• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

umur kehamilan

Mengapa Fertilitas Selalu dikaitkan dengan Umur?

January 3, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Bagi sister dan paksu yang sedang berjuang, pasti sering mendengarkan saran dokter untuk segera melaksanakan program baik alami maupun berbantuan, karena ditakutkan bertambah umur yang berarti menyulitkan atau berpotensi gagal yang semakin tinggi? MDG akan mencoba menjabarkan dari beberapa referensi tentang fertilitas yang dikaitkan dengan umur.

Kesuburan Perempuan dan usia Eksponensial

Kesuburan perempuan menurun seiring bertambahnya usia secara eksponensial, penurunan yang lambat dan stabil antara usia 20 dan 35 tahun, diikuti oleh fase yang dipercepat selama 10 tahun berikutnya, sehingga bagi perempuan yang berusia lebih dari 45 tahun, akan sulit melakukan program kehamilan.

Dalam sebuah penelitian dengan judul “Reproductive span and rate of reproduction among Hutterite women” dengan objek masyarakat hutterite dengan paham pelarangan menggunakan alat kontrasepsi menemukan wanita infertil meningkat dari 3,5% untuk wanita berusia 25 tahun menjadi 33% untuk mereka yang berusia 40 tahun, dan akhirnya menjadi 87% untuk mereka yang berusia 45 tahun. Temuan dari penelitian memperlihatkan bagaimana usia ibu rata-rata saat kelahiran anak terakhir dalam kelompok-kelompok ini adalah sekitar 42 hingga 43 tahun.

Sebuah studi Federation CECOS juga menghitung tingkat kehamilan kumulatif setelah 12 siklus inseminasi buatan dengan sperma donor segar, dan mencatat penurunan yang nyata pada wanita yang berusia lebih dari 35 tahun (6). Sebuah studi Inggris yang serupa mengekstrapolasi tren penurunan fertilitas, yang pada usia 42 tahun turun menjadi nol.

Bagaimana dengan Kesuburan Laki-Laki 

Sedangkan pada pria juga elemen umur sangat penting, dimana kesuburan pria biasanya mulai berkurang sekitar usia 40 hingga 45 tahun dimana di umur tersebut kualitas sperma menurun, Anak-anak dari ayah yang lebih tua juga memiliki peningkatan risiko masalah kesehatan mental (walaupun jarang terjadi). Anak-anak dari ayah yang berusia 40 atau lebih adalah 5 kali lebih mungkin untuk mengembangkan gangguan spektrum autisme daripada anak-anak dari ayah yang berusia 30 atau kurang. Di sisi lain, anak juga memiliki sedikit peningkatan risiko mengalami skizofrenia dan gangguan kesehatan mental lainnya di kemudian hari. 

Meski demikian, tentu ada banyak jalan yang membantu kehamilan, salah satunya melalui IVF, dengan diimbangi pola hidup sehat, olahraga dan mengkonsumsi makanan yang mengandung antioksidan dan asam folat. Selain itu sister dan paksu juga harus berkonsultasi pada dokter terutama berkaitan dengan program hamil yang ingin dijalani. Informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Laufer, N., Simon, A., Samueloff, A., Yaffe, H., Milwidsky, A., & Gielchinsky, Y. (2004). Successful spontaneous pregnancies in women older than 45 years. Fertility and sterility, 81(5), 1328-1332.
  • Tietze C. Reproductive span and rate of reproduction among Hutterites women. Fertil Steril 1957;8:89–97.
  • https://www.halodoc.com/artikel/benarkah-usia-tidak-memengaruhi-kesuburan-pria?srsltid=AfmBOoq5Y_CYi-l15Vtt1FQS4K1p6B3momX6kABt4q3sf-h4DrXqA0SV

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: asam folat untuk promil, kehamilan, umur kehamilan

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Endometriosis dan Infeksi Panggul Ternyata Ada Hubungan Lho!
  • Yoga untuk PCOS: Tunggu Dulu yuk Cari Tau Bagaimana Bukti Ilmiah yang Lebih Dalam dari Sekadar Relaksasi
  • Diet dan Endometriosis: Apa yang Kita Makan Ternyata Ikut “Bicara” di Dalam Tubuh
  • Low-FODMAP Diet dan Endometriosis: Cara “Menjinakkan” Gejala Usus yang Sering Ikut Datang
  • Terlihat Sehat Tapi Peluang Hamil Bisa Menurun Ini Penjelasan Ilmiahnya

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.