• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

Pria

Suplemen untuk Kesuburan Pria: Apakah Benar Efektif?

July 24, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Pasar suplemen untuk meningkatkan kesuburan pria semakin ramai. Mulai dari antioksidan, vitamin, hingga berbagai zat aktif lainnya ditawarkan dengan klaim mampu memperbaiki kualitas sperma. Tapi, pertanyaannya: apakah semua suplemen itu benar-benar didukung bukti ilmiah?

Fakta dan Risiko Suplemen Kesuburan Pria

Sebuah studi terbaru mengungkap fakta menarik sekaligus mengkhawatirkan tentang suplemen antioksidan yang dijual bebas untuk pria infertil. Dari hasil penelusuran di berbagai platform belanja seperti Amazon dan Google Shopping, ditemukan 34 jenis suplemen yang diklaim dapat meningkatkan kesuburan pria. Namun, ketika ditelusuri lebih lanjut, hasilnya cukup mengejutkan.

Tidak semua suplemen untuk kesuburan pria aman atau terbukti efektif. Dari 34 produk yang diteliti, hanya sebagian kecil yang pernah diuji secara ilmiah, dan lebih sedikit lagi yang memiliki hasil studi berkualitas baik. Bahkan, banyak yang belum pernah diuji sama sekali. Lebih dari itu, sebagian besar produk ternyata mengandung dosis zat aktif yang melebihi batas aman harian. Padahal, mengkonsumsi nutrisi dalam jumlah berlebihan bukan berarti lebih baik bisa jadi justru berisiko bagi kesehatan.

Ini jadi pengingat penting bahwa tidak semua suplemen di pasaran benar-benar aman atau bermanfaat. Selalu bijak sebelum membeli, dan pastikan berkonsultasi dengan tenaga medis terlebih dulu.

Penting Untuk Periksa ke Dokter

Mengapa ini menjadi penting? karena tidak dianjurkan bagi sister maupun paksu untuk sembarangan mengkonsumsi suplemen apalagi tidak teruji klinis, di lain itu sister dan paksu juga perlu mengetahui jenis suplemen apa yang sesuai? apakah kekurangan Human chorionic gonadotropin (hCG), atau Follicle-stimulating hormone (FSH) dan lain-lain. 

Jadi jangan mudah mengambil keputusan, setelah tahu diantara semua produk yang menampilkan klaim yang menjanjikan, seperti “meningkatkan kualitas sperma”, “mendukung kesuburan pria”, atau “membantu kehamilan alami”. Karena tanpa data yang kuat dari uji klinis yang terpercaya, klaim semacam ini patut dipertanyakan.

Tidak Hanya Suplemen: Ini Cara Lain Tingkatkan Kesuburan Pria

Selain mengonsumsi obat kesuburan pria yang diresepkan dokter atau menggunakan suplemen, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membantu meningkatkan kesuburan serta jumlah dan kualitas sperma. Di antaranya adalah dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, menjaga berat badan ideal sesuai indeks massa tubuh, rutin berolahraga, mengelola stres dan cukup istirahat, mencegah infeksi menular seksual dengan tidak berganti pasangan, serta menghentikan kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol. Namun perlu diingat, sebelum mengonsumsi suplemen atau obat kesuburan pria, sangat disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter spesialis andrologi agar penanganan yang diberikan sesuai dengan penyebab masalah kesuburan yang Anda alami.

Karena meski suplemen antioksidan tampak menjanjikan, penting bagi pasangan yang sedang menjalani program kehamilan untuk lebih kritis dan tidak hanya mengandalkan iklan atau testimoni semata. Konsultasi dengan dokter tetap menjadi langkah terbaik sebelum memutuskan mengkonsumsi suplemen tertentu. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi:

  • de Ligny, W. R., Fleischer, K., Grens, H., Braat, D. D., & de Bruin, J. P. (2023). The lack of evidence behind over-the-counter antioxidant supplements for male fertility patients: a scoping review. Human Reproduction Open, 2023(3), hoad020.
  • https://www.alodokter.com/hati-hati-jangan-asal-pilih-obat-kesuburan-pria#:~:text=meningkatkan%20produksi%20sperma.-,Suplemen,dan%20pasak%20bumi%20(Eurycoma%20longifola)

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: antioksidan, kesuburan, makanan bergizi, Pria, suplemen

Gaya Hidup Modern dan Penurunan Kualitas Sperma: Bisakah Nutrisi Jadi Solusinya?

June 15, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Ketika berbicara soal kesuburan pria, tentu memiliki banyak faktor yang memengaruhinya diantaranya adalah dari hormon, gaya hidup, hingga nutrisi. Saat ini ditengah gaya hidup yang semakin instan maka penting bagi paksu juga turut memperhatikan nutrisi yang dikonsumsi, karena kebiasaan memakan makanan instan dapat berdampak kepada kesehatan salah satunya adalah kesehatan reproduksi yang lebih spesifik berdampak terhadap kesehatan reproduksi. 

Apalagi jika yang dihadapi berhubungan dengan kualitas sperma maka paksu dapat berfokus pada nutrisi yang baik untuk sperma, tapi kira-kira nutrisi apa itu? yuk bahas lebih lanjut!

Mengenal apa itu DHA dan EPA

Eicosapentaenoic Acid (EPA) dan Docosahexaenoic Acid (DHA) adalah dua jenis utama asam lemak omega-3 yang memiliki peran penting bagi kesehatan. EPA merupakan asam karboksilat rantai panjang yang umumnya ditemukan dalam ikan seperti cod, makarel, salmon, sarden, serta pada fitoplankton, rumput laut, mikroalga, dan ASI. EPA dikenal bermanfaat dalam menjaga kesehatan jantung, menurunkan kadar trigliserida, bersifat anti-inflamasi untuk sistem kardiovaskular dan sendi, serta dapat membantu mengurangi depresi. 

Sementara itu, DHA adalah asam lemak dengan rantai karbon lebih panjang, berperan sebagai komponen struktural utama pada otak, korteks serebral, retina, kulit, sperma, dan testis. DHA sangat rentan terhadap oksidasi, sehingga sumber makanan yang mengandungnya seperti minyak ikan cenderung memiliki daya simpan yang singkat akibat kerusakan oleh radikal bebas. Apakah DHA dan EPA juga dapat memperbaiki kualitas sperma?

DHA dan EPA: Nutrisi Penting untuk Sperma?

Sebuah penelitian yang lakukan oleh Hosseini (2019) turut mengevaluasi Konsentrasi sperma total, Kadar DHA dalam sperma dan konsentrasi DHA dalam plasma mani, dan ditemukan bahwa suplementasi omega-3 secara signifikan meningkatkan motilitas sperma, yaitu kemampuan sperma untuk bergerak menuju sel telur. 

Hasil studi tersebut menyiratkan bahwa suplemen omega-3 mungkin belum tentu meningkatkan jumlah sperma secara keseluruhan, namun dapat membantu meningkatkan kualitas sperma, khususnya dalam hal pergerakan dan lingkungan kimiawi tempat sperma berkembang (plasma mani).

DHA dan EPA, memiliki potensi untuk meningkatkan motilitas sperma dan kandungan DHA dalam plasma mani pria infertil. Meskipun belum terbukti meningkatkan jumlah sperma, peningkatan kualitas ini dapat menjadi salah satu faktor penting dalam membantu keberhasilan program kehamilan.

Suplemen omega-3 dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari pendekatan holistik dalam mengatasi infertilitas paksu, terutama jika disertai dengan pola hidup sehat dan penanganan medis yang sesuai. Namun, konsultasi dengan dokter tetap diperlukan untuk menyesuaikan dosis dan kebutuhan masing-masing individu, karena tubuh paksu satu dengan lainnya berbeda jadi penanganannya juga akan berbeda. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Hosseini, B., Nourmohamadi, M., Hajipour, S., Taghizadeh, M., Asemi, Z., Keshavarz, S. A., & Jafarnejad, S. (2019). The effect of omega-3 fatty acids, EPA, and/or DHA on male infertility: a systematic review and meta-analysis. Journal of dietary supplements, 16(2), 245-256.
  • https://www.halodoc.com/artikel/4-manfaat-dha-dan-epa-yang-perlu-diketahui?srsltid=AfmBOopF4nezCOPC0WlEhF4JIcLevc7Ymqf6Et0aqRBBjUdKQJWXyGwt
  • https://nutrilite.co.id/healthy-lifestyle/uncategorized/mengenal-epa-dha

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: infertilitas, kualitas sperma, nutrisi, omega-3, Pria

Apakah LH dan FSH Benar-benar Penting dalam Spermatogenesis pada Pria?

June 4, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Sister dan paksu sudah tahu jika LH dan FSH itu penting buat kesuburan pria. Tapi, seberapa penting, sih, sebenarnya? Apakah tanpa salah satunya sperma tetap bisa diproduksi? Nah, yuk bahas bareng dengan MDG karena ini akan sangat penting untuk infertilitas paksu, baca sampai habis ya!

FSHR Rusak Tapi Masih Bisa Punya Anak?

Ada kasus menarik dari Finlandia di mana beberapa pria ditemukan memiliki mutasi inaktif pada gen reseptor FSH (FSHR). Mutasi ini menyebabkan protein reseptor FSH mereka tidak muncul dengan sempurna di permukaan sel, sehingga reseptor tidak bisa menerima sinyal hormon FSH dengan baik.

Yang unik, dari lima pria dengan mutasi ini, tidak ada yang benar-benar mengalami azoospermia (tanpa sperma sama sekali). Sebagian memiliki sperma normal (normozoospermia), dan sebagian lain mengalami oligozoospermia parah (jumlah sperma sangat sedikit). Empat dari mereka mengalami subfertilitas atau gangguan kesuburan, tetapi dua di antaranya tetap berhasil menjadi ayah dari dua anak!

Mereka memang memiliki kadar FSH yang tinggi dalam darah — kemungkinan sebagai respons tubuh yang berusaha ‘mengimbangi’ kerusakan pada reseptor. Studi laboratorium menunjukkan bahwa meski reseptor rusak, sebagian kecil dari reseptor mutan ini masih mampu menangkap sinyal FSH jika kadar hormon sangat tinggi.

Jadi, bagaimana ini bisa terjadi? Dengan kadar FSH yang sangat tinggi, ada sedikit aktivasi yang tetap bisa terjadi pada reseptor yang rusak. Ibaratnya, meski antenanya rusak, kalau sinyalnya sangat kuat, tetap ada kemungkinan nyambung sedikit. Ini mirip dengan kasus wanita yang punya mutasi reseptor LH inaktif, tapi tetap bisa merespons hormon hCG dalam dosis tinggi.

Kesimpulannya, reseptor FSH yang rusak total memang bisa mengganggu proses pembentukan sperma, tapi belum tentu menyebabkan infertilitas total. Semua tergantung seberapa parah kerusakannya dan seberapa tinggi kadar FSH di tubuh.

Gimana Kalau Permasalahan Ada di FSH-nya?

Nah, beda cerita kalau masalahnya bukan di reseptornya, tapi justru di hormon FSH-nya sendiri, tepatnya di bagian subunit beta FSH. Kerna laki-laki dengan permasalahan hormon FSH mereka cenderung mengalami azoospermia total, alias nggak ada sperma sama sekali, dan tentu saja jadi infertil.

Dapat kita lihat ternyata fungsi FSH ini krusial sejak masa perkembangan awal—bahkan sejak masa pubertas. Jadi kalau baru diobati pas dewasa, kerusakan atau “ketinggalannya” udah nggak bisa diperbaiki. Artinya, FSH nggak bisa ‘mengejar ketertinggalan’ kalau sistem pembentuk spermanya udah telanjur nggak berkembang sejak awal.

Fakta yang dapat sister dan paksu pahami bahwa:

  1. FSH itu penting banget untuk spermatogenesis manusia.
    Buktinya, mutasi pada gen FSH atau reseptornya berhubungan dengan gangguan produksi sperma.

  2. Mutasi FSHβ = infertil total.
    Mutasi di hormon itu sendiri berdampak lebih fatal dibandingkan mutasi di reseptornya.

  3. Reseptor FSH rusak belum tentu bikin mandul.
    Masih ada kemungkinan spermatogenesis jalan meski terganggu, tergantung tingkat kerusakan dan adaptasi tubuh.

  4. Waktu itu krusial.
    FSH kemungkinan punya peran penting saat masa perkembangan, yang nggak bisa digantikan kalau baru diintervensi saat dewasa.

Dari kasus-kasus langka ini, kita belajar bahwa sistem hormonal dalam tubuh manusia jauh dari kata sederhana. FSH dan reseptornya bekerja seperti kunci dan gembok karena jika salah satu rusak, bisa saja masih ada celah untuk “membuka”, tapi nggak akan seefektif versi normalnya. Sister dan paksu juga harus aware bahwa kesuburan pria itu nggak hanya soal jumlah sperma, tapi juga melibatkan kerjasama kompleks antara gen, hormon, dan waktu perkembangan. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Siegel, E.T.; Kim, H.-G.; Nishimoto, H.K.; Layman, L.C. The Molecular Basis of Impaired Follicle-Stimulating Hormone Action: Evidence from Human Mutations and Mouse Models. Reprod. Sci. 2013, 20, 211–233. [Google Scholar] [CrossRef] [Green Version]
  • Tapanainen, J.S.; Aittomäki, K.; Min, J.; Vaskivuo, T.; Huhtaniemi, I.T. Men Homozygous for an Inactivating Mutation of the Follicle-Stimulating Hormone (FSH) Receptor Gene Present Variable Suppression of Spermatogenesis and Fertility. Nat. Genet. 1997, 15, 205–206. [Google Scholar] [CrossRef]

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: FSH, LH, Pria, spermatogenesis

Bagaimana Menentukan Pilihan Terbaik untuk ICSI pada Pria dengan Sperma Sangat Sedikit

May 30, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Dalam dunia fertilitas, pria dengan jumlah sperma yang sangat rendah seperti oligozoospermia atau bahkan kriptozoospermia seringkali dihadapkan pada pertanyaan penting, lebih baik menggunakan sperma dari ejakulasi atau langsung dari testis untuk prosedur ICSI (Injeksi Sperma Intrasitoplasma)? Sebelum itu apakah kalian tahu perbedaan antara dua infertilitas itu?

Oligozoospermia dan Kriptozoospermia

Oligozoospermia adalah kondisi ketika jumlah sperma dalam air mani lebih sedikit dari jumlah normal. WHO (2021) menetapkan batas normalnya yaitu sekitar 16 juta sperma per mililiter. Kalau di bawah angka itu, bisa disebut oligozoospermia.

Nah, kondisi ini kadang dikategorikan jadi ringan, sedang, atau berat, tapi sebenarnya pembagian ini nggak menunjukkan penyebab pastinya. Artinya, meski jumlahnya sedikit, belum tentu tahu langsung apa penyebabnya.

Yang penting diingat, diagnosis oligozoospermia harus berdasarkan analisis laboratorium air mani yang dilakukan dengan prosedur ketat sesuai panduan WHO. Jadi, bukan asal tebak-tebakan atau satu kali tes aja.

Sedangkan berdasarkan standar WHO, kriptozoospermia didefinisikan sebagai tidak adanya sperma dalam air mani yang diejakulasi melalui pemeriksaan mikroskopis, tetapi ada dalam sedimen sentrifus. Kriptozoospermia, yang juga dikenal sebagai kriptozoospermia, adalah jenis khusus oligospermia ekstrem, dengan insidensi sekitar 8,73%.4 Karena manifestasi klinisnya yang unik, kondisi ini mudah salah didiagnosis sebagai azoospermia. Lalu kira-kira bagaimana program hamil yang dapat dipilih, salah satunya adalah melalui ICSI dengan metode pengambilan sperma.

ICSI Sebagai Program Hamil

Pada sebuah penelitian dengan pasangan yang menjalani prosedur ICSI, di mana sel telur dibuahi menggunakan sperma dari ejakulasi atau sperma testis yang diambil lewat aspirasi jarum halus. Peneliti kemudian membandingkan beberapa parameter penting: tingkat pembuahan, pembelahan sel, kualitas embrio, dan pembentukan blastokista (embrio tahap lanjut).

Hasilnya menunjukkan bahwa:

  • Pada pria dengan sperma dibawah 1 juta/mL, sperma testis memberikan hasil yang jauh lebih baik. Tingkat pembuahan, pembelahan embrio, dan jumlah embrio berkualitas tinggi lebih tinggi dibandingkan dengan sperma dari ejakulasi.

  • Pada kasus kriptozoospermia, sperma testis juga lebih unggul secara signifikan dalam hal pembuahan, meskipun keunggulan kualitas embrio tidak terlalu mencolok.

  • Namun, pada pria dengan sperma di atas 1 juta/mL, sperma dari ejakulasi justru menunjukkan hasil yang lebih baik.

Dari temuan di atas sister dan paksu dapat tahu bahwa tidak ada satu pendekatan yang cocok untuk semua. Tapi setidaknya konsentrasi sperma bisa menjadi kunci dalam menentukan dari mana sperma sebaiknya diambil untuk prosedur ICSI. Dengan berfokus pada hal ini, nantinya dokter dapat memberikan rekomendasi yang lebih tepat dan personal bagi sister dan paksu yang sedang berjuang menghadapi infertilitas terutama pada paksu. Informasi menarik lainnya follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi  

  • Derakhshan, M., Salehi, P., Derakhshan, M., Naghshineh, E., Movahedi, M., Tehrani, H. G., & Salehi, E. (2024). Should testicular sperm retrieval be implemented for intracytoplasmic sperm injection in all patients with severe oligozoospermia or cryptozoospermia?. Korean Journal of Fertility and Sterility.
  • Liu, H., Luo, Z., Chen, J., Zheng, H., & Zeng, Q. (2023). Treatment progress of cryptozoospermia with Western Medicine and traditional Chinese medicine: A literature review. Health Science Reports, 6(1), e1019.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: ICSI, infertilitas, Oligozoospermia dan Kriptozoospermia, Pria

Ketahui Manfaat Masturbasi sebagai Rehabilitasi

May 26, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Sister dan paksu siapa sangka bawah masturbasi memiliki manfaat yang baik, bahkan pada kasus tertentu bisa menjadi rehabilitasi seperti dilakukan pasca operasi pengangkatan prostat atau radical prostatectomy, khususnya yang menggunakan teknik nerve-sparing untuk mempertahankan saraf-saraf penting.

Meski teknik ini dianggap lebih “ramah fungsi seksual”, tak sedikit pasien yang tetap mengalami disfungsi ereksi (DE) dan inkontinensia urine setelahnya dua efek samping yang cukup mengganggu kualitas hidup pria. Yuk telaah bagaimana menurut medis dan bagaimana fungsi masturbasi buat kesehatan reproduksi

Masturbasi sebagai Pendekatan Rehabilitasi?

Selama ini, pendekatan rehabilitasi pasca operasi biasanya berfokus pada obat-obatan seperti PDE5 inhibitor (misalnya sildenafil), terapi suntik, atau penggunaan alat bantu seperti vacuum erection device. Tapi satu hal yang jarang dibahas adalah masturbasi dan ternyata, aktivitas ini bisa memiliki peran penting dalam proses pemulihan.

Kenapa Aktivitas Seksual Itu Penting untuk Kesehatan Penis?

Alasan pertama adalah melalui aktivitas seksual & masturbasi, keduanya merupakan bentuk rangsangan seksual. Saat seseorang terangsang, terjadi peningkatan aliran darah ke penis dan aktivasi sistem saraf yang mengatur proses ereksi.

Alasan selanjutnya adalah mendorong aliran darah ke penis, ereksi terjadi karena pembuluh darah di penis melebar dan darah mengalir ke jaringan erektil. Aliran darah yang baik sangat penting untuk menjaga kesehatan jaringan penis.

Lebih lanjut dapat Menstimulasi saraf-saraf yang terlibat dalam ereksi, ereksi melibatkan saraf otonom (terutama sistem parasimpatis) yang merangsang pelepasan nitrat oksida (NO), senyawa yang membuat pembuluh darah melebar.

Juga dapat mencegah atrofi otot polos, atrofi ini berkaitan dengan penyusutan atau melemahnya jaringan karena tidak digunakan. Sedangkan otot polos berkaitan dengan jenis otot yang tidak dikendalikan secara sadar, ada di dinding pembuluh darah dan jaringan erektil penis. Karena jika penis tidak pernah mengalami ereksi dalam waktu lama (misalnya setelah operasi), otot polos di dalamnya bisa mengecil atau melemah, mengurangi kemampuan ereksi.

Selanjutnya juga menghambat fibrosis sebagai pembentukan jaringan parut atau jaringan ikat berlebih sebagai respons terhadap kerusakan atau kurangnya aktivitas.

Fibrosis di penis bisa mengurangi elastisitas jaringan, membuat ereksi sulit atau tidak maksimal. Aktivitas seksual membantu mencegah proses ini.

Mempertahankan elastisitas jaringan penis, elastisitas artinya kemampuan jaringan untuk kembali ke bentuk semula. Jaringan yang elastis akan mendukung ereksi yang optimal. Tanpa stimulasi, jaringan ini bisa kaku dan tidak lentur.

Bahkan dapat mengurangi potensi komplikasi jangka panjang akibat gangguan vaskular dan saraf pasca operasi Vaskular yang berhubungan dengan pembuluh darah. Dan saraf sebagai sistem yang mengirim sinyal dari otak ke tubuh.

Meski hasilnya menjanjikan, sister dan paksu harus tetap berkonsultasi dengan dokter ya! informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id. 

Referensi

Meissner, V. H., Dumler, S., Kron, M., Schiele, S., Goethe, V. E., Bannowsky, A., … & Herkommer, K. (2020). Association between masturbation and functional outcome in the postoperative course after nerve-sparing radical prostatectomy. Translational andrology and urology, 9(3), 1286.

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: kesehatan reproduksi, Pria

Infertilitas Pria: Mengupas Dampak Fragmentasi DNA Sperma pada Keberhasilan Program Bayi Tabung

May 22, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

 

Dalam dunia fertilitas, seringkali perhatian tertuju pada kualitas sel telur dan rahim perempuan dan membuat kesimpulan ketidaksuburan adalah faktor perempuan. Padahal, satu faktor penting lainnya justru datang dari sisi laki-laki, yaitu kualitas DNA sperma. Salah satu penyebab penting yang harus dilihat adalah DNA Fragmentation Index (DFI) atau indeks fragmentasi DNA sperma. Yuk ketahui apa itu DFI? terutama bagaimana hal ini digunakan untuk mengetahui keberhasilan program hamil seperti IVF dan ICSI.

Apa Itu DFI dan Mengapa Penting?

DFI merupakan indikator yang mengukur seberapa besar kerusakan DNA dalam sperma. Meskipun jumlah sperma dan bentuknya tampak normal, jika DNA di dalamnya rusak, kemampuan sperma untuk membuahi sel telur dan menghasilkan embrio sehat bisa terganggu.

Dengan meningkatnya penggunaan teknologi reproduksi berbantuan (ART) seperti IVF atau ICSI, sudah waktunya kita memahami apakah tingginya fragmentasi DNA sperma bisa memengaruhi keberhasilan prosedur-prosedur tersebut.

DFI dalam Program Hamil Berbantuan (ART)

Dalam literatur yang dilakukan oleh Deng, 2019 menemukan bagaimana DFI dalam program hamil berbantuan diantaranya adalah:

  1. Peluang Melahirkan Anak
    Secara umum, perbedaan antara sperma dengan DNA yang rusak dan tidak rusak belum terlalu terlihat signifikan pada angka kelahiran hidup.

  2. Risiko Keguguran
    Pasangan yang sperma pasangannya memiliki tingkat kerusakan DNA tinggi ternyata lebih sering mengalami keguguran dibanding yang tingkat kerusakannya rendah.

  3. Kualitas Embrio
    Embrio yang dihasilkan dari sperma dengan kerusakan DNA tinggi cenderung berkualitas lebih rendah, yang tentu bisa memengaruhi keberhasilan kehamilan.

  4. Kehamilan yang Berhasil Terlihat di USG
    Kemungkinan terjadinya kehamilan klinis (kehamilan yang sudah bisa dilihat lewat USG) juga lebih rendah pada kelompok dengan tingkat kerusakan DNA sperma yang tinggi.

Melihat penjabaran di atas,menunjukkan bahwa meskipun DFI tidak secara langsung menurunkan peluang kelahiran hidup secara signifikan, fragmentasi DNA sperma berkaitan erat dengan meningkatnya risiko keguguran dan menurunnya kualitas embrio serta keberhasilan kehamilan klinis. Artinya, kualitas DNA sperma penting untuk diperhatikan, terutama bagi pasangan yang menjalani program IVF atau ICSI.

Sister dan paksu juga sudah harus tahu bahwa selama ini, kesuburan pria sering dianggap cukup hanya dengan “jumlah sperma banyak” atau “gerakannya aktif”. Padahal, kualitas genetik sperma sama pentingnya. Sehingga pemeriksaan DFI bisa menjadi langkah tambahan yang membantu mengungkap penyebab tersembunyi dari kegagalan IVF atau keguguran berulang. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id. 

Referensi

Deng, C., Li, T., Xie, Y., Guo, Y., Yang, Q. Y., Liang, X., … & Liu, G. H. (2019). Sperm DNA fragmentation index influences assisted reproductive technology outcome: A systematic review and meta‐analysis combined with a retrospective cohort study. Andrologia, 51(6), e13263.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: DFI, DNA, infertilitas, kesuburan, laki-laki, Pria, sperma

  • « Go to Previous Page
  • Page 1
  • Page 2
  • Page 3
  • Page 4
  • Page 5
  • Page 6
  • Go to Next Page »

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Endometriosis dan Infeksi Panggul Ternyata Ada Hubungan Lho!
  • Yoga untuk PCOS: Tunggu Dulu yuk Cari Tau Bagaimana Bukti Ilmiah yang Lebih Dalam dari Sekadar Relaksasi
  • Diet dan Endometriosis: Apa yang Kita Makan Ternyata Ikut “Bicara” di Dalam Tubuh
  • Low-FODMAP Diet dan Endometriosis: Cara “Menjinakkan” Gejala Usus yang Sering Ikut Datang
  • Terlihat Sehat Tapi Peluang Hamil Bisa Menurun Ini Penjelasan Ilmiahnya

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.