• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

Yoga

Yoga untuk PCOS: Tunggu Dulu yuk Cari Tau Bagaimana Bukti Ilmiah yang Lebih Dalam dari Sekadar Relaksasi

April 9, 2026 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Ketika Yoga Dibandingkan Langsung dengan Olahraga Biasa, kalau selama ini kita mikir yoga “ya cuma buat relaksasi”, ternyata ada penelitian yang membandingkan langsung yoga dengan olahraga biasa pada pasien PCOS.

Dalam studi ini, remaja perempuan dengan PCOS dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok menjalani program yoga holistik, sementara kelompok lain melakukan olahraga fisik biasa dengan durasi yang sama sekitar 1 jam setiap hari selama 12 minggu.

Artinya, ini bukan sekadar lihat “yoga bekerja atau tidak”, tapi benar-benar diuji: lebih efektif mana, yoga atau olahraga biasa?

Apa yang Terjadi pada Hormon Setelah 12 Minggu, sebuah fakta ilmiah menemukan kelompok yang menjalani yoga menunjukkan penurunan yang lebih baik pada beberapa hormon penting yang sering bermasalah pada PCOS, seperti:

  • AMH (yang sering tinggi pada PCOS)
  • LH (yang berhubungan dengan gangguan ovulasi)
  • Testosteron (yang memicu gejala seperti jerawat & hirsutisme)

Selain itu, gejala fisik seperti pertumbuhan rambut berlebih juga ikut membaik. Yang paling penting, siklus menstruasi menjadi lebih teratur dibandingkan kelompok yang hanya melakukan olahraga biasa.

Kenapa Bisa Lebih Efektif dari Olahraga Biasa

Nah ini yang menarik, Kalau olahraga biasa lebih fokus ke fisik, yoga bekerja di banyak “layer” sekaligus:

  • tubuh (melalui gerakan/asana)
  • napas (pranayama)
  • pikiran (meditasi & relaksasi)

PCOS sendiri sering dipengaruhi oleh stres kronis yang mengganggu keseimbangan hormon melalui poros otak–hipofisis–ovarium (HPO axis).

Yoga membantu menurunkan aktivitas stres ini, sehingga sinyal hormon jadi lebih “tenang” dan seimbang. Makanya efeknya bisa sampai ke hormon reproduksi.

Tapi tidak Semua Parameter Berubah, dan Itu Wajar

Berat badan, BMI, FSH, dan prolaktin tidak menunjukkan perbedaan besar antara kelompok yoga dan olahraga biasa. Ini justru menunjukkan bahwa manfaat yoga di PCOS bukan sekadar soal penurunan berat badan, tapi lebih ke arah regulasi hormon dan keseimbangan sistem tubuh. Jadi kalau sister berharap “yoga bikin kurus cepat”, mungkin bukan itu poin utamanya tapi efek dalam tubuhnya jauh lebih dalam. Yoga bukan sekadar aktivitas tambahan, tapi bisa jadi bagian dari strategi memperbaiki kondisi dasar tubuh pada PCOS terutama sebelum masuk ke program hamil seperti induksi ovulasi atau IVF.

Dengan hormon yang lebih stabil dan siklus yang lebih teratur, tubuh jadi lebih siap untuk proses reproduksi. Pelan Tapi Konsisten Itu Kunci, yang juga perlu digarisbawahi, efek ini tidak instan. Jadi kalau sister sedang dalam perjalanan promil dengan PCOS, mungkin ini bisa jadi reminder perubahan kecil yang dilakukan rutin bisa memberikan dampak besar dalam jangka panjang. Yuk pahami informasi lainnya dengan folllow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Nidhi, R., Padmalatha, V., Nagarathna, R., & Amritanshu, R. (2013). Effects of a holistic yoga program on endocrine parameters in adolescents with polycystic ovarian syndrome: a randomized controlled trial. The Journal of Alternative and Complementary Medicine: Paradigm, Practice, and Policy Advancing Integrative Health, 19(2), 153-160.

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: PCOS, Yoga

MDG Cetak Sejarah: Infertility Yoga Online Perdana untuk Dukung Pejuang Dua Garis

September 10, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Menuju Dua Garis (MDG) kembali mencatat langkah penting dalam mendukung pasangan yang sedang berjuang mendapatkan momongan. Untuk pertama kalinya, MDG mengadakan infertility yoga secara online bersama dr. Astie Young, sebuah gebrakan baru yang belum pernah dilakukan komunitas lain.

Yoga, Stress, dan Kesuburan

Stress seringkali menjadi penghalang besar dalam program hamil. Saat tubuh mengalami stress, hormon adrenalin dan kortisol meningkat. Jika berlebihan, hormon ini bisa memicu peradangan dan mengganggu keseimbangan hormon reproduksi.

Di sinilah yoga hadir sebagai solusi. Bukan hanya olahraga, yoga terbukti secara ilmiah membantu tubuh menghasilkan endorfin – hormon bahagia yang membuat hati lebih tenang, melancarkan sirkulasi darah, dan menjaga kesehatan jantung.

Praktik Infertility Yoga Perdana

Dalam sesi perdana ini, dr. Astie mengajak peserta MDG untuk mempraktikkan langsung gerakan fertility yoga. Latihan ini dirancang bukan sekadar menguatkan tubuh, tapi juga menyatukan pikiran dan rahim agar lebih siap menyambut kehamilan.

Seorang peserta sempat bertanya:“Dok, bagaimana idealnya gerakan fertility yoga dan akupuntur?”

  1. Astie menjawab bahwa kuncinya ada pada pernapasan dan sensing – kemampuan menyatukan tubuh dan pikiran. Latihan sederhana ini sebaiknya dilakukan setiap hari, karena membantu mengontrol emosi dan menurunkan kadar stres yang berpengaruh langsung pada rahim.

Pikiran dan Rahim, Dua Hal yang Saling Terhubung

Menurut dr. Astie, rahim dan pikiran punya hubungan yang sangat erat. Jika pikiran terganggu, rahim juga bisa ikut terpengaruh. Karena itu, baik yoga maupun akupuntur sama-sama menekankan pentingnya ketenangan jiwa untuk mendukung kesehatan reproduksi.

Pesan untuk Para Pejuang Dua Garis

Sesi ini menegaskan satu hal penting:

  • Stress management adalah kunci kesuburan.
  • Fertility yoga dapat membantu menyeimbangkan hormon dan emosi.
  • Gerakan sederhana dan pernapasan bisa dilakukan setiap hari di rumah.
  • Ketenangan pikiran berdampak langsung pada kesehatan rahim.

Dengan gebrakan ini, MDG tidak hanya menghadirkan edukasi medis, tetapi juga ruang aman bagi para pejuang dua garis untuk menjaga tubuh dan pikiran tetap seimbang.

Harapan itu selalu ada, bahkan bisa dimulai dari sebuah napas yang tenang. 

komunitas edukasi dan dukungan bagi pasangan yang tengah berjuang mendapatkan keturunan. MDG secara konsisten menghadirkan diskusi ilmiah, sharing pengalaman, hingga inovasi program yang relevan dengan kebutuhan pejuang dua garis.

Ke depan, MDG berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program inovatif, baik secara online maupun offline, agar semakin banyak pasangan dapat merasakan manfaatnya dan menemukan harapan baru dalam perjalanan mereka menuju kehamilan.

Menuju Dua Garis (MDG) kembali mencatat langkah penting dalam mendukung pasangan yang sedang berjuang mendapatkan momongan. Untuk pertama kalinya, MDG mengadakan infertility yoga secara online bersama dr. Astie Young, sebuah gebrakan baru yang belum pernah dilakukan komunitas lain.

Yoga, Stress, dan Kesuburan

Stress seringkali menjadi penghalang besar dalam program hamil. Saat tubuh mengalami stress, hormon adrenalin dan kortisol meningkat. Jika berlebihan, hormon ini bisa memicu peradangan dan mengganggu keseimbangan hormon reproduksi.

Di sinilah yoga hadir sebagai solusi. Bukan hanya olahraga, yoga terbukti secara ilmiah membantu tubuh menghasilkan endorfin – hormon bahagia yang membuat hati lebih tenang, melancarkan sirkulasi darah, dan menjaga kesehatan jantung.

Praktik Infertility Yoga Perdana

Dalam sesi perdana ini, dr. Astie mengajak peserta MDG untuk mempraktikkan langsung gerakan fertility yoga. Latihan ini dirancang bukan sekadar menguatkan tubuh, tapi juga menyatukan pikiran dan rahim agar lebih siap menyambut kehamilan.

Seorang peserta sempat bertanya:“Dok, bagaimana idealnya gerakan fertility yoga dan akupuntur?”

  1. Astie menjawab bahwa kuncinya ada pada pernapasan dan sensing – kemampuan menyatukan tubuh dan pikiran. Latihan sederhana ini sebaiknya dilakukan setiap hari, karena membantu mengontrol emosi dan menurunkan kadar stres yang berpengaruh langsung pada rahim.

Pikiran dan Rahim, Dua Hal yang Saling Terhubung

Menurut dr. Astie, rahim dan pikiran punya hubungan yang sangat erat. Jika pikiran terganggu, rahim juga bisa ikut terpengaruh. Karena itu, baik yoga maupun akupuntur sama-sama menekankan pentingnya ketenangan jiwa untuk mendukung kesehatan reproduksi.

Pesan untuk Para Pejuang Dua Garis

Sesi ini menegaskan satu hal penting:

  • Stress management adalah kunci kesuburan.
  • Fertility yoga dapat membantu menyeimbangkan hormon dan emosi.
  • Gerakan sederhana dan pernapasan bisa dilakukan setiap hari di rumah.
  • Ketenangan pikiran berdampak langsung pada kesehatan rahim.

Dengan gebrakan ini, MDG tidak hanya menghadirkan edukasi medis, tetapi juga ruang aman bagi para pejuang dua garis untuk menjaga tubuh dan pikiran tetap seimbang.

Harapan itu selalu ada, bahkan bisa dimulai dari sebuah napas yang tenang. 

komunitas edukasi dan dukungan bagi pasangan yang tengah berjuang mendapatkan keturunan. MDG secara konsisten menghadirkan diskusi ilmiah, sharing pengalaman, hingga inovasi program yang relevan dengan kebutuhan pejuang dua garis.

Ke depan, MDG berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program inovatif, baik secara online maupun offline, agar semakin banyak pasangan dapat merasakan manfaatnya dan menemukan harapan baru dalam perjalanan mereka menuju kehamilan.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: MDG, pejuang dua garis, Sejarah, Yoga

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Stres, Hormon, dan Infertilitas: Ketika Pikiran dan Tubuh Saling Mempengaruhi Kesuburan
  • Faktor Sederhana yang Ternyata Bisa Mempengaruhi Kesuburan
  • Nyeri Saat Berhubungan pada Endometriosis: Kenapa Banyak yang Diam dan Tidak Tahu Harus Ke Mana
  • Antioksidan Tidak Selalu Aman: Ketika “Terlalu Sehat” Justru Mengganggu Kesuburan
  • Stres Oksidatif dan Kualitas Sperma: Peran Telomer yang Jarang Dibahas dalam Infertilitas

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.