• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

masturbasi

Masturbasi Atipikal dan Masalah Seksual: Apa Pengaruhnya terhadap Program Hamil?

May 25, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Bagi sister dan paksu juga perlu memahami tentang cara masturbasi yang ternyata bisa berdampak pada keberhasilan program hamil. Bahkan sebuah studi baru mengungkap bahwa cara masturbasi yang tidak biasa dapat berkontribusi pada erectile dysfunction (ED), terutama pada pria yang juga mengalami pre-mature ejaculation (PE). Wah bagaimana ini terjadi? yuk pahami lebih lanjut!

Yuk Pahami apa itu Pre-mature Ejaculation (PE) atau Disfungsi Ereksi

Ejakulasi dini (PE) adalah jenis disfungsi seksual yang terjadi saat seseorang mengalami orgasme dan ejakulasi lebih cepat dari yang diinginkannya atau pasangannya. Hal ini sering terjadi sebelum atau sesaat setelah penetrasi saat berhubungan seksual. Ejakulasi dini dapat menjadi pengalaman yang membuat frustasi bagi pasangan seksual Anda serta membuat kehidupan seks kalian menjadi kurang menyenangkan. Sehingga ini berdampak pada program hamil yang bisa jadi sedang paksu dan sister jalani.

Sebuah penelitian menemukan bahwa beberapa pria memiliki kebiasaan masturbasi yang tidak lazim, seperti menggesekkan alat kelamin lewat pakaian atau menggosok dalam posisi tengkurap. Pola seperti ini, jika berlangsung lama dan menjadi kebiasaan utama dalam meraih orgasme, bisa membuat tubuh dan otak terbiasa merespons rangsangan secara terbatas. Akibatnya, saat melakukan hubungan seksual yang normal dengan pasangan, respon seksual bisa terganggu, misalnya sulit mencapai ereksi atau kesulitan mempertahankan ereksi sampai ejakulasi terjadi. Kebiasaan seperti ini berpotensi menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko terjadinya disfungsi ereksi. Lalu apakah ini disebut sebagian dari sebab susahnya hamil?

Kenapa Cara Masturbasi Bisa Berpengaruh pada Infertilitas?

Perilaku masturbasi yang tidak lazim dapat menciptakan pola respon seksual yang terbentuk kuat seiring waktu. Tubuh dan otak jadi terbiasa merespons rangsangan dalam kondisi tertentu saja. Ketika seseorang kemudian berada dalam hubungan seksual yang “normal”, tubuh tidak memberikan respon yang sama.

Dampaknya terhadap Kesuburan, di sinilah keterkaitannya dengan infertilitas muncul. Bagi pasangan yang sedang mencoba memiliki anak, hubungan seksual yang sehat dan teratur adalah kunci. Jika ada hambatan seperti ejakulasi terlalu cepat atau tidak tuntas, maka kemungkinan kehamilan bisa berkurang.

Beberapa dampak langsung dari kondisi DE dan PE terhadap kesuburan antara lain:

  • Ejakulasi terjadi sebelum penetrasi optimal, sehingga sperma tidak tersalurkan ke dalam vagina

  • Ereksi tidak bertahan cukup lama untuk menyelesaikan hubungan seksual

  • Frekuensi hubungan seksual menurun akibat tekanan psikologis dari masalah performa

Bahkan jika kualitas sperma pria tergolong baik, hambatan dalam fungsi seksual bisa tetap menghalangi terjadinya kehamilan secara alami.

Perlu Evaluasi Menyeluruh, Bukan Hanya Sperma

Sering kali fokus evaluasi infertilitas hanya tertuju pada analisis sperma. Padahal, aspek lain seperti fungsi seksual dan perilaku masturbasi juga bisa memainkan peran penting. Dalam kasus ejakulasi dini yang disertai disfungsi ereksi, kebiasaan masturbasi sebaiknya turut ditanyakan dan dievaluasi.

Keterbukaan antara pasangan dan konsultasi ke tenaga kesehatan menjadi langkah penting. Mengenali bahwa kebiasaan tertentu bisa berkontribusi terhadap masalah reproduksi adalah awal dari solusi yang lebih menyeluruh.

Kalau sister dan paksu juga merasakan gangguan seksual dan sedang dalam program hamil, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Masalah ini umum terjadi dan bisa diatasi asal ditangani secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi medis, tapi juga dari sisi psikologis dan perilaku. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Kafkasli, A., Yazici, O., Can, U., Coskun, A., Boz, M. Y., Karatas, B., & Kece, C. (2021). Traumatic masturbation syndrome may be an important cause of erectile dysfunction in pre‐mature ejaculation patients. Andrologia, 53(9), e14168.
  • https://my-clevelandclinic-org.translate.goog/health/diseases/15627-premature-ejaculation?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=sge&_x_tr_hist=true

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: infertilitas, laki-laki, masturbasi, pasangan, perempuan, program hamil

Primary Sidebar

Recent Posts

  • AMH Rendah dan Peluang IVF: Apa yang Sebenarnya Terjadi di Dalam Ovarium?
  • Diminished Ovarian Reserve (DOR) dan Premature Ovarian Insufficiency (POI): Serupa Tapi Tak Sama
  • Low AMH, Masih Ada Harapan?
  • POI Selain Donor Sel Telur Apa Ada Pilihan Lain??
  • Transcutaneous Electrical Acupoint Stimulation (TEAS): Terapi Akupuntur Tanpa Jarum untuk Mendukung Program IVF

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.