• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

rahim

Jadi paham dengan Infertilitas Melalui Bentuk Rahim

March 10, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Sister dan paksu yang sedang mengusahakan kehamilan, pasti sudah tahu bahwa salah satu bagian yang paling penting adalah rahim, nah alangkah baiknya jika lebih paham tentang bentuk rahim, MDG akan membahas lebih lanjut. Baca sampai habis ya! 

Rahim dan Kesuburan: Apa Hubungannya?

Rahim Tentu saja hadir sebagai salah satu organ penting dalam sistem reproduksi perempuan. Agar bisa hamil dengan lancar, rahim sebaiknya memiliki struktur yang normal tanpa kelainan bawaan. Namun, beberapa perempuan mengalami anomali uterus kongenital, yaitu kelainan bentuk rahim yang terjadi sejak lahir. Salah satu jenis yang paling umum adalah uterus bersepta, di mana terdapat sekat di dalam rahim yang bisa mempengaruhi kesuburan.

Infertilitas atau kesulitan hamil dialami sekitar 10%–15% wanita usia subur. Ada banyak penyebabnya, seperti gangguan ovulasi, masalah di saluran tuba, faktor dari pasangan pria, hingga kelainan bentuk rahim. Meski hubungan antara uterus bersepta dan infertilitas masih diperdebatkan, banyak dokter yang merekomendasikan operasi untuk menghilangkan sekat ini agar meningkatkan peluang kehamilan.

Bentuk Rahim yang Berbeda, Peluang Hamil yang Berbeda?

Dalam menjawab pertanyaan tersebut ada sebuah penelitian yang membandingkan bentuk dan ukuran rahim pada tiga kelompok perempuan, Ada perbedaan signifikan dalam ukuran rahim antara kelompok yang subur dan tidak subur. Beberapa faktor yang berpengaruh antara lain adalah panjang rahim secara keseluruhan, panjang rongga rahim, rasio panjang dan lebar rahim dan diameter rahim dari depan ke belakang. Melihat faktor tersebut memperlihatkan bagaimana bentuk dan ukuran rahim memang bisa mempengaruhi peluang kehamilan! Nah salah satu anatomi rahim yang bermasalah adalah Uterus Bersepta. Uterus bersepta menjadi salah satu kelainan bawaan pada rahim yang menyebabkan rahim terbagi menjadi dua rongga. Kelainan ini terjadi karena adanya dinding jaringan yang membentang di tengah rahim

Haruskah Uterus Bersepta Dioperasi?

Banyak dokter menyarankan operasi reseksi septum untuk perempuan dengan uterus bersepta yang mengalami kesulitan hamil. Namun, alangkah baiknya jika sebelum memutuskan operasi, penting untuk mengevaluasi ukuran dan bentuk rahim terlebih dahulu. Tidak semua wanita dengan uterus bersepta mengalami masalah kesuburan, jadi keputusan untuk menjalani prosedur medis ini harus benar-benar dipertimbangkan.

Kelainan bentuk rahim, seperti uterus bersepta, memang bisa mempengaruhi kesuburan, tetapi tidak selalu menjadi penyebab utama infertilitas. Jika sister atau seseorang yang sister dan paksu kenal mengalami masalah kesuburan, sebaiknya untuk konsultasikan dengan dokter untuk mengevaluasi bentuk rahim secara menyeluruh sebelum mengambil tindakan medis.

Dengan memahami faktor-faktor yang berpengaruh pada kesuburan, nantinya bisa membuat keputusan yang lebih tepat untuk meningkatkan peluang kehamilan. Informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi 

  • Sevindik, B., Unver Dogan, N., Secilmis, O., Uysal, E., Fazliogullari, Z., & Karabulut, A. K. (2023). Differences in the anatomical structure of the uterus between fertile and infertile individuals. Clinical Anatomy, 36(5), 764-769.
  • https://www.healthline.com/health/septate-uterus

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: anatomi, infertilitas, kehamilan, rahim

Faktor Uterus dalam Infertilitas: Yuk, Kenali Penyebabnya

March 8, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Sister, kita semua tahu kalau uterus alias rahim punya peran super penting dalam perjalanan menuju kehamilan. Makanya, kalau ada masalah di uterus, bisa berpengaruh ke kesuburan. Beberapa kondisi yang bisa mempengaruhi kesuburan ini antara lain malformasi bawaan, miom, polip endometrium, perlengketan (sinekia intrauterin), benda asing, hingga infeksi kronis alias endometritis.

Tapi tenang, sister! Masalah pada rahim ini sebenarnya relatif jarang terjadi dibandingkan dengan gangguan ovulasi atau masalah pada tuba falopi. Tapi, tetap penting buat tahu dan waspada bukan? Yuk, kita bahas lebih lanjut!

Pengaruh Kondisi Uterus terhadap Kesuburan

Gangguan pada rahim bisa menyebabkan pertumbuhan atau pematangan endometrium terganggu, yang akhirnya bisa berujung pada gagalnya implantasi embrio. Untuk mendeteksi kondisi ini, sister dan paksu diberikan beberapa rekomendasi pemeriksaan yang bisa dilakukan, seperti:

  • USG panggul & HSG untuk melihat kondisi rahim dan saluran tuba
  • Sonohysterography (SIS) yang menggunakan cairan garam untuk gambaran endometrium yang lebih jelas
  • Histeroskopi, prosedur paling akurat buat melihat langsung rongga rahim dan bisa sekaligus mengatasi masalah seperti massa atau perlengketan

Lalu, kondisi apa saja sih yang bisa bikin uterus berpengaruh pada kesuburan? Yuk, kita ulas satu per satu!

Macam-Macam Gangguan Uterus yang Bisa Mempengaruhi Kesuburan

Mioma Uteri (Fibroid Rahim)

Sister pernah dengar mioma alias fibroid rahim? Ini adalah tumor jinak yang bisa tumbuh di berbagai bagian rahim. Yang jadi pertanyaan, apakah miom bikin susah hamil? Jawabannya tentu bergantung pada lokasi dan ukurannya.

Mioma submukosa atau yang dekat dengan lapisan dalam rahim lebih berpengaruh terhadap kesuburan dibandingkan dengan mioma di tempat lain. Sementara itu, mioma intramural (di dalam dinding rahim) dan mioma subserosa (di bagian luar rahim) efeknya terhadap kesuburan masih menjadi perdebatan. Selain bentuknya, mioma juga bisa mengeluarkan zat proinflamasi seperti prostaglandin dan TGF-beta, yang bisa mengganggu proses implantasi embrio. 

Polip Endometrium

Selain mioma, polip endometrium juga bisa mengganggu implantasi embrio. Kenapa? Karena polip ini bikin embrio susah menempel di lapisan rahim yang sehat. Makanya, kalau ada polip, sebaiknya segera diangkat supaya peluang hamil semakin besar

Anomali Uterus (Kelainan Bawaan Rahim)

Kalau dari lahir rahim punya bentuk yang tidak biasa, seperti:

  • Uterus bikornis (rahim bercabang dua)
  • Uterus septum (ada sekat di tengah rahim)
  • Uterus bikornis (rahim hanya berkembang di satu sisi)

Sebagian besar anomali ini lebih sering berhubungan dengan keguguran berulang atau kelahiran prematur, bukan infertilitas langsung. Tapi kalau memang bikin sulit hamil atau sering keguguran, dokter bisa menyarankan tindakan medis seperti septoplasty buat memperbaiki bentuk rahim

Sindrom Asherman (Sinekia Intrauterin)

Sister pernah dengar istilah sinekia intrauterin atau sindrom Asherman? Ini adalah kondisi di mana ada jaringan parut di dalam rahim akibat operasi atau infeksi. Masalahnya, jaringan parut ini bisa menyebabkan:

  • Rongga rahim menyempit
  • Tuba falopi tersumbat
  • Embrio susah menempel dan tumbuh dengan baik

Cara mengatasinya? Bisa dengan histeroskopi adhesiolisis, yaitu prosedur buat menghilangkan jaringan parut di dalam rahim. Jadi, kalau sister atau paksu lagi berjuang buat punya momongan, jangan ragu buat cek kondisi rahim, ya!

Nah, sister setidaknya ada faktor-faktor dari uterus yang sister ketahui dan bisa mempengaruhi kesuburan. Kalau lagi program hamil dan curiga ada masalah di rahim, sister dan paksu tidak ada salahnya untuk berkonsultasi ke dokter. Informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id. 

Referensi

  • https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1002/ca.22188
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17738-uterine-factor-infertility
  • https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9410422/

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: infertilitas, rahim, uterus

Ternyata luteal phase support (LPS) dapat Meningkatkan Keberhasilan Inseminasi (IUI)

February 9, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

 

Program IUI nyatanya sudah banyak dipilih oleh sister dan paksu. Tapi ta gak sih sister ada loh metode yang dapat meningkatkan keberhasilan kehamilan. Sister, tahu nggak sih, kalau luteal phase support (LPS) dengan progesteron oral ternyata bisa meningkatkan peluang kelahiran hidup pada program Inseminasi Intrauterin (IUI)? MDG akan membahas lebih lanjut baca sampai habis ya!

Fungsi luteal Phase Support (LPS) 

luteal phase support (LPS) merupakan bagian penting dari teknologi reproduksi berbantuan. Fungsi LPS adalah untuk menginduksi proliferasi endometrium, mencegah ovulasi prematur spontan, membantu menebalkan lapisan rahim, mempersiapkan rahim untuk menerima sel telur yang telah dibuahi. 

 Dalam studi yang melibatkan hampir 1200 siklus IUI, yang dilakukan antara Januari 2017 hingga Desember 2021, ditemukan fakta menarik. Ternyata, kelompok yang menerima progesteron oral di fase luteal punya angka kelahiran hidup yang lebih tinggi (19,7%) dibandingkan kelompok yang tidak (14,5%)! Bahkan, angka kehamilan klinis dan kehamilan yang berlanjut juga lebih tinggi pada kelompok LPS, loh.

Temuan lainnya dengan tinjauan sistematis dan meta-analisis oleh Casarramona dkk dengan judul penelitian “The efficacy and safety of luteal phase support with progesterone following ovarian stimulation and intrauterine insemination: A systematic review and meta-analysis” yang bertujuan untuk memperbarui bukti terbaru mengenai efektivitas dan keamanan penggunaan progesteron dalam fase luteal (LPS) setelah stimulasi ovarium dan inseminasi intrauterin (OS-IUI) pada kasus infertilitas pria ringan atau yang tidak dapat dijelaskan.

Memiliki temuan diantaranya adalah 

  • Dari total 12 uji klinis acak (RCT) yang melibatkan 2.631 pasien dan 3.262 siklus OS-IUI, ditemukan bahwa pemberian LPS progesteron meningkatkan peluang kelahiran hidup dan kehamilan klinis dibandingkan tanpa LPS atau plasebo.
  • Efek positif ini lebih jelas terlihat pada protokol OS-IUI yang menggunakan gonadotropin dibandingkan dengan yang menggunakan klomifen sitrat.
  • LPS progesteron tidak berpengaruh terhadap tingkat kehamilan ganda atau risiko keguguran.
  • Tidak ditemukan hubungan antara dosis atau durasi penggunaan progesteron dengan tingkat keberhasilan kehamilan.

Dari pemaparan diatas menunjukkan metode ini bisa jadi berhasil untuk sister dan paksu pilih, namun tentu saja tetap harus disesuaikan dengan kasus yang sister hadapi, jadi buat sister dan paksu yang sedang mempertimbangkan IUI, penting untuk berdiskusi dengan dokter mengenai kemungkinan menimbang intervensi ini ke dalam protokol perawatan kalian. Setiap pasangan memiliki kondisi unik, jadi konsultasi dengan profesional kesehatan. Untuk informasi menarik lainnya sister dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi 

Xi, Q., Liao, M., Wang, Y., Wang, B., Wang, Y., & Kuang, Y. (2024). Luteal phase support with oral progesterone improves the live birth rate in patients undergoing IUI cycles using letrozole with or without HMG. Reproductive BioMedicine Online, 104077.

Greenbaum, S., Athavale, A., Hershko Klement, A., & Bentov, Y. (2022). Luteal phase support in fresh and frozen embryo transfers. Frontiers in Reproductive Health, 4, 919948.

Casarramona, G., Lalmahomed, T., Lemmen, C. H. C., Eijkemans, M. J. C., Broekmans, F. J. M., Cantineau, A. E. P., & Drechsel, K. C. E. (2022). The efficacy and safety of luteal phase support with progesterone following ovarian stimulation and intrauterine insemination: A systematic review and meta-analysis. Frontiers in endocrinology, 13, 960393.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: IUI, LPS, luteal Phase Support, rahim

Hai Girls Pahami Fase Menstruasi kamu dan Hubungannya dengan Matrix metalloproteinases (MMPs)

January 15, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Matrix metalloproteinases (MMPs) hadir sebagai salah satu enzim yang berperan dalam remodeling jaringan dengan mendegradasi komponen matriks ekstraseluler. MMP-7, khususnya, terlibat dalam proses-proses seperti proliferasi sel dan invasi jaringan. Lebih lanjut ternyata enzim tersebut berpengaruh signifikan pada fase proliferasi siklus menstruasi, wah bisa sampai sana ternyata, baiklah MDG akan menjelaskan lebih lanjut pada artikel berikut. Baca sampai habis ya!

Siklus Menstruasi dan Fertilitas

Ternyata proses menstruasi memiliki 4 fase, pertama adalah menstruasi fase ini membuat lapisan dinding dalam rahim yang mengandung darah, sel-sel dinding rahim, dan lendir atau dikenal dengan endometrium akan luruh dan keluar melalui vagina. Fase kedua adalah Fase Folikular Tahapan ini berlangsung sejak hari pertama menstruasi hingga memasuki fase ovulasi. Di tahap ini, ovarium memproduksi folikel yang berisi sel telur. Pertumbuhan folikel ovarium kemudian menyebabkan endometrium menjadi tebal.

Fase ketiga yang paling penting terutama dalam konteks program hamil, yaitu fase ovulasi atau sering disebut sebagai fase subur, dimana sel telur dilepaskan dan siap untuk dibuahi. Sel telur yang telah matang ini akan bergerak ke tuba fallopi dan menempel pada dinding rahim. Sel telur ini umumnya hanya bertahan selama 24 jam. Jika tidak dibuahi, sel telur akan mati. Namun, jika sel telur bertemu dengan sperma dan sudah dibuahi, maka kehamilan akan terjadi. 

Fase terakhir adalah fase luteal, setelah mengalami proses fase ovulasi, folikel yang telah pecah mengeluarkan sel telur akan membentuk korpus luteum, yang kemudian akan memicu peningkatan hormon progesteron untuk mempertebal lapisan dinding rahim. Ini juga dikenal dengan fase pramenstruasi. Pada tahap ini, wanita umumnya merasakan beberapa gejala seperti payudara membesar, muncul jerawat, badan terasa lemas, dan mengalami perubahan mood.

Peran MMP-7 dan TIMP-1 dalam Endometrium pada Fase Proliferasi

Fase proliferasi menjadi yang paling penting mengapa karena fase ini berlangsung sejak hari pertama menstruasi hingga memasuki fase ovulasi. Dimana hal ini terjadi di endometrium, lapisan dalam rahim, mengalami siklus perubahan yang dipengaruhi oleh hormon steroid seperti estradiol dan progesteron. Sehingga proses ini menjadi sangat krusial dan membutuhkan dukungan salah satunya oleh enzim. 

MMP-7 MMP-7 adalah enzim proteolitik yang termasuk dalam keluarga MMP, memiliki fungsi untuk memecah protein matriks ekstraseluler (ECM) seperti kolagen, elastin, dan gelatin. Dalam konteks endometrium, MMP-7 membantu proses remodeling ECM, memungkinkan ekspansi jaringan dan pertumbuhan pembuluh darah baru (angiogenesis).

Aktivitas MMP-7 penting untuk memastikan bahwa sel-sel endometrium dapat bermigrasi dan berkembang, menciptakan lapisan endometrium yang tebal dan siap untuk implantasi embrio.

Sedangkan TIMP-1 adalah inhibitor alami MMP, termasuk MMP-7. Molekul ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan antara degradasi dan pembentukan kembali ECM. Fakta yang perlu diketahui bahwa pada perempuan obesitas terjadi proliferasi endometrium berlebih dan apoptosis jaringan yang terhambat sehingga menyebabkan infertilitas oleh karena penurunan reseptivitas endometrium. Seperti halnya temuan penelitian yang menyebutkan bahwa Obesitas menyebabkan perubahan pada endometrium yang akhirnya juga berdampak pada protein dan ekspresi gen di endometrium yaitu MMP dan inhibitor alaminya, TIMP. Bagaimana sister jadi semakin faham kah, untuk informasi menarik lainnya jangan lupa kunjungi Instagram kami di @menujuduagaris.id.

Referensi 

  • https://journals.viamedica.pl/folia_histochemica_cytobiologica/article/download/FHC.a2018.0017/45252
  • http://repository.unhas.ac.id/id/eprint/29087/2/P062211016_tesis_15-08-2023%20bab%201-2.pdf
  • https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/245615 https://etd.repository.ugm.ac.id/home/detail_pencarian_downloadfiles/1422141
  • https://etd.repository.ugm.ac.id/home/detail_pencarian_downloadfiles/1422144
  • https://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/27228

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: dinding rahim, enzim, Menstruasi, rahim

  • « Go to Previous Page
  • Page 1
  • Page 2
  • Page 3

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Endometriosis dan Infeksi Panggul Ternyata Ada Hubungan Lho!
  • Yoga untuk PCOS: Tunggu Dulu yuk Cari Tau Bagaimana Bukti Ilmiah yang Lebih Dalam dari Sekadar Relaksasi
  • Diet dan Endometriosis: Apa yang Kita Makan Ternyata Ikut “Bicara” di Dalam Tubuh
  • Low-FODMAP Diet dan Endometriosis: Cara “Menjinakkan” Gejala Usus yang Sering Ikut Datang
  • Terlihat Sehat Tapi Peluang Hamil Bisa Menurun Ini Penjelasan Ilmiahnya

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.