• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

sister

A Body Shape Index (ABSI) dan Infertilitas: Apakah Bentuk Tubuh Bisa Jadi Petunjuk Kesuburan?

April 17, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Infertilitas bukan hanya persoalan medis semata, tapi juga isu kesehatan masyarakat yang berdampak besar pada kualitas hidup jutaan perempuan di dunia. Bahkan diperkirakan, sekitar 10–15% perempuan usia reproduksi mengalami kesulitan untuk hamil. Di balik angka ini, ada beban psikologis, tekanan sosial, dan tantangan ekonomi yang tidak kecil. MDG akan membahas salah dengan sudut pandang ABSI. 

Ketahui Lemak visceral Faktor Infertilitas

Masalah infertilitas sendiri sangat kompleks, dipengaruhi oleh banyak faktor mulai dari genetik, lingkungan, gaya hidup, hingga kondisi metabolik. Karena itu, penting bagi kita untuk terus mencari penanda baru yang bisa membantu deteksi dini dan penanganan infertilitas secara lebih efektif.

Salah satu faktor yang akan MDG bahas adalah dalam faktor obesitas, khususnya obesitas sentral (lemak yang menumpuk di sekitar perut). Lemak visceral (lemak di sekitar organ dalam perut) punya dampak lebih besar terhadap kesehatan reproduksi dibandingkan lemak subkutan (lemak di bawah kulit). Lemak visceral ini berkontribusi terhadap resistensi insulin, gangguan hormon, bahkan masalah sistem imun, semuanya bisa mengganggu kesuburan perempuan.

Cara Mengukur Lemak yang Efektif

Masalahnya, pengukuran obesitas yang umum digunakan seperti Indeks Massa Tubuh (IMT) ternyata tidak cukup akurat untuk membedakan jenis lemak ini. Alternatif seperti waist-to-hip ratio (WHR) dan visceral adiposity index (VAI) sudah mulai digunakan, tapi keduanya juga punya keterbatasan, baik dalam hal akurasi maupun kemudahan penggunaannya di lapangan.

Nah, disinilah ABSI (A Body Shape Index) hadir sebagai solusi baru. Apa Itu ABSI? ABSI adalah indeks antropometri yang menggabungkan data lingkar pinggang, tinggi badan, dan berat badan untuk memberikan gambaran yang lebih presisi tentang lemak perut. Rumus ABSI adalah: ABSI = Lingkar Pinggang / (BMI^(2/3) × Tinggi^(1/2))

Dengan pendekatan ini, ABSI dinilai lebih jitu dalam mendeteksi risiko yang berhubungan dengan lemak visceral seperti penyakit jantung, diabetes, sindrom metabolik, dan bahkan kematian dini. Tapi yang menarik, belum banyak studi yang mengkaji kaitannya dengan infertilitas perempuan.

Hubungan Bentuk Tubuh dan Kesuburan

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Yang et.al 2024 menunjukkan bahwa perempuan dengan nilai ABSI yang lebih tinggi menunjukkan tingkat infertilitas yang lebih tinggi dibandingkan kelompok dengan ABSI lebih rendah. Dari sisi kesehatan, mereka juga lebih sering mengalami tekanan darah tinggi dan diabetes. Temuan ini memperlihatkan bahwa nilai ABSI yang tinggi dapat menjadi petunjuk awal adanya risiko gangguan kesuburan, terutama jika dilihat bersama faktor-faktor lain seperti usia, kondisi kesehatan, dan gaya hidup. 

Sehingga dapat kita pahami bahwa memahami bentuk tubuh lebih dalam bukan sekadar berat badan atau BMI saja yang bisa membantu kita mengenali potensi risiko lebih awal dan mengambil langkah yang tepat. ABSI juga unggul karena mudah dihitung, non-invasif dan cocok digunakan dalam pengaturan skala besar.

Namun tentu saja, dibutuhkan pengecekan lebih lanjut dan memahami secara lebih mendalam hubungan antara bentuk tubuh dan kesuburan perempuan. Tapi satu hal pasti cara tubuh menyimpan lemak ternyata bisa memberi kita petunjuk penting tentang kesehatan reproduksi. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Yang, Q., Wuliu, J., Zeng, L. et al. Association between a body shape index and female infertility: a cross-sectional study. BMC Women’s Health 24, 486 (2024). https://doi.org/10.1186/s12905-024-03335-1

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: infertilitas, lemak visceral, paksu, perempuan, sister

Kenali Kehamilan Ektopik Sebagai Ancaman di Awal Kehamilan

April 4, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Kehamilan ektopik (ectopic pregnancy/EP) merupakan salah satu kondisi serius yang bisa terjadi di awal kehamilan, terutama pada trimester pertama. Penjelasannya ini bahwa EP terjadi saat sel telur yang telah dibuahi tidak menempel di dalam rahim, melainkan tumbuh di lokasi yang tidak semestinya. Yang paling umum adalah di saluran tuba falopi, tapi ternyata ada juga yang terjadi di tempat lain seperti isthmus, bekas luka operasi caesar, serviks, kornua, ovarium, bahkan di rongga perut. Yuk pelajari lebih lanjut, baca sampai habis ya!

Kehamilan Ektopik pada ART dan Faktor yang Mempengaruhinya

Beberapa faktor teknis yang dapat mempengaruhi kehamilan ektopik adalah tahap embrio saat transfer (pembelahan vs blastokista), jenis siklus transfer (segar vs beku)
frekuensi kontraksi uterus selama siklus segar, penggunaan progesteron untuk dukungan fase luteal, dan kesulitan teknis saat transfer embrio 

Dalam hal ini, sebuah studi retrospektif yang dilakukan di salah satu pusat fertilitas di Milan, Italia, menyertakan data dari 27.376 siklus ART dan IUI selama 10 tahun (2009–2018), mencatat faktor-faktor lain ini seperti usia pasien, BMI, riwayat kehamilan ektopik sebelumnya, cadangan ovarium (FSH, AMH, AFC), dan kondisi seperti infeksi panggul atau endometriosis. 

Faktor Risiko Tambahan: Siapa yang Lebih Rentan?

Selain faktor teknis ART, ada pula sejumlah faktor risiko lain yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya EP, seperti riwayat kehamilan ektopik sebelumnya, Infeksi panggul, endometriosis, atau perlengketan di area reproduksi, usia wanita, kebiasaan merokok, dan lama infertilitas, kualitas cadangan ovarium yang rendah dan prosedur transfer embrio yang sulit atau traumatis.

Yang perlu dicatat, banyak faktor risiko EP juga tumpang tindih dengan faktor risiko infertilitas. Dengan semakin banyaknya pasangan yang mengandalkan teknologi reproduksi berbantu untuk mendapatkan keturunan, penting untuk bagi sister dan paksu untuk mengenali dan memahami risiko kehamilan ektopik. 

Deteksi dini dan pendekatan yang tepat dapat menyelamatkan nyawa serta meningkatkan peluang kehamilan yang sehat dan berkelanjutan. Pencegahan lainnya adalah dengan edukasi, yaitu memahami informasi yang jelas tentang kondisi yang dialami.

Selain itu, pengawasan ketat selama prosedur ART serta pengembangan protokol yang lebih aman dan personalisasi kasus menjadi langkah penting dalam mengurangi angka kejadian kehamilan ektopik (EP).

Untuk informasi menarik lainnya, jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id!

Referensi

Ramaraju, G. A., Teppala, S., Prathigudupu, K., Kalagara, M., Thota, S., Kota, M., & Cheemakurthi, R. (2018). Association between obesity and sperm quality. Andrologia, 50(3), e12888.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: kehamilan ektopik, paksu, perempuan, rahim, sister, tuba

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Penanganan Klasik pada Infertilitas Pria dengan Antisperm Antibodies (ASA)
  • Endometriosis dan Infeksi Panggul Ternyata Ada Hubungan Lho!
  • Yoga untuk PCOS: Tunggu Dulu yuk Cari Tau Bagaimana Bukti Ilmiah yang Lebih Dalam dari Sekadar Relaksasi
  • Diet dan Endometriosis: Apa yang Kita Makan Ternyata Ikut “Bicara” di Dalam Tubuh
  • Low-FODMAP Diet dan Endometriosis: Cara “Menjinakkan” Gejala Usus yang Sering Ikut Datang

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.