• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

Artikel Pejuang Dua Garis

Fertility Bootcamp MDG & Sunfert: Memahami Faktor Kesuburan Pria

October 19, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

 

Bootcamp Fertilitas MDG Sunfert yang ke-3 sukses diselenggarakan pada tanggal 18 Oktober 2024 dengan tema “Faktor Kesuburan Pria.” Acara ini menghadirkan Dr. Eeson Sinthamoney, seorang spesialis fertilitas. Acara ini dihadiri oleh sekitar 300 peserta dari berbagai negara melalui platform Zoom.

Acara dibuka oleh Mizz Rosie founder  Menuju Dua Garis dan Chef Ken, yang berbagi pengalaman pribadi mereka sebagai “pejuang dua garis” dalam menghadapi masalah fertilitas. Chef Ken secara terbuka menceritakan tentang kondisinya yang mengalami infertilitas sperma jenis OAT (Oligozoospermia, Asthenozoospermia, Teratozoospermia). Dengan membagikan pengalaman ini, mereka berharap dapat memberikan motivasi kepada komunitas “Menuju Dua Garis.” Chef Ken menyampaikan pesan kepada para suami agar tidak merasa sedih atau kecil hati, menekankan bahwa mereka tidak sendirian. “Fokuslah pada solusi dan cara untuk mencapainya,” katanya.

Selanjutnya, Dr. Eeson Sinthamoney memberikan materi mendalam tentang infertilitas pada pria, yang mencakup berbagai aspek seperti:

– Memahami anatomi dan fisiologi sistem reproduksi pria

– Pengaturan hormon dan komposisi cairan mani

– Karakteristik semen dan kelainan pada sperma

– Penyebab utama dan penyebab lain yang kurang umum dari infertilitas pria

– Faktor genetik, diagnosis, dan pilihan pengobatan untuk infertilitas pria

– Teknik pengambilan sperma secara bedah pada pasien azoospermia

– Prognosis untuk infertilitas pria

Dalam kesimpulannya sebelum sesi tanya jawab, Dr. Eeson menekankan pentingnya tidak meremehkan masalah infertilitas pria, dengan menyatakan, “Ini bukan masalah kecil, kebanyakan terkait genetika, perlu dilakukan tes lebih lanjut, dan jangan membuang waktu.”

Sesi tanya jawab berlangsung sangat menarik dengan antusiasme tinggi dari para peserta, yang terbukti dengan lebih dari 150 pertanyaan yang diajukan melalui Slido. Salah satu pertanyaan menonjol datang dari seorang peserta bernama Zuwita, yang menanyakan tentang kasus azoospermia dengan kadar FSH, LH, dan prolaktin yang tinggi, inhibin rendah, tidak merokok, tidak mengkonsumsi alkohol, dan hasil USG testis yang tidak menunjukkan adanya sumbatan. Ia ingin mengetahui apa penyebab dari kondisi tersebut.

Acara ini berhasil memberikan informasi yang sangat berharga serta membangun rasa kebersamaan di antara para peserta. Untuk informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagris.id dan @sunfertindonesia

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

Bootcamp MDG & Sunfert Hari Kedua: “Ketidaksuburan Wanita” bersama dr. Lim Lei Jun

October 16, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Surabaya Indonesia, Bootcamp hari kedua dengan tema “Ketidaksuburan Wanita” yang dipandu oleh dr. Lim Lei Jun, seorang spesialis fertilitas dari Sunfert International Fertility Centre, berlangsung sukses pada tanggal 12 Oktober 2024. Acara ini dibuka dengan hangat oleh host Estivani, dan diikuti sambutan inspiratif dari Mizz Rosie, founder komunitas Menuju Dua Garis, yang memberikan apresiasi kepada Dr. Lim.

Dalam sesi ini, Dr. Lim membahas berbagai aspek penting seputar ketidaksuburan, dimulai dengan definisi ketidaksuburan itu sendiri. Pembahasan dilanjutkan dengan penyebab-penyebab ketidaksuburan, termasuk kondisi umum seperti Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) dan Endometriosis. Dr. Lim juga menyoroti pentingnya penanganan berbasis masalah untuk membantu para peserta memahami kondisi mereka lebih baik.

Acara ini mendapatkan antusiasme tinggi dari para peserta, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan. Sebanyak 300 pertanyaan terkumpul, menunjukkan betapa mendalamnya keingintahuan dan kebutuhan akan informasi yang tepat terkait fertilitas. Salah satu pertanyaan anonim yang mencolok bertanya, “Is it possible to have a regular cycle (27-29 days), normal blood sugar, AMH, BMI, but still be anovulatory? Is it part of PCOS? What causes it and how to treat it?” Pertanyaan ini menggambarkan masih banyaknya ketidakpahaman yang ada di masyarakat mengenai isu fertilitas.

Kehadiran bootcamp ini bertujuan untuk menyediakan platform bagi para pejuang garis biru untuk mengakses informasi yang akurat dan bermanfaat. Dengan kolaborasi antara para ahli dan komunitas, kami berharap dapat memberdayakan lebih banyak wanita dalam perjalanan mereka menuju kesehatan reproduksi yang lebih baik.

Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi Instagram kami yaitu @menujuduagaris.id dan @sunfertindonesia, jangan lupa untuk pantau terus ya! Karena aka nada sesi 3 bahkan 4 di minggu yang akan datang.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

Fertility Bootcamp: Memulai Perjalanan Menuju Keberhasilan IVF

October 15, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Surabaya, 11 Oktober 2024 – Menuju Dua Garis berkolaborasi dengan Sunfert telah berhasil mengadakan acara “Fertility Bootcamp” yang didukung oleh Prodia telah  sukses diadakan secara online, dihadiri oleh 400 peserta dari berbagai penjuru Indonesia. Acara ini dipandu oleh host Estivani dan dibuka dengan sesi pengantar oleh Mizz Rosie selaku founder Menuju Dua Garis, yang memperkenalkan kegiatan, tujuan dan ajakan untuk bersinergi menjadi pejuang dua garis.

Sesi pertama dimulai dengan materi “What to Prepare & Expect When About to Start IVF” yang disampaikan oleh CT Ong, seorang konselor berlisensi dan terdaftar di Malaysia. Peserta sangat antusias mengikuti sesi ini, yang memberikan wawasan berharga bagi mereka yang sedang menjalani proses IVF.

Resonansi positif dari acara ini terlihat jelas melalui interaksi di kolom chat. Banyak peserta mengungkapkan kegembiraan dan semangat untuk saling mendukung dalam perjalanan mereka. Selvy Hardiyanti Bintang mengungkapkan, “di sini kita jadi punya banyak teman seperjuangan semangat ya untuk kita semua,” sementara Rini menambahkan, “Mizz Rosi, terima kasih sudah ada untuk support kami pejuang dua garis.”

Acara ini tidak hanya memberikan informasi penting, tetapi juga membangun komunitas bagi para pejuang dua garis di Indonesia. Dengan dukungan dari Menuju Dua Garis dan Sunfert, diharapkan kegiatan ini dapat terus memperkuat semangat dan pengetahuan para peserta dalam menghadapi tantangan yang ada.

Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi Instagram kami yaitu @menujuduagaris.id dan @sunfertindonesia, jangan lupa untuk pantau terus ya! Karena aka nada sesi 2, 3 bahkan 4 di minggu yang akan datang.

 

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

Waspada pada Sexually Transmitted Infections (STIs) dan Pengaruhnya pada Fertilitas

October 14, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Sexually Transmitted Infections (STIs) merupakan masalah kesehatan global yang signifikan, tetapi memiliki dampak yang luas terhadap kesehatan reproduksi, termasuk fertilitas. Dalam artikel ini, MDG akan membahas hubungan antara STIs dan fertilitas, serta bagaimana mekanisme yang mendasari dampak tersebut.

Memahami apa itu  STIs

Menurut data terbaru  terdapat lebih dari 30 jenis bakteri, virus, dan parasit yang dapat ditularkan melalui kontak seksual. Pada tahun 2020, diperkirakan ada 374 juta infeksi baru di seluruh dunia, dengan prevalensi STIs seperti klamidia dan gonore yang tinggi. Di Indonesia sendiri, prevalensi STIs mencapai 6% pada tahun 2022.

Salah satu infeksi yang berhubungan dengan fertilitas adalah Klamidia, dimana ia bisa sebagai penyebab utama infertilitas wanita, klamidia dapat menyebabkan penyakit radang panggul atau PID, jika tidak diobati perempuan dengan riwayat infeksi klamidia memiliki tingkat kehamilan spontan yang lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak terinfeksi.

Infeksi lainnya yang berhubungan dengan fertilitas adalah gonore, seperti klamidia gonore juga dapat menyebabkan PID. Selain itu, infeksi ini dapat merusak epididimis pada pria, dan bahkan mengganggu transportasi sperma. Yang terakhir adalah mycoplasma genitalium, Meskipun sering asimptomatik, infeksi ini dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan pada organ reproduksi. Kemudian kira-kira apa yang dapat dilakukan agar terhindar dari virus tersebut?

Upaya Pencegahan dan Deteksi Dini

Deteksi dini dan pengobatan STIs sangat penting untuk mencegah dampak jangka panjang terhadap fertilitas. Beberapa langkah pencegahan meliputi:

  1. Pemeriksaan rutin, melakukan tes STI secara rutin bagi individu yang aktif secara seksual dapat membantu mendeteksi infeksi lebih awal.
  2. Edukasi kesehatan seksual, hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran mengenai risiko STIs dan pentingnya penggunaan alat pelindung seperti kondom yang dapat mengurangi penyebaran infeksi.
  3. Akses ke perawatan kesehatan, dengan memastikan akses mudah ke layanan kesehatan untuk diagnosis dan pengobatan STIs adalah kunci untuk mengurangi dampaknya terhadap fertilitas.

 

STIs memiliki dampak signifikan terhadap fertilitas baik pada pria maupun wanita. Dengan memahami hubungan ini dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat, sister dapat mengurangi risiko infertilitas terkait STIs. Untuk informasi menarik lainnya ada di Instagram @menujuduagris.id jangan lupa untuk follow ya!

Referensi

  • https://journal.fikes-umw.ac.id/index.php/mjph/article/view/311
  • https://www.yourfertility.org.au/everyone/health-medical/sexually-transmitted-infections-stis
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5193130/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8634744/
  • https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/sexually-transmitted-infections-(stis)
  • https://www.mdpi.com/1422-0067/22/4/2170
  • https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/sexually-transmitted-diseases
  • https://www.researchgate.net/publication/375121945_The_Impact_of_Sexually_Transmitted_Infections_on_Male_and_Female_Infertility_Literature_Review

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

In Vitro Fertilization (IFV) sebagai Harapan dan Tantangan pada Pasangan

October 11, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Pasangan yang mencari pengobatan fertilitas khususnya fertilisasi in vitro (IVF), dilain sisi memberi harapan tapi di lain sisi juga memiliki banyak tantangan. Salah satunya akan dihadapkan pada stres emosional. Keadaan ini dapat menjadi buruk oleh pengobatan yang tidak berhasil.

Reaksi umum selama IVF adalah kecemasan dan depresi, sedangkan setelah IVF yang tidak berhasil, perasaan sedih, depresi, dan marah muncul. Setelah perawatan IVF yang berhasil, orang tua yang menjalani IVF mengalami lebih banyak stres selama kehamilan dibandingkan orang tua yang ‘normal dan subur’. Apakah keadaan ini juga sister alami? Yuk kita lihat bagaimana pengaruh psikologis sangat krusial pada program IVF, baca sampai habis ya!

IVF dan Pengaruh Psikologis

Stres psikologis dapat mempengaruhi siklus IVF. Pertama, ada beberapa bukti bahwa tekanan psikologis dapat menyebabkan diregulasi dalam lingkungan mikro uterus dan mempengaruhi kemampuan untuk hamil. Kedua stres psikologis mempengaruhi siklus IVF adalah dengan mempengaruhi tingkat terputus dan penghentian perawatan. Bukti menunjukkan bahwa dukungan pasangan sangat penting dalam meringankan beban stres terkait infertilitas dan dengan demikian pasangan pria harus dilibatkan selama seluruh proses perawatan.

Selain itu, dukungan sosial dan keluarga mempengaruhi perawatan infertilitas, oleh karena itu profesional kesehatan harus mengeksplorasi kualitas jaringan sosial dan mendorong pencarian dukungan positif dari keluarga dan pasangan. Terakhir, kedepannya pola penanganan pasangan juga memainkan peran penting dalam kemampuan pasangan lain untuk mengatasi pengalaman infertilitas. Selain ini semua, masih ada yang perlu dipertimbangkan dari internal yaitu diri sendiri.

Strategi untuk Manajemen Diri Sendiri

Dalam hal ini setiap individu diperlukan untuk menjaga kesehatan, mengurangi tingkat stres, dan berpartisipasi dalam aktivitas yang bermakna dan menyenangkan, sister dapat mengelolanya tentu dengan beberapa tindakan diantaranya adalah:

  1. Pengelolaan stress melalui Identifikasi sumber stress baik di tempat kerja, di rumah, yang berkaitan dengan sister. Cari cara untuk mengurangi tekanan, ini mungkin termasuk meninjau kembali jumlah komitmen yang ambil, dan belajar untuk lebih tegas dalam mengatakan ‘tidak’.
  2. Perubahan gaya hidup, menambahkan olahraga ke dalam rutinitas harian atau mingguan, menyediakan waktu untuk hubungan sosial yang bermakna, memastikan sister juga memiliki waktu istirahat setiap hari. Semua ini dapat membantu mengurangi stres serta membantu mengelola gejala kecemasan.
  3. Sister juga dapat mempertimbagkan kehadiran kelompok pendukung & forum internet, bagi sebagian orang, terhubung dengan orang lain yang mengalami pengalaman serupa sangatlah mendukung.
  4. Pelatihan relaksasi, proses ini dapat dilakukan dengan menangkan pikiran dan kurangi ketegangan otot dengan pernapasan dalam, meditasi, imajinasi terbimbing, dan relaksasi otot progresif.

 

Ketakutan selama proses IVF adalah hal yang wajar dan umum dialami oleh banyak pasangan. Dengan pemahaman yang baik tentang prosedur dan dukungan emosional yang tepat, sister dapat lebih siap menghadapi tantangan ini. Karena mengatasi rasa takut bukan hanya penting untuk kesehatan mental tetapi juga untuk meningkatkan peluang keberhasilan program bayi tabung. Untuk informasi menarik lainnya dapat diakses melalui Instagram @Menujuduagris.id

Referensi

  • Smeenk JM, Verhaak CM, Stolwijk AM, Kremer JA, Braat DD. Reasons for dropout in an in vitro fertilization/intracytoplasmic sperm injection program. Fertil Steril. 2004;81(2):262–8.
  • Verhaak CM, Smeenk JM, van Minnen A, Kremer JA. Kraaimaat FW. A longitudinal, prospective study on emotional adjustment before, during and after consecutive fertility treatment cycles. Human reproduction (Oxford, England). 2005;20(8):2253–60.
  • Verhaak CM, Smeenk JM, Evers AW, Kremer JA, Kraaimaat FW, Braat DD. Women’s emotional adjustment to IVF: a systematic review of 25 years of research. Hum Reprod Update. 2007;13(1):27–36.
  • Eugster A, Vingerhoets AJ. Psychological aspects of in vitro fertilization: a review. Social science & medicine (1982). 1999;48(5):575–89.
  • https://www.cope.org.au/planning-a-family/happening/mental-health-and-ivf/anxiety-and-ivf/

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

Azoospermia Kesuburan Pria yang Perlu diketahui

October 10, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Faktor terjadinya infertilitas pada pria dapat disebabkan oleh faktor internal dan external dari tubuh pria. Faktor internal melibatkan kelainan DNA yang mengkode asam amino pada pembentukan protein khusus yang berfungsi pada pembentukan jaringan reproduksi pria maupun proses spermatogenesis. Sedangkan faktor eksternal terjadi akibat adanya paparan terhadap zat-zat tertentu baik sengaja maupun tidak disengaja.

Azoospermia adalah kondisi medis yang ditandai dengan tidak adanya sperma dalam air mani saat ejakulasi, yang berkontribusi pada sekitar 10-15% kasus kemandulan pada pria. Berdasarkan penyebabnya, azoospermia dapat dibagi menjadi dua jenis utama azoospermia obstruktif dan azoospermia non-obstruktif. MDG pada kesempatan kali ini akan membahas azoospermia menurut beberapa ahli, baca sampai habis ya!

2 Jenis Azoospermia 

Azoospermia memiliki 2 jenis yang berbeda, pertama obstruktif obstruktif terjadi ketika ada penyumbatan di saluran reproduksi pria, yang menghalangi sperma untuk dikeluarkan saat ejakulasi. Beberapa penyebab meliputi, cedera trauma pada area genital, Infeksi atau peradangan kondisi seperti epididimitis dapat menyebabkan pembengkakan dan penyumbatan. Penyebab lainnya adalah kista, pembentukan kista di saluran reproduksi dapat menghalangi aliran sperma. Terakhir dari faktor ejakulasi retrograde di mana air mani masuk ke dalam saluran kemih alih-alih keluar dari penis.

Azoospermia obstruktif menyumbang sekitar 40% dari semua kasus azoospermia. Pengobatan untuk kondisi ini sering kali melibatkan prosedur bedah untuk menghilangkan penyumbatan atau memperbaiki saluran yang terpengaruh.

Sebaliknya, azoospermia non-obstruktif disebabkan oleh gangguan dalam produksi sperma di testis. Penyebabnya bisa bervariasi, termasuk gangguan hormon, seperti hipogonadisme dan hiperprolaktinemia dapat mempengaruhi produksi sperma.

Kemudian ada Kelainan genetic, sindrom klinefelter dan kelainan kromosom lainnya dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk memproduksi sperma. Yang terakhir adalah melihat Kondisi testis seperti kriptorkismus (testis tidak turun) dan sertoli cell-only syndrome (di mana hanya sel Sertoli yang ada di testis) juga bisa menjadi faktor.

Azoospermia non-obstruktif menyumbang sekitar 60% dari kasus azoospermia. Penanganan yang dapat dilakukan dapat melibatkan terapi hormon atau teknik reproduksi berbantu seperti pengambilan sperma dari testis.

Gejala dan Diagnosis

Gejala utama dari azoospermia adalah ketidakmampuan untuk memiliki anak. Banyak pria tidak menyadari bahwa mereka mengalami azoospermia hingga pasangan mereka mengalami kesulitan untuk hamil. Diagnosis biasanya dilakukan melalui analisis air mani dan pemeriksaan fisik, serta tes tambahan seperti pemindaian dan tes genetik untuk menentukan penyebab spesifik.

Azoospermia menjadi salah satu masalah kesuburan yang signifikan bagi pria, dengan dua tipe utama yang memiliki penyebab dan penanganan berbeda. Memahami perbedaan antara azoospermia obstruktif dan non-obstruktif sangat penting untuk menentukan langkah-langkah pengobatan yang tepat. Jika sister atau paksu mengalami kesulitan untuk hamil, untuk dapat melakukan konsultasikan dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut. Informasi menarik lainnya ada di Instagram kami di @menujuduagris.id.

Referensi

  • Akbar, A. (2020). Gambaran Faktor Penyebab Infertilitas Pria Di Indonesia: Meta Analisis. Jurnal Pandu Husada, 1(2), 66-74.
  • https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1740/azoospermia
  • https://www.alodokter.com/seputar-azoospermia-penyebab-kemandulan-pada-pria
  • https://www.alomedika.com/penyakit/andrologi/azoospermia
  • https://www.alodokter.com/azoospermia
  • https://www.mountelizabeth.com.sg/id/health-plus/article/male-infertility-causes
  • https://hellosehat.com/kehamilan/kesuburan/masalah-kesuburan/azoospermia/
  • https://media.neliti.com/media/publications/177765-azoospermia-a-genomic-review-1ce06c30.pdf
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK578191/

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis

  • « Go to Previous Page
  • Page 1
  • Interim pages omitted …
  • Page 85
  • Page 86
  • Page 87
  • Page 88
  • Page 89
  • Interim pages omitted …
  • Page 98
  • Go to Next Page »

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Stres, Hormon, dan Infertilitas: Ketika Pikiran dan Tubuh Saling Mempengaruhi Kesuburan
  • Faktor Sederhana yang Ternyata Bisa Mempengaruhi Kesuburan
  • Nyeri Saat Berhubungan pada Endometriosis: Kenapa Banyak yang Diam dan Tidak Tahu Harus Ke Mana
  • Antioksidan Tidak Selalu Aman: Ketika “Terlalu Sehat” Justru Mengganggu Kesuburan
  • Stres Oksidatif dan Kualitas Sperma: Peran Telomer yang Jarang Dibahas dalam Infertilitas

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.