• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

diabetes

Hamil Lewat Program Bayi Tabung dan Punya Diabetes? Waspadai Risiko Ini!

June 9, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Di antara sister dan paksu ada dari kalian yang melakukan program hamil harus dibantu dengan teknologi seperti program bayi tabung atau disebut dengan  Assisted Reproductive Technology (ART). Tapi bagaimana jika sister memiliki diabetes melitus (DM) sejak sebelum hamil?

Apa itu Diabetes Melitus dan Penyebabnya?

Diabetes melitus atau kencing manis adalah penyakit gangguan metabolisme yang menyebabkan tingginya kadar gula darah di atas normal. Kadar gula darah (glukosa) berfungsi sebagai sumber energi sel dalam tubuh. Diabetes juga disertai gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin.

Diabetes melitus memiliki beberapa tipe dengan penyebab dan penanganan yang berbeda. Diabetes tipe 1 adalah penyakit autoimun yang menyebabkan tubuh menyerang sel pankreas penghasil insulin, biasanya muncul di usia anak-anak atau remaja. Diabetes tipe 2 merupakan jenis paling umum dan terjadi karena resistensi insulin, dipengaruhi oleh faktor genetik dan gaya hidup seperti obesitas. Diabetes gestasional muncul selama kehamilan akibat hormon dari plasenta yang mengganggu kerja insulin, dan risikonya meningkat pada ibu dengan berat badan berlebih. Ada juga diabetes tipe spesifik yang disebabkan oleh kondisi genetik tertentu, penyakit pankreas, atau penggunaan obat/zat kimia. Selain itu, terdapat kondisi langka bernama diabetes insipidus yang tidak terkait dengan diabetes melitus, serta pradiabetes yang merupakan tahap awal peningkatan gula darah sebelum mencapai level diabetes tipe 2.

Diabetes Melitus dan ART

Bahkan fakta menunjukkan pada perempuan dengan diabetes yang menjalani program ART. Hasilnya menunjukkan bahwa perempuan dengan diabetes yang sudah ada sebelumnya lebih berisiko mengalami komplikasi, baik untuk ibu maupun bayinya.

Risiko untuk Ibu diantaranya adalah kelahiran prematur lebih sering terjadi, plasenta previa (posisi plasenta menutupi jalan lahir) dan pendarahan berlebihan saat hamil. Namun, risiko solusio plasenta (plasenta lepas sebelum waktunya) tidak berbeda signifikan.

Sedangkan risiko pada bayi diantaranya adalah bayi berukuran besar untuk usia kehamilan lebih sering ditemukan, Lebih banyak bayi yang lahir dari ibu dengan diabetes perlu dirawat di NICU dan Salah satu studi bahkan menemukan kemungkinan peningkatan risiko kematian bayi, meskipun data ini masih terbatas

Kalau kamu atau pasanganmu punya riwayat diabetes dan sedang merencanakan program bayi tabung, penting untuk tahu bahwa kondisi kesehatan pra-kehamilan sangat menentukan. Badan yang tidak terkontrol bisa meningkatkan risiko komplikasi serius.

Tapi jangan khawatir, ini bukan berarti program bayi tabung jadi mustahil, setidaknya kalian harus rutin cek dan kontrol gula darah sebelum dan selama program hamil, konsultasi dengan dokter spesialis kandungan dan endokrin dan dapat mulai menyusun rencana hamil yang aman dan personal. Program bayi tabung memang membuka harapan besar bagi banyak pasangan, tapi persiapan kesehatan tetap kunci. Kalau ada diabetes sejak sebelum hamil, penting banget untuk tahu bahwa risikonya bisa lebih tinggi. Dengan pemantauan ketat dan pendekatan tim medis yang tepat, kehamilan sehat tetap sangat mungkin terjadi. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Zymperdikas, C. F., Zymperdikas, V. F., Mastorakos, G., Grimbizis, G., & Goulis, D. G. (2022). Assisted reproduction technology outcomes in women with infertility and preexisting diabetes mellitus: a systematic review. Hormones, 1-9.
  • https://www.ekahospital.com/better-healths/mengenal-penyebab-dan-gejala-diabetes-melitus-mengenal-diabetes-melitus-ini-penyebab-gejala-dan-pengobatannya

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: ART, diabetes, program hamil

Apakah Aspermia pada Pria Muda Penderita Diabetes Berdampak pada Infertilitas?

June 6, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Aspermia sendiri merupakan kondisi ketika paksu mengalami orgasme tanpa mengeluarkan sperma. Kondisi ini disebut juga sebagai orgasme kering (dry orgasm). Aspermia dapat terjadi sesekali dan hilang dengan sendirinya, tetapi bisa juga terjadi dalam jangka panjang dan berdampak pada kesuburan pria.

Aspermia dapat terjadi ketika air mani atau sperma berkurang. Bisa juga akibat adanya sumbatan pada saluran sperma sehingga air mani dan sperma tidak dapat dikeluarkan saat ejakulasi.

Beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab aspermia adalah Operasi prostat (prostatektomi), Operasi kandung kemih, Vasektomi, Radioterapi pada organ reproduksi pria misalnya testis dan prostat, Kelainan genetik yang mengganggu fungsi organ reproduksi, Kadar hormon testosteron yang terlalu rendah, Ejakulasi terbalik Infeksi, misalnya orchitis dan epididimitis, Varikokel, Sumbatan di saluran sperma atau saluran kemih dan Multiple sclerosis dan Cedera tulang belakang. Sekarang bagaimana jika kondisi ini jika terjadi pada laki-laki dengan diabetes? Yuk ketahui lebih lanjut!

Aspermia dan Diabetes

Diabetes melitus bukan hanya soal gula darah, karena kondisi kronik ini juga bisa menyentuh aspek kehidupan yang lebih dalam dan personal, termasuk kesuburan. Salah satu komplikasi yang jarang dibicarakan tapi nyata terjadi adalah aspermia. Fakta bahwa kondisi saat pria tidak bisa mengeluarkan air mani saat ejakulasi. Sekitar 40% pria penderita diabetes bisa mengalami kondisi ini, dan dampaknya tidak main-main terhadap peluang mereka menjadi seorang ayah. Lalu bagaimana jika pada paksu yang memiliki kondisi ini ingin melakukan program hamil?

Penanganan Melalui Kombinasi Bedah dan Terapi Obat

Masalah ejakulasi seperti ejakulasi kering atau gagal emisi pada pria dengan diabetes bukan hal yang bisa dianggap sepele. Ini bisa menjadi bagian dari komplikasi diabetes jangka panjang, khususnya yang memengaruhi pembuluh darah dan sistem saraf otonom yang mengatur fungsi seksual dan reproduksi.

Salah satu pendekatan yang bisa dilakukan adalah kombinasi antara tindakan bedah dan terapi medis. Misalnya, bila ditemukan kondisi varikokel (pelebaran pembuluh darah di skrotum), prosedur varikokelektomi dapat dilakukan untuk memperbaiki aliran darah di sekitar testis. Dalam beberapa kasus, bisa juga dilakukan tindakan ekstraksi sperma dari testis (TESE) untuk mengetahui kondisi spermatogenesis secara langsung.

Selain itu, terapi obat juga bisa menjadi bagian penting dalam pemulihan fungsi ejakulasi. Salah satu pilihan yang digunakan adalah Imipramine, yaitu obat antidepresan trisiklik yang telah ditemukan memiliki efek positif terhadap ejakulasi, terutama pada pria dengan diabetes. Obat ini bekerja dengan memengaruhi saraf dan otot yang terlibat dalam proses ejakulasi.

Dengan pendekatan yang tepat dan dilakukan secara bertahap, kemungkinan pemulihan fungsi ejakulasi tetap terbuka. Jika kualitas sperma setelah terapi membaik, prosedur seperti inseminasi intrauterin (IUI) bisa menjadi langkah selanjutnya dalam program kehamilan.

Yang penting untuk diingat paksu, infertilitas bukan hanya soal jumlah sperma tetapi juga bagaimana tubuh bekerja untuk mengeluarkannya. Dan ya diabetes memang bisa memengaruhi proses ini. Tapi kabar baiknya, penanganan tetap bisa dilakukan dengan pendekatan menyeluruh, bukan hanya fokus pada satu aspek saja. Jangan lupa tetap melakukan pemeriksaan ke dokter kalian yaa! Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Aghajani, M. M. R., Golsorkhtabaramiri, M., & Mirabi, P. (2021). Treatment of aspermia (anejaculation) in a diabetic infertile man (a case report). Journal of Clinical and Translational Endocrinology: Case Reports, 20, 100083.
  • https://www.alodokter.com/aspermia

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: aspermia, diabetes, infertilitas, laki-laki, sperma

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Stres, Hormon, dan Infertilitas: Ketika Pikiran dan Tubuh Saling Mempengaruhi Kesuburan
  • Faktor Sederhana yang Ternyata Bisa Mempengaruhi Kesuburan
  • Nyeri Saat Berhubungan pada Endometriosis: Kenapa Banyak yang Diam dan Tidak Tahu Harus Ke Mana
  • Antioksidan Tidak Selalu Aman: Ketika “Terlalu Sehat” Justru Mengganggu Kesuburan
  • Stres Oksidatif dan Kualitas Sperma: Peran Telomer yang Jarang Dibahas dalam Infertilitas

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.