• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

endometriosis

SERM untuk Endometriosis: Harapan Baru atau Masih Sekadar Wacana?

June 1, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Sister dan paksu pasti pernah dengar salah satu penyebab infertilitas yaitu endometriosis. Infertilitas ini tentu lebih tidak asing buat banyak perempuan, apalagi yang sering mengalami nyeri haid hebat atau dispareunia (nyeri saat berhubungan intim). 

Penyakit ini terjadi saat jaringan yang seharusnya tumbuh di dalam rahim malah tumbuh di luar rahim. Kondisi ini kronis, berulang, dan bisa jadi biang masalah kesuburan. Nah kira-kira ada tidak ya penanganan yang tepat? Yuk pahami lebih lanjut!

SERM untuk Endometriosis

Kita tahu bahwa selama ini, pengobatan endometriosis umumnya fokus pada penekanan siklus menstruasi untuk meredakan gejala. Tapi, seiring berkembangnya penelitian, muncullah harapan baru seperti selective oestrogen receptor modulators  (SERM). Obat ini digadang-gadang bisa menargetkan hormon estrogen biang keladi utama dalam pertumbuhan jaringan endometriosis.

Nah karena endometriosis bergantung pada estrogen, para peneliti ingin tahu: bisakah SERM bekerja efektif untuk mengontrol gejala dan perkembangan endometriosis? 

Hasil studi menunjukkan bahwa raloxifene belum memberikan harapan yang meyakinkan dalam penanganan endometriosis; nyeri panggul justru lebih cepat kambuh dibanding plasebo, tidak ada bukti kuat terkait penurunan gejala lain seperti kista ovarium, sakit kepala, atau depresi, dan kualitas hidup mental malah lebih baik pada kelompok plasebo. Selain itu, tingkat kekambuhan endometriosis dan dampak terhadap kesuburan maupun biaya pengobatan masih belum jelas karena keterbatasan data dan hanya berasal dari satu studi kecil dengan kualitas bukti sangat rendah.

Jadi SERM faktanya belum bisa digunakan sebagai pengobatan efektif, lalu apa yang dapat dilakukan?

Penanganan endometriosis 

Saran seperti yang kutip oleh aladokter.com pengobatan bisa meliputi obat pereda nyeri seperti ibuprofen dan diklofenak, serta terapi hormon yang bekerja dengan menekan produksi estrogen, seperti pil KB, Gn-RH analog, progestogen, hingga danazol. 

Terapi ini efektif mengontrol gejala, namun bisa menimbulkan efek samping seperti perubahan suasana hati dan berat badan. Bila gejala tak membaik, dokter dapat menyarankan operasi, mulai dari laparoskopi (operasi minimal invasif), laparotomi (sayatan besar), hingga histerektomi (pengangkatan rahim), tergantung pada tingkat keparahan dan rencana kesuburan pasien. 

Catatan buat sister yang sedang berjuang dengan endometriosis, setiap tubuh itu unik. Apa yang berhasil untuk satu orang belum tentu cocok untuk yang lain. Diskusikan semua pilihan pengobatan dengan dokter dan jangan ragu untuk mencari second opinion. Baca informasi menarik lainnya di Instagram kami @menujuduagaris.id

Referensi 

  • Van Hoesel, M. H., Chen, Y. L., Zheng, A., Wan, Q., & Mourad, S. M. (2021). Selective oestrogen receptor modulators (SERMs) for endometriosis. Cochrane Database of Systematic Reviews, (5).
  • https://www.alodokter.com/endometriosis/pengobatan

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: Beda Endometriosis dan Adenomiosis, endometriosis, hormon, SERM

Endometriosis, IVF & Beyond: Live Q&A with Prof. Dr. Prasanna Supramaniam

April 22, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Surabaya, 21 April 2025 – Komunitas Menuju Dua Garis (MDG) kembali menyapa sister dan paksu melalui sesi live Instagram yang digelar pada 21 April pukul 19.00 WIB. Kali ini, MDG menghadirkan sesi spesial bertajuk “Endometriosis, IVF & Beyond” bersama Prof. Dr. Prasanna Supramaniam, seorang tokoh penting dalam dunia fertilitas internasional.

Dipandu oleh Mizz Rosie, salah satu founder MDG, sesi ini menjadi momen berharga bagi para pejuang garis dua untuk mendapatkan pemahaman lebih dalam mengenai endometriosis dan isu-isu terkait fertilitas secara langsung dari ahlinya. Prof. Dr. Prasanna adalah konsultan obstetri dan ginekologi yang menempuh pendidikan dan pelatihan di Inggris, termasuk di Oxford University Hospitals NHS Trust. Ia menyandang gelar MB ChB, MSc, serta MRCOG dari Oxford, dan merupakan Minimally Invasive Gynaecological Surgeon bersertifikasi dari ESGE dengan CCT lanjutan dari Oxford.

Diskusi berlangsung sangat interaktif dan personal, dengan fokus utama pada endometriosis, apakah termasuk inflamasi, dan bagaimana pengaruhnya terhadap kesuburan. Prof. Prasanna menjelaskan bahwa endometriosis memang merupakan kondisi inflamasi yang terjadi di luar rahim dan dapat memengaruhi kemampuan reproduksi seseorang. Penanganan yang lebih dini menjadi kunci untuk menentukan langkah terbaik dalam menghadapi infertilitas.

Sesi live ini juga berkembang menjadi diskusi luas yang mencakup topik PCOS, hormon, serta pendekatan pengobatan seperti penggunaan probiotik. Prof. Prasanna menekankan bahwa setiap kasus bersifat unik dan membutuhkan pendekatan individual sesuai kondisi pasangan.

Beragam pertanyaan personal dari audiens turut mewarnai acara, seperti pertanyaan dari akun @frsny.za mengenai kemungkinan memiliki keturunan bagi penderita endometriosis dan adenomiosis dengan AMH 0,1, serta dari @elyysiia yang menanyakan keamanan konsumsi DHEA bagi penderita endometriosis. Antusiasme para peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan keterlibatan mereka sepanjang acara.

Bagi sister dan paksu yang belum sempat menyaksikan, rekaman live ini tersedia di akun Instagram resmi MDG: @menujuduagaris.id. Jangan lupa follow untuk mendapatkan informasi seputar fertilitas, edukasi medis, dan event menarik lainnya.

Sampai jumpa di forum-forum MDG berikutnya!

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: endometriosis, instagram, IVF, live

  • « Go to Previous Page
  • Page 1
  • Interim pages omitted …
  • Page 3
  • Page 4
  • Page 5

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Stres, Hormon, dan Infertilitas: Ketika Pikiran dan Tubuh Saling Mempengaruhi Kesuburan
  • Faktor Sederhana yang Ternyata Bisa Mempengaruhi Kesuburan
  • Nyeri Saat Berhubungan pada Endometriosis: Kenapa Banyak yang Diam dan Tidak Tahu Harus Ke Mana
  • Antioksidan Tidak Selalu Aman: Ketika “Terlalu Sehat” Justru Mengganggu Kesuburan
  • Stres Oksidatif dan Kualitas Sperma: Peran Telomer yang Jarang Dibahas dalam Infertilitas

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.