• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

alkohol

Alkohol Sclerotherapy: Harapan Baru untuk Penderita Kista Coklat

November 2, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Selama ini, banyak perempuan dengan kista coklat (endometrioma) dihadapkan pada pilihan sulit: operasi untuk mengangkat kista, tapi dengan risiko kehilangan sebagian cadangan sel telur. Dilema ini nyata, terutama bagi mereka yang masih ingin memiliki anak.

Namun, sekelompok peneliti dari Spanyol yang dipimpin oleh Amparo García-Tejedor membawa angin segar lewat sebuah studi berjudul “Ethanol Sclerotherapy of Ovarian Endometrioma: A Safe and Effective Minimal Invasive Procedure” (2015).
Mereka memperkenalkan prosedur sederhana tapi cerdas ethanol sclerotherapy yang bisa mengeringkan kista tanpa harus “mengorbankan” ovarium.

Bagaimana Prosedur Ini Dilakukan?

Bayangkan sebuah kista di ovarium seperti kantung kecil berisi cairan coklat kental sisa dari jaringan endometriosis yang menumpuk.
Alih-alih memotong atau mengangkatnya lewat pembedahan, dokter melakukan pendekatan minimal invasif.

Dengan bantuan USG, cairan di dalam kista disedot perlahan menggunakan jarum halus. Setelah kosong, dokter menyuntikkan etanol (alkohol medis dengan konsentrasi tinggi) ke dalamnya. Tujuannya? Untuk “menyengat” dinding dalam kista agar kolaps dan tidak mampu menampung cairan lagi.
Prosesnya hanya berlangsung beberapa menit, dan pasien bisa pulang pada hari yang sama.

Metode ini bukan hanya menghemat waktu dan biaya, tapi juga menyelamatkan jaringan ovarium sehat, yang selama operasi konvensional sering ikut terangkat.

Sebuah temuan melalui Penelitian memiliki hasil, Tingkat kekambuhan hanya 12%. Tidak ada komplikasi besar yang membahayakan. dan hanya sedikit efek samping ringan: nyeri perut bawah selama tindakan (10,7%) dan kebocoran etanol ringan ke rongga perut (7,1%), yang tidak menimbulkan dampak jangka panjang. Rata-rata masa tindak lanjut berlangsung selama 17 bulan, dan sebagian besar pasien melaporkan perbaikan gejala nyeri serta meningkatnya kualitas hidup.

Apa Artinya untuk Kesuburan?

Inilah poin terpenting: ethanol sclerotherapy tidak merusak cadangan ovarium.
Bagi perempuan yang tengah berjuang mendapatkan dua garis, ini berarti kesempatan untuk mempertahankan sel telur tetap sehat dan matang.
Prosedur ini bisa menjadi alternatif aman sebelum memutuskan operasi besar, atau bahkan solusi bagi kista yang muncul kembali setelah laparoskopi.

Pergeseran Paradigma dalam Penanganan Endometriosis

Dulu, operasi dianggap satu-satunya cara efektif untuk mengangkat endometrioma.
Namun kini, berkat riset seperti yang dilakukan García-Tejedor dan rekan-rekannya, serta penelitian lanjutan oleh Chang et al. (2013) dan De Cicco Nardone et al. (2020), pandangan itu mulai berubah.

Pendekatan konservatif seperti ethanol sclerotherapy dipandang sebagai bagian dari pergeseran besar menuju pengobatan yang lebih lembut, lebih personal, dan lebih ramah terhadap kesuburan.

Prosedur sederhana dengan panduan USG ini bukan sekadar teknik medis baru tetapi simbol harapan bagi banyak perempuan yang ingin tetap menjadi “ibu masa depan” tanpa kehilangan bagian penting dari dirinya sendiri.

Dengan efektivitas tinggi, risiko rendah, dan kemampuan mempertahankan fungsi ovarium, ethanol sclerotherapy layak dipertimbangkan sebagai terapi alternatif yang revolusioner bagi penderita kista endometriosis ukuran menengah.

Karena pada akhirnya, menjaga kesuburan bukan hanya soal mengobati penyakit, tapi juga tentang memberi kesempatan baru bagi kehidupan untuk tumbuh. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id.

Referensi

  • García-Tejedor, A., Castellarnau, M., Ponce, J., Fernández, M., & Burdio, F. (2015). Ethanol sclerotherapy of ovarian endometrioma: a safe and effective minimal invasive procedure. Preliminary results. European Journal of Obstetrics & Gynecology and Reproductive Biology, 187, 25-29.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: alkohol, harapan, Penderita kista coklas, sclerotherapi

Rokok dan Alkohol Bisa Menurunkan Kualitas Sperma, Ini Faktanya

May 16, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Sister dan paksu pasti sudah tahu jika Infertilitas atau masalah kesuburan bukan cuma karena faktor dari perempuan saja. Karena sekitar setengah dari kasus infertilitas justru disebabkan oleh faktor dari pihak laki-laki. Salah satu hal yang bisa memengaruhi kesuburan pria adalah gaya hidup termasuk kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol. Wah kenapa begitu ya? Yuk pahami lebih jauh bagaimana salah satu pola hidup ini memengaruhi infertilitas.

Kualitas Sperma Turun pada Perokok dan Peminum

Pada tahun 2020, sekitar 71,4% pria Indonesia berusia 15 tahun ke atas masih merokok, dan angka ini hampir tidak berubah, menjadikan 2020 sebagai puncak tingkat perokok di Indonesia. Penggunaan tembakau mencakup berbagai produk seperti rokok, cerutu, kretek, dan tembakau tanpa asap, namun tidak termasuk rokok elektronik. Hal ini yang kemudian memberikan dampak signifikan pada kesehatan terutama jika sedang mengusahakan program kehamilan baik secara alami maupun berbantu. 

Karena dibandingkan pria yang tidak merokok atau tidak minum alkohol, perokok dan peminum memiliki kualitas sperma yang lebih rendah. Hal ini terlihat dari jumlah sperma yang lebih sedikit, gerakan sperma yang lebih lambat, dan bentuk sperma yang kurang ideal.

Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah kerusakan di tingkat genetik. Sebuah penelitian ini menunjukkan bahwa pria yang minum alkohol memiliki tingkat kerusakan DNA sperma yang lebih tinggi dibandingkan perokok. Selain itu, sperma mereka juga cenderung belum matang secara sempurna. Yuk kita lihat apa kandungan bahaya yang terkandung!

Kandungan Berbahaya dalam Rokok dan Alkohol

Rokok sendiri mengandung berbagai zat kimia beracun seperti logam berat (kadmium dan timbal), nikotin, tar, dan senyawa lain yang bisa merusak sistem reproduksi pria. Sementara alkohol dapat memicu stres oksidatif, mengganggu keseimbangan hormon, serta merusak materi genetik di dalam sperma.

Kedua kebiasaan ini juga dapat memicu peradangan di tubuh, yang pada akhirnya ikut memengaruhi fungsi testis dan produksi sperma secara keseluruhan.

Apa Saja Dampaknya?

Hal yang mengkhawatirkan selanjutnya adalah adanya kerusakan pada DNA sperma dan sperma yang belum matang, karena bisa menurunkan peluang terjadinya kehamilan. Bahkan ketika pasangan menggunakan bantuan teknologi seperti bayi tabung (IVF) atau ICSI, kualitas sperma tetap menjadi salah satu penentu utama keberhasilan.

Meskipun teknologi ini sudah sangat canggih, tingkat keberhasilannya masih tergolong rendah jika kualitas sperma buruk. Itu sebabnya menjaga gaya hidup sehat menjadi sangat penting, terutama bagi pria yang sedang merencanakan kehamilan bersama pasangannya.

Jadi tidak bisa dianggap remeh bukan? yuk paksu untuk bisa lebih menjaga tubuhnya, karena meski menjalani berbagai upaya medis, termasuk prosedur yang mahal dan emosional seperti IVF. Tapi kalau gaya hidup tidak dijaga, usaha tersebut bisa jadi sia-sia. bagi paksu, ingat bahwa berhenti merokok dan mengurangi konsumsi alkohol bukan hanya soal kesehatan pribadi, tapi juga soal kesiapan menjadi ayah dari anak yang sehat di masa depan. Untuk informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id. 

Referensi

  • Amor, H., Hammadeh, M. E., Mohd, I., & Jankowski, P. M. (2022). Impact of heavy alcohol consumption and cigarette smoking on sperm DNA integrity. Andrologia, 54(7), e14434.
  • https://www.statista.com/statistics/732840/indonesia-male-smoking-rate/?__sso_cookie_checker=failed

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: alkohol, gaya hidup, infertilitas, Pria, rokok

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Endometriosis Bisa Menyentuh Paru dan Diafragma: Memahami Thoracic Endometriosis Syndrome (TES)
  • The Fertility Cascade: Ketika Banyak Perempuan Tahu Mereka Infertil, Tapi Hanya Sedikit yang Bisa Mendapatkan Anak
  • Folat dan Cadangan Ovarium: Apakah Benar Bisa Mempengaruhi AFC, Sister?
  • Ketika IVF Berulang Mengubah Hidup: Apa yang Terjadi pada Kualitas Hidup & Emosi Perempuan?
  • Ketika Infertilitas Berkepanjangan Menggerus Kesehatan Mental: Apa yang Terjadi pada Perempuan?

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2025 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.