• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

kangker

Setelah Kanker Sembuh… Masih Adakah Kesempatan Punya Anak?

April 5, 2026 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Bagi banyak pria, diagnosis kanker datang seperti jeda mendadak dalam hidup. Semua rencana seakan berhenti digantikan oleh satu fokus utama adalah sembuh. Di fase ini, hampir semua keputusan diarahkan untuk satu tujuan itu. Memulai kemoterapi secepat mungkin. Menjalani radioterapi. Atau operasi. Apa pun yang bisa meningkatkan peluang bertahan hidup.

Tapi di tengah semua itu, ada satu hal yang sering tidak sempat dipikirkan bagaimana dengan kesuburan di masa depan?

Ketika Pengobatan Menyelamatkan, Tapi Juga Mengubah

Seiring perkembangan dunia medis, semakin banyak pasien kanker yang berhasil melewati masa pengobatan dan hidup lebih lama. Ini tentu kabar baik. Namun, di balik itu, muncul realitas lain yang mulai dirasakan setelah fase kritis terlewati ketika kehidupan perlahan kembali normal, dan keinginan untuk membangun keluarga mulai muncul. Di sinilah banyak yang baru menyadari pengobatan kanker yang dijalani ternyata tidak hanya menargetkan sel kanker, tetapi juga bisa berdampak pada sel-sel lain yang sensitif termasuk sel pembentuk sperma.

Kemoterapi dan radioterapi bekerja dengan menyerang sel yang berkembang cepat.
Sayangnya, sel sperma termasuk dalam kategori ini. Akibatnya, kualitas sperma bisa menurun drastis. Jumlahnya berkurang. Pergerakannya terganggu. Bahkan dalam beberapa kondisi, sperma bisa tidak terbentuk sama sekali.

Yang sering tidak disadari, kondisi ini tidak selalu muncul setelah terapi. Pada beberapa kasus, kanker itu sendiri sudah lebih dulu memengaruhi kualitas sperma, bahkan sebelum pengobatan dimulai.

Sebuah Kesempatan yang Sering Terlewat

Di tengah kompleksitas itu, sebenarnya ada satu langkah sederhana yang bisa dilakukan sejak awal menyimpan sperma sebelum terapi dimulai. Proses ini dikenal sebagai sperm cryopreservation yaitu pembekuan sperma untuk digunakan di masa depan. Secara konsep, ini seperti “menyimpan peluang”. Bukan untuk sekarang, tapi untuk nanti ketika kondisi sudah memungkinkan, dan keinginan untuk memiliki anak muncul.

Apa yang Terjadi di Lapangan? Sebuah studi besar yang menganalisis data dari 16 bank sperma di China selama lebih dari satu dekade mencoba melihat bagaimana praktik ini berjalan di dunia nyata. Hasilnya cukup menarik. Di satu sisi, jumlah pria dengan kanker yang mulai menyimpan sperma memang meningkat dari tahun ke tahun.
Ini menunjukkan bahwa kesadaran mulai tumbuh. Namun di sisi lain, jumlahnya masih jauh dari ideal. Banyak pasien terutama usia muda yang belum memanfaatkan kesempatan ini. Padahal faktanya adalah:

  • Pada beberapa jenis kanker, seperti kanker testis, kualitas sperma sudah lebih rendah sejak awal
  • Pada pasien leukemia, sebagian bahkan sudah tidak memiliki sperma sebelum terapi dimulai
  • Dan dari seluruh sperma yang disimpan, hanya sebagian kecil yang benar-benar digunakan

Saat seseorang baru didiagnosis kanker, waktu terasa sempit. Keputusan harus diambil cepat. Fokus tertuju pada pengobatan yang harus segera dimulai. Dalam kondisi seperti itu, pembicaraan tentang kesuburan sering kali terasa “tidak mendesak”. Padahal, justru di fase itulah waktu terbaik untuk mengambil keputusan terkait fertility preservation. Karena setelah terapi dimulai, pilihan itu bisa menjadi jauh lebih terbatas atau bahkan hilang sama sekali.

Menyimpan sperma bukan hanya tentang teknologi atau prosedur. Ini tentang memberikan ruang untuk harapan di masa depan. Bukan berarti semua orang pasti akan menggunakannya. Tapi setidaknya, pilihan itu tetap ada. Dan dalam perjalanan hidup yang penuh ketidakpastian, memiliki pilihan adalah sesuatu yang sangat berharga.

Kemajuan pengobatan kanker telah mengubah banyak hal. Dari yang dulu fokus pada “bertahan hidup”, sekarang mulai bergeser ke “bagaimana menjalani hidup setelahnya”. Kesuburan adalah bagian dari kualitas hidup itu.

Karena pada akhirnya, sembuh dari kanker bukan hanya tentang melewati penyakitnya tetapi juga tentang bagaimana seseorang bisa kembali merencanakan masa depan,
termasuk kemungkinan untuk membangun keluarga. Dan mungkin, semua itu bisa dimulai dari satu langkah kecil yang dilakukan di waktu yang tepat. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Liu, X., Wang, Q., Sheng, H., Liang, X., Wang, Z., Meng, T., … & Zhang, X. (2024). Fertility preservation in males with cancer of trends, region development, and efficacy in mainland China from 16 regions Chinese sperm banks. Journal of Assisted Reproduction and Genetics, 41(7), 1893-1906.

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: anak, kangker, laki-laki, reproduksi

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Endometriosis dan Infeksi Panggul Ternyata Ada Hubungan Lho!
  • Yoga untuk PCOS: Tunggu Dulu yuk Cari Tau Bagaimana Bukti Ilmiah yang Lebih Dalam dari Sekadar Relaksasi
  • Diet dan Endometriosis: Apa yang Kita Makan Ternyata Ikut “Bicara” di Dalam Tubuh
  • Low-FODMAP Diet dan Endometriosis: Cara “Menjinakkan” Gejala Usus yang Sering Ikut Datang
  • Terlihat Sehat Tapi Peluang Hamil Bisa Menurun Ini Penjelasan Ilmiahnya

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.