
Pada beberapa perempuan dengan endometriosis, kista dapat terbentuk di ovarium. Kista ini sering disebut sebagai kista endometriosis atau kista coklat. Isinya berupa darah lama yang menumpuk dari waktu ke waktu.
Ketika kista ini menimbulkan nyeri hebat atau ukurannya semakin besar, dokter terkadang menyarankan operasi pengangkatan kista.
Namun setelah operasi dilakukan, tidak sedikit perempuan yang mulai bertanya-tanya, Apakah operasi ovarium bisa memengaruhi cadangan sel telur? Apakah pertumbuhan folikel bisa ikut terpengaruh? Pertanyaan ini wajar muncul, karena ovarium adalah tempat di mana folikel berkembang dan sel telur matang setiap siklusnya.
Ovarium dan Folikel: Hubungan yang Sangat Halus
Di dalam ovarium terdapat ribuan folikel kecil. Folikel ini berisi sel telur yang masih berada dalam tahap “tidur”. Setiap bulan, sebagian kecil folikel akan mulai berkembang. Biasanya hanya satu yang akhirnya benar-benar matang dan dilepaskan saat ovulasi.
Proses ini terjadi dalam lingkungan yang sangat sensitif. Folikel membutuhkan aliran darah yang baik, jaringan ovarium yang sehat, serta keseimbangan hormon yang stabil. Ketika salah satu faktor ini terganggu, pertumbuhan folikel juga bisa ikut terpengaruh.
Apa yang Terjadi Saat Operasi Ovarium?
Operasi pengangkatan kista endometriosis bertujuan untuk mengangkat jaringan kista yang menempel di ovarium. Namun dalam praktiknya, batas antara kista dan jaringan ovarium sering kali sangat tipis.
Artinya, saat kista diangkat, ada kemungkinan sebagian kecil jaringan ovarium yang sehat ikut terangkat bersama kista tersebut. Jaringan inilah yang sebenarnya menyimpan folikel-folikel kecil.
Selain itu, proses pembedahan juga bisa meninggalkan jaringan parut kecil pada ovarium. Walaupun biasanya tidak menimbulkan masalah besar, perubahan ini bisa memengaruhi lingkungan tempat folikel berkembang.
Dalam beberapa kasus, aliran darah di area ovarium juga dapat sedikit berubah setelah tindakan operasi. Apakah Artinya Operasi Selalu Berbahaya untuk Ovarium? Tidak selalu. Pada banyak perempuan, ovarium masih bisa berfungsi dengan baik setelah operasi. Siklus menstruasi tetap berjalan, dan ovulasi tetap terjadi.
Namun pada sebagian perempuan, terutama yang sudah memiliki cadangan ovarium yang terbatas, operasi bisa memberikan dampak yang lebih terasa. Itulah sebabnya dokter biasanya akan mempertimbangkan banyak hal sebelum memutuskan apakah operasi benar-benar diperlukan.
Hal yang sering membuat situasi ini menjadi rumit adalah bahwa endometriosis sendiri juga dapat memengaruhi ovarium. Kista endometriosis dapat menciptakan lingkungan yang penuh peradangan di sekitar ovarium. Kondisi ini bisa memengaruhi kualitas sel telur dan perkembangan folikel. Jadi dalam banyak kasus, sulit untuk mengatakan apakah perubahan pada ovarium disebabkan oleh kistanya, operasinya, atau kombinasi keduanya.
Mengapa Keputusan Operasi Harus Dipertimbangkan dengan Matang?
Karena setiap perempuan memiliki kondisi yang berbeda. Beberapa faktor yang biasanya dipertimbangkan antara lain: ukuran kista, tingkat nyeri yang dialami, usia pasien, cadangan ovarium dan rencana kehamilan di masa dekat
Pada sebagian perempuan, operasi memang sangat membantu untuk mengurangi nyeri dan memperbaiki kualitas hidup. Namun pada kondisi lain, terutama ketika pasien sedang merencanakan program kehamilan, dokter mungkin akan memilih pendekatan yang lebih hati-hati.
Operasi ovarium, khususnya untuk mengangkat kista endometriosis, memang dapat memengaruhi lingkungan tempat folikel berkembang. Hal ini bisa terjadi karena sebagian jaringan ovarium ikut terangkat atau karena perubahan kecil pada struktur ovarium setelah operasi.
Namun dampaknya tidak selalu sama pada setiap perempuan. Banyak yang tetap memiliki fungsi ovarium yang baik setelah operasi, sementara pada sebagian lainnya perubahan tersebut bisa lebih terasa. Karena itu, keputusan mengenai operasi biasanya tidak diambil secara terburu-buru. Dokter akan mempertimbangkan kondisi ovarium, keluhan yang dialami, serta rencana kehamilan di masa depan. Pendekatan yang tepat akan membantu menjaga keseimbangan antara mengatasi penyakit dan melindungi potensi kesuburan.
Referensi
- Li, Y., Gong, Y., Jiang, H., & Ji, M. (2025). Impact of endometriotic cystectomy on ovarian reserve function and ovulation induction outcomes in women with endometriosis undergoing assisted reproductive technology. Frontiers in Endocrinology, 16, 1687765.
