• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

Admin Menuju Dua Garis

Mengungkap Dampak Stigma dalam Kesehatan Seksual dan Reproduksi

February 25, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Kesehatan seksual dan reproduksi seringkali menjadi topik yang sulit dibicarakan secara terbuka. Sister dan paksu pasti merasakan hal tersebut, hal ini berkaitan dengan berbagai norma sosial, budaya, dan agama membentuk tabu dan akhirnya membungkam diskusi mengenai aspek penting dari kesehatan ini. 

MDG bertujuan untuk mengeksplorasi secara komprehensif lanskap tabu dalam kesehatan seksual dan reproduksi serta dampaknya terhadap individu, komunitas, dan kebijakan kesehatan masyarakat, baca sampai habis ya!

Tabu dalam Kesehatan Seksual dan Reproduksi

Tabu dalam kesehatan seksual dan reproduksi muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari stigma seputar menstruasi, kontrasepsi, kesuburan, hingga orientasi seksual dan identitas gender. Masyarakat seringkali menganggap topik-topik ini sebagai hal yang sensitif atau bahkan terlarang untuk dibahas secara terbuka. Akibatnya, banyak dari kita yang mengalami kesulitan dalam mengakses informasi dan layanan kesehatan yang dibutuhkan.

Dalam satu dekade terakhir, berbagai penelitian telah menyoroti bagaimana tabu-tabu ini berakar secara historis dan berevolusi di berbagai budaya. Di beberapa komunitas, menstruasi masih dianggap sebagai sesuatu yang “kotor”, sehingga membatasi partisipasi perempuan dalam kegiatan sosial tertentu. Kontrasepsi juga sering kali diselimuti misinformasi, membuat banyak orang ragu atau takut menggunakannya. Hal itu yang menghambat akses layanan kesehatan juga informasi yang kredibel pada masyarakatw.

Dampak Tabu terhadap Kesehatan Masyarakat

Keadaan tersebut dalam kesehatan seksual dan reproduksi memiliki implikasi luas terhadap kesehatan masyarakat. Kesenjangan dalam akses layanan kesehatan menjadi salah satu dampak utama. Ketika individu merasa malu atau takut untuk mencari bantuan, mereka cenderung mengabaikan masalah kesehatan yang dapat dicegah atau diobati lebih dini. Hal ini tidak hanya berdampak pada kesehatan pribadi tetapi juga memperburuk ketimpangan dalam sistem kesehatan.

Selain itu, tabu juga berkontribusi pada penyebaran misinformasi. Kurangnya pendidikan seksual yang komprehensif di banyak negara membuat banyak remaja dan dewasa muda tidak memiliki pemahaman yang cukup mengenai hak-hak kesehatan seksual dan reproduksi mereka. Tanpa informasi yang benar, mereka lebih rentan terhadap risiko kehamilan yang tidak direncanakan, infeksi menular seksual, dan dampak psikologis akibat diskriminasi atau stigma. Hal ini pada masa yang akan datang juga turut berpengaruh pada kurangnya pemahaman tentang infertilitas. 

Membuka Dialog dan Mendorong Perubahan

Untuk mengatasi tabu dalam kesehatan seksual dan reproduksi, diperlukan pergeseran paradigma menuju dialog yang lebih terbuka, inklusif, dan berbasis fakta. Pendidikan seksual yang komprehensif harus diperkenalkan sejak dini agar individu memiliki pemahaman yang tepat mengenai tubuh mereka dan hak-hak kesehatan mereka. Selain itu, kebijakan publik harus didasarkan pada prinsip hak asasi manusia, memastikan bahwa semua orang memiliki akses yang setara terhadap layanan kesehatan seksual dan reproduksi tanpa diskriminasi.

Pada akhirnya, “Percakapan Terlarang” bukan hanya tentang mengungkap tabu, tetapi juga tentang mendorong perubahan nyata menuju layanan kesehatan seksual dan reproduksi yang lebih terbuka, tidak bias, dan komprehensif bagi semua orang. Di Indonesia sendiri kesehatan reproduksi diatur di peraturan pemerintah Nomor 61 tahun 2014 yang mengatur tentang kesehatan reproduksi dan peraturan pemerintah (PP) 28/2024 berfokus pada kesehatan reproduksi remaja. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi 

  • Tohit, N. F. M., & Haque, M. (2024). Forbidden conversations: A comprehensive exploration of taboos in sexual and reproductive health. Cureus, 16(8).
  • chrome-extension://efaidnbmnnnibpcajpcglclefindmkaj/http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PP%20No.%2061%20Th%202014%20ttg%20Kesehatan%20Reproduksi.pdf
  • https://www.uii.ac.id/sehat-mental-dengan-menjaga-kesehatan-reproduksi/#:~:text=Isu%20kesehatan%20reproduksi%20masih%20dianggap,infeksi%20menular%20seksual%20(IMS).

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: kesehatan reproduksi, kesehatan seksual, tabu

Ketahui tentang Adenomyosis & Laparoskopi sebagai Solusi Minimal Invasif untuk Mengatasi

February 21, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Sister adakah diantara kalian yang sering mengalami nyeri? nah bisa jadi sister mengalami Adenomyosis, ia hadir sebagai adalah kondisi di mana jaringan endometrium (lapisan dalam rahim) tumbuh ke dalam dinding otot rahim. Keadaan tersebut yang kemudian menyebabkan rahim membesar, serta menimbulkan nyeri haid yang hebat, perdarahan berlebih, dan ketidaknyamanan yang signifikan bagi penderitanya. MDG ingin menjelaskan lebih lanjut terutama hubungannya dengan Laparoskopi yang dapat dipilih menjadi salah satu pengobatan. 

Diagnosis Adenomyosis

Penyebab dari adenomiosis sayangnya belum diketahui secara pasti apa penyebab adenomiosis. Namun, terdapat dugaan bahwa kondisi ini dapat dipengaruhi oleh ketidakseimbangan hormon (estrogen, progesteron, prolaktin, dan hormon perangsang folikel), genetik, inflamasi/peradangan, atau trauma akibat operasi rahim sebelumnya.

Adenomiosis juga bisa terjadi akibat terganggunya batas antara lapisan terdalam endometrium, endometrium basalis, dan miometrium di bawahnya. Proses ini menyebabkan siklus proliferasi endometrium yang tidak semestinya ke dalam miometrium, kemudian diikuti dengan pembentukan pembuluh darah kecil serta pertumbuhan dan perkembangan miometrium yang tidak normal

Pada perempuan yang mencoba melakukan pemeriksaan makan diagnosis disebut adenomiosis ketika rahim berbentuk bulat dan beberapa area bayangan terlihat, terkadang digambarkan berbentuk kipas, dengan kesulitan membedakan miometrium luar dari zona persimpangan dan perubahan kistik di zona persimpangan dan miometrium. Fitur tambahan yang dapat terlihat termasuk zona persimpangan yang tidak teratur, atau terputus-putus, dengan pulau-pulau hiperekoik. Bila ada beberapa tanda, diagnosisnya lebih pasti; namun, adenomiosis bisa bersifat fokal daripada difus. Bila adenomiosis fokal terjadi, hanya beberapa area fokal yang berbayang yang mungkin terlihat, yang dapat disalah artikan sebagai fibroid. Dalam kasus ini, MRI dapat membedakan adenomiosis dari fibroid dengan kepastian yang lebih besar.

Laparoskopi Sebagai Pengobatan

Laparoskopi sendiri adalah tindakan medis yang bertujuan memeriksa dan mengobati kondisi organ perut dan panggul. Tindakan ini biasanya digunakan untuk memeriksa maupun mengobati sejumlah gangguan di kantung empedu, usus, atau rahim.

Laparoskopi disebut juga dengan lubang kunci, yaitu prosedur yang dilakukan dengan memasukkan alat laparoskop. Keunggulan dari laparoskopi adalah bisa menghindari sayatan besar yang biasanya dilakukan pada operasi konvensional. Mari ketahui lebih jauh tentang tindakan laparoskopi melalui ulasan di bawah ini.

Sebuah penelitian dengan judul “ Laparoscopic Surgery for Focal Adenomyosis” menemukan bahwasanya Adenomiomektomi laparoskopi dengan TOUA adalah metode bedah yang aman dan efektif bagi wanita dengan adenomiosis uterus fokal yang ingin mempertahankan kesuburan.

Meski begitu sister dan paksu tetap harus berkonsultasi dengan dokter dan disesuaikan ya jangan sampai salah penanganan, Informasi menarik lainnya follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Kwack JY, Kwon YS. Laparoscopic Surgery for Focal Adenomyosis. JSLS. 2017 Apr-Jun;21(2):e2017.00014. doi: 10.4293/JSLS.2017.00014. PMID: 28642638; PMCID: PMC5464959. 
  • https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-laparoskopi
  • https://www.aafp.org/pubs/afp/issues/2022/0100/p33.html
  • https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-adenomiosis

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: Adenomyosis & Laparoskopi, invasif, solusi

Infertilitas Hidrosalping Bilateral: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

February 20, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Sister dan paksu adakah dari kalian yang juga mengalami salah satu kasus infertilitas tersumbatnya tuba? iya ini juga dapat disebut sebagai hidrosalping yang merupakan gangguan pada organ reproduksi wanita akibat terjadinya penumpukan cairan pada saluran tuba falopi. Tentu saja kondisi tersebut dapat menyebabkan perempuan sulit hamil karena proses pertemuan sel telur dan sel sperma menjadi terhalang. kira-kira apa saja penyebabnya dan bagaimana cara menyelesaikan? MDG akan menjabarkan lebih lanjut. Baca sampai habis ya!

Penyebab & gejala hidrosalping

Infeksi sebelumnya, yang paling umum adalah klamidia (penyakit menular seksual), dapat menyebabkan hidrosalping. Operasi sebelumnya di area panggul, terutama pada tuba falopi itu sendiri, juga dapat menjadi penyebabnya. Penyebab lain dari penyumbatan tuba falopi meliputi endometriosis, perlengketan di daerah panggul, beberapa tumor, dan infeksi lain, seperti radang usus buntu atau penyakit radang panggul.

Kebanyakan perempuan mungkin tidak merasakan gejala apapun, kecuali ketidakmampuan untuk hamil. Yang lain mungkin mengalami nyeri di panggul atau perut bagian bawah, atau mengeluarkan cairan vagina yang berubah warna atau lengket. Kehamilan ektopik merupakan indikasi kemungkinan adanya hidrosalping.

Diagnosis & pengobatan hidrosalping

Dokter paling sering menggunakan hysterosalpingogram untuk mendiagnosis hidrosalping. Ini adalah jenis evaluasi sinar-X pada tuba falopi dengan menggunakan kateter tipis yang dimasukkan melalui serviks dan rahim untuk menyuntikkan pewarna yang memperlihatkan garis besar tuba falopi. Serangkaian gambar sinar-X menunjukkan pengisian tuba fallopi, yang menunjukkan kepada dokter apakah tuba falopi tersumbat.

Dokter juga dapat melihat bahwa tuba falopi membesar menggunakan tes pencitraan ultrasonografi. Operasi laparoskopi, di mana tabung kecil dengan kamera dimasukkan melalui sayatan kecil di perut, memungkinkan dokter bedah untuk memberikan pewarna yang dapat menunjukkan apakah tuba falopi tersumbat oleh hidrosalping.

Apa kata Peneliti?

Sebuah penelitian dengan judul “Assessment Of Efficacy Of Hysteroscopic Tubal Occlusion In Assessment Of Efficacy Of Hysteroscopic Tubal Occlusion In Infertile Patients With hydrosalpinx Infertile Patients With hydrosalpinx” Penelitian menemukan efektivitas oklusi tuba histeroskopi dengan elektrokoagulasi pada pasien infertil dengan hidrosalping. Dan menemukan bahwasanya ada keberhasilan oklusi tuba mencapai 89,29%, sementara kegagalan sebesar 10,71%.

Kesimpulannya, elektrokoagulasi tuba histeroskopi terbukti efektif dalam menangani hidrosalping. Prosedur ini lebih cepat, tidak memerlukan anestesi, lebih nyaman bagi pasien, dan memiliki risiko komplikasi lebih rendah dibandingkan metode bedah lainnya.

Dari penjabaran itu tentu saja sister dan paksu masih harus berkonsultasi dengan dokter terkait penanganan mana yang lebih tepat dan dapat disesuaikan, karena jika salah langkah akan berakibat makin fatal. Informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Abdelaziz, A. M. I. Assessment of Eficacy of Hysteroscpoic Tubal Occlusion in Infertile Patients With Hydrosalpinx.
  • https://fertilitynj.com/infertility/female-infertility/structural-causes/hydrosalpinx/
  • https://fertilitynj.com/infertility/female-infertility/structural-causes/hydrosalpinx/

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: hildrosalping, infertilitas, tuba

Ketahui dampak Infertilitas yang Bukan Hanya perkara Fisik Tapi juga Mental!

February 19, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Sister, kalian yang sedang berjuang dengan infertilitas mungkin menjadi salah satu ujian besar dalam hubungan. Atau disisi lain bahkan semakin merekatkan? jadi dapat disimpulkan ya bahwa infertilitas itu nggak hanya berkaitan dengan fisik, tapi juga mental! Banyak pasangan merasa stres, cemas, bahkan hubungan jadi tegang karena tekanan ini. wah mengapa bisa begitu ya? MDG akan menjelaskan lebih lanjut

Infertilitas dan Rentan Stress

Stres hadir sebagai salah satu respon terhadap stimulus eksternal yang melebihi kapasitas koping seorang individu. Stres umumnya mempengaruhi semua sistem tubuh termasuk sistem kardiovaskuler, pernapasan, endokrin, gastrointestinal, saraf, otot, dan reproduksi. Stres diketahui memiliki hubungan dengan kejadian infertilitas. Pasien yang infertil secara signifikan memiliki lebih banyak gejala kecemasan dan depresi daripada individu yang tidak infertil. Stres psikologis dianggap sebagai bagian dari faktor lingkungan yang mempengaruhi fertilitas. 

Beberapa sumber menyebutkan bahwa stres dapat menyebabkan infertilitas dengan mengubah kondisi hormonal pada wanita. Secara khusus, sumbu hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA axis) memiliki peran penting dalam memediasi efek neuroendokrin. Hal ini bertanggung jawab untuk sekresi kortisol atau yang juga dikenal sebagai hormon stres karena produksinya meningkat dalam kondisi stres kronis. 

Mental health Melalui Support Pasangan

Sebuah studi menunjukkan bahwa perempuan lebih rentan mengalami stres dan kecemasan terkait infertilitas. Semakin lama infertilitas berlangsung (>6 tahun), semakin besar dampaknya pada emosional dan hubungan pernikahan. Dalam studi ditemukan bahwa pada pasangan yang saling mendukung justru bisa melewati ini dengan lebih kuat!

Jadi, sister dan pasangan perlu saling terbuka, mendukung satu sama lain, dan menghadapi ini bersama. Jangan ragu untuk ngobrol, cari solusi bareng, dan kalau perlu, konsultasi ke ahli. Dengan komunikasi dan dukungan yang tepat, hubungan justru bisa makin erat!

Jadi, sister, jangan pernah merasa sendirian dalam perjalanan ini! Infertilitas memang bisa jadi tantangan besar, tapi dengan komunikasi yang baik dan dukungan dari pasangan maupun orang terdekat, semuanya bisa lebih mudah dijalani. Yang penting, tetap jaga kesehatan fisik dan mental ya! Kalau butuh bantuan, jangan ragu untuk mencari support dari ahli. Kamu kuat, kamu nggak sendiri, dan selalu ada harapan! Dan tentu saja sejak kalian menjadi bagian MDG itu adalah langkah sister mendapatkan bantuan secara mental, untuk informasi menarik lainnya dapat di akses di Instagram kami @menujuduagaris.id

Referensi

  • Iordachescu, D. A., Gica, C., Vladislav, E. O., Panaitescu, A. M., Peltecu, G., Furtuna, M. E., & Gica, N. (2021). Emotional disorders, marital adaptation and the moderating role of social support for couples under treatment for infertility. Ginekologia polska, 92(2), 98-104.
  • Suardika, A. (2023). Hubungan antara Stres dengan Kejadian Infertilitas pada Wanita. Jurnal Penelitian Kesehatan” SUARA FORIKES”(Journal of Health Research” Forikes Voice”).

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: infertilitas, mental health, PDG, stress

Data Omics untuk Analisis Oosit, Sperma, dan Embrio

February 19, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Sister, kamu tahu nggak sih kalau prediksi keberhasilan fertilisasi in vitro (IVF) sekarang bisa lebih akurat dengan bantuan kecerdasan buatan (AI) dan data omics? Selama ini, penilaian untuk pasangan infertil lebih banyak bergantung pada riwayat medis, pemeriksaan saluran reproduksi, dan hasil siklus IVF sebelumnya. Tapi, tau ngga sister, sekarang kita bisa lihat perkembangan teknologi yang jauh lebih canggih yang bisa membantu meningkatkan tingkat keberhasilan IVF! 

Tentu saja Fertilisasi in vitro (IVF) telah menjadi salah satu solusi utama dalam reproduksi berbantuan bagi pasangan yang mengalami infertilitas. Keberhasilan IVF memiliki dampak besar, tidak hanya bagi pasangan yang menjalani prosedur ini, tetapi juga bagi sistem kesehatan dan masyarakat secara keseluruhan. Oleh karena itu, prediksi hasil IVF yang lebih akurat menjadi pencapaian penting dalam upaya meningkatkan tingkat keberhasilan prosedur ini. Nah MDG akan menjelaskan lebih lanjut sebagai berikut

Pendekatan Tradisional dalam Penilaian Infertilitas

Hingga saat ini, penilaian pasangan infertil masih bergantung pada berbagai faktor, termasuk riwayat medis dan reproduksi, hasil indikasi biokimia, serta investigasi terhadap saluran reproduksi. Jika pasangan telah menjalani siklus IVF sebelumnya, data dari prosedur tersebut juga digunakan sebagai bahan evaluasi. Meskipun pendekatan ini telah membantu dalam pengambilan keputusan klinis, keterbatasan dalam akurasi dan objektivitas tetap menjadi tantangan yang perlu diatasi.

Integrasi Omik dan Kecerdasan Buatan dalam IVF

Proyek yang sedang dikembangkan bertujuan untuk menciptakan alat baru yang dapat meningkatkan keberhasilan IVF dengan mengintegrasikan data omic (seperti metabolomik, transkriptomik, dan mikroRNA) dan kecerdasan buatan. Pendekatan ini akan memungkinkan prediksi yang lebih akurat dan personalisasi perawatan bagi pasangan infertil. Untuk mencapai tujuan ini, langkah-langkah berikut akan diterapkan:

  1. Pengumpulan Data Pasien Data gaya hidup dan parameter demografi pasangan subfertil akan direkam dan dianalisis. Selain itu, karakteristik siklus IVF sebelumnya juga akan dikaji untuk memahami pola yang dapat mempengaruhi hasil IVF di masa mendatang.
  2. Evaluasi Omik dan Pembelajaran Mesin Pengukuran dan evaluasi parameter metabolomik, transkriptomik, dan biomarker akan dilakukan terhadap oosit, sperma, dan embrio. Data ini kemudian akan dianalisis menggunakan pembelajaran mesin mendalam untuk mengidentifikasi pola-pola yang berkontribusi terhadap keberhasilan atau kegagalan IVF.
  3. Pengembangan Model Jaringan Syaraf Buatan Model kecerdasan buatan berbasis jaringan syaraf buatan akan dikembangkan untuk meningkatkan objektivitas dan akurasi dalam prediksi hasil IVF. Dibandingkan dengan teknik tradisional, pendekatan ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang lebih optimal bagi pasangan infertil, terutama bagi mereka yang mengalami kegagalan IVF sebelumnya.

Manfaat Integrasi Omics dan Model Prediktif dalam IVF

Data omik memiliki potensi besar dalam meningkatkan seleksi embrio yang lebih optimal. Kombinasi data omik dengan model prediktif berbasis kecerdasan buatan akan membantu dalam personalisasi perawatan IVF, sehingga meningkatkan tingkat keberhasilan prosedur ini. Manfaat utama dari pendekatan ini antara lain:

  • Peningkatan Individualisasi Perawatan: Dengan memahami karakteristik unik dari setiap pasangan, model ini akan memungkinkan perawatan yang lebih spesifik dan efektif.
  • Keberhasilan bagi Pasangan dengan Infertilitas Tidak Terjelaskan: Pasangan yang mengalami infertilitas tanpa penyebab yang jelas atau kegagalan implantasi berulang akan mendapatkan opsi perawatan yang lebih tepat.
  • Pengurangan Tingkat Kehamilan Ganda: Dengan seleksi embrio yang lebih akurat, risiko kehamilan ganda yang sering menjadi komplikasi dalam prosedur IVF dapat diminimalkan.

Integrasi data omics dan kecerdasan buatan dalam prediksi hasil IVF merupakan langkah maju dalam bidang reproduksi berbantuan. Dengan pendekatan ini, pemilihan embrio dapat dilakukan secara lebih optimal, meningkatkan keberhasilan prosedur, serta memberikan harapan baru bagi pasangan yang berjuang melawan infertilitas. Pengembangan lebih lanjut dalam teknologi ini akan membawa dunia medis lebih dekat menuju era perawatan IVF yang lebih personal dan efektif. Sister juga mulai dapat mempertimbangkan dan tetap harus paham apa kasus infertilitas sister dan paksu ya! informasi lebih lanjut dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

Siristatidis, C., Stavros, S., Drakeley, A., Bettocchi, S., Pouliakis, A., Drakakis, P., … & Vlahos, N. (2021). Omics and artificial intelligence to improve in vitro fertilization (IVF) success: a proposed protocol. Diagnostics, 11(5), 743.

Mashaah, T., Muziringa, M., Gomo, E., Chideme-Maradzika, J., Madziyire, M. G., & January, J. (2023). Traditional management of female infertility in Africa: a scoping review protocol. BMJ open, 13(11), e079201.

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: infertilitas, IVF

Fertility Bootcamp MDG & Morula: Dua Hati, Satu Mimpi Menuju Dua Garis Sesi Akhir Berjalan Meriah dan Menyentuh

February 17, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Surabaya, 16 Februari 2025 – Sesi terakhir Fertility Bootcamp MDG & Morula sukses digelar di Mileu Space Surabaya dengan penuh kemeriahan dan momen mengharukan. Acara ini menjadi penutup dari rangkaian program edukasi dan dukungan bagi pasangan yang tengah berjuang mendapatkan keturunan. Dengan konsep unik dan interaktif, acara ini menggabungkan fertility talk show, healthy cooking class, scrapbook making, serta free konsultasi bersama para dokter ahli.

Acara ini menghadirkan dua dokter spesialis dari Morula, yaitu Dr. Jimmy Yanuar Annas, Sp. O.G, Subsp. F.E.R dan Dr. Benediktus Arifin, MPH, SpOG (K), FICS, serta Chef Ken, yang berbagi wawasan dan keterampilan seputar gaya hidup sehat untuk mendukung program kehamilan.

Antusiasme Tinggi dari Peserta Online dan Offline

Acara dibuka oleh dua Bumin dari MDG dan dilanjutkan oleh Mizz Rosie, Founder MDG. Tidak hanya dihadiri secara langsung, acara ini juga menarik perhatian peserta dari berbagai penjuru Indonesia melalui siaran online. Tercatat sekitar 263 peserta bergabung secara virtual, menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif berdiskusi di kolom chat dan mengikuti sesi memasak bersama pasangan.

Dalam sesi healthy cooking class, Chef Ken dengan penuh semangat membimbing peserta dalam memasak menu sehat, baik secara langsung maupun daring. Sementara itu, dalam sesi talk show dan konsultasi, para peserta berkesempatan bertanya langsung kepada dokter mengenai berbagai permasalahan kesuburan. Beberapa pertanyaan yang diajukan antara lain “Dok, apakah jika hasil HSG dinyatakan paten setelah laparoskopi sekitar 6 tahun lalu, perlu dilakukan HSG ulang?”, “Jika mengalami hidrosalping bilateral, apakah harus menggunakan program IVF long protocol? Berapa persen tingkat keberhasilannya jika rahim, sel telur, dan sperma dalam kondisi baik?” dan “Dok, mengapa setelah sperma diperiksa untuk inseminasi, hasilnya menunjukkan asthenozoospermia padahal morfologinya 4% dengan total sperma 136.5×10/ejakulat? Apakah ini normal?”

Momen Haru dan Inspiratif

Acara ini tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menjadi ruang berbagi bagi para peserta. Banyak peserta yang terharu hingga meneteskan air mata karena merasa mendapatkan dukungan moral yang kuat. Misi MDG untuk menghadirkan komunitas yang saling mendukung dan berbagi kasih pun tersampaikan dengan baik.
Sebagai sesi penutup Fertility Bootcamp MDG & Morula, acara ini menjadi bukti bahwa edukasi dan komunitas yang solid dapat membantu para pasangan dalam perjalanan mereka menuju kehamilan. MDG berharap dapat terus menghadirkan acara inspiratif lainnya di masa depan. Untuk informasi lebih lanjut dan acara selanjutnya, follow Instagram @menujuduagaris.id. Sampai jumpa di event berikutnya!

Tentang MDG (Menuju Dua Garis) adalah komunitas yang berfokus pada edukasi dan dukungan bagi pasangan yang sedang berjuang untuk mendapatkan keturunan. Dengan berbagai program, MDG berkomitmen untuk memberikan informasi yang terpercaya dan menjadi ruang berbagi bagi para pejuang dua garis.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: MDG, menuju dua garis, pejuang dua garis, press release

  • « Go to Previous Page
  • Page 1
  • Interim pages omitted …
  • Page 63
  • Page 64
  • Page 65
  • Page 66
  • Page 67
  • Interim pages omitted …
  • Page 97
  • Go to Next Page »

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Endometriosis dan Infeksi Panggul Ternyata Ada Hubungan Lho!
  • Yoga untuk PCOS: Tunggu Dulu yuk Cari Tau Bagaimana Bukti Ilmiah yang Lebih Dalam dari Sekadar Relaksasi
  • Diet dan Endometriosis: Apa yang Kita Makan Ternyata Ikut “Bicara” di Dalam Tubuh
  • Low-FODMAP Diet dan Endometriosis: Cara “Menjinakkan” Gejala Usus yang Sering Ikut Datang
  • Terlihat Sehat Tapi Peluang Hamil Bisa Menurun Ini Penjelasan Ilmiahnya

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.