• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

Sel telur

Usia Ovarium: Bukan Hanya Soal Sel Telur, Tapi Proses Penuaan yang Kompleks pada Wanita

July 3, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Ketika kita berbicara tentang kesuburan wanita, usia ovarium atau usia indung telur sering dianggap sebagai penyebab utama masalah kesuburan. Secara tradisional, kita tahu bahwa kemampuan reproduksi wanita mulai menurun di pertengahan usia 30-an, menstruasi mulai tidak teratur di pertengahan 40-an, dan akhirnya kesuburan berhenti sama sekali sebelum mencapai menopause di awal 50-an. Semua ini dikaitkan dengan penurunan jumlah dan kualitas sel telur (oosit) seiring bertambahnya usia.

Pada artikel kali ini MDG akan membahas lebih lanjut bagaimana proses ini terjadi, dan bagaimana peran yang dimiliki. Baca sampai akhir ya

Ketahui Apa saja Faktor-faktor Penuaan Ovarium

Kenapa Peluang Kehamilan Bisa Menurun Seiring Usia?

Sister, pernah nggak sih kepikiran… kenapa makin bertambah usia, peluang untuk hamil jadi makin kecil?

Ternyata jawabannya nggak cuma soal jumlah sel telur yang berkurang. Di balik itu, ada proses biologis yang kompleks yang secara perlahan memengaruhi fungsi ovarium kita.

Setidaknya ada beberapa proses penting yang perlu sister pahami:

Mitokondria dan Stres Oksidatif

Mitokondria dikenal sebagai “pembangkit energi” dalam sel. Tapi seiring bertambahnya usia, fungsi mitokondria di sel-sel ovarium bisa menurun. Akibatnya, sel ovarium jadi kurang optimal dalam menjalankan tugasnya.

Selain itu, tubuh kita juga bisa mengalami stres oksidatif, yaitu kondisi saat radikal bebas dalam tubuh lebih banyak daripada antioksidan. Ketidakseimbangan ini yang juga bisa dipengaruhi oleh pola makan dan gaya hidup dapat merusak sel-sel ovarium dan mempercepat penuaan.

Perubahan di Lingkungan Seluler

Indung telur nggak cuma terdiri dari sel telur, tapi juga dikelilingi oleh jaringan pendukung yang disebut matriks ekstraseluler.

Bayangkan ini seperti “lantai dan tembok” yang menopang dan mengatur lingkungan kerja sel-sel ovarium. Nah, seiring bertambahnya usia, bagian pendukung ini juga bisa mengalami perubahan. Kalau struktur pendukungnya terganggu, maka sel-sel ovarium pun jadi nggak bekerja seefisien dulu dan itu bisa berdampak pada kesuburan.

Peran Sel Imun

Jaringan pendukung utama di indung telur yang disebut stroma ovarium juga dihuni oleh sel-sel imun. Baik dari sistem kekebalan bawaan maupun adaptif, sel-sel ini ikut berperan dalam proses penuaan ovarium. Jadi, sistem imun kita bukan cuma bertugas melawan penyakit, tapi juga bisa memengaruhi bagaimana organ reproduksi menua.

Memahami semua proses ini sangat krusial, sister. Karena kalau kita tahu apa yang terjadi di dalam tubuh, kita bisa lebih siap dalam merancang strategi pengobatan atau perawatan yang tepat terutama untuk memperlambat penuaan ovarium.

Mengapa Penting Menjaga Kesehatan Ovarium?

Menjaga kesehatan ovarium, terutama dengan memperlambat proses penuaannya, bukan cuma soal memperpanjang masa subur. Lebih dari itu, dampaknya bisa sangat luas.

Kalau fungsi ovarium tetap optimal, kita juga bisa meringankan berbagai efek samping menopause yang sering bikin tidak nyaman seperti masalah pada tulang dan otot (sistem muskuloskeletal), gangguan jantung dan pembuluh darah (sistem kardiovaskular), hingga keluhan pada sistem saraf.

Jadi, menjaga ovarium bukan cuma soal “bisa punya anak atau tidak”, tapi soal menjaga kualitas hidup perempuan di usia yang lebih matang. Supaya tetap sehat, aktif, dan bisa menikmati hidup dengan lebih baik di masa-masa penting kedepannya. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Camaioni, A., Ucci, M. A., Campagnolo, L., De Felici, M., Klinger, F. G., & Italian Society of Embryology, Reproduction and Research (SIERR). (2022). The process of ovarian aging: it is not just about oocytes and granulosa cells. Journal of assisted reproduction and genetics, 39(4), 783-792.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: ovarium, Penuaan, Sel telur, Usia

Sindikat China yang Melakukan Jual beli Sel Telur, Apakah berdampak bagi tubuh Perempuan Di masa yang akan Datang?

February 17, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Baru-baru ini dunia dihebohkan dengan berita praktek jual beli sel telur. Apakah sister dan paksu juga sempat membaca? sebagai pejuang dua garis terutama dengan spesifik kasus low AMH seringkali dapat membayangkan bagaimana mendapatkan donor sel telur. Sayangnya di Indonesia praktek ini masih dalam kategori ilegal loh. 

Menurut undang-undang UU Kesehatan dan peraturan pelaksananya PP 28/2024 telah menegaskan inseminasi buatan/reproduksi buatan hanya dapat dilakukan oleh pasangan suami istri yang sah dengan disertai hasil pemeriksaan medis mengalami ketidaksuburan atau infertilitas untuk memperoleh keturunan.

Melihat undang-undang tersebut bahwasanya adanya larangan untuk menerima donor sperma dari orang lain selain dari suami sendiri, atau penggunaan ovum dari orang lain selain dari istri sendiri. MDG pada akan membahas lebih lanjut terutama menyoroti kesehatan perempuan di masa depan jika melakukan donor sel telur.

Bagaimana Dunia Memandang Program Sel Telur?

Ternyata menurut beberapa penelitian bahwasanya tidak ada transparansi yang diberikan terkait dampak jangka panjang, sebuah penelitian dengan judul “Tempting Luck: Temporalities and Risk Anticipation among Egg Donors in Spain” Berdasarkan penelitian etnografi di Barcelona dengan donor sel telur dan profesional IVF, terjadi fenomena yang disebut “temporal choreography” untuk menjelaskan bagaimana praktik klinis membatasi informasi yang diberikan kepada donor. Mereka ditempatkan dalam “temporal stasis“, di mana potensi risiko masa depan dari donasi diabaikan, dan pertimbangan terkait penggunaan sel telur di masa mendatang dihilangkan.

Padahal ada yang paling penting diantaranya adalah kondisi yang berkaitan dengan kehidupan donor, yang umumnya masih muda dan secara ekonomi tidak stabil. Koreografi ini berperan dalam kesuksesan industri donasi sel telur di Spanyol, yang terbesar di Eropa. Artikel ini mengeksplorasi bagaimana tubuh tertentu diarahkan untuk mengantisipasi risiko dan melihat kesuburan sebagai perawatan diri, sementara yang lain justru didorong untuk mengabaikan risiko demi keuntungan finansial jangka pendek.

Efek Jangka Panjang Bagi Pendonor

Setelah melihat temuan diatas, dapat dibayangkan bagaimana masih belum banyak temuan medis yang dilakukan terkait dengan menyoroti dampak jangka panjang pada pendonor sel telur. Melihat bagaimana prosedur ini terlihat cukup mudah, prosedur ini tidak disarankan bagi wanita. Pasalnya, belum diketahui apa yang menjadi efek jangka panjang bagi wanita. Selama pelaksanaan prosedur ini, beberapa wanita mungkin akan mengalami pendarahan ketika dokter memasukkan jarum ke dalam ovarium mereka.

Prosedur ini juga bisa saja mengakibatkan kerusakan pada usus, kandung kemih, atau pembuluh darah, tetapi dalam kasus yang jarang terjadi. Infeksi bisa saja terjadi setelah pengangkatan sel telur. Dalam kasus yang parah dan membutuhkan rawat inap, gejala yang ditimbulkan meliputi sakit perut, muntah, kesulitan bernapas, dan pertambahan berat badan yang cepat. Bagaimana sister dan paksu apakah sudah tercerahkan? untuk informasi menarik lainnya dapat di akses di Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Molas, A., & Whittaker, A. (2024). Tempting luck: Temporalities and risk anticipation among egg donors in Spain. Science, Technology, & Human Values, 49(6), 1256-1280.
  • https://www.hukumonline.com/klinik/a/sahkah-donor-sperma-di-indonesia-lt62aad2cc18f9d/
  • https://www.halodoc.com/artikel/donor-sel-telur-bagaimana-efek-jangka-panjangnya-bagi-wanita?srsltid=AfmBOoqRVbeQXz8efzZwK8sk-UoAQPsr_cMHugvrjvUqLdH0ng1YLc1z

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: cina, donor, IVF, Sel telur

Antisipasi Ancaman Ketersediaan Sel Telur dan Pentingnya Memastikan Masa Depan Reproduksi

September 20, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Reproduksi bagi Perempuan dilain sisi sangatlah unik namun disisi lain juga mengkhawatirkan, ternyata dari semua organ ada satu organ dalam tubuh sister yang menua dua kali lebih cepat daripada semua jaringan lainnya, Seorang asisten profesor di Buck Institute for Research on Aging di California lembaga penelitian biomedis untuk ilmu penuaan Jennifer Garrison berpendapat ““Saat seorang wanita berusia akhir 20-an atau awal 30-an, jaringan tubuhnya yang lain masih berfungsi dengan kinerja puncak, tetapi indung telurnya sudah menunjukkan tanda-tanda penuaan yang nyata”. 

Melalui fakta tersebut MDG ingin menunjukkan bagaimana fakta ini terjadi, dan apakah ada harapan untuk sister terutama dalam penentuan masa  produksi telur. Yuk cek penjelasan detailnya dari para ahli. 

Fakta mengenai Sel Telur dan kesuburan Wanita

Perempuan saat lahir memiliki sekitar 2 juta sel telur, saat remaja jumlah tersebut turun menjadi sekitar 400.000, pada usia 37 tahun tersisa sekitar 25.000. Pada usia 51 tahun saat wanita mengalami menopause, mereka memiliki sekitar 1000 sel telur yang belum matang tetapi ini tidak subur.  Fakta lainnya perempuan yang berusia di atas 40 tahun dua hingga tiga kali lebih mungkin mengalami masalah kesehatan selama kehamilan termasuk diabetes dan tekanan darah tinggi. Mereka dua kali lebih mungkin mengalami pendarahan dari plasenta, menjalani operasi caesar, dan kehilangan bayi mereka di kemudian hari selama kehamilan. 

“Kesulitan yang dialami wanita lanjut usia yang mencoba memiliki anak tidak terkait dengan rahim, tetapi dengan sel telur, dan kelainan kromosom merupakan inti dari hal itu, kata Dagan Wells Dagan Wells, professor reproductive medicine di Oxford berpendapat . “Sel telur adalah benih, bukan tanah. Banyak langkah awal dalam perkembangan manusia ditentukan oleh apa yang disediakan oleh sel telur”, Dengan bantuan teknologi seperti pengujian genetik pra-implantasi, Wells dan rekan-rekan embriologinya tengah mengembangkan cara untuk mengidentifikasi sel telur terbaik yang dapat digunakan dalam perawatan IVF. Teknik lain seperti terapi penggantian mitokondria juga membantu ibu yang cacat pada sel telurnya melahirkan anak yang sehat

Kehadiran sains mencoba untuk menciptakan terobosan baru, sister bisa melihat bagaimana cerita dari Erramatti Mangamma, seorang wanita berusia 74 tahun dari India selatan menjadi ibu pertama tertua di dunia, melahirkan bayi perempuan kembar yang dikandung melalui Fertilisasi In Vitro (IVF) setelah 57 tahun tidak subur.   

Namun, meskipun sains telah mengambil langkah-langkah yang patut dipuji untuk membantu memperpanjang waktu kesuburan wanita, Penurunan kesuburan yang dialami wanita tidak dapat dihindari dan bersifat universal.

Cegah akselerasi dan tingkatkan sel telurmu!

Oleh karena itulah, wanita berusia 30 ke atas, cenderung lebih sulit hamil. Namun bukan berarti di usia tersebut nggak bisa hamil ya sister, kita sebagai Perempuan sudah harus mulai tahu tentang sel terus dan menjaga kualitasnya, kita dapat mencegah akselerasi peningkatan kehilangan sel telur dengan

  1. Konsultasi ke dokter atau melakukan pemeriksaan Kesuburan, Melakukan pemeriksaan kesuburan secara berkala dapat memberikan wawasan tentang kondisi ovarium dan kualitas sel telur. Pemeriksaan sel telur ini bisa dilakukan dengan beberapa cara, seperti USG Transvaginal atau cek darah.
  2. Ubah gaya hidup Sehat, sister dapat mulai menjaga pola makan seimbang, berolahraga secara teratur, dan menghindari zat berbahaya 
  3. Hindari Radiasi, anti radiasi ini bisa dengan mulai mengurangi penggunaan smartphone dan layar leptop yang berlebih
  4. dan mulai konsumsi Antioksidan, untuk meningkatkan kualitas sel telur sister dapar mengkonsumsi antioksidan yang mengandung Folic Acid atau Asam Folat

Bertambahnya usia perempuan ternyata secara signifikan memiliki dampak terhadap kesuburan, terutama terkait dengan jumlah dan kualitas sel telur. Dengan memahami faktor-faktor ini, sister sudah bisa aware dan semakin benar dalam membuat keputusan yang lebih baik. Waktu mungkin menjadi tantangan, tetapi dengan pengetahuan dan tindakan yang tepat, peluang untuk hamil tetap dapat dipertahankan. Jangan lupa untuk sister membagikan article ini agar lebih banyak perempuan yang aware, untuk informasi menarik lainnya dapat diakses di Instagram @menujuduagaris.id

Referensi 

https://www-britishfertilitysociety-org-uk.translate.goog/fei/at-what-age-does-fertility-begin-to-decrease/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=sge#:~:text=Grafik%203%20menunjukkan%20bahwa%20rata,mendiskusikan%20kesuburan%20Anda%20dengan%20dokter.

https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/penyebab-susah-hamil

https://www.emc.id/id/care-plus/setiap-wanita-harus-paham-mengenai-usia-sel-telur

https://www.bbc.com/future/article/20200828-how-fertility-changes-with-age-in-women

https://edition.cnn.com/2022/08/20/health/extending-fertility-aging-life-itself-wellness/index.html

 

 

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: bagaimana sel telur wanita diambil, Sel telur

  • « Go to Previous Page
  • Page 1
  • Page 2

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Endometriosis dan Infeksi Panggul Ternyata Ada Hubungan Lho!
  • Yoga untuk PCOS: Tunggu Dulu yuk Cari Tau Bagaimana Bukti Ilmiah yang Lebih Dalam dari Sekadar Relaksasi
  • Diet dan Endometriosis: Apa yang Kita Makan Ternyata Ikut “Bicara” di Dalam Tubuh
  • Low-FODMAP Diet dan Endometriosis: Cara “Menjinakkan” Gejala Usus yang Sering Ikut Datang
  • Terlihat Sehat Tapi Peluang Hamil Bisa Menurun Ini Penjelasan Ilmiahnya

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.