• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

infertilitas

Berbicara tentang Infertilitas sebagai Masalah Kesehatan Global yang Terabaikan

February 12, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Infertilitas faktanya hadir sebagai salah satu isu kesehatan reproduksi yang sering diabaikan dalam penelitian dan kebijakan global, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. 

Sementara ini banyak yang menyoroti angka fertilitas yang tinggi, akses terbatas terhadap kontrasepsi, serta kebutuhan keluarga berencana yang belum terpenuhi, infertilitas justru sering dikesampingkan dari diskusi kesehatan reproduksi. Padahal, diperkirakan ada sekitar 48 juta pasangan dan 186 juta individu di seluruh dunia yang mengalami infertilitas. Wah mengapa begitu ya?

Infertilitas dalam Kebijakan Kesehatan Reproduksi

Infertilitas bukanlah isu baru dalam kesehatan global. Pada Konferensi International Conference on Population and Development (ICPD) tahun 1994 di Kairo, infertilitas diakui sebagai bagian dari program aksi kesehatan reproduksi yang komprehensif. Namun, dalam pertemuan ICPD25 tahun 2019 di Nairobi dan laporan Komisi tingkat tinggi tahun 2021, infertilitas tidak lagi disebutkan secara eksplisit.

Kemajuan dalam teknik reproduksi berbantuan, seperti fertilisasi in-vitro (IVF) yang pertama kali berhasil pada tahun 1978, masih belum dapat diakses secara luas. Bahkan di negara berpenghasilan tinggi, teknologi ini masih tergolong mahal dan sulit dijangkau. Upaya untuk memperluas akses terhadap teknologi ini di negara berkembang juga masih sangat terbatas.

Hambatan dalam Perhatian dan Kebijakan

Minimnya perhatian terhadap infertilitas dalam kebijakan nasional dan internasional disebabkan oleh beberapa faktor utama, di antaranya:

  1. Prioritas Kesehatan Lainnya – Fokus utama banyak negara adalah mengatasi kelebihan populasi, pengendalian kelahiran, serta masalah kesehatan lain seperti penyakit menular dan tingginya angka kematian ibu.
  2. Keterbatasan Sumber Daya – Investasi dalam perawatan fertilitas dianggap mahal dan sulit dibenarkan dalam konteks kesehatan masyarakat yang lebih luas.
  3. Dampak Sosial dan Psikologis – Ketidaksuburan dapat menyebabkan stigma sosial, pengucilan, kecemasan, depresi, serta rendahnya harga diri, terutama dalam budaya yang sangat menekankan peran perempuan sebagai ibu.

Infertilitas dan Kekerasan Terhadap Perempuan

Ketidaksuburan tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga memiliki konsekuensi sosial yang serius. Sebuah studi oleh Yuanyuan Wang dkk. dalam The Lancet Global Health menunjukkan bahwa wanita infertil di negara berpenghasilan rendah dan menengah lebih rentan mengalami kekerasan pasangan intim (KDRT). Setidaknya satu dari tiga wanita infertil mengalami kekerasan dalam 12 bulan terakhir, sementara hampir setengahnya mengalami kekerasan sepanjang hidup mereka. Bentuk kekerasan yang paling umum adalah kekerasan psikologis, diikuti oleh kekerasan fisik, seksual, dan pemaksaan ekonomi.

Infertilitas bukan hanya masalah kesehatan reproduksi, tetapi juga isu sosial yang mempengaruhi kesejahteraan individu dan hubungan keluarga. Sudah saatnya dunia memberikan perhatian lebih terhadap kondisi ini dan mencari solusi yang inklusif serta berkelanjutan bagi mereka yang terkena dampaknya. Untuk informasi menarik lainnya sister dapat akses di Instagram @menujuduagaris.id. 

Referensi 

  • Wang, Y. (2022). Infertility—why the silence. Lancet Global Health, 10(6)
  • https://www.who.int/publications/i/item/978920068315

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: global, infertilitas, kesehatan

Siapa Sangka bahwa Kunyit dapat Membantu Penyembuhan Infertilitas

February 10, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Siapa dari sister yang sedang berjuang melawan infertilitas, dari banyaknya proses pasti sister banyak dihadapkan dengan banyak rintangan. Baik dari pola makan hingga segalanya perlu diubah. MDG pada kesempatan kali ini akan membicarakan tentang pola makanan yang lebih spesifik membahas tentang superfood yang ada di Indonesia terutama dan banyak di ditemui di sekitar sister dan paksu. Baca sampai habis ya!

Inflamasi dan Hubungannya dengan Infertilitas 

Makanan punya peran penting dalam mencegah peradangan. Peradangan sendiri adalah respons alami tubuh untuk melindungi diri dari infeksi virus, bakteri, atau jamur. Dalam proses ini, sel darah putih dan zat yang dihasilkannya bekerja melawan mikroorganisme asing.

Tapi, bagaimana jika peradangan terjadi di organ reproduksi?

Pada penderita endometriosis, misalnya, kadar peradangan dalam tubuh meningkat, menandakan adanya perubahan pada sistem imun. Ketidakseimbangan antara zat anti-peradangan dan pemicu peradangan juga ditemukan pada kasus kegagalan ovarium. Inilah sebabnya peradangan sangat berkaitan dengan insufisiensi ovarium prematur. Nah sebenarnya ada tidak ya jenis makanan yang dapat mencegah terjadinya inflamasi atau peradangan?

Hubungannya Kunyit dengan Infertilitas

Kurkumin sebagai senyawa polifenol berwarna kuning yang terdapat pada kunyit dan temulawak dapat bertindak sebagai penangkap radikal bebas dengan memutus reaksi berantai produksi radikal bebas. Dan akibatnya meningkatkan kualitas jaringan reproduksi dengan meningkatkan ekspresi gen antioksidan

Penelitian telah menunjukkan bahwa kurkumin menghambat produksi oksida nitrat dan radikal bebas oleh makrofag. Telah ditentukan bahwa efek antioksidan Kurkumin adalah menghambat masuknya kalsium dan menghambat protein kinase C. Efek antioksidan Kurkumin sama dengan efek vitamin C dan E. Kurkumin juga merangsang aktivitas enzim yang berperan dalam sintesis dan perubahan asam lemak tak jenuh menjadi asam lemak jenuh. Oleh karena itu, ada kemungkinan bahwa kurkumin memodulasi fluiditas alami membran sel. 

Kunyit dapat membantu meredakan peradangan karena mengandung kurkumin yang memiliki efek anti-inflamasi. Kurkumin bekerja dengan cara memblokir sitokin dan enzim yang menyebabkan peradangan. Bagaimana sister setelah mengetahui informasi tersebut apakah akan menggunakan kunyit sebagai salah satu makanan yang dikonsumsi? tentu saja tetap disesuaikan sama kasus sister dan paksu ya! informasi menarik lainnya dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Izadpanah, M., & Vahidinia, Z. (2024). Exploring the Role of Curcumin in Supporting Reproductive Health and Infertility-Focus on ROS Scavenging Activity. Tabari Biomedical Student Research Journal, 6(1), 25-34.
  • https://www.alodokter.com/melawan-inflamasi-dengan-nutrisi-dari-makanan-ini
  • https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/makanan-antiinflamasi

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: infertilitas, inflamasi, Kunyit

Ultra-long protocol untuk IVF Benarkah Lebih Efektif?

February 9, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Sister, dari kalian yang sedang berproses melawan infertilitas, pasti sering dengar soal berbagai protokol IVF, kan? Salah satunya adalah protokol ultra-panjang, yang katanya bisa meningkatkan peluang kehamilan lebih baik dibanding protokol panjang biasa. Tapi, bener nggak sih? MDG akan menjelaskan lebih lanjut dalam artikel kali ini.

Apa itu Ultra-long protocol IVF dan Bagaimana Prosedurnya?

Protokol IVF jangka panjang, yang juga dikenal sebagai protokol agonis, adalah protokol IVF tradisional yang telah digunakan sejak awal mula IVF. Seluruh proses biasanya memakan waktu sekitar 4-6 minggu, lebih lama dari protokol jangka pendek. 

Prosedur Protokol IVF jangka panjang meliputi konsultasi awal melibatkan proses konsultasi menyeluruh dan personal untuk merencanakan tindakan terbaik bagi perjalanan kesuburan unik Anda.

Langkah-langkahnya diantaranya adalah Down-Regulation, dalam protokol IVF jangka panjang, langkah pertama adalah down-regulation. Di sini, sister akan mengonsumsi obat untuk menekan siklus menstruasi alami, yang biasanya berlangsung sekitar dua minggu. Ini memberi spesialis kesuburan terkontrol lebih besar atas waktu pengambilan sel telur.

Tahap selanjutnya adalah stimulasi ovarium, setelah down-regulation, sister akan mulai mengonsumsi suntikan hormon selama sekitar 10-12 hari untuk merangsang ovarium agar menghasilkan lebih banyak sel telur. Perkembangan sel telur ini dipantau secara ketat dengan pemindaian ultrasonografi rutin.

Tahap berikutnya adalah Trigger Shot, “Trigger shot” diberikan untuk menginduksi pematangan sel telur akhir setelah folikel mencapai ukuran yang sesuai. Setelah proses tersebut selesai langkah selanjutnya adalah pengambilan sel telur, Sel telur kemudian diambil dengan sedasi ringan melalui prosedur bedah minor.

Dan di tahap sebelum akhir yaitu fertilisasi & kultur embrio, dimana setelah diambil, sel telur dibuahi dengan sperma di laboratorium, dan embrio yang dihasilkan dikulturkan hingga siap untuk dipindahkan. HIngga tahap akhir yaitu transfer embrio, satu atau lebih embrio dipindahkan ke rahim. Embrio berkualitas tinggi yang tidak dipindahkan dapat dibekukan untuk digunakan di masa mendatang.

Apa kata Studi Terbaru?

Sebuah meta-analisis dari Shuai Liu dkk. (2021) menemukan bahwa protokol ultra-panjang dengan down regulasi 3 bulan ternyata dapat meningkatkan angka kehamilan klinis pada wanita infertil. Dibandingkan protokol panjang biasa, hasilnya menunjukkan peningkatan 31% dalam peluang kehamilan! Wah, cukup menjanjikan ya?

Temuan tersebut dilakukan pada kasus endometriosis, meskipun protokol ini bisa meningkatkan peluang kehamilan, hasil akhirnya tetap bisa bervariasi tergantung kondisi masing-masing pasien. Jadi yang paling penting tentu disesuaikan dengan kasus infertilitas yang sister dan paksu miliki. Informasi menarik lainnya sister dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi 

  • Liu, S., Xie, Y., Li, F., & Jin, L. (2021). Effectiveness of ultra‐long protocol on in vitro fertilization/intracytoplasmic sperm injection‐embryo transfer outcome in infertile women with endometriosis: A systematic review and meta‐analysis of randomized controlled trials. Journal of Obstetrics and Gynaecology Research, 47(4), 1232-1242.
  • https://www.indiaivf.in/blog/short-or-long-ivf-protocol-which-is-better/?srsltid=AfmBOoqmW85pi7pZQb2XTRO9irOChl0zyA-BXHkabXPqkREmVFBwE81u

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: infertilitas, IVF, prosedur, ultra-long protocol

Bootcamp Sesi 1 MDG Bersama Morula Sukses Digelar, Antusiasme Pejuang Dua Garis di Luar Ekspektasi!

February 3, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Surabaya, 2 Februari 2025 – Bootcamp Sesi 1 Menuju Dua Garis (MDG) bersama Morula sukses terselenggara dengan antusiasme luar biasa dari para Pejuang Dua Garis (PDG). Acara yang diselenggarakan pada 2 Februari 2025 ini menghadirkan tujuh expert dokter dari Morula dan dibuka oleh Bumin MDG sebagai MC, serta dilanjutkan dengan sambutan dari Mizz Rosie, Founder Menuju Dua Garis.

Di luar ekspektasi tim penyelenggara, bootcamp ini berhasil menarik hingga 1.242 pendaftar, dengan 770 peserta aktif yang hadir selama acara berlangsung. Semangat dan partisipasi luar biasa dari para PDG terlihat dari keaktifan mereka dalam berinteraksi, baik di kolom chat Zoom maupun di grup WhatsApp komunitas.

Berbeda dari bootcamp sebelumnya, sesi kali ini menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dan personal. Para peserta diberikan kesempatan untuk mendalami berbagai kasus infertilitas dalam sesi breakout room yang dibagi ke dalam tujuh topik spesifik, dipandu langsung oleh para dokter ahli:

  • Unexplained Infertility – Dr. dr. Jimmy Yanuar Annas, Sp.O.G, Subsp.F.E.R
  • Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) – Dr. I. G. A. N. Agung Sentosa, M. Biomed, Sp.OG, Subsp. FER (K)
  • Low AMH – Dr. Ade Permana, SpOG, Subsp. FER, MARS, FisQua
  • Keguguran Berulang – Dr. Diah Hydrawati Sari Hasibuan, MCE, Sp.OG, Subsp. FER
  • Gagal IVF Berulang – Dr. Malvin Emeraldi, Sp.O.G., Subsp.F.E.R.(K)
  • Endometriosis & Adenomyosis – Dr. Wisnu Setyawan, SpOG, Subsp.FER
  • Azoo, OAT, & Masalah Sperma – Dr. Raditya Ibrahim, Sp.And

 

Selama 85 menit sesi breakout room berlangsung, para PDG sangat antusias berinteraksi dengan para dokter. Banyak pertanyaan dan diskusi menarik yang berlangsung, bahkan waktu yang tersedia terasa kurang untuk menjawab seluruh pertanyaan peserta.


Setelah sesi breakout room, seluruh peserta kembali ke ruang utama untuk menutup acara bersama. Energi dan semangat para PDG tetap membara hingga akhir acara, menunjukkan tekad luar biasa untuk terus belajar dan berjuang dalam perjalanan mereka. Tim MDG merasa bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan ini dan mengajak seluruh PDG untuk terus bersama, saling mendukung, dan berbagi ilmu.

Mizz Rosie menutup acara dengan pesan penuh makna, mengingatkan pentingnya mencintai diri sendiri dan pasangan, serta menghadapi perjalanan ini bersama sebagai support system yang kuat.

Bagi Sister dan Paksu yang ingin terus mendapatkan informasi dan update seputar program berikutnya, jangan lupa untuk follow Instagram kami. Sampai jumpa di Bootcamp Sesi 2 pada 7 Februari 2025!

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: bootcamp, infertilitas, MDG, morula, PDG

Mengenali Apa itu Infertilitas Idiopatik pada Pria

January 6, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Infertilitas idiopatik adalah kondisi di mana pasangan tidak dapat mencapai kehamilan setelah satu tahun berhubungan seksual secara teratur tanpa menggunakan kontrasepsi, dengan konflik yang tidak dapat ditemukan penyebab yang jelas. Sekitar 10% pasangan mengalami infertilitas idiopatik di seluruh dunia. Tentu ini harus diperhatikan, dan kira-kira apa penyebabnya? MDG akan membahas lebih lanjut, baca sampai habis ya!

Penyebab secara Umum dan Idiopatik

Penyebab infertilitas pria pada umumnya yang diketahui adalah kelainan kongenital bawaan, keganasan, infeksi saluran urogenital, peningkatan suhu skrotum, gangguan endokrin, faktor imunologi dan beberapa kelainan genetik yang khas. Namun, dalam 30 hingga 40% kasus, etiologi infertilitas pria masih belum diketahui dan disebut infertilitas pria idiopatik. 

Penyebab kelainan sperma idiopatik menurut sebuah penelitian ini diasumsikan disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk spesies oksigen reaktif, kelainan genetik dan epigenetik yang tidak diketahui, dan gangguan endokrin akibat polusi lingkungan. 

Sebuah penelitian dengan judul “Sedentary behavior, physical inactivity and body composition in relation to idiopathic infertility among men and women” yang menemukan salah satu penyebab dari infertilitas idiopatik adalah bahwa perilaku tidak banyak bergerak dan ketidakaktifan fisik merupakan dua faktor risiko independen yang terkait dengan infertilitas. Sehingga berbagai elemen yang membentuk aktivitas fisik (frekuensi, intensitas, waktu, dan jenis latihan) dan waktu yang dihabiskan untuk duduk harus dipertimbangkan. 

Bagaimana Meminimalisir Penyebab Infertilitas Idiopatik

Dalam hal alat diagnostik, pencitraan dan investigasi genetik berguna untuk mengklasifikasikan pria infertil idiopatik, namun, perubahan epigenetik telah terbukti berperan dalam produksi sperma dan nilai prognostik dalam hasil fertilitas. 

Perawatan antioksidan untuk idiopathic male infertility (IMI) telah ditemukan sebagai pilihan yang valid untuk melawan aksi ROS yang mana banyak menjadi penyebab IMI, sementara gonadotropin digunakan untuk meningkatkan kualitas sperma dan sperm DNA fragmentation (SDF). Pada penelitian lebih lanjut juga turut menunjukkan bagaimana Kecerdasan buatan menjanjikan untuk mengelola pria infertil idiopatik dengan lebih baik dalam hal diagnosis dan pilihan perawatan.

Setelah mengetahui banyak kemungkinan infertilitas idiopatik pada pria, lebih lanjut sister dan paksu dapat mulai mempertimbangkan lagi seperti apa gaya hidup yang sedang dijalani, dan apakah sudah sesuai dengan standar kesehatan. Meski demikian sister dan paksu tetap perlu berkonsultasi pada dokter agar dapat sesuai dengan masalah yang kalian hadapi. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagris.id

 

Referensi 

  • Bracke, A., Peeters, K., Punjabi, U., Hoogewijs, D., & Dewilde, S. (2018). A search for molecular mechanisms underlying male idiopathic infertility. Reproductive biomedicine online, 36(3), 327-339.
  • Boeri, L., Kandil, H., & Ramsay, J. (2024). Idiopathic male infertility – what are we missing? Arab Journal of Urology, 1–15. https://doi.org/10.1080/20905998.2024.2381972
  • Foucaut, A. M., Faure, C., Julia, C., Czernichow, S., Levy, R., Dupont, C., & ALIFERT Collaborative Group. (2019). Sedentary behavior, physical inactivity and body composition in relation to idiopathic infertility among men and women. PloS one, 14(4), e0210770.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: Idopatik, infertilitas, langkah langkah pemeriksaan sperma, Pria

Ketahui yang Ternyata ada Hubungan Erat antara Mikrobiota Usus dan Kesuburan pada Perempuan

December 30, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Mikrobiota usus merupakan komponen penting dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan, tapi fakta menariknya adalah ia memiliki hubungan signifikan dengan kesuburan wanita. Wah kenapa bisa begitu ya, baiklah MDG akan menjelaskan lebih lanjut untuk itu baca sampai habis ya!

Pahami Definisi Mikrobiota Usus

Mikrobiota usus adalah kumpulan mikroorganisme yang luas dan kompleks yang sangat mempengaruhi kesehatan manusia. Sebelumnya, orang menyebut mikrobiota usus sebagai mikroflora usus.

Mikrobiota usus membantu berbagai fungsi tubuh, termasuk memanen energi dari makanan yang dicerna, melindungi dari patogen, mengatur fungsi kekebalan tubuh, memperkuat penghalang biokimia usus.

Lalu apa Hubungan dengan Kesuburan Perempuan?

Mikrobioma usus memainkan peran penting dalam kesehatan kita secara keseluruhan, dengan mayoritas mikroba tubuh kita berada di usus. Menariknya, sekitar 9% populasi mikroba wanita ditemukan di saluran reproduksi.

Mikrobiota usus, yang mencakup triliunan mikroorganisme, memiliki dampak signifikan pada sistem reproduksi endokrin dengan berinteraksi dengan hormon-hormon utama seperti estrogen, androgen, dan insulin. Interaksi ini menunjukkan bahwa mikrobioma usus mungkin terlibat dalam kondisi seperti Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) dan endometriosis, yang keduanya merupakan faktor risiko infertilitas.

Bagaimana dengan Mikrobioma vagina?

Mikrobioma vagina juga hadir sebagai salah satu faktor penting lainnya dalam kesehatan reproduksi, dengan Lactobacillus sebagai salah satu bakteri dominan di lingkungan vagina wanita sehat. Lactobacillus menghasilkan asam laktat, yang membantu mencegah pertumbuhan berlebih dari ragi, bakteri, dan virus yang berpotensi berbahaya. Penelitian menunjukkan bahwa ketika mikrobioma vagina tidak didominasi oleh Lactobacillus, hal itu dapat menyebabkan dysbiosis, yang telah dikaitkan dengan kegagalan implantasi dan tingkat kehamilan yang lebih rendah dalam IVF, meskipun tampaknya tidak mempengaruhi tingkat kelahiran hidup. Jika demikian, adakah solusi untuk keadaan tersebut?

Potensi Probiotik untuk keseimbangan Mikrobiota Usus

Perlu untuk menyeimbangkan mikrobiota usus, salah satunya menggunakan probiotik.  Potensi probiotik untuk meningkatkan hasil reproduksi merupakan bidang penelitian aktif, meskipun masih dalam tahap awal. Penelitian baru menunjukkan hasil yang menjanjikan. Misalnya, probiotik intravaginal yang mengandung Lactobacillus dapat mendukung kesuburan dan berpotensi meningkatkan angka kelahiran hidup pada wanita dengan vaginosis bakterial. Probiotik ini dapat memengaruhi mikrobioma endometrium dan juga dapat mengurangi angka keguguran.

Dalam konteks PCOS dan endometriosis, penelitian awal menunjukkan bahwa probiotik Lactobacillus dapat bermanfaat karena kadar Lactobacillus yang rendah diindikasikan pada kedua kondisi tersebut.

Cara menjaga Keseimbangan Mikrobiota Usus

Pola makan memainkan peran penting dalam menjaga mikrobioma usus yang sehat. Mengonsumsi mikroba makanan hidup yang ditemukan dalam makanan seperti kefir atau yoghurt dapat mendukung kesehatan usus. Selain itu, seperti yang terlihat di atas, mempertimbangkan probiotik yang didominasi Lactobacillus mungkin bermanfaat.

Pola makan yang mendukung keragaman mikrobiota usus juga direkomendasikan. Pola makan seperti itu biasanya kaya serat dan mencakup biji-bijian utuh, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, polong-polongan, dan kacang-kacangan. Pola makan bergaya Mediterania, yang menampilkan polong-polongan, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, biji-bijian, daging tanpa lemak, ikan berminyak, dan minyak zaitun murni, telah terbukti mendukung

Setelah mengetahui informasi tersebut, sister penting untuk menjaga keseimbangan mikrobiota usus dengan menggunakan probiotik untuk meningkatkan kesuburan dan kesehatan sister secara keseluruhan. Informasi menarik lainnya kunjungin Instagram @menujuduagaris.id 

Referensi

  • https://www.morulaivf.co.id/id/blog/manfaat-probiotik-untuk-wanita/
  • https://nusantics.com/en/blog/masa-depan-bayi-dipengaruhi-microbiome-pada-ibu-hamil-ini-penjelasannya
  • https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7971312/
  • https://www.europeanfertilitysociety.com/fertility-and-the-microbiome-lv/

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: infertilitas, Keseuburan, mikrobiota usus, perempuan

  • « Go to Previous Page
  • Page 1
  • Interim pages omitted …
  • Page 24
  • Page 25
  • Page 26
  • Page 27
  • Go to Next Page »

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Stres, Hormon, dan Infertilitas: Ketika Pikiran dan Tubuh Saling Mempengaruhi Kesuburan
  • Faktor Sederhana yang Ternyata Bisa Mempengaruhi Kesuburan
  • Nyeri Saat Berhubungan pada Endometriosis: Kenapa Banyak yang Diam dan Tidak Tahu Harus Ke Mana
  • Antioksidan Tidak Selalu Aman: Ketika “Terlalu Sehat” Justru Mengganggu Kesuburan
  • Stres Oksidatif dan Kualitas Sperma: Peran Telomer yang Jarang Dibahas dalam Infertilitas

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.