• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

epigenetik

Mengungkap Peran Epigenetik dan RNA dalam Infertilitas Pria

May 22, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Infertilitas pria bukan lagi sekadar soal “jumlah sperma sedikit” atau “sperma nggak kuat berenang.” Faktanya, kondisi ini jauh lebih rumit. Banyak kasus infertilitas paksu yang penyebab pastinya nggak jelas dan itu membuat penanganannya juga jadi nggak semudah “minum obat ini, tapi butuh analisa lebih lanjut.

Yang lebih tidak umum lagi yang harus paksu tahu bahwa penurunan jumlah sperma pada pria di seluruh dunia bukan cuma soal kesuburan. Bayangkan saja badan yang tidak sehat tentu memberi pengaruh pada organ lainnya seperti dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian, penyakit kronis, bahkan kanker. Ini bukan masalah kecil. Yuk kita pahami lebih lanjut!

Pentingnya RNA dalam Sperma

Penelitian terbaru mulai menyoroti peran epigenetik—cara gen “dinyalakan atau dimatikan” tanpa mengubah kode DNA-nya. Selain itu, RNA dalam sperma juga jadi sorotan. RNA dalam sperma bukan sekadar sisa dari proses pembentukan sel, tapi ternyata punya peran penting dalam kesuburan dan perkembangan awal embrio. Beberapa jenis RNA yang ditemukan antara lain mRNA, miRNA, piRNA, tRNA fragments, dan lncRNA. 

Mereka berfungsi untuk mengatur ekspresi gen, menjaga stabilitas DNA, dan bahkan bisa memengaruhi perkembangan embrio setelah pembuahan. Jadi, selain membawa DNA, sperma juga membawa “bekal molekuler” yang bisa berdampak besar pada kualitas embrio dan keberhasilan kehamilan.

RNA pengkode maupun non-pengkode berperan besar dalam:

  • Proses pematangan sperma 
  • Proses pembuahan (fertilisasi) 
  • Perkembangan awal embrio

Bayangkan kalau RNA-nya rusak atau nggak berfungsi dengan baik meskipun spermanya kelihatan sehat di mikroskop, bisa saja gagal bikin embrio berkembang atau menghasilkan kehamilan yang berhasil.

Fakta yang Harus Kita Tahu!

  • Spermanya sehat kok, berarti subur. Belum tentu karena sperma bisa terlihat normal tapi gagal bekerja karena gangguan di level epigenetik atau RNA. 
  • Infertilitas pria cuma soal sperma lemah. Faktanya, bisa jadi ada masalah molekuler yang tak terlihat secara kasat mata. 
  • Infertilitas solusinya adalah bayi tabung. Teknologi reproduksi bantu memang bisa jadi solusi, tapi yang harus diketahui adalah masalahnya secara personal agar dapat disesuaikan solusi apa yang dapat dilakukan

 

Infertilitas pria bukan hal sederhana. Ia bisa menjadi penanda dari masalah kesehatan yang lebih besar. Dengan terus berkembangnya penelitian tentang epigenetik dan RNA sperma, harapannya kita bisa memahami dan menangani infertilitas pria dengan lebih tepat, efektif, dan personal. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi 

  • Leggio, L., Paternò, G., Cavallaro, F., Falcone, M., Vivarelli, S., Manna, C., … & Iraci, N. (2025). Sperm epigenetics and sperm RNAs as drivers of male infertility: truth or myth?. Molecular and Cellular Biochemistry, 480(2), 659-682.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: epigenetik, genetik, infertilitas, laki-laki, RNA, sperma

Ketahui Peran Epigenetik Orangtua dalam Kesehatan dan Pengaruhnya pada Perkembangan Anak

January 19, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

 

 

 

Epigenetik, sebagai cabang ilmu yang mempelajari perubahan ekspresi genetik yang tidak melibatkan perubahan urutan DNA, menunjukkan bahwa faktor lingkungan dan perilaku orang tua, khususnya ayah, dapat mempengaruhi kesehatan dan perkembangan keturunan. MDG akan menjelaskan sedikit dari pembahasan apa yang dimaksud dengan peran yang begitu dahsyat dari epigenetik. Baca sampai habis ya!

Apa yang dimaksud dengan Epigenetik

Menurut CDC, epigenetik adalah studi yang mempelajari bagaimana perilaku dan lingkungan seseorang dapat mengubah gen di dalam tubuh.

Gen adalah unit fisik dan fungsional dasar hereditas, yakni penurunan sifat genetik dari orang tua ke anak. Gen terdiri dari DNA dan beberapa gen yang bertindak sebagai pengintruksi untuk membuat molekul yang disebut dengan protein.

Perubahan cara kerja gen ini tidak sama dengan perubahan gen yang dikenal juga dengan sebutan mutasi gen. Epigenetik bersifat reversibel, yakni tidak mengubah urutan DNA. Akan tetapi, mengubah cara tubuh dalam membaca urutan DNA. Selain itu, perubahan ini mengarah pada ekspresi gen yang mengacu pada seberapa sering atau kapan protein dibuat dari intruksi di dalam gen. Sementara mutasi gen dapat mengubah protein akan dibuat. Sederhananya, epigenetik tidak mengubah gen tapi hanya mengubah cara kerja gen. Lalu perubahan tersebut disebabkan oleh apa? salah satunya adalah melalui nutrisi yang dikonsumsi.

Apakah ada dampaknya pada keturunan di Masa akan datang?

Prof. Dr. Jose Gutierrez Marcos dari School of Life Warwick University UK mengatakan bahwa asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh dapat mengubah DNA dan perubahan tersebut akan diturunkan kepada anak-cucu. Perubahan yang terjadi berupa perubahan lingkungan DNA atau epigenetik. Bahkan perubahan tersebut baru akan terlihat pada generasi kedua dari nenek ke cucunya. Wah bayangkan saja jika apa yang kita konsumsi akan berpengaruh pada anak cucu di kemudian hari

Bagaimana Cara Menghindari hal tersebut?

Setidaknya sudah bisa mengurangi kebiasaan buruk seperti merokok dan konsumsi alkohol, bahkan pada laki-laki hal tersebut dapat menyebabkan perubahan epigenetik pada sperma. Hal ini berpotensi menurunkan kualitas kesehatan anak, bahkan jika ibu tidak terlibat dalam kebiasaan tersebut. Misalnya, anak-anak dari ayah yang merokok beresiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan seperti gangguan perkembangan otak dan berat badan lahir rendah akibat Fetal Alcohol Syndrome.

Yang kedua adalah perihal  pola makan, penelitian menunjukkan bahwa diet yang buruk, seperti kekurangan nutrisi tertentu, Misalnya, kekurangan folat dapat mengakibatkan cacat kerangka pada keturunan. Sebaliknya, pola makan sehat dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2 pada anak.

Bagaimana sister dan paksu sudah dapat dipahami bagaimana dampak yang signifikan pada pola hidup yang buruk? mulai saat ini seharusnya penting untuk mulai sadar akan pentingnya gaya hidup sehat bagi orangtua tidak hanya bermanfaat bagi diri mereka sendiri tetapi juga bagi kesehatan anak-anak mereka di masa depan. Informasi menarik lainnya sister dapat baca di Instagram kami @menujuduagaris.id

Referensi 

  • https://www.medicalogy.com/blog/peran-ayah-ternyata-sangat-penting-untuk-kesehatan-bayi-ini-penjelasannya/
  • https://ugm.ac.id/id/berita/13638-pola-makan-memengaruhi-kondisi-genetik-keturunan/
  • https://komunitas.schoolofparenting.id/vod/single/epigenetik-peran-pengalaman-masa-bertumbuh-terhadap-dna
  • https://hellosehat.com/sehat/informasi-kesehatan/epigenetik/

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: anak, epigenetik, keturunan, orangtua

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Endometriosis Bisa Menyentuh Paru dan Diafragma: Memahami Thoracic Endometriosis Syndrome (TES)
  • The Fertility Cascade: Ketika Banyak Perempuan Tahu Mereka Infertil, Tapi Hanya Sedikit yang Bisa Mendapatkan Anak
  • Folat dan Cadangan Ovarium: Apakah Benar Bisa Mempengaruhi AFC, Sister?
  • Ketika IVF Berulang Mengubah Hidup: Apa yang Terjadi pada Kualitas Hidup & Emosi Perempuan?
  • Ketika Infertilitas Berkepanjangan Menggerus Kesehatan Mental: Apa yang Terjadi pada Perempuan?

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2025 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.