• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

laki-laki

Saat Kesuburan Pria Terganggu: Apa Dampaknya bagi Hati dan Pikiran?

July 1, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

 

Masalah kesuburan seringkali dikira cuma urusan perempuan. Padahal, kenyataannya, hampir setengah dari kasus infertilitas juga melibatkan pihak pria. Meski laki-laki seringkali dibebankan sebagai pencari nafkah sehingga seringkali tidak terlihat jika mentalnya juga terganggu!

Padahal ternyata ketika seorang pria dinyatakan mengalami masalah kesuburan, ini bukan cuma soal hasil pemeriksaan medis tapi juga bisa mengguncang sisi emosional dan mental mereka. Artikel kali ini akan membahas tentang ini jadi baca sampai akhir ya!

Bagaimana Laki-laki yang Terdampak dengan Stigma Infertilitas

Laki-laki yang terserang infertilitas, mereka juga banyak yang merasakan kekecewaan yang mendalam hal ini disebabkan oleh tubuh sendiri nggak berfungsi seperti yang diharapkan. Banyak pria yang kemudian merasa gagal, minder, bahkan mempertanyakan harga dirinya sebagai laki-laki.

Perasaan seperti sedih, kecewa, cemas, atau marah bisa muncul begitu saja. Tapi sayangnya, nggak semua pria merasa nyaman untuk mengungkapkan itu. Budaya kita cenderung menuntut laki-laki untuk “kuat” dan “tegar”, padahal di dalam hati mereka bisa saja sedang goyah.

Lalu Sikap Apa yang Sebaiknya diAmbil?

Mengetahui penyebab infertilitas memang penting untuk pengobatan, tapi dalam prosesnya, menyalahkan salah satu pihak justru memperburuk keadaan. Karena nyatanya, baik pria yang punya gangguan kesuburan maupun pria yang pasangannya mengalami gangguan serupa, sama-sama bisa merasakan tekanan mental yang besar.

Infertilitas bukan hanya masalah fisik tapi juga pengalaman emosional yang kompleks. Dan siapa pun bisa merasa terbebani oleh hal ini, apapun penyebabnya.

Sering kali, pria merasa harus menyembunyikan emosi demi menjaga pasangan. Tapi justru di situlah letak bahayanya. Emosi yang dipendam bisa berubah jadi stres berkepanjangan, bahkan gangguan mental seperti depresi atau kecemasan.

Itulah kenapa penting bagi kita semua untuk lebih peka dan terbuka. Pasangan, keluarga, bahkan tenaga medis sebaiknya memberi ruang bagi pria untuk bercerita. Menyediakan dukungan emosional, bukan hanya fokus pada solusi medis.

Yang tidak kalah penting paksu juga membutuhkan Konseling, komunitas, atau sekadar percakapan yang hangat bisa jadi bentuk dukungan yang berarti. Karena mereka juga butuh tahu bahwa mereka tidak sendirian dalam perjuangan ini.

Menghadapi masalah kesuburan memang tidak mudah. Tapi dengan dukungan yang tepat, proses ini bisa dilalui dengan lebih kuat secara fisik maupun mental. Karena pada akhirnya, perjuangan untuk punya anak bukan hanya soal tubuh, tapi juga soal keberanian untuk terus berharap… dan saling menguatkan. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Biggs, S. N., Halliday, J., & Hammarberg, K. (2024). Psychological consequences of a diagnosis of infertility in men: a systematic analysis. Asian journal of andrology, 26(1), 10-19.

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: kesehatan mental, kesuburan, laki-laki, Pikiran

Yuk Cek Fakta – Benarkah Suplemen Bisa Bikin Laki-laki Lebih Subur?

June 29, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Banyak pasangan yang mendambakan kehadiran si kecil, tapi kadang terkendala masalah kesuburan terutama dari sisi laki-laki. Belakangan, suplemen jadi bahan obrolan hangat. Katanya, bisa bantu meningkatkan kesuburan pria. Tapi… bener nggak sih?

Beberapa Suplemen Memang Pengaruhi Sperma, tapi Nggak Semuanya

Faktanya, memang ada beberapa suplemen yang menunjukkan potensi dalam memperbaiki kualitas sperma. Misalnya:

  1. Zinc dan Asam Folat: Kombinasi ini disebut-sebut bisa meningkatkan jumlah sperma.
  2. Selenium, Carnitine, dan Koenzim Q10: Dikenal membantu meningkatkan pergerakan sperma alias motilitas.
  3. Alpha-lipoic acid: Studi oleh Michaelsen (2025) menemukan bahwa zat ini berpotensi memperbaiki bentuk sperma (morfologi).

Tapi yang menarik, ada juga studi yang lebih besar dan luas tentang antioksidan, yang memang banyak digunakan karena mudah didapat dan terjangkau.

Suplemen Antioksidan dan Kesuburan Pria – Apa Kata Studi?

Sebuah tinjauan sistematis menemukan bahwa suplementasi antioksidan bisa memberikan dampak positif pada berbagai aspek kesuburan pria, termasuk:

  1. Peningkatan parameter sperma menurut standar WHO,
  2. Hasil program bayi tabung (ART),
  3. Hingga angka kelahiran hidup (live-birth rate).

Beberapa kandungan yang dinilai paling bermanfaat meliputi Carnitine, Vitamin C dan E, N-acetyl cysteine, CoQ10, Selenium, Zinc, Asam Folat, dan Lycopene. Meski begitu, tetap ada beberapa studi yang menunjukkan hasil yang tidak terlalu signifikan pada parameter tertentu.

Jadi, Suplemen Boleh Dikonsumsi, Tapi Jangan Jadi Satu-satunya Harapan

Kesimpulannya, suplemen terutama antioksidan punya potensi membantu, tapi tetap bukan solusi tunggal. Gaya hidup sehat, pola makan seimbang, dan manajemen stres tetap jadi fondasi utama. Kalau sudah mencoba tapi belum berhasil, sister dan paksu disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis ya!

Karena masalah kesuburan pria, langkah terbaik adalah berkonsultasi langsung dengan dokter atau ahli kesuburan. Mereka bisa melakukan pemeriksaan menyeluruh, mencari tahu penyebab pastinya, dan memberikan rekomendasi penanganan yang paling tepat dan berbasis bukti ilmiah. Jangan mudah tergiur dengan klaim suplemen tanpa dasar yang kuat ya! Setelah mengetahui kasus paksu maka langkah selanjutnya adalah dapat dipersonalisasi suplemen apa yang baik dikonsumsi. Untuk informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Dimitriadis, F., Borgmann, H., Struck, J. P., Salem, J., & Kuru, T. H. (2023). Antioxidant supplementation on male fertility—a systematic review. Antioxidants, 12(4), 836.
  • Michaelsen, M. P., Poulsen, M., Bjerregaard, A. A., Borgstrøm, M., Poulsen, L. K., Chortsen, M. B., … & Kesmodel, U. S. (2025). The Effect of Dietary Supplements on Male Infertility in Terms of Pregnancy, Live Birth, and Sperm Parameters: A Systematic Review and Meta-Analysis. Nutrients, 17(10), 1710.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: laki-laki, subur, suplemen

HPV dan Dampaknya pada Kesuburan: Sebuah Tinjauan Komprehensif

June 28, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Infeksi Human Papillomavirus (HPV) adalah masalah kesehatan global yang umum di antara pria dan wanita usia produktif. Virus ini tidak hanya terkait dengan lesi epitel dan kanker, tetapi juga memiliki hubungan yang signifikan dengan berbagai efek merugikan pada fungsi reproduksi. MDG akan membahas secara mendalam bagaimana infeksi HPV, khususnya tipe risiko tinggi (HR HPV), dapat memengaruhi setiap tahap reproduksi manusia.

HPV dan Kesuburan

Infeksi HPV, terutama oleh High-Risk Human Papillomavirus (HR HPV), telah terbukti memengaruhi berbagai tahapan reproduksi, menyebabkan serangkaian hasil yang tidak menguntungkan. Dampak-dampak ini mencakup:

  1. Penurunan Kesuburan Pria (Infertilitas Pria): Infeksi HPV pada semen dapat menyebabkan perubahan kualitatif dan kuantitatif pada sperma, mengurangi potensi fertilisasinya.Sel sperma yang terinfeksi HPV bahkan dapat mentransfer virus ke plasenta dan sel telur.
  2. Gangguan Kesuburan Pasangan: Infeksi HPV dapat meningkatkan apoptosis blastokista dan mengurangi implantasi sel trofoblas pada endometrium, yang pada akhirnya mengganggu kesuburan pasangan.
  3. Cacat Perkembangan Embrio dan Janin: HPV juga terkait dengan peningkatan risiko keguguran spontan dan kelahiran prematur, menunjukkan dampak serius pada perkembangan embrio dan janin.

Meskipun mekanisme molekuler pasti bagaimana infeksi HPV terlibat dalam masalah ini masih belum sepenuhnya jelas, HPV-terkait infertilitas dapat dilihat sebagai Janus, dewa berwajah dua. Satu sisi mencerminkan respons kekebalan anti-HPV, sementara sisi lain menunjukkan efek patogenik langsung dari HPV, khususnya HR HPV, pada sel yang terinfeksi/bereplikasi.

Peran Respons Imun dan Harapan dari Vaksinasi

Baik infertilitas pria maupun wanita juga dapat disebabkan oleh respons kekebalan anti-HPV yang terbentuk selama infeksi alami. Respons ini dapat memediasi pembersihan spermatozoa, oosit, blastula, dan blastokista yang terinfeksi HPV, bahkan hingga penolakan embrio yang terinfeksi HPV (penyakit graft-versus-host maternal terhadap janin yang terinfeksi HPV). Lalu apa solusinya?

Hal ini dapat diupayakan agar terhindar dari HPV, salah satunya melalui vaksinasi HPV dengan melakukan vaksinasi dapat mencegah jenis infertilitas ini, dan bahkan berpotensi membalikkan dampaknya bagi mereka yang sudah terinfeksi HPV. Pencegahan ini menjadi kunci untuk menjaga kesehatan reproduksi di masa depan.

HPV bukan hanya ancaman serius terhadap risiko kanker, tetapi juga memainkan peran signifikan dalam masalah infertilitas pada pria dan wanita. Memahami mekanisme kompleks di balik dampak HPV pada kesuburan sangat penting untuk pengembangan strategi pencegahan dan pengobatan yang lebih efektif. Dengan terus meningkatkan kesadaran dan akses terhadap vaksinasi HPV, kita dapat melindungi generasi mendatang dari dampak merugikan virus ini pada kesuburan dan kesehatan reproduksi secara keseluruhan. Tapi sebelum melakukan vaksinasi HPV harus ada yang sister dan paksu perhatikan. Karena Vaksin yang berperan untuk mencegah virus HPV penyebab kanker serviks ini tidak dianjurkan bagi ibu hamil. Jika vaksin HPV telah sempat diberikan sebelum hamil, pemberian sisa dosis vaksin pun dapat ditunda hingga melahirkan. Jadi jangan lupa tetap harus berkonsultasi dengan dokter ya sister!

Referensi

  • Isaguliants, M., Krasnyak, S., Smirnova, O., Colonna, V., Apolikhin, O., & Buonaguro, F. M. (2021). Genetic instability and anti-HPV immune response as drivers of infertility associated with HPV infection. Infectious agents and cancer, 16(1), 29.
  • https://www.alodokter.com/jangan-salah-kenali-vaksin-yang-diperbolehkan-dan-dilarang-saat-hamil#:~:text=Vaksin%20yang%20berperan%20untuk%20mencegah,tidak%20dianjurkan%20bagi%20ibu%20hamil.

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: HPV, infertilitas, kesuburan, laki-laki, perempuan, vaksin

Bukan Cuma Masalah Serviks, HPV Juga Bisa Menurunkan Kualitas Sperma

June 26, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Selama ini, Human Papillomavirus (HPV) lebih dikenal sebagai penyebab kanker serviks pada perempuan. Tapi ternyata, HPV juga bisa berdampak langsung pada kesuburan laki-laki. Hal ini dibuktikan dengan adanya bukti yang menunjukkan bahwa infeksi HPV dalam semen dapat menurunkan kualitas sperma secara signifikan. Bagaimana jika ini adalah satu faktor sulitnya program hamil. Yuk pahami lebih lanjut!

Apa itu HPV dan Bagaimana Dampaknya pada Sperma

Human papillomavirus (HPV) selama ini dikenal luas sebagai penyebab utama kanker serviks. Tapi ternyata, infeksi HPV juga bisa berdampak pada kesehatan reproduksi laki-laki, lho!

Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis dari 17 studi yang diambil dari database besar seperti PubMed, MEDLINE, dan Cochrane Library menunjukkan bahwa keberadaan HPV dalam semen laki-laki bisa menurunkan kualitas sperma dalam berbagai aspek penting, yaitu:

  1. Konsentrasi sperma: jumlah sperma jadi lebih sedikit
  2. Motilitas: kemampuan sperma untuk bergerak aktif menurun cukup drastis
  3. Viabilitas: jumlah sperma hidup ikut berkurang
  4. Morfologi: bentuk sperma normal terganggu

Yang perlu jadi perhatian, dampaknya akan jauh lebih buruk kalau infeksi disebabkan oleh HPV tipe risiko tinggi (high-risk HPV). Jenis ini secara signifikan menurunkan kualitas sperma lebih besar dibanding tipe risiko rendah, termasuk penurunan tajam pada jumlah spermanya.

Jika begitu keadaannya maka akan berdampak buruk pada sister dan paksu yang sedang melakukan program hamil, informasi ini penting banget untuk dipahami bareng pasangan. Pemeriksaan HPV bukan cuma untuk perempuan, tapi juga relevan untuk laki-laki apalagi kalau sedang merencanakan kehamilan lewat program berbantu.

Mengapa Ini Penting Diketahui?

Dilain sisi masih banyak yang menganggap masalah kesuburan hanya urusan perempuan, padahal infeksi HPV pada laki-laki juga bisa jadi faktor penting yang mengganggu peluang kehamilan. Virus ini bisa melekat di kepala sperma dan mengganggu fungsi reproduksi tanpa menimbulkan gejala yang jelas.

Jadi untuk sister dan paksu yang akan melakukan program hamil, apa yang bisa dilakukan?

  • Bagi pasangan yang sedang menjalani program hamil, penting untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk deteksi HPV.

  • Vaksinasi HPV tidak hanya ditujukan untuk perempuan. Laki-laki juga sebaiknya divaksin untuk mencegah penularan dan dampaknya.

  • Praktik seks aman tetap menjadi langkah pencegahan utama untuk menghindari infeksi virus ini.

Jadi, yuk mulai ubah cara pandang soal kesuburan. Infeksi HPV bukan cuma urusan perempuan, dan bukan cuma soal kanker. Virus ini bisa diam-diam mengganggu kualitas sperma dan bikin perjuangan dua garis jadi lebih berat.

Kalau sister dan paksu sedang dalam tahap persiapan atau sedang menjalani program hamil, jangan ragu untuk konsultasi lebih lanjut soal deteksi HPV dan vaksinasi. Ingat, mencegah selalu lebih mudah (dan lebih murah) daripada mengobati.

Karena program hamil adalah kerja tim, maka jaga kesehatan reproduksi juga harus dilakukan bersama. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Wang, S., Liu, L., Zhang, A., Song, Y., Kang, J., & Liu, X. (2021). Association between human papillomavirus infection and sperm quality: a systematic review and a meta‐analysis. Andrologia, 53(5), e14034.

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: HPV, infertilitas, laki-laki, Serviks, sperma

Ketahui Bahaya Konsumsi Mie Instan yang Mengandung Etilen Oksida Pada Kesehatan Reproduksi!

June 21, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Kita mungkin sudah familiar dengan etilen oksida (EtO) ia merupakan salah satu bahan kimia industri yang bisa mencemari lingkungan. Dan akhir-akhir ini kandungan tersebut ditemukan di makanan yang sering kita temui. Fakta yang tidak kalah penting bahwa zat tersebut ternyata punya hubungan dengan hormon laki-laki, yaitu testosteron?

Ketahui Bahaya Bahan Kimia etilen oksida (EtO)

Paparan EtO terbukti menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius termasuk kanker, kerusakan saraf, gangguan sistem reproduksi, dan kerusakan organ. Paparan jangka panjang terhadap EtO juga dapat meningkatkan risiko kanker pada paru-paru, perut, dan sistem saraf.

Banyak fakta yang berbasis penelitian turut menunjukkan bagaimana paparan EtO dapat menyebabkan kerusakan saraf dan gangguan neurologis pada manusia. Bahkan, paparan EtO dapat mempengaruhi fungsi sistem reproduksi manusia. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Toxicological Sciences, paparan EtO dapat menyebabkan kerusakan sperma pada pria dan kelainan pada ovum pada wanita.

Salah satu makanan yang ditemukan ada EtO dalam produksi mie instan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memilih makanan yang lebih sehat dan menghindari mie instan sebagai makanan yang sering dikonsumsi. Selain pada mi instan bahan kimia ini juga banyak digunakan dalam berbagai industri. 

EtO ditemukan terutama dalam produksi etilen glikol, yang digunakan dalam pembuatan berbagai produk seperti antibeku, tekstil, plastik, deterjen, dan perekat. Selain itu, EtO juga digunakan sebagai agen sterilisasi untuk peralatan medis dan produk lainnya yang tidak dapat disterilkan dengan panas atau uap, seperti peralatan medis sekali pakai. 

Paparan EtO dan Testosteron

Disisi lain penelitian dari Wang tahun 2023 menemukan bahwa orang yang punya paparan etilen oksida (EO) lebih tinggi yang diukur lewat kadar HbEO dalam darah ternyata juga punya kadar hormon testosteron yang lebih tinggi, terutama pada pria. Jadi, makin banyak EO yang masuk ke tubuh, makin tinggi juga kadar testosteronnya. 

Efek ini paling terlihat pada pria, sementara pada wanita tidak sekuat itu. Tapi, perlu diingat, meskipun testosteron naik, EO tetap tergolong zat berbahaya yang bisa meningkatkan risiko kanker dan penyakit lainnya. Penemuan ini membuka wawasan baru bahwa bahan kimia dari lingkungan bisa memengaruhi hormon tubuh kita, dan masih perlu banyak penelitian untuk tahu cara kerjanya lebih jelas.

Paparan etilen oksida memang memberikan gambaran yang kompleks di satu sisi bisa memengaruhi kadar hormon seperti testosteron, tapi disisi lain juga membawa risiko besar terhadap kesehatan, mulai dari kanker, gangguan saraf, hingga kerusakan sistem reproduksi. Fakta bahwa EtO bisa ditemukan dalam makanan sehari-hari seperti mi instan dan dalam berbagai produk industri membuat kita perlu lebih waspada dalam memilih apa yang kita konsumsi dan gunakan. Meski tubuh manusia punya kemampuan adaptasi, tidak ada salahnya untuk mulai membatasi paparan terhadap zat berbahaya ini. Yuk, lebih bijak memilih makanan dan produk, demi menjaga kesehatan jangka panjang kita dan orang-orang tercinta. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Wang, H., He, H., Wei, Y., Gao, X., Zhang, T., & Zhai, J. (2023). Do phthalates and their metabolites cause poor semen quality? A systematic review and meta-analysis of epidemiological studies on risk of decline in sperm quality. Environmental Science and Pollution Research, 30(12), 34214-34228.
  • https://fkm.unair.ac.id/2023/11/17/bahaya-zat-etilen-oksida-yang-sering-ditemukan-di-produk-mie-instan-bagi-tubuh/

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: EtO, infertilitas, laki-laki, mi instan, reproduksi

Bahaya Kecemasan dan mempertanyakan Mengapa Efikasi Diri Infertilitas Penting

June 18, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Sister dan paksu sudah tahu jika masalah infertilitas tidak hanya berkaitan dengan kesehatan reproduksi tapi juga berdampak pada kesehatan mental. Sehingga agar akurat bermunculan banyak alat ukur kesehatan mental yang berfokus pada aspek tekanan dan masalah psikologis. Misalnya, Beck Depression Inventory dan State Trait Anxiety Measure yang digunakan untuk menilai tingkat depresi dan kecemasan. Alat lainnya seperti Ways of Coping, Fertility Problem Inventory, hingga Concerns During Assisted Reproductive Technologies scale lebih berfokus pada stres dan persoalan psikososial.

Nah pendekatan diatas belum ada yang melihat aspek yang tak kalah penting yaitu keyakinan pasien terhadap kemampuan mereka sendiri. Proses ini berkaitan dengan efikasi diri.

Pahami Efikasi Diri yang berfokus pada Kemampuan, Bukan Masalah

Efikasi diri berfokus pada kemampuan dan kepercayaan diri seseorang untuk terlibat dalam perilaku tertentu, baik itu menyuntik diri sendiri, menghadiri sesi terapi, atau tetap mengikuti regimen pengobatan yang ketat. Cara ini telah banyak digunakan dalam bidang kesehatan lain, seperti kanker, artritis, diabetes, perimenopause, aktivitas fisik, hingga penggunaan kondom.

Jadi sister dan paksu dapat membayangkan proses ini dilakukan “ketika seseorang memandang situasi sulit sebagai sesuatu yang dapat dikendalikan, maka situasi tersebut terasa lebih ringan, lebih bisa diprediksi, dan tidak terlalu mengancam.

Efikasi Diri Mempengaruhi Hasil Reproduksi? 

Efikasi diri tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tapi juga berpotensi memengaruhi biologis dalam kesehatan reproduksi. Misalnya, wanita yang awalnya percaya diri dalam menjalani pengobatan bisa kehilangan kepercayaan itu setelah beberapa kali keguguran atau siklus gagal. Dalam kondisi ini, intervensi psikologis sangat dibutuhkan untuk membangun kembali efikasi dirinya.

Fakta dilapangan bahwa perempuan yang infertil sering kali memulai perawatan dengan kepercayaan diri yang tinggi. Namun, kepercayaan tersebut perlahan terkikis seiring panjangnya proses pengobatan dan tekanan yang mereka alami.

Dilain sisi pada wanita terbukti mengalami tekanan yang lebih besar dibandingkan pasangan pria, terutama karena mereka yang menjalani sebagian besar prosedur invasif dan harus menyesuaikan hidupnya dengan siklus pengobatan. Namun demikian, baik pria maupun wanita dapat sama-sama mendapat manfaat dari intervensi psikososial, dan infertilitas tetap merupakan pengalaman baru bagi kebanyakan orang.

Menerapkan efikasi diri dalam konteks infertilitas bukan sekadar tambahan. Ini adalah langkah penting untuk memahami bagaimana pasien menghadapi diagnosis dan perawatan yang sangat menantang secara fisik dan emosional. Dengan berfokus pada kemampuan setidaknya dapat mengurangi rasa sakit dan rasa takut yang dihadapkan kepada pasangan pejuang dua garis. Salah satunya adalah dengan bergabung pada komunitas untuk mendapatkan dukungan. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id.

Referensi

  • Cousineau, T. M., Green, T. C., Corsini, E. A., Barnard, T., Seibring, A. R., & Domar, A. D. (2006). Development and validation of the Infertility Self-Efficacy scale. Fertility and sterility, 85(6), 1684-1696.

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: efikasi diri, infertilitas, laki-laki, perempuan

  • « Go to Previous Page
  • Page 1
  • Page 2
  • Page 3
  • Page 4
  • Page 5
  • Page 6
  • Interim pages omitted …
  • Page 11
  • Go to Next Page »

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Stres, Hormon, dan Infertilitas: Ketika Pikiran dan Tubuh Saling Mempengaruhi Kesuburan
  • Faktor Sederhana yang Ternyata Bisa Mempengaruhi Kesuburan
  • Nyeri Saat Berhubungan pada Endometriosis: Kenapa Banyak yang Diam dan Tidak Tahu Harus Ke Mana
  • Antioksidan Tidak Selalu Aman: Ketika “Terlalu Sehat” Justru Mengganggu Kesuburan
  • Stres Oksidatif dan Kualitas Sperma: Peran Telomer yang Jarang Dibahas dalam Infertilitas

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.