• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

Admin Menuju Dua Garis

Nutrisi yang Dipersonalisasi Ternyata Berperan pada Infertilitas hingga Suksesnya Teknologi Reproduksi Berbantuan

January 17, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Infertilitas dan nutrisi tentu saja memiliki keterkaitan, dimana nutrisi memainkan peran yang sangat penting. Bahkan tidak hanya pada kesehatan reproduksi tapi juga kesehatan secara keseluruhan. MDG akan membahas lebih spesifik bagaimana nutrisi juga dapat dipersonalisasi loh sesuai dengan kebutuhan sister, hal ini tentu akan mendorong efisiensi keberhasilan dari kandungan nutrisi yang akan dikonsumsi. Baca sampai habis ya!

Nutrisi pada Fertilitas 

Memahami hubungan langsung antara asupan makanan dan kesuburan wanita sangat penting karena makanan secara langsung terlibat dalam perkembangan kondisi metabolik kronis lainnya, seperti obesitas, yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan reproduksi.

Nurses’ Health Study II (NHS II) merekomendasikan bahwa wanita sehat dengan mengonsumsi protein hewani memiliki risiko gangguan ovulasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang menerima protein nabati, yang mengindikasikan kemungkinan efek sumber protein makanan terhadap kesehatan reproduksi wanita. Makanan yang diperkaya dengan protein yang berasal dari sumber nabati dapat mempengaruhi sensitivitas insulin dan kadar Insulin-like Growth Factor (IGF-I). Ini baru tentang pemilihan nutrisi berupa protein nabati, sudah sangat kompleks belum yang lainnya. 

Personalisasi Nutrisi, Infertilitas dan IVF

Kompleksitas kebutuhan ini membutuhkan personalisasi, agar sesuai dengan kebutuhan dalam mengkonsumsi nutrisi. Melihat salah satu fakta saja bahwa penggunaan nutraceutical telah disarankan sebagai alat terapi potensial untuk mengobati perempuan dengan gangguan reproduksi. 

Nutraceutical didefinisikan sebagai produk makanan yang dapat diberikan sebagai suplemen makanan dengan manfaat fisiologis di luar kebutuhan nutrisi dasar (misalnya, vitamin, mineral, herbal, asam lemak, dll. Data yang menggembirakan mendukung penggunaan nutraceutical untuk gangguan reproduksi wanita. 

Pada wanita yang menjalani IVF, asupan DHA dan asam alfa-linolenat (ALA) telah dikaitkan secara positif dengan peningkatan jumlah folikel, kadar serum E2, dan kualitas embrio yang baik . Penelitian lain menunjukkan bahwa asupan multivitamin dan zat besi secara teratur mengurangi risiko disfungsi ovulasi. Efektivitas dan keamanan terapeutik nutraceutical terutama bergantung pada formulasinya (ekstrak makanan, konstituen aktif yang diisolasi, dll); dengan demikian, program baik dari sister dan paksu sangat penting untuk memantau brand yang akan dipilih, dan bagaimana produk tersebut aman untuk dikonsumsi. 

Terakhir adalah sister dapat melakukan analisis Genetik, karena menggunakan informasi genetik dapat berfungsi untuk merancang diet yang sesuai dengan kebutuhan metabolik individu.

Sister juga membutuhkan konsultasi ahli gizi, dimana melibatkan ahli gizi untuk merancang rencana makan yang mendukung kesuburan berdasarkan kondisi kesehatan dan gaya hidup individu.

Yang terakhir jika dibutuhkan penggunaan suplemen khusus, Namun sister tetap perlu untuk berkonsultasi dengan dokter. Informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi 

  • Kohil, A., Chouliaras, S., Alabduljabbar, S., Lakshmanan, A. P., Ahmed, S. H., Awwad, J., & Terranegra, A. (2022). Female infertility and diet, is there a role for a personalized nutritional approach in assisted reproductive technologies? A Narrative Review. Frontiers in Nutrition, 9, 927972.
  • https://www.editverse.com/id/top-topics-in-obstetrics-research/

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: IVF, nutrisi, ovulasi, perempuan, program hamil

Ternyata Grape seed proanthocyanidins (GSP) Berpengaruh terhadap Motilitas dan Viabilitas Spermatozoa

January 16, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Banyak faktor penyebab infertilitas, salah satunya adalah stres oksidatif yang disebabkan reaktif oksigen spesies (ROS) ia menjadi salah satu faktor penyebab kerusakan spermatozoa pada proses pembuatan semen beku. Untuk itu apakah ada antioksidan yang dapat memberi solusi jenis infertilitas ini. MDG akan menjabarkan salah satu antioksidan yang ada pada GSP. Baca sampai habis ya!

Apa itu Grape Seed Proanthocyanidins (GSP) 

GSP merupakan senyawa fenolik, bahan utama yang bertanggung jawab atas aktivitas anti-inflamasi dalam makanan, proantosianidin biji anggur (GSP), komponen polifenol utama dalam biji anggur, telah menunjukkan aktivitas anti-inflamasi dengan mengurangi akumulasi oksida nitrat (NO) atau sitokin pro-inflamasi dan mengatur jalur terkait peradangan.

GSE mengandung kadar tinggi flavonoid, linoleic acid, dan phenol procyanidin. Disebutkan bahwa efek penurun oksidan dari GSE sekitar 50 kali lebih tinggi dibanding vitamin C dan E. Sedangkan penelitian oleh Prior dkk juga menunjukkan bahwa konsumsi serbuk anggur secara dramatis meningkatkan kapasitas antioksidan setelah makan.

Grape Seed Proanthocyanidins (GSP) dan Spermatozoa

GSP merupakan antioksidan yang memiliki potensi dalam melindungi spermatozoa dari stres oksidatif yang disebabkan oleh ROS. Bagaimana cara kerjanya ya? GSP telah digunakan untuk melindungi spermatozoa dari kerusakan selama proses kriopreservasi (pembekuan sperma), karena sifatnya yang melindungi membran dan DNA.

Sebuah penelitian menemukan bahwasanya suplementasi GSP pada pengencer semen berpengaruh terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa, penambahan GSP konsentrasi 20 µg/ml memiliki nilai motilitas dan viabilitas yang lebih baik dari dosis 40 µg/ml dan 80 µg/ml.

GSP biasanya diekstraksi dari biji anggur dan tersedia dalam bentuk suplemen makanan. Namun, sebelum mengkonsumsinya, konsultasikan dengan dokter atau spesialis untuk memastikan dosis dan keamanannya.

Grape seed proanthocyanidins (GSP) setidaknya menjadi harapan dengan solusi alami yang menjanjikan untuk mendukung kesehatan reproduksi pria. Dengan kemampuan melindungi sperma dari kerusakan oksidatif, meningkatkan motilitas, dan memperpanjang viabilitas, GSP menjadi harapan baru bagi paksu yang menghadapi tantangan dalam kesuburan. Meski begitu sister dan paksu tetap harus berkonsultasi dengan dokter agar tidak sampai salah konsumsi apalagi dosis, informasi menarik lainnya kunjungi Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/238116
  • Zhang, L., Chen, J., Liao, H., Li, C., & Chen, M. (2020). Anti-inflammatory effect of lipophilic grape seed proanthocyanidin in RAW 264.7 cells and a zebrafish model. Journal of Functional Foods, 75, 104217.
  • https://kalbemed.com/article/gse-grape-seed-extract-meningkatkan-antioksidan-dan-memperbaiki-profil-lemak-plasma-1

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: anggur, motilitas, sperma

Hai Girls Pahami Fase Menstruasi kamu dan Hubungannya dengan Matrix metalloproteinases (MMPs)

January 15, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Matrix metalloproteinases (MMPs) hadir sebagai salah satu enzim yang berperan dalam remodeling jaringan dengan mendegradasi komponen matriks ekstraseluler. MMP-7, khususnya, terlibat dalam proses-proses seperti proliferasi sel dan invasi jaringan. Lebih lanjut ternyata enzim tersebut berpengaruh signifikan pada fase proliferasi siklus menstruasi, wah bisa sampai sana ternyata, baiklah MDG akan menjelaskan lebih lanjut pada artikel berikut. Baca sampai habis ya!

Siklus Menstruasi dan Fertilitas

Ternyata proses menstruasi memiliki 4 fase, pertama adalah menstruasi fase ini membuat lapisan dinding dalam rahim yang mengandung darah, sel-sel dinding rahim, dan lendir atau dikenal dengan endometrium akan luruh dan keluar melalui vagina. Fase kedua adalah Fase Folikular Tahapan ini berlangsung sejak hari pertama menstruasi hingga memasuki fase ovulasi. Di tahap ini, ovarium memproduksi folikel yang berisi sel telur. Pertumbuhan folikel ovarium kemudian menyebabkan endometrium menjadi tebal.

Fase ketiga yang paling penting terutama dalam konteks program hamil, yaitu fase ovulasi atau sering disebut sebagai fase subur, dimana sel telur dilepaskan dan siap untuk dibuahi. Sel telur yang telah matang ini akan bergerak ke tuba fallopi dan menempel pada dinding rahim. Sel telur ini umumnya hanya bertahan selama 24 jam. Jika tidak dibuahi, sel telur akan mati. Namun, jika sel telur bertemu dengan sperma dan sudah dibuahi, maka kehamilan akan terjadi. 

Fase terakhir adalah fase luteal, setelah mengalami proses fase ovulasi, folikel yang telah pecah mengeluarkan sel telur akan membentuk korpus luteum, yang kemudian akan memicu peningkatan hormon progesteron untuk mempertebal lapisan dinding rahim. Ini juga dikenal dengan fase pramenstruasi. Pada tahap ini, wanita umumnya merasakan beberapa gejala seperti payudara membesar, muncul jerawat, badan terasa lemas, dan mengalami perubahan mood.

Peran MMP-7 dan TIMP-1 dalam Endometrium pada Fase Proliferasi

Fase proliferasi menjadi yang paling penting mengapa karena fase ini berlangsung sejak hari pertama menstruasi hingga memasuki fase ovulasi. Dimana hal ini terjadi di endometrium, lapisan dalam rahim, mengalami siklus perubahan yang dipengaruhi oleh hormon steroid seperti estradiol dan progesteron. Sehingga proses ini menjadi sangat krusial dan membutuhkan dukungan salah satunya oleh enzim. 

MMP-7 MMP-7 adalah enzim proteolitik yang termasuk dalam keluarga MMP, memiliki fungsi untuk memecah protein matriks ekstraseluler (ECM) seperti kolagen, elastin, dan gelatin. Dalam konteks endometrium, MMP-7 membantu proses remodeling ECM, memungkinkan ekspansi jaringan dan pertumbuhan pembuluh darah baru (angiogenesis).

Aktivitas MMP-7 penting untuk memastikan bahwa sel-sel endometrium dapat bermigrasi dan berkembang, menciptakan lapisan endometrium yang tebal dan siap untuk implantasi embrio.

Sedangkan TIMP-1 adalah inhibitor alami MMP, termasuk MMP-7. Molekul ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan antara degradasi dan pembentukan kembali ECM. Fakta yang perlu diketahui bahwa pada perempuan obesitas terjadi proliferasi endometrium berlebih dan apoptosis jaringan yang terhambat sehingga menyebabkan infertilitas oleh karena penurunan reseptivitas endometrium. Seperti halnya temuan penelitian yang menyebutkan bahwa Obesitas menyebabkan perubahan pada endometrium yang akhirnya juga berdampak pada protein dan ekspresi gen di endometrium yaitu MMP dan inhibitor alaminya, TIMP. Bagaimana sister jadi semakin faham kah, untuk informasi menarik lainnya jangan lupa kunjungi Instagram kami di @menujuduagaris.id.

Referensi 

  • https://journals.viamedica.pl/folia_histochemica_cytobiologica/article/download/FHC.a2018.0017/45252
  • http://repository.unhas.ac.id/id/eprint/29087/2/P062211016_tesis_15-08-2023%20bab%201-2.pdf
  • https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/245615 https://etd.repository.ugm.ac.id/home/detail_pencarian_downloadfiles/1422141
  • https://etd.repository.ugm.ac.id/home/detail_pencarian_downloadfiles/1422144
  • https://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/27228

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: dinding rahim, enzim, Menstruasi, rahim

Bone Morphogenetic Proteins (BMPs) dan Remodeling Endometrium hingga Infertilitas

January 14, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Selama siklus menstruasi dan kehamilan manusia, endometrium mengalami serangkaian proses perombakan dinamis untuk beradaptasi dengan perubahan fisiologis hal ini disebut sebagai dari proses remodeling endometrium. Keberhasilan proses ini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk keseimbangan hormonal, kesehatan umum, dan reproduksi perempuan. MDG akan membahas lebih lanjut dan mengaitkan dengan Protein morfogenetik tulang (BMP), baca sampai habis ya!

Pahami Proses Remodeling Endometrium 

Remodeling endometrium merupakan proses dinamis yang mendukung siklus menstruasi dan kehamilan, menciptakan lingkungan yang mendukung implementasi dan pemeliharaan kehamilan. Remodeling endometrium diketahui melibatkan proliferasi apoptosis, desidualisasi infiltrasi sel imun dan regulasi.

Sehingga jika perombakan endometrium tidak memadai seperti  ditandai dengan proliferasi endometrium, desidualisasi, dan perombakan arteri spiralis yang tidak memadai maka dapat menyebabkan pada infertilitas, endometriosis, perdarahan uterus disfungsional, dan komplikasi terkait kehamilan seperti preeklamsia dan keguguran

Apa Fungsi  Protein morfogenetik tulang (BMP) pada Reproduksi Wanita

Protein morfogenetik tulang (BMP), bagian dari superfamili transforming growth factor-β (TGF-β), adalah sitokin multifungsi yang mengatur berbagai aktivitas seluler, seperti diferensiasi, proliferasi, apoptosis, dan sintesis matriks ekstraseluler, sekarang dipahami sebagai bagian integral dari berbagai proses reproduksi pada wanita. BMP sangat penting untuk mengatur proses perombakan endometrium manusia, termasuk proliferasi dan desidualisasi endometrium.

Setidaknya sister sudah mulai mengkonsumsi dengan pola makan yang kaya akan protein, sayuran berdaun hijau, buah-buahan, lemak sehat, dan karbohidrat kompleks yang dapat mendukung produksi BMP serta meningkatkan kesehatan reproduksi secara keseluruhan. 

Protein morfogenetik tulang (BMP) memainkan peran multifaset dalam remodeling endometrium melalui pengaturan diferensiasi sel, angiogenesis, interaksi hormonal, serta respon inflamasi dan penyembuhan. Pemahaman lebih lanjut tentang mekanisme ini dapat membuka jalan untuk pengembangan terapi baru bagi gangguan reproduksi yang terkait dengan masalah pada endometrium. informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Wei, D., Su, Y., Leung, P. C., Li, Y., & Chen, Z. J. (2024). Roles of bone morphogenetic proteins in endometrial remodeling during the human menstrual cycle and pregnancy. Human Reproduction Update, 30(2), 215-237.
  • https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2352304214000105

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: endometrium, protein morfogenetik, reproduksi wanita, tanda tanda masa subur perempuan

Pahami Penggunaan Selective Serotonin Reuptake Inhibitors (SSRIs) yang berdampak pada Kesuburan

January 13, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

 

Selective Serotonin Reuptake Inhibitors (SSRIs) adalah kelas obat yang umumnya digunakan untuk mengobati depresi dan gangguan kecemasan. Meskipun efektif dalam mengelola gejala mental, ada kekhawatiran mengenai dampak SSRIs terhadap kesuburan baik pada pria maupun wanita. MDG ini akan membahas efek SSRIs terhadap kesuburan berdasarkan penelitian terkini

Siapa saja yang berpotensi menggunakan SSRIs

Selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), termasuk citalopram, escitalopram, fluvoxamine, paroxetine, fluoxetine, sertraline dan dapoxetine, adalah jenis obat yang telah digunakan selama bertahun-tahun. SSRI dapat membatasi reabsorpsi serotonin ke dalam sel presinaptik, yang meningkatkan kadar serotonin di celah sinaptik dan meningkatkan aktivitas serotonin ekstraseluler.

Penggunaan SSRIs jika seseorang mengalami anxiety atau gangguan cemas, gangguan panik atau panic attack, obsessive-compulsive disorder (OCD), Gangguan kecemasan sosial atau social anxiety disorder, Gangguan stres pasca trauma atau posttraumatic stress disorder (PTSD), Premenstrual dysphoric disorder (PMDD) atau sindrom pramenstruasi yang parah, Bulimia nervosa atau keinginan mengkonsumsi makanan dalam jumlah besar dan Depresi bipolar.

Konsumsi SSRIs hubungannya dengan Fertilitas

Penelitian dengan judul “Selective Serotonin Reuptake Inhibitors and Fertility: Considerations for Couples Trying to Conceive” menunjukkan bahwasanya tidak ada cukup bukti yang menunjukkan bahwa SSRI mengurangi fertilitas atau mempengaruhi hasil pengobatan infertilitas. Meski demikian SSRI mungkin memiliki dampak buruk pada kualitas sperma. 

Seperti temuan pada penelitian dengan judul “The effect of SSRIs on Semen quality: A systematic review and meta-analysis” yang menemukan  dampak pada morfologi sperma dan konsentrasi sperma diamati dalam periode 3 bulan penggunaan SSRI. Secara umum, meta-analisis  menunjukkan bahwa SSRI memiliki efek negatif pada kualitas air mani

Secara keseluruhan, meskipun ada bukti yang menunjukkan bahwa SSRIs dapat mempengaruhi kesuburan baik pada pria maupun wanita, hasil penelitian masih bervariasi dan seringkali tidak konklusif. Penting bagi individu yang merencanakan kehamilan untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai penggunaan SSRIs dan potensi alternatif yang lebih aman. Pengelolaan kesehatan mental tetap penting, tetapi harus dipertimbangkan dengan seksama dalam konteks kesuburan. Bisa saja jika sister dan paksu sudah mulai mencoba untuk mencari alternatif lain selain mengkonsumsi kandungan SSRIs. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id.

Referensi

  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30676405/
  • https://www.halodoc.com/kesehatan/selective-serotonin-reuptake-inhibitors-ssris#google_vignette
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30676405/

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: anxiety disorder, gangguan mental, psikologi, stress

Apakah Prosedur Physiological Intracytoplasmic Sperm Injection ( PICSI ) Berdampak Signifikan pada Pemilihan Sperma?

January 12, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

 

Program IVF memiliki banyak prosedur selama program dilaksanakan salah satunya adalah Prosedur Physiological Intracytoplasmic Sperm Injection (PICSI). Ia hadir sebagai teknik inovatif dalam teknologi reproduksi berbantu yang dirancang untuk meningkatkan pemilihan sperma berkualitas sebelum proses fertilisasi. MDG lebih lanjut membahas, agar sister dan paksu dapat mempertimbangkan apakah prosedur ini dapat digunakan. Baca sampai habis ya!

Pengertian PICSI

Physiological Intracytoplasmic Sperm Injection (PICSI) adalah teknik yang digunakan untuk memilih sperma yang akan digunakan dalam perawatan Intracytoplasmic sperm injection(ICSI). Teknik ini melibatkan penempatan sperma dengan hyaluronic acid (HA), senyawa alami yang ditemukan dalam tubuh. PICSI mengidentifikasi sperma yang dapat mengikat HA dan sperma ini dipilih untuk digunakan dalam perawatan.

Kapan PICSI mungkin diperlukan?
ICSI dan PICSI merupakan perawatan yang mungkin diindikasikan untuk infertilitas Faktor Pria dalam kasus-kasus diantaranya adalah ketika skor HBA pada penilaian air mani kurang dari 65%, yang menunjukkan berkurangnya kadar sperma matang dalam sampel. Begitu juga jika terjadi pada pasangan dengan keguguran berulang atau mereka dengan embrio yang lambat atau tidak berkembang dengan baik juga dapat memperoleh manfaat dari PICSI. 

Mengapa pasangan perlu melakukan PICSI ?

Faktanya bahwa Ahli embriologi tidak dapat melakukan pengecekan sperma hanya dengan melihat melalui mikroskop, seperti dalam prosedur ICSI rutin, karena sperma yang matang dan yang belum matang akan memiliki tampilan yang sama.

Sehingga prosedur PICSI, membantu embriolog untuk membedakan antara sperma matang yang telah menyelesaikan perkembangan penuhnya dan sperma yang belum matang yang lebih mungkin memiliki DNA yang rusak atau jumlah kromosom yang salah. 

Dalam prosedur PICSI, Ahli Embriologi hanya akan menggunakan sperma yang matang untuk disuntikkan langsung ke dalam sel telur yang matang. Setelah PICSI, sel telur yang disuntikkan diinkubasi semalaman dan dinilai keesokan paginya untuk mengetahui bukti pembuahan. Tingkat pembuahan rata-rata setelah PICSI serupa dengan ICSI dan IVF, dengan 60-70% sel telur yang disuntikkan membuahi secara normal setelah PICSI.

Dari penjelasan tersebut, faktanya prosedur PICSI menawarkan pendekatan yang lebih efektif dalam pemilihan sperma untuk prosedur IVF, dengan manfaat signifikan dalam meningkatkan kualitas embrio dan tingkat keberhasilan kehamilan. Penggunaan hyaluronic acid sebagai alat seleksi memberikan keuntungan dalam memilih sperma dengan potensi fertilisasi terbaik, sister dan paksu dapat memutuskan prosedur tersebut, jika kiranya sesuai dengan kebutuhan dan atas saran dari dokter. Informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • https://www.hfea.gov.uk/treatments/treatment-add-ons/physiological-intracytoplasmic-sperm-injection-picsi/
  • https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10258512/
  • https://hertsandessexfertility.com/treatments/physiological-icsi-picsi/

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: analisa sperma, bayi tabung, IVF, PICSI

  • « Go to Previous Page
  • Page 1
  • Interim pages omitted …
  • Page 69
  • Page 70
  • Page 71
  • Page 72
  • Page 73
  • Interim pages omitted …
  • Page 97
  • Go to Next Page »

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Endometriosis dan Infeksi Panggul Ternyata Ada Hubungan Lho!
  • Yoga untuk PCOS: Tunggu Dulu yuk Cari Tau Bagaimana Bukti Ilmiah yang Lebih Dalam dari Sekadar Relaksasi
  • Diet dan Endometriosis: Apa yang Kita Makan Ternyata Ikut “Bicara” di Dalam Tubuh
  • Low-FODMAP Diet dan Endometriosis: Cara “Menjinakkan” Gejala Usus yang Sering Ikut Datang
  • Terlihat Sehat Tapi Peluang Hamil Bisa Menurun Ini Penjelasan Ilmiahnya

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.