista endometriosis, infertilitas, sistem imun

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Penanganan Klasik pada Infertilitas Pria dengan Antisperm Antibodies (ASA)
  • Endometriosis dan Infeksi Panggul Ternyata Ada Hubungan Lho!
  • Yoga untuk PCOS: Tunggu Dulu yuk Cari Tau Bagaimana Bukti Ilmiah yang Lebih Dalam dari Sekadar Relaksasi
  • Diet dan Endometriosis: Apa yang Kita Makan Ternyata Ikut “Bicara” di Dalam Tubuh
  • Low-FODMAP Diet dan Endometriosis: Cara “Menjinakkan” Gejala Usus yang Sering Ikut Datang

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.