• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

Artikel Pejuang Dua Garis

Adenomiosis Penyakit Reproduksi yang Perlu Diketahui

October 7, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Adenomiosis sebagai salah satu kondisi ginekologi jinak yang ditandai oleh invasi jaringan endometrium ke dalam lapisan miometrium. Kondisi ini sering kali berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan reproduksi, termasuk infertilitas. Seperti apa kira-kira hubungan antara adenomiosis dan fertilitas, serta mekanisme yang mendasarinya. Baiklah kita pahami lebih dalam yuk melalui pendapat para ahli berikut, baca sampai habis ya!

Memahami Adenomiosis dan penyebabnya

Adenomiosis Pertama kali dijelaskan pada tahun 1860 oleh ahli patologi Jerman Carl von Rokitansky, melalui temuan histopatologi yaitu “cystosarcoma adenoids uterinum”. Penyebab pasti dari adenomiosis menurut suatu penelitian  menyatakan bahwa adenomiosis mungkin berasal dari invaginasi endometrium ke dalam miometrium akibat trauma atau pembedahan sebelumnya.

Tanda dan gejalanya pun bervariasi, tetapi yang paling umum adalah nyeri haid dan/atau perdarahan menstruasi yang banyak. Secara historis, kondisi ini merupakan diagnosis histologis yang memerlukan biopsi atau lebih sering histerektomi. Untuk saat ini, diagnosis dapat dilakukan secara non-invasif menggunakan USG atau pencitraan resonansi magnetik.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa adenomiosis dapat mempengaruhi kesuburan wanita. Adenomiosis dapat menyebabkan perubahan struktural pada JZ, yang merupakan area transisi antara endometrium dan miometrium. Perubahan ini dapat mengganggu proses implantasi embrio.

Adenomiosis juga dapat mengubah fungsi endometrium, yang berperan penting dalam persiapan rahim untuk menerima embrio. Ketidakseimbangan hormon dan abnormalitas dalam pembentukan desidualisasi dapat terjadi, mempengaruhi kemampuan embrio untuk menempel dengan baik.

Pengobatan dan Manajemen

Kaitan dengan adenomiosis dapat dilakukan perawatan definitif bagi perempuan melalui histerektomi (operasi pengangkatan rahim), prosedur ini dilakukan jika adenomiosis tidak bisa diatasi dengan tindakan yang lain. Sementara berbagai terapi medis dan minimal invasif lainnya tersedia bagi mereka yang ingin mempertahankan kesuburan atau ingin menghindari pembedahan yang lebih ekstensif.

Beberapa opsi pengobatan invasif meliputi, terapi hormon:

  1. Penggunaan kontrasepsi hormonal atau terapi hormon lainnya dapat membantu menyeimbangkan kadar estrogen dan progesteron, yang mungkin bermanfaat bagi wanita dengan adenomiosis.
  2. Pengobatan non hormonal, seperti tranexamic acid untuk meredakan pendarahan dari vagina. HIFU (high intensity focused ultrasound), untuk menghancurkan jaringan endometrium.
  3. Ablasi endometrium, untuk menghancurkan lapisan rahim yang mengalami endometriosis.

 

Adenomiosis memiliki dampak signifikan terhadap kesuburan perempuan.  Memahami hubungan antara adenomiosis dan infertilitas, serta faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi ini, membuat sister untuk dapat lebih siap untuk mencari pengobatan yang tepat dan mendapatkan dukungan medis yang diperlukan untuk mencapai kehamilan. Untuk informasi menarik lainnya, sister dapat akses melalui Instagram kami di @menujuduagris.id

Referensi

  • Benagiano G, Brosens I, Lippi D. The history of endometriosis. Gynecol Obstet Invest. 2014;78(1):1-9
  • https://jurnal.usk.ac.id/JKS/article/viewFile/22380/16450
  • https://www.maupunyaanak.id/mulai-mencoba-hamil/apakah-usia-wanita-selalu-berkorelasi-dengan-usia-ovarium
  • https://www.studocu.com/id/document/institut-kesehatan-rajawali/fakultas-keperawatan/34-f622142-hanna-lore-lumbantoruan/75613227
  • https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-adenomiosis

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: adenomiosis, reproduksi

Menjadi tahu Pentingnya Konsumsi Folic Acid untuk Fertilitas 

October 4, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Folic acid atau bisa disebut asam folat, adalah vitamin B9 yang memiliki peran krusial dalam kesuburan dan kesehatan reproduksi baik bagi pria maupun perempuan. Suplementasi asam folat ini menjadi salah satu bentuk yang dianjurkan bagi pasangan yang merencanakan kehamilan, melihat manfaatnya yang luas dalam mendukung proses pembuahan dan perkembangan janin. MDG kali ini mengajak sister memahami lebih detail bagaimana vitamin B9 dapat membantu fertilitas sister, simak sampai akhir ya!

Manfaat Folic Acid untuk Kesuburan

Kehadiran folic acid yang paling penting adalah dalam meningkatkan kesuburan perempuan, asam folat ternyata dapat membantu menjaga kesehatan ovarium dan meningkatkan kualitas sel telur. Tubuh dengan kandungan asam folat berfungsi untuk memproduksi DNA.

Asam folat berperan dalam proses pembentukan dan perkembangan otak dan saraf janin dalam kandungan. Pada Ibu hamil yang mendapatkan cukup asam folat memiliki risiko lebih rendah melahirkan bayi dengan cacat lahir seperti spina bifida dan anencephaly. Melalui asam folat juga dapat menurunkan risiko keguguran serta komplikasi seperti preeklampsia, yang ditandai dengan tekanan darah tinggi selama kehamilan

Sedangkan pada pria asal folat dapat meningkatkan kualitas sperma, asam folat berperan dalam meningkatkan jumlah dan kualitas sperma. Suplementasi asam folat, terutama ketika dikombinasikan dengan zinc, dapat meningkatkan spermatogenesis dan mengurangi risiko subfertilitas.

Kebutuhan Ideal Asam Folat

Untuk sister yang sedang merencanakan kehamilan, konsumsi asam folat yang disarankan sekitar 400 hingga 800 mikrogram (mcg) per hari, hal ini dapat dimulai setidaknya satu bulan sebelum konsepsi dan dilanjutkan selama trimester pertama kehamilan. Sedangkan untuk sumber makanan yang mengandung asam folat diantaranya adalah sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Asam folat hadir sebagai salah satu nutrisi vital bagi pasangan yang merencanakan kehamilan. Melihat manfaatnya dalam meningkatkan kesuburan, mendukung perkembangan janin, serta mencegah komplikasi kehamilan menjadikannya komponen penting dalam program hamil. Oleh karena itu, penting bagi sister dan paksu untuk memastikan asupan asam folat terpenuhi, hal ini dapat dilakukan dengan mulai melakukan gaya hidup sehat atau dapat mendapat suplemen sesuai kebutuhan. Untuk informasi menarik lainnya dapat sister akses di Instagram kami di @menujuduagaris.id

Referensi

  • https://www.alodokter.com/kegunaan-asam-folat-untuk-program-hamil
  • https://www.alodokter.com/kegunaan-asam-folat-untuk-program-hamil
  • https://www.alomedika.com/suplementasi-asam-folat-dan-zinc-untuk-meningkatkan-jumlah-dan-kualitas-sperma
  • https://jkb.ub.ac.id/index.php/jkb/article/download/232/224https://www.klikdokter.com/obat/vitamin-dan-suplemen-dewasa/folic-acid
  •  http://www.simex.co.id/detail_health.php?id_kategori=17&lang=ID
  • https://www.halodoc.com/kesehatan/folic-acid

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

Memahami Frozen dan Fresh Embryo Transfer: Kunci Sukses dalam Program IVF Anda!

October 3, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Seiring berkembangnya teknologi, khususnya dalam program fertilisasi in vitro (IVF), keputusan sister antara memilih transfer embrio beku (Frozen Embryo Transfer – FET) dan transfer embrio segar (Fresh Embryo Transfer – ET) menjadi hal yang sangat penting. Dimana setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan oleh sister dan paksu yang akan menjalani perawatan kesuburan terutama IVF. Yuk kita coba kulik bagaimana menurut para ahli, baca sampai habis ya!

Perbedaan antara FET dan ET

Frozen Embryo Transfer (FET) merupakan teknik di mana embrio yang telah dibuahi disimpan dengan cara dibekukan dan kemudian dicairkan untuk ditransfer ke dalam rahim pada waktu yang lebih tepat. Proses ini melibatkan penyimpanan embrio dalam nitrogen cair pada suhu -196°C, dan kemudian memberikan saran pada pasangan untuk menunda transfer hingga kondisi rahim lebih optimal.

Sebaliknya, Fresh Embryo Transfer (ET) menjadi proses transfer secara langsung, bagaimana embrio yang baru dibuahi ke dalam rahim wanita dalam 3-5 hari setelah prosedur ovum pick up. Metode ini tidak memerlukan proses pembekuan dan pencairan, sehingga dapat lebih cepat dilakukan.

Tingkat Keberhasilan

Penelitian yang dilakukan oleh Sugma (2018) dengan sampling pasien di klinik Permata Hati RSUP dr. Sardjito ditemukan bahwa transfer embrio menggunakan frozen embryo lebih tinggi keberhasilan implantasi dibandingkan fresh embryo pada program pada IVF di RSUP dr Sardjito.

Namun, Maheswari et.al (2022) menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan dalam tingkat kelahiran hidup antara kedua metode ini, karena pada prosesnya bergantung pada faktor-faktor individu seperti usia dan kesehatan reproduksi. Jika setelah mengetahui fakta tersebut, maka bagaimana baiknya terutama dalam memutuskan jenis embrio?

Lakukan Hal Berikut Sebelum Memilih antara FET dan ET

  1. Pendekatan yang dipersonalisasi, pilihan antara FET dan ET segar harus disesuaikan secara individual, dengan mempertimbangkan riwayat kesehatan pasien, usia, kualitas embrio, dan keadaan spesifik dari siklus IVF.
  2. Berkonsultasi dengan spesialis, sangat penting untuk berkonsultasi dengan spesialis kesuburan yang berpengalaman yang dapat memberikan panduan yang dipersonalisasi berdasarkan situasi dan preferensi.
  3. Mendapatkan dukungan emosional dan psikologis, memulai perjalanan IVF bisa sangat menantang secara emosional. Untuk itu perlu mendapatkan dukungan dari layanan konseling atau kelompok dukungan untuk membantu mengatasi aspek emosional dari proses tersebut.

 

Melihat topik yang dibawakan MDG hari ini, mendorong bahwa pilihan antara Frozen Embryo Transfer dan Fresh Embryo Transfer harus didasarkan pada kondisi kesehatan individu, preferensi pribadi, serta saran dari spesialis kesuburan. Kedua metode memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga penting bagi sister dan paksu untuk memahami perbedaan ini sebelum membuat keputusan. untuk informasi menarik lainnya follow Instagram kami di @menujuduagris.id.

Referensi

  • http://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/164123
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC9376799/
  • https://www.healthtrip.com/id/blog/fet-vs-fresh-et-ivf-thailand
  • https://hellosehat.com/kehamilan/kesuburan/masalah-kesuburan/bayi-tabung-frozen-embryo-transfer/
  • https://lib.ui.ac.id/detail?id=20500505&lokasi=lokal
  • https://www.healthtrip.com/id/blog/fet-vs-fresh-et-ivf-thailand

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

Memahami Kadar Hormon Testosteron yang Tinggi dapat Menghambat Produksi GnRH

October 2, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Kadar testosteron yang tinggi dalam tubuh dapat memiliki dampak signifikan pada kesehatan hormonal, terutama dalam pengaturan produksi hormon gonadotropin-releasing hormone (GnRH). Untuk itu menjadi penting untuk dapat memahami hubungan ini, karena fungsinya akan berpengaruh pada keseimbangan hormonal dan kesehatan reproduksi. MDG akan mencoba menguraikan melalui artikel ini, baca sampai akhir ya! Sebelum itu kita pahami dulu yuk, apa itu GnRH

Menjadi lebih tahu dengan GnRH dan Testosteron

Gonadotropin-releasing hormone (GnRH) adalah hormon yang memegang peran penting dalam regulasi siklus seksual. GnRH memainkan peran penting dalam mengatur produksi hormon reproduksi seperti luteinizing hormone (LH) dan follicle-stimulating hormone (FSH) oleh kelenjar pituitari. 2 hormon tersebut sangatlah penting baik bagi laki-laki maupun perempuan, pada perempuan GnRH memicu produksi LH dan FSH, yang pada gilirannya memicu ovulasi dan produksi estrogen dan progesteron. Pada pria, GnRH memicu produksi testosterone oleh kelenjar testis.

Sedangkan testosterone merupakan salah satu hormon penting pada pria yang membantu kinerja sistem reproduksi. Hormon ini juga memiliki fungsi dalam pembentukan kepadatan tulang, dan kekuatan otot. Hormon testosteron akan meningkat ketika laki-laki beranjak remaja, meningkat dan kurangnya hormon ini tentu berdampak pada fertilitas salah satunya adalah produksi GnRH. 

Dampak Meningkatnya Hormon Testosteron pada GnRH

Meningginya testosteron ini memiliki banyak faktor, bisa diakibatkan oleh penggunaan steroid anabolik, PCOS, hiperplasia adrenal kongenital (CAH), tumor ovarium atau testis tumor ovarium dan testis, efek samping dari terapi hormon dll. Tingginya hormon ini ternyata juga berdampak pada infertilitas.

Kadar testosteron yang tinggi dapat menghambat produksi GnRH, ketika kadar testosteron meningkat, otak menerima sinyal untuk mengurangi pelepasan GnRH dari hipotalamus. Hal ini mengakibatkan penurunan sekresi LH dan FSH dari kelenjar pituitari, yang pada gilirannya menghambat produksi sperma di testis.

Pria dengan kadar testosteron tinggi sering mengalami penurunan jumlah sperma dan kualitas sperma, yang dapat mengurangi kemungkinan pembuahan sel telur. Gangguan hormon reproduksi pada tingginya kadar testosteron dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon lainnya, yang berdampak pada siklus reproduksi. Untuk kadar testosteron yang dianggap normal pada pria berusia antara 19 dan 39 tahun berkisar antara 300 dan 1000 ng/dL

Upaya Mengelola Kadar Testosteron

Untuk mengurangi kadar testosteron yang tinggi dan dampaknya terhadap GnRH, beberapa langkah yang bisa diambil meliputi:

  1. Pemeriksaan medis rutin dapat dilakukan secara berkala untuk mendeteksi masalah hormonal lebih awal.
  2. Perubahan gaya hidup dengan mengadopsi pola makan sehat, rutin berolahraga, dan mengelola stres dapat membantu menyeimbangkan kadar hormon.

 

Kadar testosteron yang tinggi dapat menghambat produksi GnRH, yang berdampak negatif pada kesuburan dan keseimbangan hormonal secara keseluruhan. Memahami hubungan antara kedua hormon ini sangat penting bagi pria dan wanita dalam menjaga kesehatan reproduksi mereka. Jika sister dan paksu mengalami gejala dari permasalahan tersebut, untuk dapat melakukan langkah terbaik dalam membuat keputusan agar tidak sampai berdampak fatal. Untuk informasi menarik lainnya dapat diakses melalui Instagram kami di @menujuduagris.id.

Referensi

https://hellosehat.com/kehamilan/kesuburan/hormon-gnrh/

 https://id.wikipedia.org/wiki/Agonis_hormon_pelepas_gonadotropin

https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/biomedik/article/download/12329/11910/24585

 https://ojs.unud.ac.id/index.php/jvet/article/download/53115/41819

https://www.halodoc.com/artikel/dampak-kelebihan-dan-kekurangan-hormon-testosteron?srsltid=AfmBOopsnAE_HO0RUu_nTMZI1it5dr9Q863_yzgMnAzZub-1b4OaRAjn

https://hellosehat.com/pria/gangguan-hormon-pria/dampak-kelebihan-hormon-testosteron/

https://www-buzzrx-com.translate.goog/blog/signs-of-high-testosterone-in-men?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=sge&_x_tr_hist=true

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

Memahami Endometriosis dan Risiko Kehamilan Ektopik

October 1, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Endometriosis adalah kondisi di mana jaringan yang mirip dengan lapisan dalam rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim, seperti di tuba falopi, ovarium, atau jaringan panggul lainnya. Pertumbuhan ini dapat menyebabkan peradangan, nyeri, dan pembentukan jaringan parut. Pahami lebih lanjut yuk!

Endometriosis di Indonesia

Endometriosis merupakan salah satu penyakit peradangan umum yang ditandai dengan adanya sel-sel endometrium di luar rongga rahim. Diperkirakan penyakit ini menyerang 10% wanita usia reproduksi. Patogenesisnya meliputi berbagai macam kelainan, termasuk perlengketan, proliferasi, dan gangguan sinyal sel. 

Di Indonesia sendiri, data insidensi dan prevalensi endometriosis belum dapat dipastikan karena kurangnya studi. Namun, terdapat laporan dari salah satu RSUD dr. Soetomo, di Surabaya, yang menyatakan bahwa endometriosis terjadi pada 13,6-69% wanita yang mengalami infertilitas

Penyakit ini dikaitkan dengan penurunan kualitas hidup yang signifikan akibat nyeri panggul kronis dan juga dapat menyebabkan infertilitas. Salah satu komplikasi endometriosis yang paling serius adalah kehamilan ektopik (EP). 

Endometriosis dan Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik (EP) merupakan komplikasi serius pada awal kehamilan dan didefinisikan sebagai kehamilan yang tertanam di luar rongga rahim. Kondisi ini memengaruhi 1–2% dari semua wanita hamil dan merupakan penyebab utama kematian ibu pada trimester pertama. Paling sering, implantasi yang tidak tepat terjadi di tuba falopi (kehamilan ektopik tuba TEP) karena perjalanan fisiologis embrio.

Tidak hanya observasi klinis yang mungkin menunjukkan bahwa kehamilan ektopik dapat dikaitkan dengan endometriosis karena anatomi tubo-ovarium yang berubah, tetapi juga beberapa studi kohort dan kasus-kontrol telah menunjukkan hubungan tersebut. 

Meta analisis terbaru dari 15 studi menunjukkan bahwa ada kemungkinan hubungan antara endometriosis hal ini ditunjukkan bagaimana analisis dari Nurses Health Study II yang mengkonfirmasi adanya hubungan antara endometriosis dan kehamilan ektopik. Meski demikian setidaknya ada beberapa hal yang sister dapat lakukan untuk mengurangi potensi adanya kehamilan ektopik, diantaranya adalah: 

Upaya Mengurangi Endometriosis dan Kehamilan Ektopik

  1. Menjaga berat badan ideal, wanita dengan berat badan berlebih atau obesitas memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami endometriosis.
  2. Menghindari merokok, merokok telah terbukti meningkatkan risiko endometriosis. Berhenti merokok tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan secara keseluruhan, tetapi juga dapat mengurangi risiko perkembangan endometriosis
  3. Pencegahan infeksi menular seksual (IMS), Menghindari hubungan seksual tanpa perlindungan dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat membantu mencegah IMS, yang merupakan faktor risiko utama untuk kehamilan ektopik.
  4. Deteksi dini dan pengobatan, melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mendeteksi gejala awal endometriosis, selain itu juga dapat melakukan tes darah dan ultrasound untuk mendeteksi kehamilan ektopik sejak dini
  5. Pola hidup sehat, menjalani gaya hidup sehat dengan pola makan seimbang, olahraga teratur, dan menjaga berat badan ideal juga berkontribusi pada kesehatan reproduksi secara keseluruhan, sehingga dapat mengurangi risiko kehamilan ektopik

 

Endometriosis  hadir sebagai salah satu faktor dengan resiko penting untuk kehamilan ektopik, karena kemampuannya untuk merusak tuba falopi dan mengganggu fungsi normal saluran reproduksi. Jika sister mengidap endometriosis lebih lanjut dapat mendapatkan pemantauan dan perawatan medis yang tepat untuk mengurangi risiko komplikasi, termasuk kehamilan ektopik. Untuk informasi menarik lainnya sister dapat melihat di Instagram @menujuduagrid.id

Referensi

Coste J., Bouyer J., Job-Spira N. Epidemiology of Ectopic Pregnancy: Incidence and Risk Factors. Contracept. Fertil. Sex. 1992. 1996;24:135–139. 

Farland L.V., Prescott J., Sasamoto N., Tobias D.K., Gaskins A.J., Stuart J.J., Carusi D.A., Chavarro J.E., Horne A.W., Rich-Edwards J.W., et al. Endometriosis and Risk of Adverse Pregnancy Outcomes. Obstet. Gynecol. 2019;134:527–536. doi: 10.1097/AOG.0000000000003410

Rahmawati DS. Gambaran Karakteristik dan Pencarian Pelayanan Kesehatan Pada Penderita Endometriosis di Klinik Fertilitas Graha Amerta RSUD DR. Soetomo Surabaya. 2019

Weström L., Joesoef R., Reynolds G., Hagdu A., Thompson S.E. Pelvic Inflammatory Disease and Fertility. A Cohort Study of 1,844 Women with Laparoscopically Verified Disease and 657 Control Women with Normal Laparoscopic Results. Sex. Transm. Dis. 1992;19:185–192. doi: 10.1097/00007435-199207000-00001

https://www.liputan6.com/hot/read/5529542/kehamilan-ektopik-gejala-penyebab-cara-mengatasi-dan-cara-mencegahnya

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

Mengenali Period Poverty di Indonesia sebagai Wujud Ketimpangan Gender

September 30, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Period poverty, atau kemiskinan menstruasi hadir sebagai masalah global yang dihadapi oleh banyak perempuan dan remaja di seluruh dunia. Hal ini berkaitan dengan kekurangan akses terhadap produk menstruasi yang layak, pendidikan tentang menstruasi, dan fasilitas sanitasi yang memadai.

Pada fenomena ini perlu sister ketahui, karena awal mula reproduksi dimulai dari masa menstruasi jika masa ini terganggu maka akan berpotensi pada masa yang akan datang bahkan sampai kepada ketidakpahaman tentang fertilitas, untuk itu ketahui lebih lanjut yuk! Baca sampai akhir ya! 

Memahami Period Poverty

Period Poverty atau kemiskinan menstruasi adalah kondisi di mana individu yang menstruasi, terutama perempuan, mengalami kesulitan dalam mengakses produk menstruasi yang diperlukan, seperti pembalut, tampon, atau cawan menstruasi. Masalah ini juga mencakup kurangnya akses ke fasilitas sanitasi yang memadai, seperti toilet bersih dan air untuk mencuci. Menurut United Nations Population Fund (UNPF), sekitar 500 juta orang di seluruh dunia tidak memiliki akses yang memadai untuk mengelola kebersihan menstruasi.

Period Poverty di Indonesia

Stigma masyarakat  turut  andil  dalam  permasalahan  ini.  Bagaimana pembicaraan yang  berkaitan dengan kesehatan reproduksi masih dianggap tabu dan berdampak pada pembatasan ruang aman dan akses terhadap permasalahan yang krusial ini. UNICEF bahkan menemukan bahwa 25 persen remaja perempuan di Indonesia tak pernah berdiskusi tentang menstruasi sebelum mereka mendapatkannya. Artinya, topik menstruasi masih dianggap tabu. Akibatnya, informasi seputar kesehatan menstruasi pun tak tersebar secara merata.

Data juga menemukan, sebanyak 2 dari 3 perempuan di daerah urban dan 41 persen perempuan dari wilayah pedesaan yang mengganti pembalut setiap 4-8 jam sekali. Padahal, normalnya pembalut harus diganti saat terasa penuh. Keadaan tersebut adalah bentuk dari period poverty. 

Di Indonesia masalah tersebut tidak hanya menjadi masalah akses terhadap produk sanitasi, tetapi juga mencerminkan ketimpangan gender yang lebih luas dalam masyarakat. Keterbatasan akses  terhadap  produk  menstruasi  dan  fasilitas  sanitasi yang  memadai  lebih lanjut akan  berdampak signifikan pada kesehatan, pendidikan, dan partisipasi sosial perempuan. 

Solusi untuk Period Poverty

  1. Pendidikan dan kesadaran, dengan tidak menganggap tabu dan secara eksplisit diajarkan melalui pendidikan tentang menstruasi di sekolah dan masyarakat. 
  2. Akses ke produk menstruasi, baik organisasi non-pemerintah dan pemerintah perlu bekerja sama untuk menyediakan produk menstruasi gratis atau dengan harga terjangkau, terutama di daerah yang kurang beruntung. 
  3. Meningkatkan fasilitas sanitasi, diperlukannya program infrastruktur sanitasi yang baik di sekolah dan tempat umum sangat penting. 
  4. Dukungan kebijakan, pemerintah dapat mengembangkan kebijakan terutama dalam Kebutuhan Hidup Layak (KHL) untuk mendukung akses universal ke produk menstruasi dan pendidikan kesehatan reproduksi. 

 

Period poverty harusnya hadir sebagai isu serius yang mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan perempuan di seluruh dunia. dengan memahami period poverty maka kedepannya baik perempuan maupun laki-laki akan menjadi semakin memahami pentingnya reproduksi dan menjadi tau tentang fungsi-fungsi biologis lainnya. Untuk informasi menarik lainnya bisa melalui Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

Hennegan, J., Shannon, A. K., Rubli, J., Schwab, K. J., & Melendez-Torres, G. J. (2019). Women’s and girls’ experiences of menstruation in low-and middle-income  countries: A systematic review and qualitative metasynthesis. PLoS Medicine, 16(5), e1002803

https://www.konde.co/2022/01/potret-period-poverty-susahnya-perempuan-akses-sanitasi-saat-menstruasi/

https://www.konde.co/2024/02/period-poverty-sediakan-pembalut-stop-stigma-sebagai-perempuan-kotor-karena-menstruasi/?tztc=1

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20231017144515-255-1012321/mengenal-period-poverty-yang-disorot-di-tengah-ramai-pembalut-reject

https://www.researchgate.net/publication/376224803_Literatur_Review_Penyebab_dan_Dampak_Period_Poverty_di_Indonesia

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

  • « Go to Previous Page
  • Page 1
  • Interim pages omitted …
  • Page 85
  • Page 86
  • Page 87
  • Page 88
  • Page 89
  • Interim pages omitted …
  • Page 97
  • Go to Next Page »

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Endometriosis dan Infeksi Panggul Ternyata Ada Hubungan Lho!
  • Yoga untuk PCOS: Tunggu Dulu yuk Cari Tau Bagaimana Bukti Ilmiah yang Lebih Dalam dari Sekadar Relaksasi
  • Diet dan Endometriosis: Apa yang Kita Makan Ternyata Ikut “Bicara” di Dalam Tubuh
  • Low-FODMAP Diet dan Endometriosis: Cara “Menjinakkan” Gejala Usus yang Sering Ikut Datang
  • Terlihat Sehat Tapi Peluang Hamil Bisa Menurun Ini Penjelasan Ilmiahnya

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.