• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

Gagal IVF

Ngobrolin Hal-hal yang Bikin IVF Gagal Bersama MDG dan ASHA-IVF

June 25, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

 

Komunitas MDG kembali menggelar sesi edukasi seputar program hamil melalui live Instagram yang kali ini menghadirkan dokter obgyn dan fertility specialist, dr. Andra Kusuma Putra, Sp.OG Subsp. F.E.R. Acara ini dipandu langsung oleh Mizz Rosie, founder MDG, yang sekaligus menjadi host dalam sesi tersebut.

Live Instagram ini ditujukan bagi para sister dan paksu yang sedang mempertimbangkan program hamil berbantu seperti IVF (In Vitro Fertilization), maupun yang tengah menjalani perjuangan sebagai IVF warrior. Sesi dimulai dengan penjelasan tentang tahapan IVF, dimulai dari stimulasi ovarium, pemantauan folikel, dan suntikan pemicu ovulasi, hingga proses ovum pick up (OPU) dan pengambilan sperma. Selanjutnya, sel telur dibuahi dengan metode konvensional atau ICSI, dikultur menjadi embrio, lalu dilakukan transfer embrio ke dalam rahim. Proses ini dilanjutkan dengan dukungan hormon progesteron dan diakhiri dengan tes kehamilan β-hCG.

Lebih dari sekadar prosedur medis, dr. Andra juga menekankan pentingnya dua aspek eksternal yang sangat memengaruhi keberhasilan IVF, yaitu kesiapan fisik dan non-fisik. Salah satu critical point penyebab kegagalan IVF yang sering terjadi adalah kualitas sperma, yang seringkali tidak optimal dan bahkan menyulitkan pengambilan keputusan dalam program hamil. Kualitas sperma dipengaruhi oleh proses spermatogenesis yang berlangsung sekitar 64–74 hari, sementara oosit (sel telur) juga membutuhkan waktu sekitar 3 bulan untuk mencapai kondisi prima.

Hal lain yang juga disoroti adalah pentingnya menjaga berat badan ideal, karena tubuh dengan berat seimbang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan program hamil.

Sesi berlangsung sangat interaktif, dengan banyak pertanyaan dari peserta yang memenuhi kolom komentar. Beberapa pertanyaan yang muncul mencerminkan antusiasme dan kekhawatiran nyata dari para pejuang dua garis, seperti:  “Saya memiliki 5 embrio yang sudah di-PGTA, 4 good dan 1 low mosaic. FET pertama gagal, dan ingin mencoba FET kedua. Usia saya sudah 35 tahun, sebaiknya tanam 1 atau 2 embrio? Apa saja yang memengaruhi keberhasilan FET? Perlukah cek INR?” atau pertanyaan teknis lainnya seperti “Usia saya 35 tahun, saat OPU ada 7 telur, namun yang mencapai 2PN hanya 3. Sisanya gagal. Apa penyebabnya? Apakah 3 embrio tersebut masih berpeluang bertahan hingga day 5?”

Acara ini tidak hanya informatif, tapi juga menjadi ruang diskusi hangat antara dokter dan para peserta. Jangan sampai ketinggalan sesi-sesi berikutnya dari MDG yang selalu penuh ilmu dan dukungan untuk para pejuang dua garis! jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: fertilitas, Gagal IVF, infertilitas

Gagal IVF 8 Kali Berhasil di Usia 45 Tahun Bersama Dr. Pandian Ram

May 1, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Pada hari Rabu, 30 April, pukul 19.30, Menuju Dua Garis kembali hadir menyapa sister dan paksu melalui sesi Live Instagram. Acara ini dipandu oleh Mizz Rosie, founder MDG, bersama Dr. Pandian Ram dari Ramfertility.

Sesi kali ini sangat menarik karena menghadirkan kisah inspiratif dari salah satu pasien Dr. Pandian Ram, yang berhasil menjalani IVF setelah 8 kali gagal. Pasien tersebut adalah Sister Iin Edrawati, yang akhirnya berhasil hamil di usia 45 tahun, meskipun memiliki AMH yang sangat rendah. Setelah banyak perjuangan, mereka akhirnya menjalani program bersama Dr. Pandian Ram.

Apa yang membuat proses ini berbeda?
Sister Iin menceritakan bahwa, secara emosional, dia sudah sangat semangat untuk berjuang. Yang membuatnya memutuskan untuk melakukan IVF dengan Dr. Ram adalah respons positif dan kenyamanan yang diberikan oleh dokter, yang membangun rasa percaya dan keyakinan bahwa ini adalah proses yang tepat. Dr. Pandian Ram membrikan anjuran untuk melakukan persiapan selama 6 bulan sebelum melakukan IVF, dengan pendekatan yang meliputi pola hidup sehat, olahraga, suplemen, hingga akupuntur. Hingga akhirnya sister Iin dan pasangan merasa bahwa persiapan mereka sangat matang. Dr. Pandian Ram juga membagi dosis obat hormon secara personal sesuai dengan kondisi sister Iin. 

Pada proses live akhirnya dilakukan tanya jawab dengan sister PDG lainnya, pertanyaan yang diajukan beragam yang memperlihatkan bagaimana mereka sangat antusias dengan pertanyaan yang lebih spesifik mengenai pemilihan protokol IVF, seperti apakah menggunakan short atau long protocol. Dr. Ram menjelaskan bahwa ia sudah meninggalkan long protocol dan berfokus pada short protocol. Juga peratnyaan seputar Low AMH dengan FSH dan LH. Menurut Dr. Ram, jika AMH rendah, tetapi FSH dan LH normal, maka program IVF tetap bisa dilanjutkan. Namun, jika LH rendah dan FSH tinggi, ini menandakan menopause, yang berarti program IVF tidak dapat dilakukan.

Meskipun sempat mengalami 8 kali kegagalan, sister Iin meyakini bahwa keberhasilan IVF yang ke-9 ini adalah sebuah mukjizat, setelah berjuang keras bersama suami selama 23 tahun pernikahan. MDG melihat perjuangan yang tiada akhir ini, dan percaya bahwa tidak ada usaha yang sia-sia dalam perjalanan menuju dua garis.

Menuju Dua Garis yakin, bagi sister dan paksu yang sedang berjuang, tidak ada kata menyerah. Akan ada hari yang indah yang bisa kalian rasakan bersama. Ingat, menjaga tubuh dan kesehatan reproduksi sangat berkaitan, dan semuanya demi tubuh yang sehat.

Untuk informasi lebih lanjut dan konten menarik lainnya, jangan lupa follow Instagram kami di @menujuduagaris.id!

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: Dr Pandian Ram, Gagal IVF, IVF, usia 45 tahun

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Azoospermia Bukan Akhir: Webinar Kupas Tuntas Operasi Testis dan Teknologi Reproduksi untuk Harapan Pasien Azoospermia
  • Asam Folat dan Zinc pada Infertilitas Pria: Benarkah Bisa Memperbaiki Kualitas Sperma dan Peluang Kehamilan?
  • Hamil Bisa, Bertahan Tidak: Talkshow Kupas Tuntas Akar Keguguran Berulang Bersama Dr Uma Mariappen
  • Gaya Hidup, Hormon, dan Kualitas Sperma: Apa yang Sering Terlewat dalam Evaluasi Infertilitas Pria?
  • Mencintai Seseorang dengan Endometriosis

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.