• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

analisa sperma

Peran Telur vs Sperma dalam Perkembangan Embrio – Apa Kata Dokter?

July 6, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Channel Take Over bareng dr. Maitra Djiang Wen, Sp.And-KFER

Pertanyaan dari PDG:

Dok, apakah benar day 1–3 itu hanya peran telur, dan day 4–5 hanya peran sperma?

Lalu, apakah ada perbedaan besar antara embrio yang berkembang menjadi blastosis di day 5 dan day 6?

Jawaban dari dr. Maitra:

Tidak sepenuhnya salah, tapi juga tidak 100% benar.

Tahapan perkembangan embrio hingga fase 8 sel (sekitar day 3) memang masih sangat bergantung pada “energi” atau faktor dari sel telur. Oleh karena itu, kondisi embrio pada hari ke-3 bisa menjadi gambaran kualitas telur.

Setelah itu, memasuki fase Embryonic Genome Activation (EGA)—yang pada manusia terjadi setelah hari ke-3—embrio mulai mandiri. Artinya, ia mulai menggunakan materi genetiknya sendiri dan mengambil nutrisi dari lingkungan sekitarnya.

Nah, disinilah peran sperma mulai lebih tampak. Jika embrio day 3 terlihat bagus, tapi di day 5 kualitasnya menurun (misalnya tidak berkembang menjadi blastokista yang optimal), maka besar kemungkinan penyebabnya berasal dari faktor sperma, bukan telur.

Jadi, blastokista yang terbentuk di day 5 atau day 6 sama-sama bisa digunakan, tapi perbedaan waktu ini juga bisa menjadi indikator tambahan dalam menilai kualitas sperma dan embrio secara keseluruhan.

Dijawab Oleh: dr. Maitra Djiang Wen, ApAnd-KFER

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: analisa sperma, embrio, sperma, Telur

Apakah Prosedur Physiological Intracytoplasmic Sperm Injection ( PICSI ) Berdampak Signifikan pada Pemilihan Sperma?

January 12, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

 

Program IVF memiliki banyak prosedur selama program dilaksanakan salah satunya adalah Prosedur Physiological Intracytoplasmic Sperm Injection (PICSI). Ia hadir sebagai teknik inovatif dalam teknologi reproduksi berbantu yang dirancang untuk meningkatkan pemilihan sperma berkualitas sebelum proses fertilisasi. MDG lebih lanjut membahas, agar sister dan paksu dapat mempertimbangkan apakah prosedur ini dapat digunakan. Baca sampai habis ya!

Pengertian PICSI

Physiological Intracytoplasmic Sperm Injection (PICSI) adalah teknik yang digunakan untuk memilih sperma yang akan digunakan dalam perawatan Intracytoplasmic sperm injection(ICSI). Teknik ini melibatkan penempatan sperma dengan hyaluronic acid (HA), senyawa alami yang ditemukan dalam tubuh. PICSI mengidentifikasi sperma yang dapat mengikat HA dan sperma ini dipilih untuk digunakan dalam perawatan.

Kapan PICSI mungkin diperlukan?
ICSI dan PICSI merupakan perawatan yang mungkin diindikasikan untuk infertilitas Faktor Pria dalam kasus-kasus diantaranya adalah ketika skor HBA pada penilaian air mani kurang dari 65%, yang menunjukkan berkurangnya kadar sperma matang dalam sampel. Begitu juga jika terjadi pada pasangan dengan keguguran berulang atau mereka dengan embrio yang lambat atau tidak berkembang dengan baik juga dapat memperoleh manfaat dari PICSI. 

Mengapa pasangan perlu melakukan PICSI ?

Faktanya bahwa Ahli embriologi tidak dapat melakukan pengecekan sperma hanya dengan melihat melalui mikroskop, seperti dalam prosedur ICSI rutin, karena sperma yang matang dan yang belum matang akan memiliki tampilan yang sama.

Sehingga prosedur PICSI, membantu embriolog untuk membedakan antara sperma matang yang telah menyelesaikan perkembangan penuhnya dan sperma yang belum matang yang lebih mungkin memiliki DNA yang rusak atau jumlah kromosom yang salah. 

Dalam prosedur PICSI, Ahli Embriologi hanya akan menggunakan sperma yang matang untuk disuntikkan langsung ke dalam sel telur yang matang. Setelah PICSI, sel telur yang disuntikkan diinkubasi semalaman dan dinilai keesokan paginya untuk mengetahui bukti pembuahan. Tingkat pembuahan rata-rata setelah PICSI serupa dengan ICSI dan IVF, dengan 60-70% sel telur yang disuntikkan membuahi secara normal setelah PICSI.

Dari penjelasan tersebut, faktanya prosedur PICSI menawarkan pendekatan yang lebih efektif dalam pemilihan sperma untuk prosedur IVF, dengan manfaat signifikan dalam meningkatkan kualitas embrio dan tingkat keberhasilan kehamilan. Penggunaan hyaluronic acid sebagai alat seleksi memberikan keuntungan dalam memilih sperma dengan potensi fertilisasi terbaik, sister dan paksu dapat memutuskan prosedur tersebut, jika kiranya sesuai dengan kebutuhan dan atas saran dari dokter. Informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • https://www.hfea.gov.uk/treatments/treatment-add-ons/physiological-intracytoplasmic-sperm-injection-picsi/
  • https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10258512/
  • https://hertsandessexfertility.com/treatments/physiological-icsi-picsi/

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: analisa sperma, bayi tabung, IVF, PICSI

Pahami Manfaat Koordinasi Pengambilan Oosit dan Hubungannya dengan Prosedur Microscopic Testicular Sperm extraction (mTESE)

January 2, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Pengobatan infertilitas pria yang disebabkan oleh masalah sperma dapat dilakukan melalui berbagai metode. Salah satu teknologi canggih dalam bidang reproduksi adalah Microscopic Testicular Sperm Extraction atau mTESE. Metode ini dapat diterapkan untuk paksu yang menghadapi kesulitan mendapatkan sperma dari testis karena kondisi medulla seminiferi yang tidak normal. MDG akan membahas lebih lanjut tentang koordinasi pengambilan oosit dengan menerapkan prosedur mTESE untuk memperoleh sperma pada pria. Baca sampai habis ya!

Apa itu microsurgical testicular sperm extraction (mTESE)

microsurgical testicular sperm extraction (microTESE) adalah prosedur pembedahan yang dilakukan untuk mengambil sperma dari testis pria. Prosedur ini dilakukan untuk mengatasi infertilitas pada pria, khususnya yang disebabkan oleh azoospermia non obstruktif. Lalu bagaimana jika prosedur ini dikaitkan dengan pengambilan oosit

mTESE dengan siklus pengambilan oosit segar merupakan hal yang rumit. Sehingga diperlukan sinkronisasi yang tepat antara jadwal pasien, ahli urologi reproduksi, ahli endokrinologi reproduksi, tim ruang operasi, dan ahli embriologi. Bahkan dengan perencanaan yang cermat, perkembangan folikel tidak dapat diprediksi selama stimulasi ovarium terkontrol, dan pengambilan oosit mungkin tidak dapat disesuaikan dengan tanggal mTESE segar yang dijadwalkan. 

Beberapa Pertimbangan sebelum melakukan Prosedur mTESE

Melihat data yang ada mengenai hasil IVF dan kehamilan dengan oosit yang divitrifikasi sangat mendukung untuk keberhasilan prosedur ini. Sister dan paksu dapat  melihat tingkat keberhasilan yang tinggi dari oosit yang divitrifikasi dan potensi keuntungan dari pemisahan prosedur. 

Bagi pasien dengan cadangan ovarium yang berkurang, lebih dari satu siklus stimulasi ovarium dengan penyimpanan oosit untuk memaksimalkan jumlah oosit yang tersedia harus dipertimbangkan sebelum mTESE. Selain itu, hal yang perlu diketahui adalah bahwa sperma mungkin tidak ditemukan pada saat mTESE. 

Kehadiran Kemajuan dalam vitrifikasi oosit telah membuka pintu bagi pendekatan yang lebih fleksibel dan berpusat pada pasien serta peluang untuk mengoptimalkan waktu dan koordinasi kedua prosedur tersebut. Dengan memisahkan pengambilan oosit segar dan mTESE segar, dan memanfaatkan tingkat kelangsungan hidup yang tinggi dari oosit yang divitrifikasi, ternyata dapat mengurangi beban pada pasien dan tim perawatan kesehatan sambil mempertahankan, atau berpotensi meningkatkan, kemungkinan keberhasilan.

Setelah mengetahui fakta tersebut, tentunya dapat sister dan paksu pertimbgkan kembali, apa langkah yang tepat untuk dapat dipilih ya. Melakukan prosedur yang terpisah dan melihat apa saja kira-kira dampaknya, meski demikian pilihlah proses yang aman dan mengedepankan keselamatan sister dan paksu. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi 

  • Hughes, L., Kim, H. H., & Feinberg, E. C. (2024). It’s time to re-think coordination of fresh oocyte retrievals with microscopic testicular sperm extraction (mTESE). Fertility and sterility, S0015-0282.
  • https://my-clevelandclinic-org.translate.goog/health/procedures/microtese?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=sge&_x_tr_hist=true

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: analisa sperma, azoospermia, Microscopic Testicular Sperm extraction, NOA, Oosit

Pemeriksaan Analisis Sperma, Begini Tahapan, Persiapan dan Prosedurnya

July 10, 2023 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Analisis sperma (semen) adalah suatu prosedur medis yang dilakukan untuk mengevaluasi kualitas dan kuantitas sperma pada seorang pria. Cara ini dilakukan untuk mengetahui masalah kesuburan pada pria akibat program hamil yang sering gagal. Pemeriksaan ini juga bisa kamu lakukan prapernikahan untuk memastikan kesehatan reproduksi.

Tes sperma dilakukan dengan mengambil sampel air mani yang mengandung sperma, kemudian dianalisis di laboratorium. Dalam tes sperma, dokter akan melakukan pemeriksaan yang meliputi jumlah sel sperma, bentuk atau morfologi sel sperma, serta gerak atau pergerakan sel sperma.

Lalu, bagaimana langkah-langkah dalam melakukan pemeriksaan sperma? [Read more…] about Pemeriksaan Analisis Sperma, Begini Tahapan, Persiapan dan Prosedurnya

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: analisa sperma, cara memeriksa sperma, langkah langkah pemeriksaan sperma, tahapan pemeriksaan sperma

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Endometriosis Bisa Menyentuh Paru dan Diafragma: Memahami Thoracic Endometriosis Syndrome (TES)
  • The Fertility Cascade: Ketika Banyak Perempuan Tahu Mereka Infertil, Tapi Hanya Sedikit yang Bisa Mendapatkan Anak
  • Folat dan Cadangan Ovarium: Apakah Benar Bisa Mempengaruhi AFC, Sister?
  • Ketika IVF Berulang Mengubah Hidup: Apa yang Terjadi pada Kualitas Hidup & Emosi Perempuan?
  • Ketika Infertilitas Berkepanjangan Menggerus Kesehatan Mental: Apa yang Terjadi pada Perempuan?

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2025 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.