• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

Artikel Pejuang Dua Garis

Kualitas Sperma Menurun Seiring Usia? Ini Faktanya

July 30, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Selama ini kita sering dengar kalau usia jadi faktor penting dalam kesuburan perempuan. Tapi ternyata, kesuburan pria juga ikut menurun seiring bertambahnya usia, lho!

Sebuah studi membuktikan bahwa kualitas sperma memang mengalami penurunan, terutama setelah usia 40 tahun.

Apa yang Berubah Saat Pria Menua?

Sebuah temuan dari penelitian menunjukkan bahwa pria yang usianya lebih tua cenderung punya:

  1. Sperma yang kurang lincah (motilitasnya rendah): Motilitas adalah kemampuan sperma untuk bergerak secara aktif menuju sel telur. Dalam proses kehamilan alami, sperma harus “berenang” dari vagina, melewati leher rahim, rahim, hingga tuba falopi untuk membuahi sel telur.
    Kalau motilitasnya rendah, banyak sperma yang tidak mampu mencapai sel telur, sehingga peluang terjadinya pembuahan pun menurun. Dalam studi ini, ditemukan bahwa semakin tua usia pria, persentase sperma yang bisa bergerak aktif makin berkurang secara signifikan.
  2. Lebih sedikit sperma dengan bentuk normal (morfologinya menurun)
    Morfologi sperma adalah ukuran dan bentuk sperma. Sperma yang bentuknya tidak normal misalnya kepala bulat tak sempurna, ekor pendek, atau bentuk ganda lebih sulit membuahi sel telur.

Bagaimana itu dapat terjadi?

Pria yang lebih tua memiliki proporsi sperma berbentuk normal yang lebih sedikit, sehingga meskipun jumlah sperma banyak, kemampuannya untuk membuahi tetap rendah.

Jumlah sperma sehat yang mampu bergerak maju juga ikut turun dibuktikan melalui sebuah penelitian yang menghitung jumlah sperma yang disebut Total Progressive Motile Count (TPMC), yaitu jumlah sperma yang: Bergerak aktif, Bergerak maju ke depan (bukan hanya berputar di tempat) Nah, TPMC ini juga menurun seiring bertambahnya usia, bahkan mulai terlihat sejak usia akhir 30-an. Artinya, sperma yang benar-benar siap membuahi jumlahnya makin sedikit.

Tidak hanya itu karena penurunan ini juga terjadi meski faktor lain seperti kebiasaan merokok, infeksi, dan varikokel sudah dikontrol. Artinya, faktor usia memang punya pengaruh tersendiri.

Jadi buat kamu yang sedang atau akan memulai program hamil, informasi ini penting. Jangan hanya fokus ke pihak perempuan, karena usia dan kondisi kesehatan pria juga bisa menentukan keberhasilan promil terutama kalau promilnya alami.

Kalau kamu (atau pasanganmu) sudah berusia di atas 35–40 tahun, gak ada salahnya untuk mulai cek kualitas sperma sebagai langkah awal.

Referensi:
Castellini, C., Cordeschi, G., Tienforti, D., & Barbonetti, A. (2024). Relationship between male aging and semen quality: a retrospective study on over 2500 men. Archives of Gynecology and Obstetrics, 309(6), 2843-2852.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: faktor usia, laki-laki, sperma

Paparan Radiasi Gadget dan Jumlah Sperm: Fakta atau Mitos?

July 29, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

 

Smartphone di kantong celana, laptop di pangkuan, bahkan Wi-Fi 24 jam menyala di rumah semua itu sudah jadi bagian dari gaya hidup modern. Tapi, pernah nggak sih kamu dengar kalau radiasi dari gadget bisa menurunkan jumlah sperma?

Isu ini sering muncul di tengah kekhawatiran soal kesuburan pria, apalagi di era digital seperti sekarang. Tapi, benarkah paparan gelombang elektromagnetik dari gadget bisa berdampak langsung pada sperm count? Atau ini cuma mitos yang belum terbukti secara ilmiah?

Yuk, kita bahas faktanya berdasarkan bukti riset terbaru.

Radiasi Non-Ionisasi: Tidak Terlihat, Tapi Bisa Berdampak

Gadget seperti ponsel, laptop, dan Wi-Fi memancarkan radiasi non-ionisasi, yaitu jenis radiasi yang tidak merusak DNA secara langsung. Tapi meskipun energinya rendah, paparan terus-menerus dari alat-alat ini tetap bisa memicu gangguan pada sistem reproduksi pria terutama jika diletakkan terlalu dekat dengan area sensitif, seperti organ reproduksi.

Ponsel sendiri menjadi salah satu sumber radiasi non-ionisasi yang paling sering menemani kita sehari-hari. Sayangnya, kedekatan ini justru bisa menjadi masalah. Banyak studi menemukan bahwa kebiasaan menyimpan ponsel di saku celana atau meletakkannya dekat tubuh dalam waktu lama bisa berdampak pada kualitas sperma.

Radiasi dan Kualitas Sperma

Paparan radiasi dari gadget diketahui bisa mengganggu berbagai aspek penting dari sperma. Mulai dari pergerakannya yang jadi lambat, jumlahnya yang menurun, hingga bentuknya yang tidak normal. Selain itu, paparan ini juga bisa memicu stres oksidatif dan perubahan hormon dua hal yang berpengaruh besar terhadap kesuburan pria.

Dengan banyaknya temuan yang menunjukkan kaitan antara paparan radiasi dan penurunan kualitas sperma, bisa dibilang isu ini bukan lagi mitos. Memang belum semua detailnya benar-benar dipahami, tapi bukti yang ada sudah cukup untuk membuat kita lebih waspada, apalagi kalau sedang berusaha memiliki anak.

Tips Mengurangi Paparan

Menghindari gadget sepenuhnya tentu nggak realistis. Tapi ada beberapa langkah kecil yang bisa kamu lakukan, seperti menjauhkan ponsel dari area sensitif, tidak menaruh laptop langsung di pangkuan, dan mengaktifkan mode pesawat saat tidur. Hal-hal sederhana seperti ini bisa jadi upaya preventif yang berarti untuk menjaga kesehatan reproduksi.

Referensi

  • Negi, P., & Singh, R. (2021). Association between reproductive health and nonionizing radiation exposure. Electromagnetic biology and medicine, 40(1), 92-102.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: gadget, radiasi, smartphone, sperma

Junk Food dan Sperma: Makanan Enak yang Bisa Jadi Musuh Kesuburan Pria

July 29, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Siapa sih yang nggak suka gorengan renyah, ayam krispi, atau camilan instan serba gurih? Rasanya bikin nagih, apalagi kalau sedang stres atau butuh comfort food. Tapi, tahukah kamu kalau kebiasaan mengonsumsi junk food bisa diam-diam mengganggu kualitas sperma?

Makanan cepat saji, minuman manis, dan makanan tinggi lemak trans memang enak di lidah, tapi efeknya bisa jadi bencana bagi kesehatan reproduksi pria. Dalam beberapa penelitian, pola makan tinggi junk food dikaitkan dengan penurunan jumlah, motilitas, bahkan bentuk sperma yang sehat.

Lho, kok bisa? Yuk, kita bahas lebih lanjut bagaimana “makanan enak” ini bisa jadi musuh dalam selimut bagi kesuburan pria.

Junk Food dan Sperma

Junk food sendiri merupakan makanan cepat saji yang tinggi lemak jenuh, gula, dan garam, tapi rendah nutrisi penting seperti protein, serat, vitamin, dan mineral. Makanan seperti sereal manis, gorengan, makanan yang dibakar terlalu lama, keripik kentang, serta roti dan kue tinggi gula dan lemak termasuk dalam kategori ini. Konsumsi junk food secara berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan, seperti merusak gigi akibat interaksi gula dan bakteri di mulut, menyebabkan gangguan liver karena penumpukan lemak jenuh, serta meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan gangguan ginjal akibat tingginya kadar garam yang masuk ke tubuh.

Dalam sebuah studi dari Amerika, peneliti menganalisis pola makan para pria dan membandingkannya dengan kualitas sperma mereka. Hasilnya cukup jelas: pria yang rutin mengonsumsi makanan sehat seperti sayur, buah, dan biji-bijian cenderung punya sperma yang lebih baik. Sementara mereka yang sering makan junk food seperti kentang goreng dan makanan olahan justru menunjukkan penurunan kualitas sperma.

Lebih lanjut lagi, peneliti menemukan bahwa pola makan ini juga bisa memengaruhi epigenetik sperma yaitu ‘catatan’ genetik yang bisa memengaruhi bagaimana gen diwariskan ke generasi berikutnya. Jadi, kalau seorang pria terbiasa makan junk food, bisa saja hal ini menambah risiko anaknya kelak mengalami masalah metabolik atau penyakit kronis.

Bukan Cuma Tentang Kamu

Yang bikin merinding, dampaknya nggak berhenti di tubuh si pria. Gaya hidup dan pola makan sekarang bisa jadi faktor yang menentukan kesehatan anak di masa depan. Jadi, promil bukan cuma urusan perempuan saja. Pria juga punya peran besar dan salah satu kuncinya adalah dari apa yang mereka konsumsi setiap hari.

Kalau sister dan paksu sedang dalam perjalanan menuju dua garis, mulailah dari hal kecil salah satunya adalah isi piringmu. Kurangi makanan cepat saji, perbanyak buah dan sayur, dan ingat kesuburan itu kerja sama dua orang, bukan satu pihak saja. Informasi menarik lainnya follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Soubry, A., Murphy, S. K., Vansant, G., He, Y., Price, T. M., & Hoyo, C. (2021). Opposing epigenetic signatures in human sperm by intake of fast food versus healthy food. Frontiers in endocrinology, 12, 625204.
  • https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-junk-food

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: Junk food, kesuburan, makanan, Musuh, Pria, sperma

Apakah Obesitas Bisa Menurunkan Kualitas Sperma? Ini Penjelasan Ilmiahnya

July 27, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Obesitas sering dibicarakan dalam konteks penyakit jantung, diabetes, atau tekanan darah tinggi. Tapi tahukah sister dan paksu kalau kelebihan berat badan juga bisa berdampak langsung pada kesuburan terutama pada pria.
Bahkan sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa lemak tubuh berlebih bisa merusak mesin energi dalam sperma, membuat sperma lemah dan kurang mampu membuahi. Yuk pahami lebih lanjut!

Lemak dan Kesuburan: Apa Hubungannya?

Sperma butuh energi untuk bisa bergerak dan mencapai sel telur. Energi ini dihasilkan oleh mitokondria semacam “pembangkit listrik” yang ada di dalam sel sperma.
Saat tubuh mengalami obesitas, tingkat radikal bebas (ROS) dalam tubuh meningkat, dan ini memicu stres oksidatif. Masalahnya, stres ini bisa langsung menyerang mitokondria sperma.

Hasilnya?

  • Mitokondria rusak
  • Produksi energi menurun
  • Sperma jadi lemas dan kurang bergerak
  • Peluang untuk membuahi ikut menurun

Sebuah studi klinis pada pria dengan berat badan berlebih atau obesitas, para peneliti menemukan hal-hal berikut:

  1. Aktivitas enzim antioksidan menurun, terutama enzim SOD (superoxide dismutase) yang biasanya melindungi sperma dari kerusakan
  2. Tingkat ROS meningkat dalam sperma, menyebabkan stres oksidatif
  3. Fungsi mitokondria menurun, ditandai dengan turunnya MMP (mitochondrial membrane potential)
  4. Kandungan energi dalam sperma (ATP) makin rendah seiring peningkatan BMI
  5. Motilitas sperma pun ikut menurun, yang artinya sperma sulit bergerak optimal

Dari temuan tersebut dapat diketahui bahwa motilitas sperma adalah salah satu indikator utama dalam evaluasi kesuburan pria. Kalau sperma tidak bisa bergerak dengan baik, peluang untuk membuahi pun menurun drastis. Salah satu penyebabnya adalah obesitas bukan hanya karena hormon terganggu, tapi karena kerusakan langsung pada struktur dan fungsi sperma.

Pentingnya Menjaga Berat Badan

Berat badan ideal bukan hanya soal penampilan atau kesehatan jantung tapi juga soal masa depan reproduksi. Menjaga pola makan sehat, mengurangi konsumsi lemak berlebih, dan rutin beraktivitas fisik bisa menjadi langkah awal untuk menurunkan stres oksidatif dalam tubuh, Menjaga mitokondria sperma tetap sehat dan Meningkatkan kualitas sperma secara menyeluruh.


Karena Obesitas terbukti merusak sistem energi dalam sperma melalui peningkatan stres oksidatif dan penurunan fungsi mitokondria. Akibatnya, sperma jadi lamban, motilitas menurun, dan peluang pembuahan ikut terganggu. Kalau paksu dan sister sedang merencanakan kehamilan, perbaikan gaya hidup bisa menjadi langkah awal yang sangat berarti. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Jing, J., Peng, Y., Fan, W., Han, S., Peng, Q., Xue, C., … & Ding, Z. (2023). Obesity‐induced oxidative stress and mitochondrial dysfunction negatively affect sperm quality. FEBS Open Bio, 13(4), 763-778.

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: laki-laki, obesitas, program hamil

Suplemen Antioksidan untuk Kesuburan Pria: Benarkah Bisa Mempercepat Kehamilan?

July 26, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

 

Saat program hamil belum berhasil, banyak pasangan mulai mencari suplemen untuk meningkatkan peluang kehamilan. Beberapa nama yang sering muncul adalah selenium, carnitine, dan coenzyme Q10 (CoQ10). Ketiganya dikenal sebagai antioksidan yang katanya bisa memperbaiki kualitas sperma. 

Tapi, apakah benar suplemen ini bisa mempercepat kehamilan?

Beberapa studi besar pernah membahas hal ini. Peneliti mengumpulkan data dari banyak pasangan yang sedang promil, lalu membandingkan mereka yang mengonsumsi suplemen dengan yang tidak.

Hasilnya cukup menarik. Sperma jadi lebih baik, tapi belum tentu membantu hamil, Hasil menunjukkan bahwa setelah rutin minum suplemen antioksidan, kualitas sperma memang membaik. Jumlah sperma meningkat, gerakannya lebih aktif, dan bentuknya lebih normal.

Namun, ketika dilihat dari jumlah pasangan yang akhirnya berhasil hamil, angka keberhasilannya tidak jauh berbeda antara yang minum suplemen dan yang tidak.

Artinya, suplemen ini bisa membantu memperbaiki kondisi sperma, tapi belum tentu langsung berdampak pada peluang kehamilan.

Karena untuk bisa hamil, bukan cuma sperma yang harus bagus.

Ada banyak hal lain yang juga berpengaruh, seperti:

  • Apakah sel telur dalam kondisi baik

  • Apakah proses pembuahan berhasil

  • Apakah embrio bisa menempel di rahim dengan baik

Jadi, walaupun kondisi sperma terlihat lebih baik, belum tentu semua proses selanjutnya berjalan mulus.

Apakah bisa Minum tanpa Saran Dokter?

Fakta lainnya, banyak pria membeli dan minum suplemen antioksidan karena rekomendasi dari internet atau orang sekitar, bukan karena saran dari dokter.

Padahal, belum tentu penyebab sulit hamilnya memang dari sperma. Bisa jadi penyebab utamanya ada di hal lain. Itu sebabnya, penting untuk melakukan evaluasi lebih dulu sebelum memutuskan pakai suplemen tertentu.

Karena suplemen seperti selenium, carnitine, dan CoQ10 bisa membantu memperbaiki kualitas sperma. Tapi belum ada bukti kuat bahwa suplemen ini bisa langsung memperbesar peluang kehamilan sehingga dibutuhkan konsultasi dengan dokter, kalau kamu sedang menimbang-nimbang mau konsumsi suplemen atau tidak, sebaiknya diskusikan dulu dengan dokter atau tenaga medis yang menangani program kehamilan. Karena promil yang terarah akan jauh lebih efektif daripada menebak-nebak sendiri. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

Sharma, A. P., Sharma, G., & Kumar, R. (2022). Systematic review and meta-analysis on effect of carnitine, coenzyme Q10 and selenium on pregnancy and semen parameters in couples with idiopathic male infertility. Urology, 161, 4-11.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: antioksidan, Pria, program hamil, suplemen

Kenapa Sperma Harus Gesit? Ini Pentingnya Motilitas Sperma dalam Program Hamil

July 25, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Banyak yang berpikir, selama jumlah sperma banyak, maka peluang hamil juga tinggi. Tapi faktanya, nggak cuma soal jumlah, sister. Kemampuan sperma untuk bergerak maju dengan gesit atau dalam medis disebut dengan motilitas sperma memiliki peran besar dalam keberhasilan kehamilan baik alami maupun program hamil berbantuan (ART). Sebelum itu pahami apa itu sperma!

Pahami Pentingnya Sperma

Sperma itu sel yang sangat spesial. Ukurannya kecil, bentuknya unik, dan punya tugas berat: menyampaikan materi genetik dari ayah ke sel telur ibu.

Setelah diproduksi di testis, sperma akan mengalami proses pematangan di epididimis. Di sinilah sperma memperoleh kemampuan untuk bergerak dan membuahi sel telur. Setelah matang, sperma akan melalui saluran reproduksi wanita menuju tuba falopi—lokasi terjadinya pembuahan.

Jarak yang harus ditempuh sperma dari vagina hingga tuba falopi diperkirakan sekitar 19 cm. Sepanjang perjalanan ini, sperma menghadapi berbagai tantangan yang tidak mudah. Mulai dari lingkungan vagina yang bersifat asam, sistem pertahanan tubuh wanita yang dapat menyerang sel-sel asing termasuk sperma, hingga proses seleksi alami oleh tubuh wanita yang hanya memungkinkan sperma dengan kualitas terbaik untuk terus melaju menuju sel telur. Semua ini menjadi bagian dari proses alamiah yang memastikan hanya sperma yang benar-benar sehat dan tangguh yang bisa mencapai lokasi pembuahan.

Makanya, sperma harus bisa bergerak cepat dan tepat arah. Dan inilah yang disebut motilitas progresif kemampuan sperma untuk melaju lurus ke depan, bukan cuma berputar-putar di tempat.

Motilitas: Penentu Keberhasilan Pembuahan

Menurut WHO, sperma dikategorikan berdasarkan cara geraknya:

  1. Progresif (maju lurus)
  2. Non-progresif (cuma gerak-gerak di tempat)
  3. Immotile Gak gerak sama sekali

Kalau jumlah sperma yang progresif kurang dari 32%, maka pria tersebut masuk dalam kategori asthenozoospermia, yaitu kondisi di mana sperma kurang lincah. Ini salah satu penyebab paling umum dari infertilitas pria.

Kenapa Motilitas Bisa Menurun?

Beberapa faktor yang bisa bikin sperma tidak bagus pergerakannya diantaranya adalah karena paparan Radikal bebas dan stres oksidatif, Paparan panas berlebih (misalnya dari sauna atau laptop di pangkuan), Merokok, alkohol, dan gaya hidup tidak sehat, Infeksi atau peradangan di saluran reproduksi.

Selain itu, kondisi medis seperti varikokel atau gangguan hormonal juga bisa memengaruhi motilitas.

Kalau Motilitas Buruk, Masih Bisa Hamil?

Masih bisa, tapi peluangnya lebih kecil.
Itulah kenapa, dalam dunia medis, motilitas sperma dianggap sebagai salah satu indikator paling penting dalam menilai potensi kesuburan pria—baik untuk kehamilan alami maupun yang dibantu dengan teknologi seperti IUI atau IVF.

Bahkan di laboratorium bayi tabung, kualitas gerak sperma sangat dipertimbangkan dalam pemilihan sperma terbaik.

Apa Bisa Ditingkatkan?

Kabar baiknya, bisa banget.
Peneliti dan dokter terus mengembangkan berbagai cara untuk bantu meningkatkan motilitas sperma, seperti: Antioksidan dan suplemen tertentu (misalnya CoQ10, vitamin C & E, zinc), Obat-obatan khusus untuk kondisi tertentu, Terapi hormonal jika diperlukan dan Perbaikan gaya hidup dan pola makan.

Jadi, kalau kamu atau paksu sedang berjuang menuju dua garis, jangan cuma lihat angka jumlah sperma. Perhatikan juga kualitas geraknya. Karena percuma banyak, tapi nggak bisa sampai tujuan. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujudagaris.id

Referensi

  • Dcunha, R., Hussein, R. S., Ananda, H., Kumari, S., Adiga, S. K., Kannan, N., … & Kalthur, G. (2022). Current insights and latest updates in sperm motility and associated applications in assisted reproduction. Reproductive sciences, 29(1), 7-25.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: infertilitas, motilitas, program hamil, sperma

  • « Go to Previous Page
  • Page 1
  • Interim pages omitted …
  • Page 37
  • Page 38
  • Page 39
  • Page 40
  • Page 41
  • Interim pages omitted …
  • Page 97
  • Go to Next Page »

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Penanganan Klasik pada Infertilitas Pria dengan Antisperm Antibodies (ASA)
  • Endometriosis dan Infeksi Panggul Ternyata Ada Hubungan Lho!
  • Yoga untuk PCOS: Tunggu Dulu yuk Cari Tau Bagaimana Bukti Ilmiah yang Lebih Dalam dari Sekadar Relaksasi
  • Diet dan Endometriosis: Apa yang Kita Makan Ternyata Ikut “Bicara” di Dalam Tubuh
  • Low-FODMAP Diet dan Endometriosis: Cara “Menjinakkan” Gejala Usus yang Sering Ikut Datang

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.