• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

subfertilitas

Infertilitas dan Subfertilitas pada Pasien dengan Penyakit Autoimun Sistemik

March 29, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Sister dan paksu pasti sudah tahu jika Infertilitas ini didefinisikan sebagai kegagalan untuk mencapai kehamilan klinis setelah 12 bulan atau lebih melakukan hubungan seksual tanpa pengaman secara teratur. Nah bagaimana dengan subfertilitas? Jadi subfertilitas ini merujuk pada kondisi penundaan dalam mencapai kehamilan. Mengapa ditunda? subfertilitas tidak berarti kemandulan mutlak tetapi lebih kepada kesulitan dalam mencapai kehamilan dalam waktu yang lebih lama dibandingkan populasi umum.

Hubungan Penyakit Autoimun dengan Infertilitas dan Subfertilitas

Beberapa faktor dapat menyebabkan infertilitas atau subfertilitas pada pasien dengan penyakit autoimun sistemik. Beberapa kondisi autoimun yang telah diketahui berkaitan dengan infertilitas antara lain, endometriosis, penyakit celiac dan autoimunitas tiroid. Selain itu sebagian besar obat antirematik yang digunakan dalam pengobatan penyakit autoimun dapat mengganggu kesuburan diantaranya adalah:

  • Siklofosfamid, dapat menyebabkan kegagalan ovarium prematur jika digunakan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, terdapat opsi pengobatan pencegahan untuk menjaga kesuburan pasien.
  • Obat Anti-Inflamasi Non Steroid (OAINS) dapat menyebabkan infertilitas sementara pada beberapa individu.
  • Kortikosteroid dikaitkan dengan waktu kehamilan yang lebih lama pada pasien dengan penyakit rematik tertentu.

 

Sindrom Antifosfolipid dan Lupus Eritematosus Sistemik

Sindrom Antifosfolipid (APS) adalah kondisi autoimun sistemik yang ditandai dengan trombus arteri maupun vena, keguguran berulang atau komplikasi kehamilan lainnya dan kehadiran antibodi antifosfolipid yang terdeteksi secara terus-menerus.

Pada pasien lupus eritematosus sistemik (LES), antibodi antifosfolipid (aPL) dan autoantibodi lain seperti anti-oosit dapat berkontribusi terhadap infertilitas. Namun, hubungan antara aPL dan infertilitas masih diperdebatkan karena beberapa penelitian menemukan peningkatan angka aPL pada pasien yang menjalani teknik reproduksi berbantuan medis.

Infertilitas pada pasien dengan penyakit autoimun sistemik merupakan permasalahan multifaktorial yang perlu diperhatikan oleh tenaga medis dan pasien itu sendiri. Meskipun infertilitas bukan satu-satunya penyebab, faktor-faktor seperti penggunaan obat tertentu, tingkat keparahan penyakit, serta kondisi autoimun spesifik dapat berkontribusi terhadap kesulitan dalam mencapai kehamilan. Oleh karena itu, pemantauan kesehatan reproduksi secara berkala sangat disarankan bagi pasien dengan penyakit autoimun yang ingin memiliki anak. MDG membahas berbagai macam kemungkinan kasus infertilitas, dan siapa yang mengalami serta banyak faktor yang mempengaruhi. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

Khizroeva, J., Nalli, C., Bitsadze, V., Lojacono, A., Zatti, S., Andreoli, L., … & Makatsariya, A. (2019). Infertility in women with systemic autoimmune diseases. Best Practice & Research Clinical Endocrinology & Metabolism, 33(6), 101369.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: Autoimun, infertilitas, subfertilitas

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Stres, Hormon, dan Infertilitas: Ketika Pikiran dan Tubuh Saling Mempengaruhi Kesuburan
  • Faktor Sederhana yang Ternyata Bisa Mempengaruhi Kesuburan
  • Nyeri Saat Berhubungan pada Endometriosis: Kenapa Banyak yang Diam dan Tidak Tahu Harus Ke Mana
  • Antioksidan Tidak Selalu Aman: Ketika “Terlalu Sehat” Justru Mengganggu Kesuburan
  • Stres Oksidatif dan Kualitas Sperma: Peran Telomer yang Jarang Dibahas dalam Infertilitas

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.