• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

Telur

Bekukan Telur Sebagai Wujud dari Pertahankan Harapan: Apa Kata Penelitian tentang Oocyte Cryopreservation?

July 17, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Di tengah semakin berkembangnya teknologi reproduksi berbantu (ART), salah satu pilihan yang makin banyak dibicarakan adalah pembekuan sel telur atau oocyte cryopreservation. Tapi, seberapa efektif sebenarnya metode ini? Apakah sel telur beku bisa bertahan, menghasilkan kehamilan, bahkan melahirkan bayi sehat? Yuk, kita bahas hasil penelitian terbaru yang bisa jadi insight penting buat kamu, sister!

Mengenal Tujuan dan Latar Belakang Prosedur

Jadi ada sebuah penelitian yang melihat bagaimana hasil dari prosedur pembekuan sel telur (oocyte cryopreservation) yang dilakukan di sebuah klinik fertilitas selama tahun 2015–2020. Sebanyak 224 perempuan berusia 18–48 tahun ikut serta dalam studi ini, dengan latar belakang yang beragam. Ada yang membekukan sel telur karena harus menjalani pengobatan seperti kemoterapi yang bisa merusak kesuburan, ada juga perempuan lajang yang cadangan sel telurnya mulai menurun. Beberapa pasangan melakukan prosedur ini karena di hari pengambilan sel telur, sperma tidak bisa didapatkan. Selain itu, ada juga pasien yang melakukan teknik oocyte pooling untuk keperluan ICSI (penyuntikan sperma ke dalam sel telur) karena alasan teknis.

Gimana Hasilnya?

Dari data yang dikumpulkan, didapatkan hasil menarik:

  1. Tingkat kelangsungan hidup sel telur setelah dibekukan dan dicairkan: 92,68%
  2. Tingkat kehamilan per siklus pencairan sel telur: 8,66%
  3. Tingkat kelahiran hidup per siklus pencairan: 4,66%

Jadi dengan menggunakan teknik vitrifikasi (proses pembekuan super cepat yang mencegah pembentukan kristal es), tingkat kelangsungan hidup sel telur sangat tinggi lebih dari 90%! Ini menunjukkan bahwa metode ini sudah cukup aman dan efektif.

Meskipun angka kehamilan dan kelahiran hidup per siklus belum setinggi pembekuan embrio, hasilnya relatif setara, apalagi untuk pasien dengan kondisi khusus seperti yang disebutkan di atas.

Pembekuan Sel Telur dan Pilihan Perempuan

Karena pembekuan sel telur memberikan pilihan nyata bagi perempuan untuk menjaga kemungkinan memiliki anak di masa depan, khususnya bagi yang belum menemukan pasangan, Menghadapi kondisi medis serius atau Mengalami penurunan cadangan ovarium di usia muda.

Dengan terus berkembangnya teknologi, pembekuan sel telur bukan lagi sekadar wacana, tapi investasi nyata untuk masa depan reproduksi perempuan. Kalau kamu ingin tahu apakah pembekuan sel telur cocok untukmu atau ingin memahami lebih lanjut soal fertilitas, jangan ragu buat diskusi ya, sister! informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Spiegel, E., Weintraub, A. Y., Aricha-Tamir, B., Ben-Harush, Y., & Hershkovitz, R. (2021). The use of sonographic myometrial thickness measurements for the prediction of time from induction of labor to delivery. Archives of Gynecology and Obstetrics, 303(4), 891-896.

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: infertilitas, perempuan, Telur

Peran Telur vs Sperma dalam Perkembangan Embrio – Apa Kata Dokter?

July 6, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Channel Take Over bareng dr. Maitra Djiang Wen, Sp.And-KFER

Pertanyaan dari PDG:

Dok, apakah benar day 1–3 itu hanya peran telur, dan day 4–5 hanya peran sperma?

Lalu, apakah ada perbedaan besar antara embrio yang berkembang menjadi blastosis di day 5 dan day 6?

Jawaban dari dr. Maitra:

Tidak sepenuhnya salah, tapi juga tidak 100% benar.

Tahapan perkembangan embrio hingga fase 8 sel (sekitar day 3) memang masih sangat bergantung pada “energi” atau faktor dari sel telur. Oleh karena itu, kondisi embrio pada hari ke-3 bisa menjadi gambaran kualitas telur.

Setelah itu, memasuki fase Embryonic Genome Activation (EGA)—yang pada manusia terjadi setelah hari ke-3—embrio mulai mandiri. Artinya, ia mulai menggunakan materi genetiknya sendiri dan mengambil nutrisi dari lingkungan sekitarnya.

Nah, disinilah peran sperma mulai lebih tampak. Jika embrio day 3 terlihat bagus, tapi di day 5 kualitasnya menurun (misalnya tidak berkembang menjadi blastokista yang optimal), maka besar kemungkinan penyebabnya berasal dari faktor sperma, bukan telur.

Jadi, blastokista yang terbentuk di day 5 atau day 6 sama-sama bisa digunakan, tapi perbedaan waktu ini juga bisa menjadi indikator tambahan dalam menilai kualitas sperma dan embrio secara keseluruhan.

Dijawab Oleh: dr. Maitra Djiang Wen, ApAnd-KFER

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: analisa sperma, embrio, sperma, Telur

Primary Sidebar

Recent Posts

  • AMH Rendah dan Peluang IVF: Apa yang Sebenarnya Terjadi di Dalam Ovarium?
  • Diminished Ovarian Reserve (DOR) dan Premature Ovarian Insufficiency (POI): Serupa Tapi Tak Sama
  • Low AMH, Masih Ada Harapan?
  • POI Selain Donor Sel Telur Apa Ada Pilihan Lain??
  • Transcutaneous Electrical Acupoint Stimulation (TEAS): Terapi Akupuntur Tanpa Jarum untuk Mendukung Program IVF

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.