• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

Admin Menuju Dua Garis

Mengapa Terjadi Keguguran berulang? dan Bagaimana cara Mengatasinya?

February 5, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Pernahkah sister mengalami kasus keguguran, pada kasus keguguran berulang dapat disebut keguguran berulang jika telah terjadi sebanyak 2 kali berturut-turut atau lebih. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari gaya hidup hingga masalah kesehatan tertentu. MDG akan mencoba menjelaskan beberapa hal yang memungkinkan menjadi salah satu faktor keguguran berulang. 

4 Penyebab dari Keguguran Berulang 

Banyak yang menjadi penyebab dari keguguran berulang, diantaranya adalah kromosom abnormal. Kromosom adalah blok DNA yang berisi instruksi untuk perkembangan bayi Anda. Penyebab paling umum dari keguguran berulang adalah bayi Anda berkembang dengan jumlah kromosom yang salah (terlalu banyak atau tidak cukup).

Penyebab lainnya bisa jadi Gangguan pembekuan darah Beberapa gangguan pembekuan darah, seperti  systemic lupus erythematosus (SLE) dan antiphospholipid syndrome  (APS) dapat menyebabkan keguguran berulang. Gangguan ini menyebabkan ‘darah lengket’, yang mempengaruhi aliran darah ke plasenta dan dapat menyebabkan pembekuan di plasenta. Jika plasenta tidak berfungsi dengan baik, oksigen dan nutrisi tidak dapat mencapai pada bayi.

Keguguran juga bisa berasal dari kelemahan serviks, serviks disebut juga cincin otot di dasar rahim (uterus) yang menghubungkannya ke vagina. Selama persalinan, serviks memendek dan terbuka untuk memungkinkan bayi melewatinya dan lahir. Terkadang serviks memendek dan terbuka sebelum waktunya (pada trimester kedua atau ketiga). Ini disebut kelemahan serviks (kadang-kadang disebut inkompetensi serviks atau insufisiensi serviks) dan dapat menyebabkan keguguran pada trimester kedua (keguguran lanjut).

Faktor keguguran juga dapat disebabkan oleh diabetes. Jika sister menderita diabetes dan tidak dikelola dengan baik, maka akan mungkin memiliki peluang lebih tinggi untuk mengalami keguguran berulang. Diabetes tidak akan meningkatkan peluang untuk mengalami keguguran jika sister dapat mengelolanya dengan cara yang direkomendasikan oleh dokter. 

Cara menghindari Keguguran Berulang 

Sister untuk menghindari kasus ini setidaknya dapat melakukan tes darah. Hasil tes darah digunakan untuk mengetahui ada tidaknya kelainan, seperti APS dan kelainan kromosom. 

Sementara itu, pada kasus keguguran berulang yang dicurigai disebabkan oleh kelainan genetik, dokter akan menyarankan sister untuk menjalani pemeriksaan DNA atau tes genetik.

Sedangkan pada pencegahan preventif, sister juga dapat mengupayakan konsumsi makanan bernutrisi selama hamil, dengan memasukkan buah dan sayuran ke dalam menu makan sehari-hari. Sister juga dianjurkan untuk selalu menjaga berat badan ideal sebelum dan selama hamil guna mencegah risiko komplikasi kehamilan. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi 

  • https://www.tommys.org/baby-loss-support/miscarriage-information-and-support/recurrent-miscarriage
  • https://www.alodokter.com/ini-penyebab-keguguran-berulang-dan-cara-menghindarinya

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: bayi, hamil, ibu, Keguguran

Kenali Stimulasi Ovarium Back-to-back untuk Keberhasilan Program IVF

February 5, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Sister dan paksu sudah familiar dengan program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) ia hadir sebagai salah satu program kehamilan yang memungkinkan sperma untuk membuahi sel telur dalam sebuah tabung.  IVF bisa dibilang metode yang paling efektif ketimbang lainnya. Meski demikian, tingkat keberhasilannya bisa mencapai 30 hingga 40 persen. Adapun faktor yang membuat program ini gagal diantaranya adalah kualitas embrio. 

Melansir Journal of Assisted Reproduction and Genetics, ada beberapa parameter untuk menilai kualitas embrio, mulai dari morfologi, perkembangan, genetik, dan metabolisme. Embrio yang tidak dapat ditanam setelah dipindahkan ke rahim adalah penyebab kegagalan yang paling umum. Biasanya, embrio tersebut cacat sehingga tidak mampu berkembang di dalam rahim. MDG kali ini akan membahas salah satu metode yang dapat dipertimbangkan untuk mengurangi kegagalan IVF.

Stimulasi Ovarium Back-to-back pada IVF

Salah satu strategi yang bisa meningkatkan peluang keberhasilan adalah stimulasi ovarium back-to-back, di mana stimulasi dilakukan berturut-turut dalam beberapa siklus. Metode ini bisa meningkatkan jumlah blastokista yang tersedia untuk transfer atau biopsi, memberi peluang lebih besar untuk menemukan embrio terbaik. Tapi, penting juga untuk diingat bahwa jumlah embrio yang banyak bukan satu-satunya faktor keberhasilan kualitas embrio dan kondisi rahim juga sangat berperan.

Siklus IVF back-to-back menawarkan beberapa manfaat potensial, termasuk tingkat kehamilan yang lebih tinggi, biaya yang lebih rendah, dan lebih sedikit stres emosional. Namun, ada juga beberapa risiko dan pertimbangan yang perlu diperhatikan. Penting untuk berbicara dengan dokter kesuburan Anda tentang risiko dan manfaat IVF back-to-back sebelum membuat keputusan.

Risiko dan Pertimbangan Siklus IVF Berturut-turut

Meskipun siklus IVF berturut-turut menawarkan beberapa manfaat potensial, penting untuk menyadari risiko dan pertimbangannya:

Diantaranya adalah terlalu merangsang ovarium: Obat-obatan IVF dapat terlalu merangsang ovarium, yang dapat menyebabkan ovarian hyperstimulation syndrome (OHSS). OHSS adalah kondisi serius yang memerlukan rawat inap.

Juga ada potensi kehamilan ganda, melalui siklus IVF berturut-turut dapat meningkatkan risiko kehamilan ganda. Kehamilan ganda membawa sejumlah risiko, termasuk kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah.

Biaya: IVF adalah proses yang mahal, bahkan dengan diskon untuk beberapa siklus. Pasangan harus mempertimbangkan dengan saksama situasi keuangan mereka sebelum memutuskan untuk melakukan siklus IVF berturut-turut.

Apakah IVF back-to-back tepat untuk dilakukan? hasilnya adalah baik atau tidak bergantung pada sejumlah faktor, termasuk usia, kesehatan, dan situasi keuangan. Penting untuk berbicara dengan dokter kesuburan Anda tentang risiko dan manfaat IVF back-to-back sebelum membuat keputusan.

Referensi

  • Harrison, C., Boivin, J., & Gameiro, S. (2022). Talking about possible IVF/ICSI failure and need for multiple cycles in treatment planning: qualitative investigation of multi-cycle planning and its acceptability to patients and staff. Human Reproduction, 37(3), 488-498.
  • https://www.halodoc.com/artikel/6-hal-yang-sebabkan-program-bayi-tabung-gagal?srsltid=AfmBOopXkAWXZCBIPTfCQNb7OuvoWnzKyubRMUm7IjbgLsuA5o2ienG5
  • https://www.indiaivf.in/blog/back-to-back-ivf-cycles-benefits-considerations/?srsltid=AfmBOopCbnFIcAA_0W7T1II1B31gXIbeNK24RIOIb11KQ1sNm7koF-62

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: IVF, Keguguran, program hamil

Waspadai yang Ternyata Polusi Memiliki Dampak Terhadap Kehamilan

February 4, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Di era sekarang sister dan paksu juga harus mulai melihat fakta tentang krisis lingkungan. Aktivitas manusia yang tidak terkendali serta ekspansi global telah memperburuk perubahan iklim dan pemanasan global. Selain itu, peningkatan produksi plastik dan polusi secara umum menjadi ancaman serius bagi sumber daya, persediaan, dan kelangsungan hidup manusia.

Dalam konteks kesehatan reproduksi, polusi lingkungan dapat berdampak negatif pada kehamilan. MDG akan menjelaskan lebih lanjut bagaimana hal tersebut dapat berdampak pada sister dan paksu terutama yang akan melakukan program hamil. Baca sampai habis ya

Dampak Lingkungan terhadap Kehamilan

Dampak lingkungan terhadap kesehatan ibu dan perkembangan janin semakin menjadi perhatian dalam berbagai penelitian ilmiah. Polutan tertentu telah terbukti memiliki konsekuensi yang serius terhadap kesehatan ibu dan bayi. Salah satu faktor utama yang menjadi sorotan adalah paparan plastik dan zat kimia berbahaya yang terkandung di dalamnya.

Paparan terhadap stresor lingkungan, seperti mikroplastik dan zat kimia beracun, dapat menyebabkan berbagai perubahan biologis dalam tubuh, termasuk kerusakan seluler dan intraseluler, bahkan plastik dan polutan lainnya dapat menyebabkan stres oksidatif yang berkontribusi pada kerusakan sel dan jaringan.

Dampak lainnya adalah aktivasi kronis sistem kekebalan tubuh dimana polutan dapat memicu peradangan kronis, yang berisiko mengganggu kesehatan ibu hamil serta pertumbuhan janin.

Juga dampak modifikasi epigenetik, dimana paparan polutan selama kehamilan dapat mempengaruhi ekspresi gen janin, yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit di masa dewasa.

Apa Kata Peneliti?

Sebuah penelitian dengan judul “Pregnancy in the era of the environmental crisis: plastic and pollution” mengidentifikasi beberapa polutan utama yang berdampak pada kehamilan, dengan perhatian khusus pada plastik. Mikroplastik dan bahan kimia berbahaya dalam plastik, seperti bisphenol A (BPA) dan phthalates, telah dikaitkan dengan berbagai komplikasi kehamilan, termasuk Risiko kelahiran prematur, gangguan pertumbuhan janin dan bahkan terjadinya peningkatan risiko gangguan endokrin pada bayi.

Bagaimana sister setelah memahami dampak tersebut, membuat kita jadi semakin tau bahwa di era krisis lingkungan saat ini, memahami mekanisme biologis yang mendasari dampak buruk polutan, terutama plastik, pada kehamilan sangat penting untuk mendorong perubahan kebijakan dan perilaku. Tentunya solusi jangka panjang yang paling efektif adalah pengurangan drastis produksi dan polusi plastik global serta peningkatan program daur ulang yang lebih efisien. Dengan langkah-langkah ini, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi ibu hamil dan generasi mendatang. Meski kini sister dapat melakukan pencegahan preventif terlebih dahulu seperti pemilahan sampah juga pengurangan sampah. Semoga program sister dan paksu dilancarkan. Informasi menarik lainnya dapat di akses di Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Ragusa, A., Principi, G., & Matta, M. (2022). Pregnancy in the era of the environmental crisis: plastic and pollution. Clinical and Experimental Obstetrics & Gynecology, 49(10), 216.
  • https://www.halodoc.com/artikel/ini-bahaya-pm-2-5-pada-kesehatan-ibu-hamil
  • https://www.alodokter.com/waspada-terpapar-polusi-udara-bisa-berisiko-melahirkan-prematur

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: krisis iklim, polusi, program hamil, sampah

Bootcamp Sesi 1 MDG Bersama Morula Sukses Digelar, Antusiasme Pejuang Dua Garis di Luar Ekspektasi!

February 3, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Surabaya, 2 Februari 2025 – Bootcamp Sesi 1 Menuju Dua Garis (MDG) bersama Morula sukses terselenggara dengan antusiasme luar biasa dari para Pejuang Dua Garis (PDG). Acara yang diselenggarakan pada 2 Februari 2025 ini menghadirkan tujuh expert dokter dari Morula dan dibuka oleh Bumin MDG sebagai MC, serta dilanjutkan dengan sambutan dari Mizz Rosie, Founder Menuju Dua Garis.

Di luar ekspektasi tim penyelenggara, bootcamp ini berhasil menarik hingga 1.242 pendaftar, dengan 770 peserta aktif yang hadir selama acara berlangsung. Semangat dan partisipasi luar biasa dari para PDG terlihat dari keaktifan mereka dalam berinteraksi, baik di kolom chat Zoom maupun di grup WhatsApp komunitas.

Berbeda dari bootcamp sebelumnya, sesi kali ini menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dan personal. Para peserta diberikan kesempatan untuk mendalami berbagai kasus infertilitas dalam sesi breakout room yang dibagi ke dalam tujuh topik spesifik, dipandu langsung oleh para dokter ahli:

  • Unexplained Infertility – Dr. dr. Jimmy Yanuar Annas, Sp.O.G, Subsp.F.E.R
  • Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) – Dr. I. G. A. N. Agung Sentosa, M. Biomed, Sp.OG, Subsp. FER (K)
  • Low AMH – Dr. Ade Permana, SpOG, Subsp. FER, MARS, FisQua
  • Keguguran Berulang – Dr. Diah Hydrawati Sari Hasibuan, MCE, Sp.OG, Subsp. FER
  • Gagal IVF Berulang – Dr. Malvin Emeraldi, Sp.O.G., Subsp.F.E.R.(K)
  • Endometriosis & Adenomyosis – Dr. Wisnu Setyawan, SpOG, Subsp.FER
  • Azoo, OAT, & Masalah Sperma – Dr. Raditya Ibrahim, Sp.And

 

Selama 85 menit sesi breakout room berlangsung, para PDG sangat antusias berinteraksi dengan para dokter. Banyak pertanyaan dan diskusi menarik yang berlangsung, bahkan waktu yang tersedia terasa kurang untuk menjawab seluruh pertanyaan peserta.


Setelah sesi breakout room, seluruh peserta kembali ke ruang utama untuk menutup acara bersama. Energi dan semangat para PDG tetap membara hingga akhir acara, menunjukkan tekad luar biasa untuk terus belajar dan berjuang dalam perjalanan mereka. Tim MDG merasa bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan ini dan mengajak seluruh PDG untuk terus bersama, saling mendukung, dan berbagi ilmu.

Mizz Rosie menutup acara dengan pesan penuh makna, mengingatkan pentingnya mencintai diri sendiri dan pasangan, serta menghadapi perjalanan ini bersama sebagai support system yang kuat.

Bagi Sister dan Paksu yang ingin terus mendapatkan informasi dan update seputar program berikutnya, jangan lupa untuk follow Instagram kami. Sampai jumpa di Bootcamp Sesi 2 pada 7 Februari 2025!

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: bootcamp, infertilitas, MDG, morula, PDG

Ketahui Strategi Non Farmakologis dapat Mengurangi Kecemasan Selama Kehamilan, Persalinan, dan Pasca Persalinan

February 1, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

 

Kehamilan adalah fase penting dalam kehidupan seorang wanita yang seringkali disertai dengan kecemasan. Kecemasan yang tidak terkontrol dapat berdampak negatif pada perkembangan emosional, psikologis, dan sosial bayi yang baru lahir. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang efektif untuk mengurangi kecemasan selama masa kehamilan, persalinan, dan pasca persalinan. MDG kali ini akan membahas dari perspektif psikologis terutama dalam penerapan strategi non farmakologis

Definisi Strategi Non Farmakologis 

Strategi non-farmakologis sendiri dipahami sebagai upaya meningkatkan kesehatan atau kesejahteraan tanpa menggunakan obat-obatan. Strategi ini dapat berupa terapi, intervensi, atau pendekatan yang bertujuan untuk mengelola kesehatan seseorang. Sehingga tentu saja metode ini dapat diterapkan untuk ibu hamil. Lalu bagaimana metode ini dapat diterapkan.

Penerapan Strategi Non Farmakologis

Setidaknya ada 3 fase proses kehamilan terjadi, yaitu saat kehamilan kemudian saat melahirkan dan pasca kehamilan. Pertama yang dapat dilakukan adalah Intervensi selama kehamilan, hal ini dapat dilakukan melalui aktivasi perilaku, terapi perilaku kognitif, yoga, terapi musik, dan teknik relaksasi terbukti efektif dalam mengurangi kecemasan.

Kedua adalah dilakukan saat Intervensi selama persalinan, seperti penggunaan Aromaterapi menjadi metode utama yang digunakan untuk menenangkan ibu saat menghadapi proses persalinan.

Yang terakhir adalah intervensi selama kehamilan dan pasca persalinan. Beberapa strategi seperti pelatihan antenatal, pijat oleh pasangan, serta membaca buku panduan mandiri dengan dukungan telepon profesional terbukti memberikan manfaat dalam mengurangi kecemasan ibu.

Faktanya bahwa proses itu sangat penting dipraktikan agar tidak sampai terjadi hal yang tidak diinginkan. Dari pemaparan tersebut menunjukkan bahwa intervensi non farmakologis yang diterapkan selama kehamilan dan pasca persalinan lebih efektif dibandingkan dengan intervensi yang dilakukan selama persalinan. Meski hal ini berfokus pada keadaan seorang ibu, namun tentu semua akan terlibat sementara hanya sedikit penelitian yang melibatkan kedua pasangan.

Intervensi non farmakologis ini dapat diterapkan oleh tenaga kesehatan, terutama perawat dan bidan, untuk membantu mengurangi kecemasan pada ibu hamil dan ibu pasca persalinan. Dengan penerapan strategi yang tepat, diharapkan kesehatan mental ibu dapat lebih terjaga, sehingga berdampak positif pada kesejahteraan bayi dan keluarga secara keseluruhan. Bagaimana sister apakah sudah dapat dipahami nah selanjutnya jika sister yang hamil dapat melakukan praktik tersebut ya. Informasi menarik lainnya sister dapat follow instagram @menujuduagaris.id

Referensi 

  • Domínguez-Solís, E., Lima-Serrano, M., & Lima-Rodríguez, J. S. (2021). Non-pharmacological interventions to reduce anxiety in pregnancy, labour and postpartum: A systematic review. Midwifery, 102, 103126.
  • https://www.alomedika.com/penatalaksanaan-nonfarmakologis-untuk-gangguan-kecemasan

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: kesehatan mental, perempuan hamil, strategi non farmakologis

Ketahui Faktor Lingkungan yang ternyata turut Berkontribusi pada Penyebab Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

January 31, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Sindrom ovarium polikistik (PCOS) merupakan gangguan kompleks yang mempengaruhi kesehatan reproduksi dan metabolisme. Bahkan kondisi ini mempengaruhi sekitar 4%–20% perempuan usia reproduksi di seluruh dunia. Wah banyak juga ya? apakah sister termasuk salah satu penyebab dari banyaknya kasus infertilitas. Meski dalam pembahasan sebelumnya sudah beberapa kali menyinggung persoalan PCOS, kali ini kita ingin membahas dari sisi paparan lingkungan.

Paparan Lingkungan dan PCOS

Ternyata selama beberapa dekade, berbagai penelitian telah mengaitkan paparan racun lingkungan dengan perkembangan PCOS. Bahan kimia pengganggu endokrin (endocrine-disrupting chemicals/EDCs) dapat mengganggu jalur pensinyalan neuroendokrin dan metabolisme, yang berkontribusi terhadap ketidakseimbangan hormonal dalam tubuh. Zat-zat seperti bisphenol A (BPA), ftalat, dan pestisida sering kali ditemukan dalam produk plastik, kosmetik, dan makanan olahan, yang dapat meningkatkan risiko PCOS dengan mempengaruhi regulasi hormon reproduksi.

Selain lingkungan pola makan yang tidak sehat, terutama konsumsi makanan ultra-olahan yang tinggi lemak trans dan memiliki indeks glikemik tinggi, turut berperan dalam perkembangan PCOS. Pola makan seperti ini dapat menyebabkan resistensi insulin, yang merupakan salah satu faktor utama dalam sindrom metabolik yang sering dikaitkan dengan PCOS. Resistensi insulin mengarah pada peningkatan produksi hormon androgen, yang memperburuk gejala PCOS seperti jerawat, pertumbuhan rambut berlebih, dan gangguan ovulasi.

Selain itu, gaya hidup yang tidak aktif juga menjadi faktor risiko yang signifikan. Kurangnya aktivitas fisik memperburuk resistensi insulin, meningkatkan berat badan, dan memperburuk ketidakseimbangan hormonal pada perempuan dengan PCOS.

Disisi lain tingkat kejadian PCOS juga dipengaruhi oleh status sosial ekonomi dan faktor geografis. Perempuan dari latar belakang sosial ekonomi yang lebih rendah cenderung memiliki akses yang lebih terbatas terhadap makanan sehat, fasilitas olahraga, serta layanan kesehatan yang memadai. Hal ini dapat memperburuk kondisi PCOS karena kurangnya kesadaran dan penanganan dini. Selain itu, faktor geografis seperti perbedaan pola makan, tingkat polusi, dan paparan bahan kimia lingkungan juga berperan dalam variasi kejadian PCOS di berbagai wilayah.

Setelah memahami faktor tersebut, kita bisa tahu bahwasanya PCOS adalah sindrom multifaktorial yang kompleks dengan berbagai faktor penyebab, mulai dari paparan bahan kimia lingkungan, pola makan dan gaya hidup, hingga faktor sosial ekonomi dan geografis. Sehingga baik sister dan paksu bahwa Kesadaran akan faktor-faktor ini penting dalam memahami mekanisme perkembangan PCOS serta dalam menemukan pendekatan pengobatan yang lebih tepat guna. Untuk informasi menarik lainnya sister dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Sharma, I., Dhawan, C., Arora, P., Chandel, P., & Bhattacharjee, S. Role of Environmental Factors in PCOS Development and Progression. In Herbal Medicine Applications for Polycystic Ovarian Syndrome (pp. 281-300). CRC Press.
  • https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6883751/

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: bumi, lingkungan, PCOS

  • « Go to Previous Page
  • Page 1
  • Interim pages omitted …
  • Page 66
  • Page 67
  • Page 68
  • Page 69
  • Page 70
  • Interim pages omitted …
  • Page 97
  • Go to Next Page »

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Endometriosis dan Infeksi Panggul Ternyata Ada Hubungan Lho!
  • Yoga untuk PCOS: Tunggu Dulu yuk Cari Tau Bagaimana Bukti Ilmiah yang Lebih Dalam dari Sekadar Relaksasi
  • Diet dan Endometriosis: Apa yang Kita Makan Ternyata Ikut “Bicara” di Dalam Tubuh
  • Low-FODMAP Diet dan Endometriosis: Cara “Menjinakkan” Gejala Usus yang Sering Ikut Datang
  • Terlihat Sehat Tapi Peluang Hamil Bisa Menurun Ini Penjelasan Ilmiahnya

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.