• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

hamil

Mengapa Proses IVF Berhubungan dengan Mental Hingga Rasa Cemas yang tak berkesudahan?

February 9, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Hai sister adakah dari kalian yang sedang melakukan proses IVF? apa yang dominan kalian rasakan? adakah perasaan takut dan kecemasan lain? sangat masuk akal jika kalian mengalami pergulatan emosi. Bahkan melihat sebuah data Faktanya wanita mengalami kecemasan mengalami depresi saat menjalani IVF.  Wah kenapa bisa begitu ya? MDG akan membahas lebih lanjut, Baca sampai habis ya?

Mengapa Proses IVF berpengaruh pada mental 

Melalui sebuah penelitian yang dilakukan oleh yan dkk menemukan “Sebanyak 42% peserta mengalami kecemasan dan 46,4% mengalami depresi. Rata-rata skor skala dukungan sosial yang dirasakan (PSSS) menunjukkan tingkat dukungan sedang hingga tinggi, sementara skor Skala ketahanan Connor-Davidson (CD-RISC) menunjukkan ketahanan psikologis yang sedang. Dukungan sosial yang tinggi berhubungan dengan ketahanan psikologis yang lebih baik, dan keduanya berkorelasi negatif dengan kecemasan serta depresi”. Kira-kira kenapa sih proses IVF ini sangat berpengaruh pada kesehatan mental?

Potensi stress secara psikologis dan kecemasan tentu saja sangat masuk akal dimana hal ini berkaitan dengan masa depan yang tidak diketahui, stres yang melekat dalam hubungan dengan pasangan, keluarga, dan kolega; dan biaya finansial. Bagaimana tidak membuat seseorang tertekan semua proses yang ada program hamil tidaklah mudah. Banyak ketidakpastian sedangkan segala usaha harus dikerahkan, baik pola hidup sehat, pemeriksaaan yang ketat, hingga perasaan sendiri karena kasus-kasus ini tidak banyak yang memiliki. Lalu kira ada tidak ya cara untuk mengurangi rasa stress itu?

Aktivitas apa yang Dapat Membantu?

Sangat banyak sekali cara untuk mengurangi stress ini, MDG akan mencoba mengutip dari saran salah satu dokter, Dr Samantha Wild salah seorang dokter perempuan untuk kesehatan perempuan. Setidaknya ada enam dimulai dari yang paling dasar sister dan paksu dapat mengetahui apa yang diharapkan. Jika seseorang baru menjalani IVF, sebagian stres dan kekhawatiran dapat dikaitkan dengan ketidakpastian karena tidak mengetahui apa yang diharapkan. Proses ini dapat dilakukan dengan mulai membiasakan diri dengan proses IVF karena dapat membantu mengurangi beberapa kekhawatiran. 

Selanjutnya adalah jaga kesehatan fisik, merawat diri sendiri secara fisik dapat membantu mengatasi IVF secara mental. Meskipun mungkin lelah karena perawatan dan prosedur hormonal, gerakan lembut dapat membantu meningkatkan suasana hati sister. Contohnya dengan melakukan gerakan selama 30 menit setidaknya 5 hari seminggu. Seperti aktivitas berenang, yoga, joging/jalan cepat

dan jangan lupa untuk di imbangi dengan makan dengan baik. Makan makanan seimbang yang mengandung protein, serat, dan lemak sehat. Menghindari alkohol dan kafein dapat membantu mengatasi kecemasan dan dapat meningkatkan kualitas tidur.

Selanjutnya adalah luangkan waktu, saat menjalani IVF, sister mungkin kesulitan untuk fokus pada kehidupan sehari-hari. Pekerjaan dan tuntutan lainnya dapat terasa sangat membebani. Jadi, cobalah untuk mengurangi tekanan tambahan selama masa ini.

Sister juga dapat berbagi perasaan, IVF dapat membuat sister merasa terasing – mungkin merasa sendirian, atau tidak ada yang mengerti apa yang sedang dialami. Cobalah untuk berbicara dengan teman atau anggota keluarga terpercaya yang dapat mendengarkan pengalaman sister dan membantu mendukung. Ada juga banyak grup dan forum daring yang bermanfaat dan dapat berbagi perasaan dengan orang lain yang menjalani IVF.

Dapat juga dengan Pertimbangkan untuk melakukan mindfulness, Menemukan cara untuk bersantai dapat membantu sister untuk menghadapi pasang surut IVF. Ini dapat dilakukan dengan melakukan latihan atau aktivitas yang disukai, bersosialisasi dengan orang lain, atau menghabiskan waktu sendirian.

Terakhir adalah cari dukungan profesional, IVF membawa banyak tantangan, dan mungkin ingin mencari dukungan profesional. Berbicara dengan dokter umum adalah tempat yang baik untuk memulai. Mereka dapat menyarankan bentuk bantuan yang sesuai, seperti terapi bicara atau kelompok pendukung.

Bagaimana, apakah sister salah satu yang sedang merasakan itu semua? atau sedang mendapatkan ruang untuk dapat berbagi? MDG harap sister mendapatkan ruang yang tepat untuk dapat berbagi dan menguatkan sister yang sedang menjalani IVF. Informasi menarik lainnya dapat di akses di Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Yan, Y., Ma, Y., Xu, L., & Lv, Y. (2024). Impact of perceived social support on anxiety and depression in women undergoing in vitro fertilization-embryo transfer: the role of psychological resilience. Journal of Assisted Reproduction and Genetics, 1-12.
  • https://www.nature.com/articles/s41598-024-55097-3
  • https://www.bupa.co.uk/newsroom/ourviews/cope-mentally-ivf#:~:text=jogging/brisk%20walking,health%20support%20via%20your%20work

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: cemas, hamil, IVF, metal, promil, takut

Mengapa Terjadi Keguguran berulang? dan Bagaimana cara Mengatasinya?

February 5, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Pernahkah sister mengalami kasus keguguran, pada kasus keguguran berulang dapat disebut keguguran berulang jika telah terjadi sebanyak 2 kali berturut-turut atau lebih. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari gaya hidup hingga masalah kesehatan tertentu. MDG akan mencoba menjelaskan beberapa hal yang memungkinkan menjadi salah satu faktor keguguran berulang. 

4 Penyebab dari Keguguran Berulang 

Banyak yang menjadi penyebab dari keguguran berulang, diantaranya adalah kromosom abnormal. Kromosom adalah blok DNA yang berisi instruksi untuk perkembangan bayi Anda. Penyebab paling umum dari keguguran berulang adalah bayi Anda berkembang dengan jumlah kromosom yang salah (terlalu banyak atau tidak cukup).

Penyebab lainnya bisa jadi Gangguan pembekuan darah Beberapa gangguan pembekuan darah, seperti  systemic lupus erythematosus (SLE) dan antiphospholipid syndrome  (APS) dapat menyebabkan keguguran berulang. Gangguan ini menyebabkan ‘darah lengket’, yang mempengaruhi aliran darah ke plasenta dan dapat menyebabkan pembekuan di plasenta. Jika plasenta tidak berfungsi dengan baik, oksigen dan nutrisi tidak dapat mencapai pada bayi.

Keguguran juga bisa berasal dari kelemahan serviks, serviks disebut juga cincin otot di dasar rahim (uterus) yang menghubungkannya ke vagina. Selama persalinan, serviks memendek dan terbuka untuk memungkinkan bayi melewatinya dan lahir. Terkadang serviks memendek dan terbuka sebelum waktunya (pada trimester kedua atau ketiga). Ini disebut kelemahan serviks (kadang-kadang disebut inkompetensi serviks atau insufisiensi serviks) dan dapat menyebabkan keguguran pada trimester kedua (keguguran lanjut).

Faktor keguguran juga dapat disebabkan oleh diabetes. Jika sister menderita diabetes dan tidak dikelola dengan baik, maka akan mungkin memiliki peluang lebih tinggi untuk mengalami keguguran berulang. Diabetes tidak akan meningkatkan peluang untuk mengalami keguguran jika sister dapat mengelolanya dengan cara yang direkomendasikan oleh dokter. 

Cara menghindari Keguguran Berulang 

Sister untuk menghindari kasus ini setidaknya dapat melakukan tes darah. Hasil tes darah digunakan untuk mengetahui ada tidaknya kelainan, seperti APS dan kelainan kromosom. 

Sementara itu, pada kasus keguguran berulang yang dicurigai disebabkan oleh kelainan genetik, dokter akan menyarankan sister untuk menjalani pemeriksaan DNA atau tes genetik.

Sedangkan pada pencegahan preventif, sister juga dapat mengupayakan konsumsi makanan bernutrisi selama hamil, dengan memasukkan buah dan sayuran ke dalam menu makan sehari-hari. Sister juga dianjurkan untuk selalu menjaga berat badan ideal sebelum dan selama hamil guna mencegah risiko komplikasi kehamilan. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi 

  • https://www.tommys.org/baby-loss-support/miscarriage-information-and-support/recurrent-miscarriage
  • https://www.alodokter.com/ini-penyebab-keguguran-berulang-dan-cara-menghindarinya

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: bayi, hamil, ibu, Keguguran

Ternyata Kontraktilitas Uterus Memiliki Hubungannya pada Fertilitas

December 27, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Kontraktilitas uterus merupakan salah satu aspek penting dalam fungsi reproduktif wanita. Kemampuan otot rahim untuk berkontraksi dan relaksasi memainkan peran kritikal dalam proses fertilisasi, mulai dari siklus menstruasi hingga implantasi embrio. Sehingga gangguan kontraktilitas uterus dapat mempengaruhi fertilitas secara negatif. MDG akan mencoba menjabarkan bagaimana proses tersebut dapat saling mempengaruhi, Baca sampai habis ya!

Definisi dan Fungsi Kontraktilitas Uterus

Kontraktilitas uterus merujuk pada kemampuan otot rahim (miometrium) untuk bergerak dan berubah bentuk. Ternyata proses tersebut berhubungan erat dengan regulasi hormonal, terutama oksitosin dan prostaglandin, yang memicu kontraksi otot rahim.

Peran dari kontraktilitas uterus penting dalam beberapa proses diantaranya adalah pada menstrual cycle ia dapat mengontrol aliran darah menstruasi. Kemudian pada persalinan, yang berperan memfasilitasi kelahiran anak. yang terakhir adalah implantasi embrio, dimana ia berperan dalam meningkatkan kemungkinan implantasi embrio pada endometrium.

Hubungan Antara Kontraktilitas Uterus dan Fertilitas

Ternyata memiliki hubungan yang erat antara kontraktilitas dan fertilitas pada transport sel telur, kontraktilitas uterus membantu dalam transportasi sel telur dari ovarium ke saluran falopi. Gangguan kontraktilitas dapat menghambat transportasi ini, sehingga mengurangi kemungkinan fertilitas.

Selain itu, kontraktilitas uterus juga mempengaruhi transportasi sperma melalui rahim. Fibroid uterus, misalnya, dapat mengganggu transportasi sperma dengan cara mengubah pola kontraksi uterus dan meningkatkan resistansi pada sperma.

Sebuah penelitian dengan judul “The Effect of Uterine Contractions on Fertility Outcomes in Frozen Embryo Transfer Cycles: A Cohort Study”  ditemukan  Pasien dengan peristaltik uterus <4,0 gelombang/menit sebelum transfer embrio memiliki peluang keberhasilan implantasi dan kehamilan yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang memiliki frekuensi kontraksi yang lebih tinggi.  Dari sini menunjukkan bahwasanya pengukuran frekuensi kontraksi uterus sebelum transfer embrio dapat membantu memprediksi hasil kehamilan.

 

Yang sister dan paksu juga dapat ketahui bahwasanya ada beberapa kondisi patologis yang dapat mempengaruhi kontraktilitas uterus dan fertilitas adalah, endometriosis Pertumbuhan jaringan endometrium di luar rahim dapat menyebabkan peradangan dan inflamasi kronis, yang mengganggu kontraktilitas uterus dan proses implantasi embrio. selain itu juga disebabkan oleh submucosal fibroid dapat mengubah struktur internal rahim dan mengganggu kontraktilitas uterus, sehingga menghambat transportasi sperma dan embrio serta mengganggu implantasi.

Setelah mengetahui itu semua diharapkan baik sister maupun paksu untuk lebih skeptis dengan keadaan yang kalian hadapi, Semoga informasi ini berguna dalam pemahaman lebih luas tentang bagaimana kontraktilitas uterus mempengaruhi proses reproduksi. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

 

Referensi

  • Masroor, M. J., Asl, L. Y., & Sarchami, N. (2023). The Effect of Uterine Contractions on Fertility Outcomes in Frozen Embryo Transfer Cycles: A Cohort Study. Journal of Reproduction & Infertility, 24(2), 132.
  • https://media.neliti.com/media/publications/398781-fibroid-uterus-dan-infertilitas-4fe798c4.pdf
  • https://jurnal.unitri.ac.id/index.php/biomed/article/download/3817/2017
  • https://herminahospitals.com/id/articles/infertilitas.html
  • https://staff.universitaspahlawan.ac.id/upload/riset/366-lampiran.pdf

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: gangguan kesuburan wanita, hamil, infertilitas

Pertimbangkan hal Berikut Sebelum Memutuskan Jeda untuk Program Hamil?

December 23, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Menghadapi ketidaksuburan sering kali menyayat hati. sister dan paksu selalu mengupayakan dengan “benar”, berusaha mencari tahu hingga di titik harus menerima, mengulang dan bahkan gagal ditengah program dilakukan

Setiap bulan berlalu, terkadang sister dan paksu semakin frustasi, stres, tapi dari itu semua kita dapat mempertanyakan haruskah sister dan paksu berhenti mencoba dan berusaha? 

Alasan mengapa Pasangan Jeda untuk Program Hamil

Setelah melihat banyak tekanan tersebut, sister dan paksu tentu saja dapat berpikir untuk mengambil jeda berkaitan erat dengan banyak kesiapan baik fisik, mental dan finansial. Sehingga terkadang pengambilan jeda ini bisa membantu sister dan paksu dalam mempersiapkan fisik dan mental sebelum memasuki proses yang bisa menjadi emosional dan menantang. Sehingga jika kalian dihadapkan dengan perasaan lelah secara mental, depresi, cemas, atau stres, hingga berpikir ulang untuk beristirahat.

Bagi pejuang dua garis pernikahan memiliki dua keadaan disisi lain akan mendekatkan tapi disisi lain juga dapat menjauhkan. Solusinya tentu diperlukan refleksi tentang keadaan yang dirasakan bersama juga merasakan dan yang terakhir dan yang paling penting adalah mengkomunikasikan.

Penyebab lainnya dapat bersumber dari kegagalan, baik saat mengalami keguguran. Yang menyisakan pengalaman buruk baik pada tubuh dan pikiran. Lebih spesifik perasaan yang dimiki adalah perasaan kehilangan.

Faktor yang perlu dipertimbangkan Sebelum Memutuskan untuk Jeda

Meski demikian sister dan paksu dapat melihat bagaimana sisi positif dan negatif dengan keputusan untuk mengambil jeda, pad sisi positif setidaknya sister dan paksu akan memiliki waktu untuk membahas langkah selanjutnya tanpa terlalu banyak tekanan. Sister dan paksu dapat beristirahat sejenak dari perawatan kesuburan dan berbicara dengan keluarga, teman, dan kerabat untuk mengatasi tantangan dalam perawatan. 

Istirahat ini akan memberikan kesempatan untuk fokus pada perawatan diri dan kesejahteraan. Sehingga sister dan paksu dapat membiarkan tubuh dan pikiran beristirahat dan pulih dari stres yang dialami.

Meski demikian pada sisi negatif, sister dan paksu tentu akan kehilangan hal yang paling berharga berupa waktu. Karena infertilitas selalu berkaitan dengan biologis tubuh manusia, pada kasus tertentu pada pasangan yang melakukan jeda program hamil kerap mengalami kecemasan yang lebih besar saat menghentikan.

Setelah mengetahui baik dari sisi positif dan negatif, yang ingin MDG sampaikan apapun yang sister dan paksu putuskan, tetaplah melakukan konsultasi terutama pada dokter sister dan paksu. Penting untuk berbicara dengan dokter terutama  jika memerlukan bantuan dalam menjawab pertanyaan, mungkin ada baiknya untuk berbicara dengan terapis atau konselor yang memahami perjalanan kesuburan. Jangan sampai salah membuat keputusan ya sister, semoga selalu dimudahkan. Untuk Informasi menarik lainnya dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • https://www.atlantainfertility.com/about-us/blogs/2022/february/should-i-take-a-break-from-ttc-/
  • https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20221112194308-284-872936/peluh-dan-taktik-para-pejuang-dua-garis-biru
  • https://linksehat.com/artikel/tips-menghadapi-kegagalan-program-bayi-tabung
  • https://artfertilityclinics.com/in/en/art-blog/what-to-do-if-ivf-fails

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: hamil, kapan waktu terbaik promil, sehat

  • « Go to Previous Page
  • Page 1
  • Page 2
  • Page 3

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Endometriosis dan Infeksi Panggul Ternyata Ada Hubungan Lho!
  • Yoga untuk PCOS: Tunggu Dulu yuk Cari Tau Bagaimana Bukti Ilmiah yang Lebih Dalam dari Sekadar Relaksasi
  • Diet dan Endometriosis: Apa yang Kita Makan Ternyata Ikut “Bicara” di Dalam Tubuh
  • Low-FODMAP Diet dan Endometriosis: Cara “Menjinakkan” Gejala Usus yang Sering Ikut Datang
  • Terlihat Sehat Tapi Peluang Hamil Bisa Menurun Ini Penjelasan Ilmiahnya

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.