• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

Admin Menuju Dua Garis

Fakta yang perlu Diketahui Bahwa Pola Makan yang Buruk Berdampak pada Kualitas Sperma dan Hidup Jangka Panjang

January 11, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

 

 

Dalam hal pola makan, beberapa komponen dan nutrisi telah dianggap sebagai penentu fungsi sperma, kesuburan, atau fungsi normal sistem reproduksi, bukti yang terkumpul dari menunjukkan bahwa obesitas pria dan beberapa komponen pola makan dapat memainkan peran penting dalam mengatur spermatogenesis, pematangan sperma, dan kemampuan pembuahan. 

Bayangkan saja jika kehidupan sehari-hari itu berdampak pada masa depan paksu baik untuk diri sendiri ataupun pada masalah lebih spesifik yaitu fertilitas. MDG akan menjelaskan lebih lanjut seperti apa pola hidup ini berdampak. Baca sampai habis ya!

Jenis kandungan Makanan dan penyebab pada Obesitas

Sebuah temuan dari terjadinya obesitas pada pria berkaitan dengan  dengan gangguan reproduksi karena efeknya pada struktur molekul dan fisik sperma. Pola makan yang kaya kalori, asam lemak trans, lemak jenuh atau kolesterol telah dikaitkan dengan gangguan testis, yang melibatkan gangguan dalam spermatogenesis yang berpotensi mempengaruhi kesuburan pria dan keturunannya. 

Sebuah penelitian di Spanyol pada 2011 mengaitkan peningkatan asupan lemak trans dengan penurunan jumlah sperma melansir Heart.org. Lemak trans sendiri seringkali digunakan untuk memperpanjang umur simpan sebuah produk makanan atau sering disebut sebagai bahan pengawet. Bahkan sperma dengan kadar asam lemak trans tinggi dikaitkan dengan konsentrasi sperma yang lebih rendah.

Berkaitan dengan makanan ada sebuah temuan penelitian dengan judul “The relationship between major dietary patterns and fertility status in iranian men: a case–control study” bahwa dari empat pola makan utama termasuk pola makan sehat, Barat, campuran, dan tradisional. Studi tersebut menunjukkan bahwa kepatuhan yang lebih besar pada pola makan sehat mungkin memiliki hubungan terbalik dengan kemungkinan infertilitas sedangkan pada pola makan Barat dan campuran mungkin dikaitkan dengan peningkatan risiko infertilitas. 

Lalu Seperti apa Langkah yang dapat dilakukan?

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi serat mengurangi kadar estrogen plasma dengan mengikat langsung estrogen tak terkonjugasi, melihat bagaimana kadar estrogen plasma yang rendah pada pria sangat penting untuk kesuburan normal.

Dengan membuat perubahan kecil namun konsisten dalam pola makan, paksu dapat memaksimalkan peluang hidup yang lebih sehat dan sejahtera. Karena, seperti pepatah yang mengatakan, “Apa yang kita makan hari ini adalah investasi bagi kesehatan kita di masa depan.” Jadi, pilihlah dengan bijak, demi kehidupan yang lebih berkualitas, bisa dimulai dengan mengecek kandungan lemak setiap makanan pada kemasan makanan dan langkah kecil lain, karena ini semua baik untuk paksu dan sister juga untuk generasi mendatang.

Referensi

  • Salas-Huetos, A., Bulló, M., & Salas-Salvadó, J. (2017). Dietary patterns, foods and nutrients in male fertility parameters and fecundability: a systematic review of observational studies. Human reproduction update, 23(4), 371-389.
  • Haeri, F., Pourmasoumi, M., Ghiasvand, R., Feizi, A., Salehi-Abargouei, A., Marvast, L. D., … & Mirzaei, M. (2021). The relationship between major dietary patterns and fertility status in iranian men: a case–control study. Scientific Reports, 11(1), 18861.
  • https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20211025125439-260-711948/5-pantangan-makanan-yang-harus-dihindari-untuk-kesuburan-pria#:~:text=3.%20Lemak%20trans&text=Kekhawatiran%20utama%20dari%20para%20peneliti,konsentrasi%20sperma%20yang%20lebih%20rendah.

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: fertilitas, makanan, nutrisi, pola hidup, sperma

Tau nggak sih ternyata Fakta Bersepeda terlalu banyak menyebabkan ketidaknormalan morfologi sperma

January 10, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Latihan olahraga menjadi salah satu yang solusi hidup sehat bagi sebagian orang, ia kemudian menjadi gaya hidup untuk meningkatkan kesehatan secara umum dan bahkan dalam konteks fertilitas. Akan tetapi, sister dan paksu perlu tahu olahraga yang dilakukan secara tidak tepat atau berlebihan, dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. MDG pada kesempatan ini akan membahas lebih spesifik olahraga bersepeda. Baca sampai habis ya!

Bagaimana Morfologi Sperma dianggap Normal?

Morfologi sperma mengacu pada ukuran dan bentuk sperma. Idealnya, sperma akan memiliki bentuk normal yang memungkinkannya bergerak melalui saluran reproduksi dan menembus sel telur secara efektif.

Bentuk normal berarti, Kepala sperma harus berbentuk oval dengan panjang 5 hingga 6 μm dan lebar 2,5 hingga 3,5 μm. Bagian tengah atau leher harus berukuran panjang 4 hingga 5 μm. Flagel atau ekor harus berukuran panjang sekitar 50 μm. Sperma harus memiliki akrosom normal, struktur seperti tutup di atas kepala sperma. Akrosom mengandung enzim yang membantu sperma menembus sel telur. Sperma yang memiliki masalah morfologi mungkin memiliki kepala yang cacat, kepala yang terlalu besar, dua ekor, atau cacat lainnya.

Olahraga berlebih dan Dampak pada Infertilitas 

Faktanya, secara umum diterima bahwa, pada atlet elit, latihan olahraga mungkin lebih merugikan daripada menguntungkan, yang memicu kerusakan multisistemik seperti otot, osteoartikular, jantung, dll. 2-6. Fungsi reproduksi telah dinilai pada atlet terkait dengan kemungkinan efek negatifnya. Karena gejala yang jelas (menarche tertunda, amenore, oligomenore), para peneliti menduga adanya hubungan antara latihan dan fungsi reproduksi pada atlet. Lebih spesifik salah satunya adalah olahraga bersepeda. 

Sebuah penelitian bahkan mengaitkan olahraga yang berlebih dengan kualitas sperma, sebuah temuan dari Vaamonde dengan judul “Sperm morphology normalcy is inversely correlated to cycling kilometers in elite triathletes” menemukan bahwa volume bersepeda yang tinggi, terutama di atas 300 km/minggu, merugikan morfologi sperma, dan bahkan dapat menyebabkan gangguan serius pada kesuburan pria.

Meski demikian paksu tetap dapat melakukan aktivitas bersepeda setidaknya dengan menerapkan hal-hal berikut, pertama pilihlah sadel yang tepat dan nyaman. Sadel yang dianjurkan adalah sadel yang cukup lebar sehingga memungkinkan terjadinya kontak antara bagian belakang sadel dengan ujung tulang duduk. Gunakan celana bersepeda yang memiliki bantalan (padded) sehingga dapat mengurangi benturan ke daerah testis. Ubah sedikit posisi duduk di sepeda setiap 10 menit bersepeda atau condongkan ujung sadel sedikit ke bawah sehingga penekanan pada testis berkurang. Apabila terdapat opsi dalam memilih rute, sebisa mungkin hindari rute yang melibatkan jalanan yang berbatu atau yang berpotensi menimbulkan goncangan dan hentakan antara sadel dan badan. Apabila terjadi hentakan atau goncangan di sepeda, paksu juga dapat sedikit mengangkat badan atau mengurangi tekanan badan pada sadel sehingga gaya benturan tidak sepenuhnya diteruskan. 

Meskipun bersepeda bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat, tentu paksu dan sister harus menjaga keseimbangan melalui efektivitas dengan tidak berlebih melakukan olahraga terutama bersepeda. Berolahraga dengan bijak dan tidak berlebihan sangat penting untuk menjaga kualitas sperma dan kesuburan secara keseluruhan. 

Referensi

  • Vaamonde, D., Da Silva-Grigoletto, M. E., García-Manso, J. M., Cunha-Filho, J. S., & Vaamonde-Lemos, R. (2009). Sperm morphology normalcy is inversely correlated to cycling kilometers in elite triathletes. Revista Andaluza de Medicina del Deporte, 2(2), 43-46.
  • https://www-givelegacy-com.translate.goog/resources/what-is-normal-sperm-morphology/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=sge#:~:text=Morfologi%20sperma%20mengacu%20pada%20ukuran,membantu%20sperma%20menembus%20sel%20telur.
  • https://www.klikdokter.com/gaya-hidup/perawatan-pria/apakah-bersepeda-menurunkan-kesuburan-pria

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: bersepeda, IVF, morfologi, olahraga, pejuang dua garis, sperma

Pil KB untuk Endometriosis: Solusi Sehat atau Risiko Baru?

January 9, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Dalam beberapa kasus pilihan pada Pil KB (pil kontraseptif oral) dapat menjadi salah satu solusi untuk mengobati endometriosis, meski demikian tentu memiliki resiko, sehingga perlu dipertimbangkan, MDG akan menjelaskan lebih lanjut bagaimana  pil KB dapat digunakan untuk endometriosis, Baca sampai habis ya!

Hubungan Pil KB dan Endometriosis

Endometriosis sendiri merupakan kondisi ketika darah menstruasi tidak seluruhnya keluar dari tubuh, tetapi masuk ke dalam rongga perut dan menempel di dinding perut (abdomen). Seperti dikutip di kompas.com ketua Himpunan Fertilitas Endokrinologi Reproduksi Indonesia (HIFERI) Cabang Semarang Noor Pramono menjelaskan bahwasanya pil KB dapat membuat endometriosis terhambat karena mengandung hormon estrogen dan progestin sehingga mengistirahatkan pekerjaan indung telur dalam memproduksi hormon estrogen dan progesteron. “Jika indung telur tidak terlalu banyak bekerja maka gesekan dan rangsangan yang ditimbulkan juga semakin berkurang”. Namun pil seperti apa yang dapat dikonsumsi? 

Fungsi Pil KB dalam Mengobati Endometriosis

Pertama-tama tentu sister harus mengetahui perbedaan dari kadar kandungan pada pil KB yang akan dikonsumsi, karena setiap pil KB memiliki kadar kandungan yang berbeda meski semua pil kb memiliki kandungan berupa hormon estrogen dan progesteron. Rekomendasinya adalah Pil kombinasi progesteron/estrogen yang terbukti efektif untuk endometriosis sekarang ini adalah kombinasi drospirenone + ethinylestradiol ATAU norethisterone + ethinylestradiol.

Pil KB pada endometriosis bermanfaat untuk mengurangi gejala-gejala endometriosis seperti nyeri panggul, perdarahan di luar menstruasi, nyeri menstruasi hebat, dan gejala psikologis terkait kadar hormon. Pada endometriosis, dokter biasanya memilih pil hormon kombinasi dengan kadar progesteron yang lebih tinggi, karena lebih efektif menekan pertumbuhan jaringan endometrium. Meski demikian apakah tidak ada resiko yang berkaitan?

Batasan dan Risiko

Yang harus digarisbawahi disini adalah bahwa efektivitas pil KB dalam mengobati endometriosis bergantung pada individu dan tingkat keparahan gejala. karena diantara itu ada juga yang mungkin mengalami hasil positif signifikan, sementara yang lain mungkin tidak.

Perempuan yang menggunakan pil KB untuk jangka waktu lama juga hharus waspada terhadap potensi komplikasi seperti gangguan metabolisme, tekanan darah tinggi, dan risiko tromboemboli.

Meski Pil KB dapat menjadi opsi terapeutik yang tepat untuk mengobati endometriosis, terutama jika digunakan dalam kombinasi dengan terapi hormon lainnya. Namun, sister dan paksu lebih baik untuk mendiskusikan dengan dokter untuk menyesuaikan dengan kondisi spesifik dan tujuan perawatan. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • https://www.alodokter.com/komunitas/topic/apakah-kb-andalan-dapat-digunakan-untuk-terapi-hormon-endometriosis-
  • https://health.kompas.com/read/2009/01/28/19585296/pil-kb-dapat-mengurangi-risiko-endometriosis
  • https://www.endofound.org/all-birth-control-pills-arent-created-equal-in-managing-endometriosis-say-experts

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: Endometrosis, pil kb, resiko, solusi sehat

Kenali Anemia Defisiensi Vitamin B12 dan Folat Yang ternyata Berdampak secara Signifikan pada Infertilitas

January 8, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Proses dari program hamil salah satunya adalah menjaga daya tahan tubuh dan pola makan, untuk itu diperlukan penjagaan yang ekstra ketat sebelum berdampak ke yang lebih fatal. Salah satunya yang ingin MDG bahas lebih lanjut berkaitan dengan Anemia defisiensi vitamin B12 dan Folat. Untuk itu baca sampai habis ya!

Seperti apa Anemia Defisiensi Vitamin B12 dan Folat

Salah satu penyakit yang disebabkan kekurangan nutrisi adalah anemia defisiensi vitamin B12 dan folat. Jenis anemia tersebut disebabkan oleh tubuh kekurangan asupan vitamin B12 dan folat, sehingga tubuh tidak dapat menghasilkan darah merah yang sehat dalam jumlah yang cukup. Kondisi ini ternyata berkaitan dengan infertilitas.

Pentingnya folat dalam reproduksi dapat dipahami dengan mempertimbangkan bahwa keberadaan vitamin tersebut pertama kali diduga dari upaya untuk menjelaskan anemia megaloblastik yang berpotensi fatal pada wanita hamil. 

Bahkan ternyata status folat ibu yang rendah selama kehamilan dan menyusui tetap menjadi penyebab utama morbiditas ibu. Ada banyak bukti bahwa status folat ibu yang tidak memadai selama kehamilan dapat menyebabkan berat badan lahir bayi rendah, sehingga menimbulkan risiko perkembangan dan hasil kesehatan yang merugikan dalam jangka panjang. 

Melalui penelitian dengan judul  “Effects of folate and vitamin B12 deficiencies during pregnancy on fetal, infant, and child development”  ditemukan dalam konteks kesehatan ibu, kekurangan vitamin B12 klinis dapat menjadi penyebab infertilitas atau aborsi spontan berulang. Memulai kehamilan dengan status vitamin B12 yang tidak memadai dapat meningkatkan risiko cacat lahir seperti neural tube defects (NTD), dan berpotensi menyebabkan kelahiran prematur, Lebih jauh lagi, status vitamin B12 yang tidak memadai pada ibu dapat menyebabkan defisiensi langsung pada bayi jika simpanan vitamin B12 janin tidak cukup terbentuk selama kehamilan atau tidak tersedia dalam ASI.

B12 dan Folat dalam Makanan dan Cara benar Mengkonsumsinya

Meski sister dan paksu akan disarankan minum vitamin beruba Suplemen, namun setidaknya ada beberapa makanan yang dapat dikonsumsi dan dapat meningkatkan vitamin B12 pada tubuh yang kekurangan darah.

Diantaranya adalah sayuran berdaun hijau, daging merah, makanan laut, kacang-kacangan, meski makanan tersebut tidak menyembuhkan anemia, tapi hadirnya adalah meningkatkan kadar zat besi dalam darah sehingga membantu proses penyembuhan anemia. Sister dan paksu juga dapat menghindari konsumsi kafein, teh, serta makanan yang tinggi oksalat dan kan kalsium saat mengkonsumsi makanan sumber zat besi. 

Bagaimana sampai sini sister dan paksu sudah menemukan gambaran, bagaimana jenis dari anemia ternyata berdampak signifikan pada infertilitas, mulai jaga pola hidup ya, untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • https://www.halodoc.com/artikel/kaitan-anemia-defisiensi-vitamin-b12-dan-folat-dengan-infertilitas?srsltid=AfmBOopz8XLPnaTqSrF2BEm6m–F4GDMvzZxF1AoHtUcRqKbcz6_Kg-V
  • https://www.halodoc.com/artikel/makanan-yang-harus-dikonsumsi-pengidap-anemia-defisiensi-vitamin-b12-dan-folat?srsltid=AfmBOooapdepMcfv5sqORt_U0Wr2eWpW3s5OXEFbavbDooTq6_4oglVD
  • Molloy, A. M., Kirke, P. N., Brody, L. C., Scott, J. M., & Mills, J. L. (2008). Effects of folate and vitamin B12 deficiencies during pregnancy on fetal, infant, and child development. Food and nutrition bulletin, 29(2_suppl1), S101-S111.

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: anemia, folat, inflamasi, menuju dua garis, vitamin b12

Ternyata Jenis makanan Berikut Penting dalam Meningkatkan Morfologi Sperma

January 7, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

 

Dari banyaknya tes sperma, yang paling penting tentu ukuran morfologi sperma, dimana ia merupakan penentu karena tes melibatkan bentuk sperma dari kepala hingga ekor, dengan begitu sangat penting bukan mengetahui bagaimana secara utuh sebuah sperma. MDG akan membahas lebih lanjut bagaimana mendorong kenormalan morfologi sperma melalui makanan yang paksu konsumsi. Baca sampai habis ya!

Penentu Fertilitas dipengaruhi Morfologi Sperma yang Normal

Morfologi sperma adalah keseluruhan bentuk sperma yang telah dilakukan proses pengecatan dan bentuk normalnya didasarkan pada kriteria Kruger. Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat bentuk sperma dan menentukan persentase bentuk abnormal dari kepala sampai ekor. Abnormalitas morfologi sperma berdasarkan dampaknya dibagi menjadi 2 yaitu mayor dan minor. 

Sedangkan waktu terjadinya dibedakan menjadi primer dan sekunder. Abnormalitas primer terjadi pada bagian kepala, bersifat genetis dan berdampak mayor terhadap fertilitas, sedangkan abnormalitas sekunder terjadi pada bagian ekor dan mudah terseleksi pada pengujian motilitas.

Normalnya dianggap morfologi normal jika diatas 14%, bahkan dalam sebuah penelitian dengan judul “In vitro fertilization and pregnancy rates: the influence of sperm motility and morphology on IVF outcome” Penelitian dilakukan dalam melihat perbedaan signifikan dalam parameter motilitas dan persentase morfologi normal pada sampel yang mencapai ≥50% fertilisasi dibandingkan dengan ≤50% fertilisasi dan antara sampel yang mencapai kehamilan dibandingkan dengan yang tidak. Ditemukan adanya korelasi positif signifikan antara persentase motilitas progresif, kecepatan gerakan sperma, dan parameter morfologi serta IVF dan kehamilan. Dan memiliki hasil parameter motilitas sperma dan persentase morfologi normal merupakan faktor signifikan dalam memprediksi tingkat fertilisasi dan kehamilan pada IVF.

Morfologi Sperma Normal Melalui Pola Makan dan nutrisi 

Ternyata Ikan, kerang dan makanan laut, unggas, sereal, sayuran dan buah-buahan, susu rendah lemak dan susu skim berhubungan positif dengan beberapa parameter kualitas sperma.

Lalu apa saja secara spesifik jenis sayur dan buah ini, diantaranya adalah bawang putih yang mengandung vitamin B6 yang dapat mengatur hormon dan kesehatan sperma dan kandungannya berupa s-allyl cysteine yang dapat meningkatkan produksi hormon testosteron bahkan allicin yang membantu melindungi sperma dari kerusakan.

Selanjutnya ada biji-bijian yang dipastikan hadir sebagai antioksidan, pisang juga mengandung vitamin B1, C dan A membantu testis dalam menghasilkan sperma yang sehat bahkan secara mengejutkan vitamin C nya dapat meningkatkan jumlah, motilitas, dan morfologi sperma.  Makanan lain yang mudah sister dan paksu temui ada telur ia dapat meningkatkan jumlah motilitas dan morfologi sperma, karena ia mengandung protein dan omega-3 juga vitamin E. 

Wah bagaimana setelah mengetahui fakta tersebut, apakah sister dan paksu berniat untuk meningkatkan motilitas dan morfologi sperma melalui makanan yang kaya mengandung vitamin itu? tentu ini bukan satu-satunya cara, namun tidak salah untuk dicoba bukan? karena tidak hanya sperma saja yang sehat namun semua anggota tubuh juga dipastikan akan sehat. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Oehninger, S., & Kruger, T. F. (2021). Sperm morphology and its disorders in the context of infertility. F&S Reviews, 2(1), 75-92.
  • Eilish, T. D. (1998). In vitro fertilization and pregnancy rates: the influence of sperm motility and morphology on IVF outcome. Fertil Steril, 70, 305-314.
  • https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10258567/
  • https://labkes.jogjaprov.go.id/artikel/detail/hubungan-morfologi-dan-motilitas-sperma-pada-pemeriksaan-analisa-sperma

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: bawang putih, morfologi, motilitas, pisang, sperma

Mengenali Apa itu Infertilitas Idiopatik pada Pria

January 6, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Infertilitas idiopatik adalah kondisi di mana pasangan tidak dapat mencapai kehamilan setelah satu tahun berhubungan seksual secara teratur tanpa menggunakan kontrasepsi, dengan konflik yang tidak dapat ditemukan penyebab yang jelas. Sekitar 10% pasangan mengalami infertilitas idiopatik di seluruh dunia. Tentu ini harus diperhatikan, dan kira-kira apa penyebabnya? MDG akan membahas lebih lanjut, baca sampai habis ya!

Penyebab secara Umum dan Idiopatik

Penyebab infertilitas pria pada umumnya yang diketahui adalah kelainan kongenital bawaan, keganasan, infeksi saluran urogenital, peningkatan suhu skrotum, gangguan endokrin, faktor imunologi dan beberapa kelainan genetik yang khas. Namun, dalam 30 hingga 40% kasus, etiologi infertilitas pria masih belum diketahui dan disebut infertilitas pria idiopatik. 

Penyebab kelainan sperma idiopatik menurut sebuah penelitian ini diasumsikan disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk spesies oksigen reaktif, kelainan genetik dan epigenetik yang tidak diketahui, dan gangguan endokrin akibat polusi lingkungan. 

Sebuah penelitian dengan judul “Sedentary behavior, physical inactivity and body composition in relation to idiopathic infertility among men and women” yang menemukan salah satu penyebab dari infertilitas idiopatik adalah bahwa perilaku tidak banyak bergerak dan ketidakaktifan fisik merupakan dua faktor risiko independen yang terkait dengan infertilitas. Sehingga berbagai elemen yang membentuk aktivitas fisik (frekuensi, intensitas, waktu, dan jenis latihan) dan waktu yang dihabiskan untuk duduk harus dipertimbangkan. 

Bagaimana Meminimalisir Penyebab Infertilitas Idiopatik

Dalam hal alat diagnostik, pencitraan dan investigasi genetik berguna untuk mengklasifikasikan pria infertil idiopatik, namun, perubahan epigenetik telah terbukti berperan dalam produksi sperma dan nilai prognostik dalam hasil fertilitas. 

Perawatan antioksidan untuk idiopathic male infertility (IMI) telah ditemukan sebagai pilihan yang valid untuk melawan aksi ROS yang mana banyak menjadi penyebab IMI, sementara gonadotropin digunakan untuk meningkatkan kualitas sperma dan sperm DNA fragmentation (SDF). Pada penelitian lebih lanjut juga turut menunjukkan bagaimana Kecerdasan buatan menjanjikan untuk mengelola pria infertil idiopatik dengan lebih baik dalam hal diagnosis dan pilihan perawatan.

Setelah mengetahui banyak kemungkinan infertilitas idiopatik pada pria, lebih lanjut sister dan paksu dapat mulai mempertimbangkan lagi seperti apa gaya hidup yang sedang dijalani, dan apakah sudah sesuai dengan standar kesehatan. Meski demikian sister dan paksu tetap perlu berkonsultasi pada dokter agar dapat sesuai dengan masalah yang kalian hadapi. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagris.id

 

Referensi 

  • Bracke, A., Peeters, K., Punjabi, U., Hoogewijs, D., & Dewilde, S. (2018). A search for molecular mechanisms underlying male idiopathic infertility. Reproductive biomedicine online, 36(3), 327-339.
  • Boeri, L., Kandil, H., & Ramsay, J. (2024). Idiopathic male infertility – what are we missing? Arab Journal of Urology, 1–15. https://doi.org/10.1080/20905998.2024.2381972
  • Foucaut, A. M., Faure, C., Julia, C., Czernichow, S., Levy, R., Dupont, C., & ALIFERT Collaborative Group. (2019). Sedentary behavior, physical inactivity and body composition in relation to idiopathic infertility among men and women. PloS one, 14(4), e0210770.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: Idopatik, infertilitas, langkah langkah pemeriksaan sperma, Pria

  • « Go to Previous Page
  • Page 1
  • Interim pages omitted …
  • Page 70
  • Page 71
  • Page 72
  • Page 73
  • Page 74
  • Interim pages omitted …
  • Page 97
  • Go to Next Page »

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Endometriosis dan Infeksi Panggul Ternyata Ada Hubungan Lho!
  • Yoga untuk PCOS: Tunggu Dulu yuk Cari Tau Bagaimana Bukti Ilmiah yang Lebih Dalam dari Sekadar Relaksasi
  • Diet dan Endometriosis: Apa yang Kita Makan Ternyata Ikut “Bicara” di Dalam Tubuh
  • Low-FODMAP Diet dan Endometriosis: Cara “Menjinakkan” Gejala Usus yang Sering Ikut Datang
  • Terlihat Sehat Tapi Peluang Hamil Bisa Menurun Ini Penjelasan Ilmiahnya

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.