• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

IVF

Tau nggak sih ternyata Fakta Bersepeda terlalu banyak menyebabkan ketidaknormalan morfologi sperma

January 10, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Latihan olahraga menjadi salah satu yang solusi hidup sehat bagi sebagian orang, ia kemudian menjadi gaya hidup untuk meningkatkan kesehatan secara umum dan bahkan dalam konteks fertilitas. Akan tetapi, sister dan paksu perlu tahu olahraga yang dilakukan secara tidak tepat atau berlebihan, dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. MDG pada kesempatan ini akan membahas lebih spesifik olahraga bersepeda. Baca sampai habis ya!

Bagaimana Morfologi Sperma dianggap Normal?

Morfologi sperma mengacu pada ukuran dan bentuk sperma. Idealnya, sperma akan memiliki bentuk normal yang memungkinkannya bergerak melalui saluran reproduksi dan menembus sel telur secara efektif.

Bentuk normal berarti, Kepala sperma harus berbentuk oval dengan panjang 5 hingga 6 μm dan lebar 2,5 hingga 3,5 μm. Bagian tengah atau leher harus berukuran panjang 4 hingga 5 μm. Flagel atau ekor harus berukuran panjang sekitar 50 μm. Sperma harus memiliki akrosom normal, struktur seperti tutup di atas kepala sperma. Akrosom mengandung enzim yang membantu sperma menembus sel telur. Sperma yang memiliki masalah morfologi mungkin memiliki kepala yang cacat, kepala yang terlalu besar, dua ekor, atau cacat lainnya.

Olahraga berlebih dan Dampak pada Infertilitas 

Faktanya, secara umum diterima bahwa, pada atlet elit, latihan olahraga mungkin lebih merugikan daripada menguntungkan, yang memicu kerusakan multisistemik seperti otot, osteoartikular, jantung, dll. 2-6. Fungsi reproduksi telah dinilai pada atlet terkait dengan kemungkinan efek negatifnya. Karena gejala yang jelas (menarche tertunda, amenore, oligomenore), para peneliti menduga adanya hubungan antara latihan dan fungsi reproduksi pada atlet. Lebih spesifik salah satunya adalah olahraga bersepeda. 

Sebuah penelitian bahkan mengaitkan olahraga yang berlebih dengan kualitas sperma, sebuah temuan dari Vaamonde dengan judul “Sperm morphology normalcy is inversely correlated to cycling kilometers in elite triathletes” menemukan bahwa volume bersepeda yang tinggi, terutama di atas 300 km/minggu, merugikan morfologi sperma, dan bahkan dapat menyebabkan gangguan serius pada kesuburan pria.

Meski demikian paksu tetap dapat melakukan aktivitas bersepeda setidaknya dengan menerapkan hal-hal berikut, pertama pilihlah sadel yang tepat dan nyaman. Sadel yang dianjurkan adalah sadel yang cukup lebar sehingga memungkinkan terjadinya kontak antara bagian belakang sadel dengan ujung tulang duduk. Gunakan celana bersepeda yang memiliki bantalan (padded) sehingga dapat mengurangi benturan ke daerah testis. Ubah sedikit posisi duduk di sepeda setiap 10 menit bersepeda atau condongkan ujung sadel sedikit ke bawah sehingga penekanan pada testis berkurang. Apabila terdapat opsi dalam memilih rute, sebisa mungkin hindari rute yang melibatkan jalanan yang berbatu atau yang berpotensi menimbulkan goncangan dan hentakan antara sadel dan badan. Apabila terjadi hentakan atau goncangan di sepeda, paksu juga dapat sedikit mengangkat badan atau mengurangi tekanan badan pada sadel sehingga gaya benturan tidak sepenuhnya diteruskan. 

Meskipun bersepeda bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat, tentu paksu dan sister harus menjaga keseimbangan melalui efektivitas dengan tidak berlebih melakukan olahraga terutama bersepeda. Berolahraga dengan bijak dan tidak berlebihan sangat penting untuk menjaga kualitas sperma dan kesuburan secara keseluruhan. 

Referensi

  • Vaamonde, D., Da Silva-Grigoletto, M. E., García-Manso, J. M., Cunha-Filho, J. S., & Vaamonde-Lemos, R. (2009). Sperm morphology normalcy is inversely correlated to cycling kilometers in elite triathletes. Revista Andaluza de Medicina del Deporte, 2(2), 43-46.
  • https://www-givelegacy-com.translate.goog/resources/what-is-normal-sperm-morphology/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=sge#:~:text=Morfologi%20sperma%20mengacu%20pada%20ukuran,membantu%20sperma%20menembus%20sel%20telur.
  • https://www.klikdokter.com/gaya-hidup/perawatan-pria/apakah-bersepeda-menurunkan-kesuburan-pria

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: bersepeda, IVF, morfologi, olahraga, pejuang dua garis, sperma

Mengungkap Rumor Yang beredar tentang Perawatan Infertilitas

December 25, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Pejuang dua garis dihadapkan banyak tantangan, dan semua itu tentu membutuhkan usaha dan tenaga, baik fisik, pikiran hingga dari segi ekonomi yang tidak sedikit jumlahnya untuk dikeluarkan. Untuk itu baik sister dan paksu membutuhkan pengetahuan yang valid untuk keberhasilan yang diinginkan, MDG disini ingin menceritakan bagaimana kita sama-sama dapat bersikap untuk proses yang dihadapi saat menghadapi infertilitas. Baca sampai akhir ya!

Seperti kata Pepatah ada lebih dari satu Cara untuk Menuju Roma

Ada banyak hal dalam dunia perawatan kesuburan yang harus tepat. Seperti dalam perihal waktu sebelum pengambilan sel telur, hari implantasi untuk transfer embrio, dll. Namun, ada juga yang tidak harus tepat. Misalnya, ‘hubungan seksual terjadwal’.

Berikut penjelasan menurut dr. Natasha Alexander bila ada sel telur yang berhasil dibuahi oleh sperma maka saat itu juga sel telur langsung membuat lapisan dimana membuat sel sperma yang lain tidak dapat menembus sel telur yang sudah dibuahi tersebut. Jadi, hubungan suami istri dimana sperma masuk kedalam rahim tidak berpengaruh/tidak akan mengganggu proses pembuahan yang sudah terjadi itu.

IVF Hadir sebagai Jalan Keluar Terbaik, Bukan Jalan Keluar Terakhir

Banyak dari pasangan yang sudah mengalami ketakutan ketika diagnosa atau saran dokter adalah IVF, hal ini banyak disebabkan oleh keyakinan yang dimunculkan bahwa mereka telah mencapai titik terendah dalam hal pilihan perawatan. Namun, di dunia yang dipenuhi kecanggihan teknologi, solusi untuk memulai dengan IVF dalam banyak kasus lebih banyak mengatasi bagian dari infertilitas ‘yang tidak dapat dijelaskan’. Selain itu juga harus melihat sisi lain terutama pada klinik dan usia pasien, transfer embrio dari IVF dapat menghasilkan peluang kelahiran hidup sebesar 40-70%, yang jauh lebih tinggi daripada yang dicapai melalui IUI.

IVF pada pasangan dengan infertilitas yang tidak dapat dijelaskan adalah alat terbaik yang dimiliki dalam perangkat kedokteran reproduksi karena berbagai alasan. Sebagai cerminan dari tingkat penyidikan yang telah kita lakukan. Dr. Stankiewicz menjelaskan bahwa IVF seringkali penting sebagai diagnostik sekaligus terapi, baik untuk menunjukkan maupun mengatasi hambatan terhadap konsepsi alami. Dr. Stankiewicz dalam forum debat meyakinkan  bahwa IVF efisien, aman, dan hemat biaya.

Dalam IVF, yang Terpenting adalah Lab

Setelah sister dan paksu memutuskan untuk melakukan IVF, pasti akan dihadapi pada dokter yang bagus di bidangnya. Namun, pada akhirnya, jika melakukan IVF, perlu diingat jika komponen terpenting untuk keberhasilan adalah kualitas lab IVF, dan semuanya jelas tidak sama. Sementara lab IVF yang baik dapat menjaga integritas embrio yang baik dan mendukung pertumbuhannya yang berkelanjutan, lab yang kurang optimal dapat membahayakan embrio yang baik hingga tidak dapat bertahan hidup.

Meski demikian seberapa bagusnya sebuah lab, ia tidak dapat menghasilkan embrio yang baik dari sperma dan sel telur berkualitas buruk. Karena hal tersebut tidak ada dalam kapasitas teknologi. Sehingga yang perlu dipertimbangkan tentu saja adalah kasus infertilitas berupa kualitas sperma dan sel telur. Untuk informasi menarik lainnya sister dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • https://www.atlantainfertility.com/about-us/blogs/2023/december/10-things-i-would-tell-my-sister-if-she-was-star/
  • https://www.alodokter.com/komunitas/topic/proses-kehamilan-6
  • https://www.asrm.org/news-and-events/podcasts/fertility-and-sterility-on-air/fsoa-anzsrei2024/

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: #IVF #sel telur, apakah IVF itu, IVF, pejuang dua garis

  • « Go to Previous Page
  • Page 1
  • Interim pages omitted …
  • Page 7
  • Page 8
  • Page 9

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Endometriosis dan Infeksi Panggul Ternyata Ada Hubungan Lho!
  • Yoga untuk PCOS: Tunggu Dulu yuk Cari Tau Bagaimana Bukti Ilmiah yang Lebih Dalam dari Sekadar Relaksasi
  • Diet dan Endometriosis: Apa yang Kita Makan Ternyata Ikut “Bicara” di Dalam Tubuh
  • Low-FODMAP Diet dan Endometriosis: Cara “Menjinakkan” Gejala Usus yang Sering Ikut Datang
  • Terlihat Sehat Tapi Peluang Hamil Bisa Menurun Ini Penjelasan Ilmiahnya

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.