• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

MESA

Kenali Teknik Pengambilan Sperma yang Paling Efektif untuk Azoospermia Obstruktif

May 8, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

 

Fakta bahwa infertilitas tidak hanya disebabkan oleh perempuan tapi juga laki-laki, salah satunya adalah berhubungan dengan kualitas dan jumlah sperma. Dan kasus ini disebut sebagai azoospermia, MDG alan membahas lebih lanjut  tentang azoospermia obstruktif, karena pada kasus ini sering sekali ditemui. 

Azoospermia ini bisa juga dipahami sebagai pasca-testis, dimana adanya penyumbatan atau hilangnya koneksi di sepanjang saluran reproduksi. Laki-laki tetap memproduksi sperma tetapi sperma tersebut terhalang untuk keluar. Jenis ini juga disebut azoospermia obstruktif. Ini adalah jenis yang paling umum, yang memengaruhi hingga 40% orang dengan azoospermia.

Nah, ada beberapa teknik pengambilan sperma yang biasa digunakan, dan muncul pertanyaan: mana yang paling efektif? salah satunya antara dua teknik yang paling sering digunakan adalah PESA dan MESA. Tapi sebelum itu pahami dulu yuk apa perbedaan dari dua prosedur ini.

Apa Bedanya PESA dan MESA?

PESA (Percutaneous Epididymal Sperm Aspiration) adalah prosedur yang relatif simpel. Nggak perlu operasi besar, bisa dilakukan cepat, tanpa rawat inap, dan biayanya pun lebih terjangkau. Banyak sumber menyebut PESA cocok dijadikan pilihan pertama apalagi kalau kondisi pasien memungkinkan.

Tapi ada satu hal penting kalau melihat dari angka-angka keberhasilan dalam mengambil sperma yang benar-benar bisa dipakai, justru MESA (Microsurgical Epididymal Sperm Aspiration) yang unggul.

MESA dilakukan dengan bantuan mikroskop bedah, sehingga proses pengambilannya lebih presisi. Hasilnya? Tingkat pengambilan sperma lebih tinggi, dan peluang untuk kriopreservasi (pembekuan sperma untuk nanti) juga lebih besar.

Apa kerugian MESA?

Mikroskop operasi dan keterampilan khusus diperlukan untuk mengidentifikasi saluran yang paling mungkin berisi sperma. Prosedur ini memerlukan anestesi umum atau spinal dan melibatkan sayatan di skrotum untuk mendapatkan akses ke satu atau kedua testis.

PESA merupakan cara yang cepat dan murah untuk mendapatkan sperma dari epididimis. Namun, MESA merupakan metode yang lebih disukai untuk mendapatkan sperma motil dalam jumlah yang lebih banyak untuk kriopreservasi atau ICSI. Akibatnya, biaya keseluruhan MESA lebih tinggi daripada PESA perkutan.

Teknik ini melibatkan sayatan pada kulit; karena itu, ada risiko kecil terjadinya infeksi luka dan hematoma.

Dalam kasus di mana tidak ada sperma yang ditemukan, maka perlu dilakukan pemeriksaan ke dalam testis untuk mencari sperma yang layak, suatu prosedur yang disebut TESE atau ekstraksi sperma testis.

Jadi, Mana yang Lebih Baik?

Kalau tujuannya benar-benar ingin dapat sperma dengan kualitas terbaik dan peluang simpan jangka panjang, MESA bisa jadi pilihan yang lebih optimal.

Tapi bukan berarti PESA kalah sepenuhnya. Banyak yang tetap memilih PESA karena lebih praktis dan hemat. Bahkan beberapa menyarankan untuk coba PESA dulu, baru lanjut ke MESA kalau ternyata tidak berhasil. Wah bagaimana menarik bukan? jadi sister dan paksu apakah sudah ada bayangan akan pilih prosedur mana? dua-duanya memiliki kelebihan dan kekurangan, untuk itu kalian harus benar-benar berkonsultasi dengan dokter agar tidak terjadi kesalahan dalam mengambil keputusan. Untuk informasi menarik lainnya bisa follow Instagram @menujuduagaris.id. 

Referensi

  • Fraietta, R., De Carvalho, R., & Vasconcellos, F. (2022). WHAT IS THE BEST TECHNIQUE TO RECOVER SPERMATOZOA FROM OBSTRUCTIVE AZOOSPERMIC PATIENTS?. Fertility and Sterility, 118(4), e292-e293.
  • https://my-clevelandclinic-org.translate.goog/health/diseases/15441-azoospermia?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=sge&_x_tr_hist=true
  • https://www.ivftreatmentistanbul.com/pesa-tesa-mesa

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: azoo, infertilitas, laki-laki, MESA, PESA, sperma

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Apa yang Terjadi di Ovarium Hari demi Hari: Memahami Perjalanan Sel Telur Sebelum Ovulasi
  • Sindrom Kallmann: Ketika Gangguan Penciuman Berkaitan dengan Kesuburan Mengenal Sindrom Kallmann
  • Mengapa Cadangan Ovarium Bisa Menurun Lebih Cepat?
  • Bagaimana Peran DNA dalam Infertilitas Perempuan
  • Apakah Operasi Ovarium Bisa Memengaruhi Pertumbuhan Folikel?

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.