• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

Artikel Pejuang Dua Garis

Pahami Metode Density Gradient Centrifugation (DGC) Sebelum Melakukan ICSI

November 19, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Density Gradient Centrifugation (DGC) hadir sebagai salah satu teknik yang digunakan dalam prosedur reproduksi berbantu, lebih khusus ketika sedang dilakukan intracytoplasmic sperm injection (ICSI). Peran DGC berfungsi untuk memisahkan dan menyiapkan sperma dengan kualitas terbaik dari sampel yang lebih besar, yang sangat penting untuk meningkatkan peluang keberhasilan ICSI. MDG akan membawakan topik ini baca sampai habis ya!

Mengapa Density Gradient Centrifugation (DGC) Dilakukan?

Infertilitas faktor pria merupakan penyebab umum infertilitas pada pasangan, dengan cacat sperma ditemukan pada 40–50% kasus infertilitas klinis. Injeksi sperma intrasitoplasma (ICSI) merupakan modalitas pengobatan yang efisien untuk subjek infertilitas faktor pria dengan kualitas sperma yang buruk dan mereka yang gagal dalam siklus fertilisasi in vitro (IVF) konvensional. 

Pemilihan spermatozoa yang akan digunakan untuk ICSI didasarkan pada penilaian embriologis, yang memilih spermatozoa motil dengan morfologi terbaik yang tersedia. Sedangkan fungsi sentrifugasi gradien densitas (DGC) digunakan di sebagian besar pusat IVF untuk mencuci semen mentah untuk ICSI. Pencucian spermatozoa dapat berpengaruh pada aktivitas dynein ATPase, yang berperan dalam motilitas.

Sebuah penelitian dengan judul “The Effect of Sperm Washing with Density Gradient Centrifugation Method to Specific Activity of Dynein ATPase in Infertile Male with Asthenozoospermia” menemukan Ditemukan adanya peningkatan rerata dari konsentrasi, morfologi, kelajuan, dan persentase spermatozoa motil progresif pada kelompok asthenozoospermia setelah DGC dibandingkan dengan sebelum DGC. Aktivitas spesifik dinein ATPase juga mengalami peningkatan yang bermakna pada kelompok setelah DGC dibandingkan dengan kelompok sebelum DGC.

Perbandingan Metode DGC dan MACS

Studi perbandingan antara DGC dan teknik pemisahan sperma lainnya seperti magnetic-activated cell separation (MACS) menunjukkan bahwa kombinasi MACS dan DGC dapat memberikan hasil klinis yang lebih baik. Dalam satu penelitian, kelompok yang menggunakan MACS diikuti oleh DGC menunjukkan tingkat fertilisasi dan kualitas embrio yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol yang hanya menggunakan DGC. 

Density Gradient Centrifugation merupakan alat penting dalam meningkatkan keberhasilan ICSI, terutama bagi pasangan dengan masalah kesuburan akibat faktor pria. Meskipun hasilnya bervariasi tergantung pada kualitas sperma awal dan metode pemisahan yang digunakan, DGC tetap dapat dipertimbangkan untuk pilihan paksu dan sister. Informasi menarik lainnya follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi 

  • https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC4250460/
  • Avendano C, Franchi A, Duran H, Oehninger S. DNA fragmentation of normal spermatozoa negatively impacts embryo quality and intracytoplasmic sperm injection outcome. Fertil Steril. 2010;94(2):549–57. doi: 10.1016/j.fertnstert.2009.02.050.
  • https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8808254/
  • Al Rasyid, F. A. (2019). Pengaruh Pencucian Sperma dengan Metode Density Gradient Centrifugation Terhadap Aktivitas Spesifik Dinein ATPase Pada LakiLaki Infertil Astenozoospermia= The Effect of Sperm Washing with Density Gradient Centrifugation Method to Specific Activity of Dynein ATPase in Infertile Male with Asthenozoospermia.
  • https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8808254/

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

Pahami Preimplantation Genetic Testing for Aneuploidy (PGT-A) Sebelum Melakukan IVF

November 19, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Sister dan paksu yang sedang menjalani IVF perlu untuk mengetahui apa itu PGT-A. Preimplantation Genetic Testing for Aneuploidi (PGT-A) hadir sebagai salah satu  teknologi reproduksi mutakhir yang dirancang untuk meningkatkan tingkat keberhasilan fertilisasi in vitro (IVF) ia berguna untuk menilai kesehatan kromosom embrio sebelum implantasi. MDG akan membahas bagaimana detail proses ini dilakukan agar dapat menjadi pertimbangan yang memungkin untuk sister, baca sampai habis ya!

Pahami dulu apa itu Preimplantation genetic testing for aneuploidy (PGT-A)

PGT-A, yang sebelumnya dikenal sebagai Preimplantation Genetic Screening (PGS), digunakan selama siklus IVF untuk mengevaluasi jumlah kromosom dalam embrio. Setiap embrio manusia biasanya mengandung 46 kromosom, yang tersusun dalam 23 pasang. 

PGT-A menyaring aneuploidi, yang merujuk pada jumlah kromosom yang tidak normal baik terlalu banyak ataupun terlalu sedikit yang dapat menyebabkan kondisi seperti sindrom Down, sindrom Turner, atau sindrom Edwards.

Kemajuan dalam pengujian genetik praimplantasi untuk aneuploidi (PGT-A) telah mengubah teknologi reproduksi. PGT-A memungkinkan penyaringan embrio sebelum implantasi. Ini mengidentifikasi kelainan kromosom yang dapat menyebabkan keguguran atau kelainan genetik.

Proses ini melibatkan pengambilan beberapa sel dari embrio pada tahap blastokista. Sel-sel ini kemudian dianalisis untuk mendapatkan informasi genetik. Perbaikan terkini telah membuat pengujian ini lebih cepat dan lebih akurat. Hasilnya, lebih banyak pasangan dapat membuat keputusan yang tepat tentang embrio mana yang akan ditanamkan.

Teknologi ini secara signifikan meningkatkan peluang kehamilan yang sehat. Pasangan yang menghadapi infertilitas karena masalah genetik sangat diuntungkan oleh PGT-A. Kemampuan untuk memilih embrio yang secara genetik normal mengurangi risiko yang terkait dengan komplikasi kehamilan.

Pertimbangan dan Keterbatasan

Meskipun PGT-A menawarkan banyak manfaat, sister dan paksu tetap harus tau bahwa metode ini belum tentu sempurna dan ada  keterbatasan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa meskipun dapat meningkatkan hasil untuk populasi tertentu, penggunaan rutinnya pada semua pasien IVF mungkin tidak dapat dibenarkan karena hasil yang bervariasi pada kelompok pasien yang berbeda. Selain itu, masih ada perdebatan mengenai efektivitasnya dalam mengurangi tingkat keguguran secara universal, karena faktor lain dapat berkontribusi terhadap keguguran di luar kelainan kromosom.

Untuk itu faktanya, semua metode sister dan paksu tetap harus disesuaikan pada kebutuhan dan permasalahan yang kalian miliki, di lain sisi sister dan paksu dapat mempertimbangkan PGT-A yang hadir hadir sebagai  kemajuan signifikan dalam teknologi reproduksi, ia turut memberikan kontrol yang lebih besar kepada calon orang tua atas peluang mereka untuk mencapai kehamilan yang sehat. Untuk informasi menarik lainnya follow Instagram @Menujuduagris.id

Referensi 

  • https://www.alphafertilitycentre.com/ivf-treatment-options/preimplantation-genetic-testings-pgt/pgt-a-preimplantation-genetic-testing-for-aneuploidies
  • https://www.hfea.gov.uk/treatments/treatment-add-ons/pre-implantation-genetic-testing-for-aneuploidy-pgt-a/
  • https://www.inovifertility.com/blog/fertility-treatment-technology/
  • https://www.asrm.org/practice-guidance/practice-committee-documents/the-use-of-preimplantation-genetic-testing-for-aneuploidy-a-committee-opinion-2024/

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

Ternyata Mikrofluida dapat Digunakan Sebagai Pendekatan Non-invasif untuk Ketepatan Sperma

November 18, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Fakta tentang angka fertilitas yang terus naik telah menjadi tantangan global, Menurut laporan  the World Health Organization, infertilitas faktor pria bertanggung jawab lebih banyak dari setengah kasus infertilitas. Hal ini berkaitan dengan kurangnya karakteristik yang diinginkan dalam motilitas sperma, morfologi, dan integritas DNA. 

Dalam beberapa tahun terakhir, telah ditunjukkan bahwa metode klinis termasuk density gradient centrifugation yang pada puncak resikonya dapat menyebabkan kerusakan pada DNA sperma dan invasif. Lalu kira-kira ada tidak ya metode yang minimal invasif? MDG akan mencoba menjabarkan baca sampai habis ya!

Metode Mikrofluida dengan Minimum Invasif

Metode mikrofluida merupakan proses penyortiran sperma dengan prosedur non-invasif. Teknologi ini membantu memilih sperma yang motil dengan cara yang tepat. Teknologi ini menggunakan saluran kecil untuk memisahkan sperma yang sehat dari sperma yang kurang aktif. Proses ini meniru seleksi alam, dimana memungkinkan sperma terbaik mencapai sel telur.

Pada tahun 2016, para peneliti menunjukkan bahwa perangkat mikrofluida meningkatkan tingkat pembuahan. Penelitian tersebut menunjukkan bagaimana metode ini dapat meningkatkan peluang kehamilan dibandingkan dengan teknik tradisional. Kemajuan ini memungkinkan hasil yang lebih baik dalam perawatan IVF.

Sebuah penelitian dengan judul “Enhanced sperm isolation via bulk acoustic waves for high-throughput motility screening” menemukan dengan menggunakan mikro vorteks yang dibuat oleh osilasi gelembung yang disebabkan oleh gelombang akustik massal, metode ini  dapat menjebak sperma dengan motilitas yang lebih rendah. Sebaiknya, sperma yang sangat motil mengatasi kekuatan mikro vorteks dan dipandu ke kolam outlet dengan mengikuti batas saluran. 

Hasilnya, lebih dari 50% dan 44% peningkatan dalam motilitas progresif dan viabilitas sperma, serta 40% peningkatan dalam integritas DNA, diamati dalam analisis sperma yang diambil dari kumpulan hasil. Selain cepat dan non-invasif, perangkat yang diusulkan mendapat manfaat dari metode mudah untuk pengambilan sperma dan tidak memerlukan praproses sampel sperma mentah

Tantangan dan Masa Depan Metode Mikrofluida

Meskipun memiliki banyak keunggulan, penggunaan teknologi mikrofluida ternyata juga dihadapkan oleh beberapa tantangan. Yang perlu sister dan paksu pertimbangkan, Salah satunya adalah ketika  dihadapkan pada proses menjaga stabilitas aliran dan parameter lingkungan selama eksperimen. Variabilitas suhu dan pH dapat mempengaruhi hasil pengukuran dan interaksi sel. 

Melalui teknologi mikrofluida telah menawarkan pendekatan non-invasif yang menjanjikan untuk manipulasi sel biologis. Teknologi satu ini masih memungkinkan penelitian mendalam tentang perilaku sel tanpa merusak integritasnya. Tentunya seiring dengan perkembangan lebih lanjut di bidang ini, diharapkan akan ada lebih banyak aplikasi praktis yang dapat meningkatkan diagnosis dan pengobatan di bidang kesehatan. Informasi menarik lainnya sister dapatkan di Instagram kami di @menujuduagaris.id

Referensi

  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/39496817/
  • https://www.inovifertility.com/blog/fertility-treatment-technology/
  • https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2666138123000129?ref=pdf_download&fr=RR-2&rr=8e4821972f62ce87
  • https://hannainst.id/metode-pengukuran-mikrofluida-dalam-laboratorium-untuk-aplikasi-biomedis/

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

Perlukah Melakukan DNA Fragmentation Index (DFI) untuk tes Kesuburan Pria?

November 18, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

 

DNA fragmentation index (DFI) hadir sebagai indikator untuk menentukan kualitas sperma. DFI mampu menganalisis kerusakan DNA sperma, hal ini tentu sebaiknya dipertimbangkan jika sister dan paksu ingin mengetahui penyebab infertilitas terutama berkaitan dengan sperma. Untuk itu pada kesempatan ini MDG akan membahas DFI agar sister dan paksu dapat memiliki pertimbangan yang tepat untuk program kehamilan. Baca sampai habis ya!

Apa itu DNA Fragmentation Index (DFI)?

Indeks fragmentasi DNA sperma (DFI) hadir berfungsi sebagai metrik untuk mengevaluasi integritas DNA sperma dengan mengukur tingkat fragmentasi kromatin dalam sel sperma. Indeks ini telah muncul sebagai penanda baru untuk menilai kualitas sperma, dengan relevansi khusus terhadap perkembangan embrio dan hasil kehamilan. Tentunya DFI menjadi metode yang sangat penting dilakukan.

Melihat Keberhasilan Penggunaan DFI

Sebelum lebih jauh mengetahui tentang DFI, sister perlu tau apa itu “prediksi D3” hal ini berkaitan dengan embrio hari ke-3 (D3) disebut sebagai “embrio tahap pembelahan”. Ini berarti embrio membelah (atau membelah) tetapi embrio itu sendiri tidak bertambah besar. Embrio biasanya terdiri dari 6-8 sel di dalam lapisan luar yang disebut zona pelusida juga dikenal sebagai cangkang. 

GENESIS menggunakan jumlah sel dan tingkat fragmentasi untuk menilai kualitas embrio D3. Biasanya, jumlah sel yang lebih banyak dengan fragmentasi yang lebih rendah dianggap lebih baik, misalnya 8A pada D3 adalah tingkat terbaik. Proses ini dapat dilakukan melalui DNA Fragmentation Index. 

Sebuah penelitian dengan judul “The effect of sperm DNA fragmentation on in vitro fertilization outcomes of unexplained infertility” menemukan bahwa Indeks Fragmentasi DNA Sperma (DFI) semakin diakui sebagai parameter untuk mengevaluasi kemandulan pria. DFI sperma hadir sebagai langkah yang baik untuk prediksi embrio D3 berkualitas baik pada pasangan infertilitas yang tidak dapat dijelaskan sekalipun. 

Hasil DFI (DNA Fragmentation Index) yang normal adalah 15% atau kurang. DFI yang baik hingga sedang adalah 15–25%, sedang hingga buruk adalah 25–50%.

Bagaimana Jika Hasil DFI Tinggi?

Pasien disarankan untuk mencari intervensi medis atau perubahan gaya hidup. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas sperma adalah mengurangi paparan toksikan, mengonsumsi antioksidan, menjaga testis tetap dingin, menurunkan nilai BMI, menghindari beberapa obat, mengurangi stres, memperbaiki varikokel yang besar 

Bagaimana lebih baik melakukan tes DNA Fragmentation Index (DFI) terlebih dahulu bukan? dibanding dihadapkan pada keterlambatan penanganan?. Melalui informasi ini sister dan paksu dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam merencanakan kehamilan dan menangani masalah kesuburan secara lebih efektif. Mulai kini sister dan paksu dapat mulai memperhatikan  sperma, dan bila perlu  juga dapat mengetahui kualitas DNA spermatozoa melalui DFI sebagai indikator penting kesuburan agar dapat meningkatkan kualitasnya sebelum melakukan program kehamilan. Informasi menarik lainnya follow Instagram @menujuduagris.id ya!

Referensi

  • https://www.alodokter.com/mengenal-dna-fragmentation-index-dfi-dalam-tes-kesuburan-pria#:~:text=Pada%20beberapa%20kasus%2C%20hasil%20analisis,dilakukan%20pemeriksaan%20DNA%20fragmentation%20index.
  • https://www.elsevier.es/en-revista-clinics-22-articulo-the-effect-sperm-dna-fragmentation-S1807593223000972
  • https://www.genesisfertility.com/blog/understanding-embryo-grading/

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

Pahami Motilitas Sperma dan alasan Mengapa Membutuhkan Lebih Banyak ATP

November 14, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Metabolisme energi merupakan faktor kunci yang mendukung fungsi sperma terutama dalam proses motilitas. Motilitas yang baik menunjukkan bahwa sperma dapat mencapai sel telur dan melakukan pembuahan. Mempertahankan motilitas sperma dan modifikasi protein aktif seperti fosforilasi dapat menjadi alasan mengapa sperma membutuhkan lebih banyak Adenosin trifosfat (ATP) daripada sel-sel lain. MDG dalam hal ini akan mengajak sister dan paksu memahami bagaimana ATP dan motilitas berperan. Baca sampai habis ya!

Peran Adenosin trifosfat (ATP) pada Motilitas Sperma

Mengapa ATP berperan penting pada infertilitas pria, terutama dalam mendorong motilitas sperma? Sperma  membutuhkan  energi  dalam bentuk  ATP  untuk  bergerak,  yang  diperoleh dari   proses   respirasi   (fosforilasi   oksidatif) dalam   mitokondria   pada   bagian midpiece ekor spermatozoa. Setelah disintesis di dalam mitokondria,  ATP  ditransportasikan    ke aksonema   bagian   ekor,   untuk   selanjutnya dikonversi  oleh  enzim  ATPase  yang  ada di bagian     tersebut     menjadi    energi     bagi pergerakan sperma. Sebagian besar ATP yang dibentuk    pada    sperma    digunakan    untuk pergerakannya.

VDAC   (Voltage   Dependent   Anion Channel)  atau  dikenal  dengan  nama  porin adalah   kanal   utama   yang   terdapat   pada membran  luar  mitokondria.  VDAC  memiliki peran  penting  dalam  pengaturan  komunikasi antar   sel.   Ion-ion.   ADP/ATP,   metabolit-metabolit     bergerak     dari     dalam     keluar mitokondria   atau   sebaliknya   melalui   kanal tersebut.   

Fungsi L-arginin untuk meningkatkan ATP

Patel et al.1998 menyatakan bahwa keberadaan L-arginin atau asam amino dalam konsentrasi rendah tidak hanya meningkatkan metabolisme dan spermatogenesis, tetapi juga meningkatkan sintesis Adenosin Trifosfat (ATP), yang merupakan komponen esensial kaya energi untuk motilitas sperma. sehingga diperlukannya L-Arginin berperan penting untuk meningkatkan dan mempertahankan motilitas spermatozoa. selain itu paksu juga dapat merubah pola makan dan gaya hidup dan melakukan olahraga. 

Setelah memahami bagaimana kompleksitas ATP, sister dan paksu sudah dapat menjadi lebih tau ternyata ketersediaan ATP sangat mempengaruhi motilitas pada sperma sehingga pemahaman tentang mekanisme ini sangat penting dalam konteks kesuburan pria. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagris.id. 

Referensi

  • Caroppo, E., & Dattilo, M. (2022). Sperm redox biology challenges the role of antioxidants as a treatment for male factor infertility. F&S Reviews, 3(1), 90-104.
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17644971/
  • Suryaningsih, H., Sabdoningrum, E. K., & Susilowati, S. (2017). PENAMBAHAN L–ARGININ DALAM PENGENCER TRIS KUNING TELUR SETELAH EKUILIBRASI 2 JAM TERHADAP MOTILITAS DAN MEMBRAN PLASMA UTUH SPERMATOZOA DOMBA SAPUDI THE ADDITION OF L–ARGININE IN TRIS EGG YOLK DILUENT AFTER TWO HOUR EQUILIBRATION TIME TO THE MOTILITY AND (Doctoral dissertation, Universitas Airlangga).

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

Pahami Racun Mikotoksin yang Berdampak pada Fertilitas

November 12, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Mikotoksin adalah senyawa beracun yang dihasilkan oleh jamur (fungi) tertentu, yang dapat mencemari bahan pangan dan pakan ternak. Faktanya paparan mikotoksin memiliki dampak serius pada kesehatan reproduksi. Mikotoksin ini sangat bervariasi dalam hal struktur dan efek biokimia, oleh karena itu dengan lebih memahami aspek toksikologi dan patologis mikotoksin, kita dapat lebih siap untuk melawan penyakit, serta kerusakan biologis yang ditimbulkannya. Dalam artikel ini, MDG akan menjabarkan bagaimana mikotoksin diproduksi dan pengaruhnya pada fertilitas. Baca sampai habis ya!

Sumber Racun Mikotoksin dan Dampaknya pada Fertilitas

Mikotoksin adalah produk jamur berbahaya yang bisa ditemui di mana-mana dan tidak dapat dihindari yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia, hal ini bisa ditemukan di hampir semua jenis makanan, dengan prevalensi yang lebih tinggi di lingkungan yang panas dan lembab. 

Jamur yang dapat menghasilkan mikotoksin tumbuh pada banyak bahan makanan seperti sereal, buah kering, kacang-kacangan, dan rempah-rempah. Pertumbuhan jamur dapat terjadi sebelum panen atau setelah panen, selama penyimpanan, pada/di dalam makanan itu sendiri, sering kali dalam kondisi hangat, lembab, dan basah. Sebagian besar mikotoksin bersifat stabil secara kimiawi dan dapat bertahan dalam proses pengolahan makanan.

Mikotoksin dapat mengganggu reproduksi wanita dan pria. Mikotoksin dapat bertindak sebagai pengganggu endokrin yang terlibat dalam gangguan reproduksi wanita, seperti endometriosis, sindrom ovarium polikistik (PCOS), dan kegagalan ovarium prematur (POF)

Cara Meminimalisir Konsumsi Mikotoksin

Untuk meminimalkan risiko kesehatan akibat mikotoksin, sister dan paksu dapat mulai melakukan hal berikut:

  1. Periksa biji-bijian utuh (terutama jagung, sorgum, gandum, beras), buah ara kering, dan kacang-kacangan seperti kacang tanah, pistachio, kacang almond, kacang kenari, kelapa, kacang Brazil, dan kacang hazel yang semuanya secara berkala terkontaminasi aflatoksin untuk mencari bukti adanya jamur, dan buang semua yang tampak berjamur, berubah warna, atau layu.
  2. hindari kerusakan pada biji-bijian sebelum dan selama pengeringan, serta dalam penyimpanan, karena biji-bijian yang rusak lebih rentan terhadap serangan jamur dan karenanya kontaminasi mikotoksin. 
  3. Belilah biji-bijian dan kacang-kacangan sesegar mungkin, Pastikan makanan disimpan dengan benar – terbebas dari serangga, kering, dan tidak terlalu hangat. 
  4. tidak menyimpan makanan dalam jangka waktu lama sebelum digunakan; dan pastikan pola makan yang beragam – hal ini tidak hanya membantu mengurangi paparan mikotoksin, tetapi juga meningkatkan gizi.

Setelah mengetahui hal tersebut, baik sister maupun paksu untuk lebih berhati-hati dan menjaga apa yang akan dikonsumsi agar tidak berdampak pada keburukan terutama terkait dengan fertilitas. Untuk informasi menarik lainnya dapat follow Instagram @menujuduagaris.id.

Referensi

  •  Tkachev, A. V., Tkacheva, O. L., Zubova, T. V., Pleshkov, V. A., & Smolovskaya, O. V. (2020). Effect of Mycotoxins on the Spermatozoa and Embryos of Animals. Advances in Animal and Veterinary Sciences, 8(S3), 47-55.
  • https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6784030/
  • https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mycotoxins
  • https://www.ajrh.info/index.php/ajrh/article/view/863

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

  • « Go to Previous Page
  • Page 1
  • Interim pages omitted …
  • Page 79
  • Page 80
  • Page 81
  • Page 82
  • Page 83
  • Interim pages omitted …
  • Page 97
  • Go to Next Page »

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Endometriosis dan Infeksi Panggul Ternyata Ada Hubungan Lho!
  • Yoga untuk PCOS: Tunggu Dulu yuk Cari Tau Bagaimana Bukti Ilmiah yang Lebih Dalam dari Sekadar Relaksasi
  • Diet dan Endometriosis: Apa yang Kita Makan Ternyata Ikut “Bicara” di Dalam Tubuh
  • Low-FODMAP Diet dan Endometriosis: Cara “Menjinakkan” Gejala Usus yang Sering Ikut Datang
  • Terlihat Sehat Tapi Peluang Hamil Bisa Menurun Ini Penjelasan Ilmiahnya

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.