• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

IVF

Mengapa Proses IVF Berhubungan dengan Mental Hingga Rasa Cemas yang tak berkesudahan?

February 9, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Hai sister adakah dari kalian yang sedang melakukan proses IVF? apa yang dominan kalian rasakan? adakah perasaan takut dan kecemasan lain? sangat masuk akal jika kalian mengalami pergulatan emosi. Bahkan melihat sebuah data Faktanya wanita mengalami kecemasan mengalami depresi saat menjalani IVF.  Wah kenapa bisa begitu ya? MDG akan membahas lebih lanjut, Baca sampai habis ya?

Mengapa Proses IVF berpengaruh pada mental 

Melalui sebuah penelitian yang dilakukan oleh yan dkk menemukan “Sebanyak 42% peserta mengalami kecemasan dan 46,4% mengalami depresi. Rata-rata skor skala dukungan sosial yang dirasakan (PSSS) menunjukkan tingkat dukungan sedang hingga tinggi, sementara skor Skala ketahanan Connor-Davidson (CD-RISC) menunjukkan ketahanan psikologis yang sedang. Dukungan sosial yang tinggi berhubungan dengan ketahanan psikologis yang lebih baik, dan keduanya berkorelasi negatif dengan kecemasan serta depresi”. Kira-kira kenapa sih proses IVF ini sangat berpengaruh pada kesehatan mental?

Potensi stress secara psikologis dan kecemasan tentu saja sangat masuk akal dimana hal ini berkaitan dengan masa depan yang tidak diketahui, stres yang melekat dalam hubungan dengan pasangan, keluarga, dan kolega; dan biaya finansial. Bagaimana tidak membuat seseorang tertekan semua proses yang ada program hamil tidaklah mudah. Banyak ketidakpastian sedangkan segala usaha harus dikerahkan, baik pola hidup sehat, pemeriksaaan yang ketat, hingga perasaan sendiri karena kasus-kasus ini tidak banyak yang memiliki. Lalu kira ada tidak ya cara untuk mengurangi rasa stress itu?

Aktivitas apa yang Dapat Membantu?

Sangat banyak sekali cara untuk mengurangi stress ini, MDG akan mencoba mengutip dari saran salah satu dokter, Dr Samantha Wild salah seorang dokter perempuan untuk kesehatan perempuan. Setidaknya ada enam dimulai dari yang paling dasar sister dan paksu dapat mengetahui apa yang diharapkan. Jika seseorang baru menjalani IVF, sebagian stres dan kekhawatiran dapat dikaitkan dengan ketidakpastian karena tidak mengetahui apa yang diharapkan. Proses ini dapat dilakukan dengan mulai membiasakan diri dengan proses IVF karena dapat membantu mengurangi beberapa kekhawatiran. 

Selanjutnya adalah jaga kesehatan fisik, merawat diri sendiri secara fisik dapat membantu mengatasi IVF secara mental. Meskipun mungkin lelah karena perawatan dan prosedur hormonal, gerakan lembut dapat membantu meningkatkan suasana hati sister. Contohnya dengan melakukan gerakan selama 30 menit setidaknya 5 hari seminggu. Seperti aktivitas berenang, yoga, joging/jalan cepat

dan jangan lupa untuk di imbangi dengan makan dengan baik. Makan makanan seimbang yang mengandung protein, serat, dan lemak sehat. Menghindari alkohol dan kafein dapat membantu mengatasi kecemasan dan dapat meningkatkan kualitas tidur.

Selanjutnya adalah luangkan waktu, saat menjalani IVF, sister mungkin kesulitan untuk fokus pada kehidupan sehari-hari. Pekerjaan dan tuntutan lainnya dapat terasa sangat membebani. Jadi, cobalah untuk mengurangi tekanan tambahan selama masa ini.

Sister juga dapat berbagi perasaan, IVF dapat membuat sister merasa terasing – mungkin merasa sendirian, atau tidak ada yang mengerti apa yang sedang dialami. Cobalah untuk berbicara dengan teman atau anggota keluarga terpercaya yang dapat mendengarkan pengalaman sister dan membantu mendukung. Ada juga banyak grup dan forum daring yang bermanfaat dan dapat berbagi perasaan dengan orang lain yang menjalani IVF.

Dapat juga dengan Pertimbangkan untuk melakukan mindfulness, Menemukan cara untuk bersantai dapat membantu sister untuk menghadapi pasang surut IVF. Ini dapat dilakukan dengan melakukan latihan atau aktivitas yang disukai, bersosialisasi dengan orang lain, atau menghabiskan waktu sendirian.

Terakhir adalah cari dukungan profesional, IVF membawa banyak tantangan, dan mungkin ingin mencari dukungan profesional. Berbicara dengan dokter umum adalah tempat yang baik untuk memulai. Mereka dapat menyarankan bentuk bantuan yang sesuai, seperti terapi bicara atau kelompok pendukung.

Bagaimana, apakah sister salah satu yang sedang merasakan itu semua? atau sedang mendapatkan ruang untuk dapat berbagi? MDG harap sister mendapatkan ruang yang tepat untuk dapat berbagi dan menguatkan sister yang sedang menjalani IVF. Informasi menarik lainnya dapat di akses di Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Yan, Y., Ma, Y., Xu, L., & Lv, Y. (2024). Impact of perceived social support on anxiety and depression in women undergoing in vitro fertilization-embryo transfer: the role of psychological resilience. Journal of Assisted Reproduction and Genetics, 1-12.
  • https://www.nature.com/articles/s41598-024-55097-3
  • https://www.bupa.co.uk/newsroom/ourviews/cope-mentally-ivf#:~:text=jogging/brisk%20walking,health%20support%20via%20your%20work

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: cemas, hamil, IVF, metal, promil, takut

Kenali Stimulasi Ovarium Back-to-back untuk Keberhasilan Program IVF

February 5, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Sister dan paksu sudah familiar dengan program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) ia hadir sebagai salah satu program kehamilan yang memungkinkan sperma untuk membuahi sel telur dalam sebuah tabung.  IVF bisa dibilang metode yang paling efektif ketimbang lainnya. Meski demikian, tingkat keberhasilannya bisa mencapai 30 hingga 40 persen. Adapun faktor yang membuat program ini gagal diantaranya adalah kualitas embrio. 

Melansir Journal of Assisted Reproduction and Genetics, ada beberapa parameter untuk menilai kualitas embrio, mulai dari morfologi, perkembangan, genetik, dan metabolisme. Embrio yang tidak dapat ditanam setelah dipindahkan ke rahim adalah penyebab kegagalan yang paling umum. Biasanya, embrio tersebut cacat sehingga tidak mampu berkembang di dalam rahim. MDG kali ini akan membahas salah satu metode yang dapat dipertimbangkan untuk mengurangi kegagalan IVF.

Stimulasi Ovarium Back-to-back pada IVF

Salah satu strategi yang bisa meningkatkan peluang keberhasilan adalah stimulasi ovarium back-to-back, di mana stimulasi dilakukan berturut-turut dalam beberapa siklus. Metode ini bisa meningkatkan jumlah blastokista yang tersedia untuk transfer atau biopsi, memberi peluang lebih besar untuk menemukan embrio terbaik. Tapi, penting juga untuk diingat bahwa jumlah embrio yang banyak bukan satu-satunya faktor keberhasilan kualitas embrio dan kondisi rahim juga sangat berperan.

Siklus IVF back-to-back menawarkan beberapa manfaat potensial, termasuk tingkat kehamilan yang lebih tinggi, biaya yang lebih rendah, dan lebih sedikit stres emosional. Namun, ada juga beberapa risiko dan pertimbangan yang perlu diperhatikan. Penting untuk berbicara dengan dokter kesuburan Anda tentang risiko dan manfaat IVF back-to-back sebelum membuat keputusan.

Risiko dan Pertimbangan Siklus IVF Berturut-turut

Meskipun siklus IVF berturut-turut menawarkan beberapa manfaat potensial, penting untuk menyadari risiko dan pertimbangannya:

Diantaranya adalah terlalu merangsang ovarium: Obat-obatan IVF dapat terlalu merangsang ovarium, yang dapat menyebabkan ovarian hyperstimulation syndrome (OHSS). OHSS adalah kondisi serius yang memerlukan rawat inap.

Juga ada potensi kehamilan ganda, melalui siklus IVF berturut-turut dapat meningkatkan risiko kehamilan ganda. Kehamilan ganda membawa sejumlah risiko, termasuk kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah.

Biaya: IVF adalah proses yang mahal, bahkan dengan diskon untuk beberapa siklus. Pasangan harus mempertimbangkan dengan saksama situasi keuangan mereka sebelum memutuskan untuk melakukan siklus IVF berturut-turut.

Apakah IVF back-to-back tepat untuk dilakukan? hasilnya adalah baik atau tidak bergantung pada sejumlah faktor, termasuk usia, kesehatan, dan situasi keuangan. Penting untuk berbicara dengan dokter kesuburan Anda tentang risiko dan manfaat IVF back-to-back sebelum membuat keputusan.

Referensi

  • Harrison, C., Boivin, J., & Gameiro, S. (2022). Talking about possible IVF/ICSI failure and need for multiple cycles in treatment planning: qualitative investigation of multi-cycle planning and its acceptability to patients and staff. Human Reproduction, 37(3), 488-498.
  • https://www.halodoc.com/artikel/6-hal-yang-sebabkan-program-bayi-tabung-gagal?srsltid=AfmBOopXkAWXZCBIPTfCQNb7OuvoWnzKyubRMUm7IjbgLsuA5o2ienG5
  • https://www.indiaivf.in/blog/back-to-back-ivf-cycles-benefits-considerations/?srsltid=AfmBOopCbnFIcAA_0W7T1II1B31gXIbeNK24RIOIb11KQ1sNm7koF-62

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: IVF, Keguguran, program hamil

Kenali Prosedur Teknologi Reproduksi berbantuan (ART) IVF dan ICSI Sebelum melakukan Program Hamil

January 27, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

 

Bagi sister dan paksu yang sedang mengalami infertilitas, dan akan segera membuat keputusan untuk program. Baik secara alami maupun berbantuan, jangan lupa untuk memahami mulai dari perbedaan dan bagaimana temuan-temuan dengan kasus yang serupa agar menjadi pendukung dalam mempertimbangkan. MDG akan menjelaskan bagaimana prosedur yang paling umum digunakan yaitu IVF dan ICSI

Tentang Prosedur IVF dan ICSI

IVF singkatan dari ‘fertilisasi in-vitro’ dan ICSI ‘injeksi sperma intrasitoplasma’. Kedua perawatan ini hadir sebagai konsepsi berbantuan. Pada prosedur IVF melibatkan pengambilan sel telur dari pasien wanita menggunakan jarum yang dimasukkan melalui vagina dan ke dalam setiap ovarium di bawah bimbingan USG. Prosedur ini dilakukan dengan sedasi jadi tidak akan merasakan sakit apa pun. Sel telur kemudian dicampur dengan sperma dalam cawan laboratorium, dan diperiksa setelah 16-20 jam untuk melihat apakah sperma telah membuahi sel telur secara alami. Jika perawatan berhasil, sel telur yang telah dibuahi akan berkembang di laboratorium selama dua hingga lima hari sebelum dipindahkan ke rahim. 

Sedangkan ICSI atau intracytoplasmic sperm injection adalah prosedur penyuntikan satu sperma hidup ke pusat sel telur (sitoplasma) yang telah matang. Prosedur ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan peluang keberhasilan In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung. Prosedur ICSI ini dilakukan ketika IVF konvensional tidak membuahkan hasil yang maksimal. 

Kapan ICSI digunakan?

Pada sebuah penelitian dengan judul “Opportunities and Limits of Conventional IVF versus ICSI: It Is Time to Come off the Fence” menunjukkan bagaimana metode Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI) semakin banyak digunakan, termasuk pada kasus infertilitas yang bukan disebabkan oleh faktor laki-laki. Salah satu alasan utama adalah untuk mengurangi risiko kegagalan fertilisasi total (total fertilization failure atau TFF), yaitu kondisi ketika sel telur tidak berhasil dibuahi. TFF sendiri merupakan hasil yang sangat mengecewakan, baik bagi pasien maupun tenaga medis, dengan resiko terjadi sekitar 5-20% dalam siklus IVF konvensional (c-IVF).

Dari penjelasan singkat tersebut, bagaimana memahami prosedur In Vitro Fertilization (IVF) dan Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI) menjadi penting sebelum memulai program kehamilan berbantuan. Setiap metode memiliki kelebihan, kekurangan, dan indikasi khusus yang perlu disesuaikan dengan kondisi sister dan paksu. Sehingga konsultasi dengan tenaga medis yang kompeten sangat dianjurkan untuk menentukan metode yang paling sesuai, sehingga peluang keberhasilan dapat dimaksimalkan. Yuk ambil langkah sister dan paksu, bisa dengan mengikuti forum Morula Fertility Bootcamp yang akan MDG adakan untuk PDG di februari mendatang. Informasi lainnya dapat sister dan paksu akses di Instagram kami @menujuduagaris.id

Referensi 

  • https://www.morulaivf.co.id/id/blog/apa-itu-icsi-dan-bagaimana-prosedur-ini-dilakukan/
  • https://www.fertility-academy.co.uk/blog/whats-the-difference-between-ivf-and-icsi/
  • Balli, M., Cecchele, A., Pisaturo, V., Makieva, S., Carullo, G., Somigliana, E., … & Vigano’, P. (2022). Opportunities and limits of conventional IVF versus ICSI: it is time to come off the fence. Journal of Clinical Medicine, 11(19), 5722.

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: bayi tabung, ICSI, IVF

Ketahui ASA (Antibody Anti Sperm) Autoimun yang Membahayakan Infertilitas

January 22, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Pada umumnya sistem imun yang membentuk antibodi itu berdampak bagus pada tubuh, tapi beda dengan sistem imun yang membentuk antibodi anti sperma yang justru menyebabkan infertilitas. Wah mengapa ini terjadi dan bagaimana tubuh dengan keadaan ini? MDG akan membahas lebih lanjut baca sampai habis ya!

Apa itu antibodi antisperma

Antibodi antisperma adalah antibodi yang keliru menyerang sperma. Antibodi ini dikenal juga sebagai antisperm antibodies atau ASA.

Antibodi antisperma adalah imunoglobulin. Imunoglobulin adalah protein yang terdapat dalam darah yang berfungsi untuk mengidentifikasi dan menetralkan zat asing. Pada manusia, terdapat lima jenis imunoglobulin, yang diklasifikasikan ke dalam lima kelompok tergantung pada area tempat ditemukannya dan antigen yang dapat dikenali. 

Imunoglobulin diklasifikasikan sebagai IgA, IgD, IgE, IgG, dan IgM. Ig merujuk pada kata imunoglobulin dan huruf yang ditetapkan untuk isotipe. Secara khusus, antibodi antisperma termasuk dalam isotipe IgA dan IgG. Bagaimana keadaan ini berdampak pada infertilitas?

ASA dan Hubungannya dengan Infertilitas?

Antibodi antisperma (ASA) adalah protein sistem imun yang dapat berkembang dalam tubuh pria atau wanita untuk menargetkan dan membunuh sperma. Kondisi ini juga dikenal sebagai infertilitas imunologis dan dapat membuat pasangan tidak mungkin memiliki anak.

Pria umumnya mengembangkan antibodi antisperma dari kondisi peradangan pada saluran reproduksi. 

Penyebab dari keadaan ini bahwa Sekitar 8-10% pria mengembangkan kondisi autoimun dalam darah atau cairan mani setelah infeksi prostat, paparan logam berat, torsi, kanker testis, vasektomi, atau cedera pada testis. Para ilmuwan juga menyarankan bahwa stres oksidatif dapat menjadi penyebab yang mendasari infertilitas imun.

Lalu bagaimana cara perempuan merespon keadaan tersebut? Ternyata perempuan dapat mengembangkan resistensi terhadap sperma sebagai respons terhadap reaksi alergi terhadap air mani. Jika ini terjadi, sel-sel sistem imun dalam vagina wanita dapat mengidentifikasi sperma sebagai penyerang dan memicu respons imun terhadapnya.

Jika di antara sister dan paksu mengalami diagnosis ini, maka akan ada banyak solusi yang ditawarkan untuk menanggulangi, mulai dari pencucian sperma, IUI, IVF dan lain-lain, namun tetap saja semua keputusan harus sesuai dengan arahan dokter dan usahakan untuk memahami apa yang sedang terjadi. Sister dan paksu juga mulai berhati-hati dengan lebih skeptis pada pola hidup dan potensi yang dapat melukai testis. Informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat akses di Instagram kami @menujuduagaris.id

Referensi

  • https://hellosehat.com/kehamilan/kesuburan/masalah-kesuburan/antibodi-antisperma-penyebab-tidak-subur/
  • https://www.andrologycenter.in/blog/what-are-antisperm-antibodies/
  • https://www.institutobernabeu.com/en/blog/antisperm-antibodies-aae-what-is-a-myth-and-what-is-reality/

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: ASA, Autoimun, IUI, IVF, sperma

Nutrisi yang Dipersonalisasi Ternyata Berperan pada Infertilitas hingga Suksesnya Teknologi Reproduksi Berbantuan

January 17, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Infertilitas dan nutrisi tentu saja memiliki keterkaitan, dimana nutrisi memainkan peran yang sangat penting. Bahkan tidak hanya pada kesehatan reproduksi tapi juga kesehatan secara keseluruhan. MDG akan membahas lebih spesifik bagaimana nutrisi juga dapat dipersonalisasi loh sesuai dengan kebutuhan sister, hal ini tentu akan mendorong efisiensi keberhasilan dari kandungan nutrisi yang akan dikonsumsi. Baca sampai habis ya!

Nutrisi pada Fertilitas 

Memahami hubungan langsung antara asupan makanan dan kesuburan wanita sangat penting karena makanan secara langsung terlibat dalam perkembangan kondisi metabolik kronis lainnya, seperti obesitas, yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan reproduksi.

Nurses’ Health Study II (NHS II) merekomendasikan bahwa wanita sehat dengan mengonsumsi protein hewani memiliki risiko gangguan ovulasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang menerima protein nabati, yang mengindikasikan kemungkinan efek sumber protein makanan terhadap kesehatan reproduksi wanita. Makanan yang diperkaya dengan protein yang berasal dari sumber nabati dapat mempengaruhi sensitivitas insulin dan kadar Insulin-like Growth Factor (IGF-I). Ini baru tentang pemilihan nutrisi berupa protein nabati, sudah sangat kompleks belum yang lainnya. 

Personalisasi Nutrisi, Infertilitas dan IVF

Kompleksitas kebutuhan ini membutuhkan personalisasi, agar sesuai dengan kebutuhan dalam mengkonsumsi nutrisi. Melihat salah satu fakta saja bahwa penggunaan nutraceutical telah disarankan sebagai alat terapi potensial untuk mengobati perempuan dengan gangguan reproduksi. 

Nutraceutical didefinisikan sebagai produk makanan yang dapat diberikan sebagai suplemen makanan dengan manfaat fisiologis di luar kebutuhan nutrisi dasar (misalnya, vitamin, mineral, herbal, asam lemak, dll. Data yang menggembirakan mendukung penggunaan nutraceutical untuk gangguan reproduksi wanita. 

Pada wanita yang menjalani IVF, asupan DHA dan asam alfa-linolenat (ALA) telah dikaitkan secara positif dengan peningkatan jumlah folikel, kadar serum E2, dan kualitas embrio yang baik . Penelitian lain menunjukkan bahwa asupan multivitamin dan zat besi secara teratur mengurangi risiko disfungsi ovulasi. Efektivitas dan keamanan terapeutik nutraceutical terutama bergantung pada formulasinya (ekstrak makanan, konstituen aktif yang diisolasi, dll); dengan demikian, program baik dari sister dan paksu sangat penting untuk memantau brand yang akan dipilih, dan bagaimana produk tersebut aman untuk dikonsumsi. 

Terakhir adalah sister dapat melakukan analisis Genetik, karena menggunakan informasi genetik dapat berfungsi untuk merancang diet yang sesuai dengan kebutuhan metabolik individu.

Sister juga membutuhkan konsultasi ahli gizi, dimana melibatkan ahli gizi untuk merancang rencana makan yang mendukung kesuburan berdasarkan kondisi kesehatan dan gaya hidup individu.

Yang terakhir jika dibutuhkan penggunaan suplemen khusus, Namun sister tetap perlu untuk berkonsultasi dengan dokter. Informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi 

  • Kohil, A., Chouliaras, S., Alabduljabbar, S., Lakshmanan, A. P., Ahmed, S. H., Awwad, J., & Terranegra, A. (2022). Female infertility and diet, is there a role for a personalized nutritional approach in assisted reproductive technologies? A Narrative Review. Frontiers in Nutrition, 9, 927972.
  • https://www.editverse.com/id/top-topics-in-obstetrics-research/

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: IVF, nutrisi, ovulasi, perempuan, program hamil

Apakah Prosedur Physiological Intracytoplasmic Sperm Injection ( PICSI ) Berdampak Signifikan pada Pemilihan Sperma?

January 12, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

 

Program IVF memiliki banyak prosedur selama program dilaksanakan salah satunya adalah Prosedur Physiological Intracytoplasmic Sperm Injection (PICSI). Ia hadir sebagai teknik inovatif dalam teknologi reproduksi berbantu yang dirancang untuk meningkatkan pemilihan sperma berkualitas sebelum proses fertilisasi. MDG lebih lanjut membahas, agar sister dan paksu dapat mempertimbangkan apakah prosedur ini dapat digunakan. Baca sampai habis ya!

Pengertian PICSI

Physiological Intracytoplasmic Sperm Injection (PICSI) adalah teknik yang digunakan untuk memilih sperma yang akan digunakan dalam perawatan Intracytoplasmic sperm injection(ICSI). Teknik ini melibatkan penempatan sperma dengan hyaluronic acid (HA), senyawa alami yang ditemukan dalam tubuh. PICSI mengidentifikasi sperma yang dapat mengikat HA dan sperma ini dipilih untuk digunakan dalam perawatan.

Kapan PICSI mungkin diperlukan?
ICSI dan PICSI merupakan perawatan yang mungkin diindikasikan untuk infertilitas Faktor Pria dalam kasus-kasus diantaranya adalah ketika skor HBA pada penilaian air mani kurang dari 65%, yang menunjukkan berkurangnya kadar sperma matang dalam sampel. Begitu juga jika terjadi pada pasangan dengan keguguran berulang atau mereka dengan embrio yang lambat atau tidak berkembang dengan baik juga dapat memperoleh manfaat dari PICSI. 

Mengapa pasangan perlu melakukan PICSI ?

Faktanya bahwa Ahli embriologi tidak dapat melakukan pengecekan sperma hanya dengan melihat melalui mikroskop, seperti dalam prosedur ICSI rutin, karena sperma yang matang dan yang belum matang akan memiliki tampilan yang sama.

Sehingga prosedur PICSI, membantu embriolog untuk membedakan antara sperma matang yang telah menyelesaikan perkembangan penuhnya dan sperma yang belum matang yang lebih mungkin memiliki DNA yang rusak atau jumlah kromosom yang salah. 

Dalam prosedur PICSI, Ahli Embriologi hanya akan menggunakan sperma yang matang untuk disuntikkan langsung ke dalam sel telur yang matang. Setelah PICSI, sel telur yang disuntikkan diinkubasi semalaman dan dinilai keesokan paginya untuk mengetahui bukti pembuahan. Tingkat pembuahan rata-rata setelah PICSI serupa dengan ICSI dan IVF, dengan 60-70% sel telur yang disuntikkan membuahi secara normal setelah PICSI.

Dari penjelasan tersebut, faktanya prosedur PICSI menawarkan pendekatan yang lebih efektif dalam pemilihan sperma untuk prosedur IVF, dengan manfaat signifikan dalam meningkatkan kualitas embrio dan tingkat keberhasilan kehamilan. Penggunaan hyaluronic acid sebagai alat seleksi memberikan keuntungan dalam memilih sperma dengan potensi fertilisasi terbaik, sister dan paksu dapat memutuskan prosedur tersebut, jika kiranya sesuai dengan kebutuhan dan atas saran dari dokter. Informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • https://www.hfea.gov.uk/treatments/treatment-add-ons/physiological-intracytoplasmic-sperm-injection-picsi/
  • https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10258512/
  • https://hertsandessexfertility.com/treatments/physiological-icsi-picsi/

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: analisa sperma, bayi tabung, IVF, PICSI

  • « Go to Previous Page
  • Page 1
  • Interim pages omitted …
  • Page 6
  • Page 7
  • Page 8
  • Page 9
  • Go to Next Page »

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Endometriosis dan Infeksi Panggul Ternyata Ada Hubungan Lho!
  • Yoga untuk PCOS: Tunggu Dulu yuk Cari Tau Bagaimana Bukti Ilmiah yang Lebih Dalam dari Sekadar Relaksasi
  • Diet dan Endometriosis: Apa yang Kita Makan Ternyata Ikut “Bicara” di Dalam Tubuh
  • Low-FODMAP Diet dan Endometriosis: Cara “Menjinakkan” Gejala Usus yang Sering Ikut Datang
  • Terlihat Sehat Tapi Peluang Hamil Bisa Menurun Ini Penjelasan Ilmiahnya

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.