• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

Archives for February 2025

Ketahui Peran Antioksidan dalam Mengatasi Infertilitas Pria

February 14, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Infertilitas mempengaruhi sekitar 15% populasi, salah satu faktor infertilitas adalah faktor pria yang tentu saja bertanggung jawab atas sekitar 25–30% kasus. Salah satu penyebab utama infertilitas pria adalah stres oksidatif, yang terjadi akibat ketidakseimbangan antara spesies oksigen reaktif (ROS) dan kemampuan tubuh untuk menetralkannya dengan antioksidan. 

Faktanya stres oksidatif dapat merusak kualitas sperma dan berdampak negatif pada keberhasilan teknik reproduksi berbantuan seperti IVF. MDG pada kesempatan kali ini ingin ini membahas peran ROS dalam infertilitas pria, dampaknya terhadap kualitas sperma, serta bagaimana pola makan dan asupan antioksidan dapat membantu mengatasi masalah ini. Baca sampai habis ya!

Spesies Oksigen Reaktif (ROS) dan Dampaknya pada Kesuburan Pria

Mengapa ini disambungkan ke infertilitas pria? karena jika kita coba telaah bahwasanya ROS ini memiliki banyak sumber, baik dari dalam tubuh maupun faktor eksternal. Pada faktor eksternal diantaranya adalah polusi, merokok, dan gaya hidup yang tidak sehat. 

Nah faktanya pada jumlah yang terkendali atau dibutuhkan, ROS berperan penting dalam fungsi sperma, seperti kapasitasi dan reaksi akrosom. Namun, jika jumlahnya berlebihan, ROS dapat menyebabkan fragmentasi DNA sperma, mengurangi motilitas sperma, serta menurunkan kualitas dan kuantitas sperma, yang pada akhirnya berdampak pada kesuburan pria. Kira-kira dengan gaya hidup laki-laki yang terjadi di ruang external, ada tidak ya yang dapat menyembuhkan? hal ini tentu berkaitan dengan antioksidan.

Peran Antioksidan dalam Menyeimbangkan ROS

Antioksidan berfungsi sebagai penetralisir ROS, membantu mencegah kerusakan pada sperma. Beberapa antioksidan yang terbukti memiliki efek positif terhadap kualitas sperma meliputi Selenium dan Seng Berperan dalam meningkatkan motilitas dan morfologi sperma.

Asam Lemak Omega-3 yang membantu meningkatkan fluiditas membran sperma dan mengurangi peradangan. Koenzim Q10 (CoQ10) yang berkontribusi dalam produksi energi sperma dan meningkatkan konsentrasi sperma. Dan karnitin yang berperan dalam metabolisme energi sperma dan meningkatkan motilitas sperma.

Meskipun antioksidan dapat bermanfaat bagi kesuburan pria, konsumsi yang berlebihan justru dapat berdampak sebaliknya. Penggunaan suplemen antioksidan dalam dosis tinggi tanpa pengawasan medis dapat mengganggu keseimbangan ROS yang diperlukan untuk fungsi sperma normal. Selain itu, banyak suplemen yang dijual bebas belum terbukti secara ilmiah efektif dalam meningkatkan kesuburan.

Stres oksidatif akibat ketidakseimbangan ROS merupakan salah satu faktor utama dalam infertilitas pria. Meskipun antioksidan dapat membantu meningkatkan kualitas sperma, penggunaan suplemen dalam dosis tinggi harus dilakukan dengan hati-hati. Solusi terbaik untuk menjaga kesuburan pria adalah dengan menerapkan pola makan sehat yang kaya akan antioksidan alami. Dengan pendekatan ini, keseimbangan ROS dapat terjaga dengan baik, sehingga meningkatkan kualitas sperma dan peluang keberhasilan ART.

Daftar pustaka

  • Torres-Arce, E., Vizmanos, B., Babio, N., Marquez-Sandoval, F., & Salas-Huetos, A. (2021). Dietary antioxidants in the treatment of male infertility: counteracting oxidative stress. Biology, 10(3), 241
  • Knudtson, J. F., Sun, F., Coward, R. M., Hansen, K. R., Barnhart, K. T., Smith, J., … & Steiner, A. Z. (2021). The relationship of plasma antioxidant levels to semen parameters: the Males, Antioxidants, and Infertility (MOXI) randomized clinical trial. Journal of assisted reproduction and genetics, 38(11), 3005-3013.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: antioksidan, infertilitas, Pria, sperma

Ketahui Dampak dari Stres Oksidatif pada Kehamilan

February 13, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Kehamilan secara alami juga memiliki kerentanan terhadap kegagalan akibat respons inflamasi sistemik, yang mengarah pada peningkatan kadar spesies oksigen reaktif (ROS) dan spesies nitrogen reaktif (RNS) dalam darah. Walaupun ROS dan RNS memiliki peran penting dalam pensinyalan seluler, ketidakseimbangan dalam produksinya dapat menyebabkan komplikasi kehamilan yang serius. 

MDG sudah membahas sebelumnya terkait inflamasi, jadi pembahasan ini adalah pembahasan lebih mendalam dan fokus dengan adanya kasus inflamasi, stress oksidatif khususnya yang rawan terjadi pada kehamilan. Jadi baca sampai habis ya!

Mekanisme Stres Oksidatif dalam Kehamilan

Selama kehamilan, tubuh mengalami peningkatan produksi ROS dan RNS yang, jika tidak dikendalikan, dapat menyebabkan kerusakan sel dan jaringan. OS dapat mempengaruhi fungsi plasenta, mengganggu suplai nutrisi dan oksigen ke janin, serta berkontribusi pada berbagai komplikasi kehamilan. Untuk mengatasi peningkatan OS, tubuh bergantung pada mekanisme pertahanan enzimatik dan non-enzimatik, yang melibatkan elemen jejak penting seperti:

  • Tembaga (Cu) – Mendukung enzim antioksidan dalam mengatasi radikal bebas.
  • Seng (Zn) – Berperan dalam stabilisasi membran sel dan aktivitas enzim antioksidan.
  • Mangan (Mn) – Berkontribusi pada aktivitas superoksida dismutase (SOD).
  • Selenium (Se) – Komponen utama dari glutathione peroksidase (GPx), enzim penting dalam pertahanan antioksidan.

Dampak Stres Oksidatif terhadap Kehamilan

Peningkatan OS yang tidak terkendali selama kehamilan dapat menyebabkan berbagai komplikasi kehamilan, di antaranya:

  • Preeklamsia – Ditandai dengan hipertensi dan disfungsi endotel akibat ketidakseimbangan oksidatif.
  • Resorpsi embrionik dan keguguran berulang – OS dapat menyebabkan kegagalan implantasi dan kematian embrio.
  • Anomali perkembangan janin – Kerusakan oksidatif dapat mengganggu perkembangan organ janin.
  • Pembatasan pertumbuhan intrauterin (IUGR) – OS dapat menghambat pertumbuhan janin akibat suplai nutrisi yang tidak optimal.
  • Kematian janin – Dalam kondisi ekstrem, stres oksidatif yang parah dapat menyebabkan kematian janin dalam kandungan.

Stres oksidatif memiliki peran penting dalam kehamilan, baik dalam proses fisiologis normal maupun patologi kehamilan. Keseimbangan antara ROS, RNS, dan sistem antioksidan sangat menentukan keberhasilan kehamilan. Untuk itu setidaknya baik sister dan paksu sangat baik sekali jika mulai mengkonsumsi anti oksidan. Wah menarik bukan MDG akan membahas pada kesempatan selanjutnya jadi jangan lupa untuk follow Instagram kita di @menujuduagaris.id

Referensi

  • Grzeszczak, K., Łanocha-Arendarczyk, N., Malinowski, W., Ziętek, P., & Kosik-Bogacka, D. (2023). Oxidative stress in pregnancy. Biomolecules, 13(12), 1768.
  • Chiarello, D. I., Abad, C., Rojas, D., Toledo, F., Vázquez, C. M., Mate, A., … & Marín, R. (2020). Oxidative stress: Normal pregnancy versus preeclampsia. Biochimica et Biophysica Acta (BBA)-Molecular Basis of Disease, 1866(2), 165354.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: anti oksidan, hamil, inflamasi, kegagalan

Berbicara tentang Infertilitas sebagai Masalah Kesehatan Global yang Terabaikan

February 12, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Infertilitas faktanya hadir sebagai salah satu isu kesehatan reproduksi yang sering diabaikan dalam penelitian dan kebijakan global, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. 

Sementara ini banyak yang menyoroti angka fertilitas yang tinggi, akses terbatas terhadap kontrasepsi, serta kebutuhan keluarga berencana yang belum terpenuhi, infertilitas justru sering dikesampingkan dari diskusi kesehatan reproduksi. Padahal, diperkirakan ada sekitar 48 juta pasangan dan 186 juta individu di seluruh dunia yang mengalami infertilitas. Wah mengapa begitu ya?

Infertilitas dalam Kebijakan Kesehatan Reproduksi

Infertilitas bukanlah isu baru dalam kesehatan global. Pada Konferensi International Conference on Population and Development (ICPD) tahun 1994 di Kairo, infertilitas diakui sebagai bagian dari program aksi kesehatan reproduksi yang komprehensif. Namun, dalam pertemuan ICPD25 tahun 2019 di Nairobi dan laporan Komisi tingkat tinggi tahun 2021, infertilitas tidak lagi disebutkan secara eksplisit.

Kemajuan dalam teknik reproduksi berbantuan, seperti fertilisasi in-vitro (IVF) yang pertama kali berhasil pada tahun 1978, masih belum dapat diakses secara luas. Bahkan di negara berpenghasilan tinggi, teknologi ini masih tergolong mahal dan sulit dijangkau. Upaya untuk memperluas akses terhadap teknologi ini di negara berkembang juga masih sangat terbatas.

Hambatan dalam Perhatian dan Kebijakan

Minimnya perhatian terhadap infertilitas dalam kebijakan nasional dan internasional disebabkan oleh beberapa faktor utama, di antaranya:

  1. Prioritas Kesehatan Lainnya – Fokus utama banyak negara adalah mengatasi kelebihan populasi, pengendalian kelahiran, serta masalah kesehatan lain seperti penyakit menular dan tingginya angka kematian ibu.
  2. Keterbatasan Sumber Daya – Investasi dalam perawatan fertilitas dianggap mahal dan sulit dibenarkan dalam konteks kesehatan masyarakat yang lebih luas.
  3. Dampak Sosial dan Psikologis – Ketidaksuburan dapat menyebabkan stigma sosial, pengucilan, kecemasan, depresi, serta rendahnya harga diri, terutama dalam budaya yang sangat menekankan peran perempuan sebagai ibu.

Infertilitas dan Kekerasan Terhadap Perempuan

Ketidaksuburan tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga memiliki konsekuensi sosial yang serius. Sebuah studi oleh Yuanyuan Wang dkk. dalam The Lancet Global Health menunjukkan bahwa wanita infertil di negara berpenghasilan rendah dan menengah lebih rentan mengalami kekerasan pasangan intim (KDRT). Setidaknya satu dari tiga wanita infertil mengalami kekerasan dalam 12 bulan terakhir, sementara hampir setengahnya mengalami kekerasan sepanjang hidup mereka. Bentuk kekerasan yang paling umum adalah kekerasan psikologis, diikuti oleh kekerasan fisik, seksual, dan pemaksaan ekonomi.

Infertilitas bukan hanya masalah kesehatan reproduksi, tetapi juga isu sosial yang mempengaruhi kesejahteraan individu dan hubungan keluarga. Sudah saatnya dunia memberikan perhatian lebih terhadap kondisi ini dan mencari solusi yang inklusif serta berkelanjutan bagi mereka yang terkena dampaknya. Untuk informasi menarik lainnya sister dapat akses di Instagram @menujuduagaris.id. 

Referensi 

  • Wang, Y. (2022). Infertility—why the silence. Lancet Global Health, 10(6)
  • https://www.who.int/publications/i/item/978920068315

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: global, infertilitas, kesehatan

Ketahui Prosedur controlled ovarian stimulation (COS) pada Program IVF

February 11, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Dalam proses IVF akan ada banyak prosedur salah satunya adalah Controlled Ovarian Stimulation (COS) ia hadir sebagai prosedur medis yang digunakan untuk merangsang ovarium agar menghasilkan lebih dari satu sel telur dalam satu siklus menstruasi. Proses ini biasanya dilakukan dalam program bayi tabung (IVF – In Vitro Fertilization) atau inseminasi buatan (IUI – Intrauterine Insemination). MDG akan menjelaskan lebih lanjut tentang prosedur ini, baca sampai akhir ya!

Apa itu Prosedur controlled ovarian stimulation (COS)

Dalam stimulasi ovarium terkendali (COS) terdiri dari tiga elemen dasar diantaranya adalah Gonadotropin eksogen untuk merangsang perkembangan multi folikel. Pengobatan bersamaan dengan agonis atau antagonis hormon pelepas gonadotropin (GnRH) untuk menekan fungsi hipofisis dan mencegah ovulasi dini. Memicu pematangan oosit akhir 36 hingga 38 jam sebelum pengambilan oosit.

COS dalam IVF

Seiring berkembangnya teknologi IVF, pendekatan dalam stimulasi ovarium terkendali (COS) juga semakin berkembang. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang biologi reproduksi, muncul minat lebih besar terhadap bagaimana COS mempengaruhi keberhasilan IVF dan apakah setiap pasien memerlukan pendekatan yang dipersonalisasi. 

Sebuah penelitian dengan judul “Best practices for controlled ovarian stimulation in in vitro fertilization” menemukan bahwasanya Tujuan utama COS adalah mencapai kelahiran yang sehat dalam satu siklus IVF, tetapi strategi yang digunakan bisa berbeda-beda di tiap pusat medis. Banyak dokter mendasarkan keputusan mereka pada pengalaman dan studi observasional, bukan hanya uji coba terkontrol. Secara umum, COS tidak bisa diterapkan secara seragam pada semua pasien, melainkan harus disesuaikan dengan kondisi individu berdasarkan bukti ilmiah yang ada. Bagian selanjutnya akan membahas praktik terbaik dalam COS yang berfokus pada pendekatan yang berpusat pada pasien.

Stimulasi ovarium terkontrol (COS) adalah bagian penting dari proses fertilisasi in vitro (IVF-ET). Salah satu tantangan utama dalam COS adalah menentukan dosis awal gonadotropin yang tepat. Meskipun sudah ada metode perhitungan untuk protokol agonis GnRH, belum ada yang sesuai untuk protokol antagonis GnRH. 

Dengan berkembangnya teknologi dan pemahaman tentang biologi reproduksi, stimulasi ovarium terkontrol (COS) terus mengalami penyempurnaan untuk meningkatkan keberhasilan program IVF. Prosedur ini memainkan peran penting dalam menghasilkan sel telur yang optimal, namun setiap pasien memerlukan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi tubuhnya. Oleh karena itu, pemilihan strategi COS yang tepat, berdasarkan bukti ilmiah dan faktor individu, menjadi kunci dalam mencapai hasil terbaik. Jika sister dan paksu sedang mempertimbangkan program IVF, berkonsultasilah dengan dokter spesialis untuk mendapatkan perencanaan yang sesuai dengan kebutuhan sister. 

Daftar Isi 

  • Gallos, I. D., Eapen, A., Price, M. J., Sunkara, S. K., Macklon, N. S., Bhattacharya, S., … & Coomarasamy, A. (2017). Controlled ovarian stimulation protocols for assisted reproduction: a network meta‐analysis. The Cochrane Database of Systematic Reviews, 2017(3).
  • Jungheim, E. S., Meyer, M. F., & Broughton, D. E. (2015, March). Best practices for controlled ovarian stimulation in in vitro fertilization. In Seminars in reproductive medicine (Vol. 33, No. 02, pp. 077-082). Thieme Medical Publishers.

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: COS, IVF, prosedur

Siapa Sangka bahwa Kunyit dapat Membantu Penyembuhan Infertilitas

February 10, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Siapa dari sister yang sedang berjuang melawan infertilitas, dari banyaknya proses pasti sister banyak dihadapkan dengan banyak rintangan. Baik dari pola makan hingga segalanya perlu diubah. MDG pada kesempatan kali ini akan membicarakan tentang pola makanan yang lebih spesifik membahas tentang superfood yang ada di Indonesia terutama dan banyak di ditemui di sekitar sister dan paksu. Baca sampai habis ya!

Inflamasi dan Hubungannya dengan Infertilitas 

Makanan punya peran penting dalam mencegah peradangan. Peradangan sendiri adalah respons alami tubuh untuk melindungi diri dari infeksi virus, bakteri, atau jamur. Dalam proses ini, sel darah putih dan zat yang dihasilkannya bekerja melawan mikroorganisme asing.

Tapi, bagaimana jika peradangan terjadi di organ reproduksi?

Pada penderita endometriosis, misalnya, kadar peradangan dalam tubuh meningkat, menandakan adanya perubahan pada sistem imun. Ketidakseimbangan antara zat anti-peradangan dan pemicu peradangan juga ditemukan pada kasus kegagalan ovarium. Inilah sebabnya peradangan sangat berkaitan dengan insufisiensi ovarium prematur. Nah sebenarnya ada tidak ya jenis makanan yang dapat mencegah terjadinya inflamasi atau peradangan?

Hubungannya Kunyit dengan Infertilitas

Kurkumin sebagai senyawa polifenol berwarna kuning yang terdapat pada kunyit dan temulawak dapat bertindak sebagai penangkap radikal bebas dengan memutus reaksi berantai produksi radikal bebas. Dan akibatnya meningkatkan kualitas jaringan reproduksi dengan meningkatkan ekspresi gen antioksidan

Penelitian telah menunjukkan bahwa kurkumin menghambat produksi oksida nitrat dan radikal bebas oleh makrofag. Telah ditentukan bahwa efek antioksidan Kurkumin adalah menghambat masuknya kalsium dan menghambat protein kinase C. Efek antioksidan Kurkumin sama dengan efek vitamin C dan E. Kurkumin juga merangsang aktivitas enzim yang berperan dalam sintesis dan perubahan asam lemak tak jenuh menjadi asam lemak jenuh. Oleh karena itu, ada kemungkinan bahwa kurkumin memodulasi fluiditas alami membran sel. 

Kunyit dapat membantu meredakan peradangan karena mengandung kurkumin yang memiliki efek anti-inflamasi. Kurkumin bekerja dengan cara memblokir sitokin dan enzim yang menyebabkan peradangan. Bagaimana sister setelah mengetahui informasi tersebut apakah akan menggunakan kunyit sebagai salah satu makanan yang dikonsumsi? tentu saja tetap disesuaikan sama kasus sister dan paksu ya! informasi menarik lainnya dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Izadpanah, M., & Vahidinia, Z. (2024). Exploring the Role of Curcumin in Supporting Reproductive Health and Infertility-Focus on ROS Scavenging Activity. Tabari Biomedical Student Research Journal, 6(1), 25-34.
  • https://www.alodokter.com/melawan-inflamasi-dengan-nutrisi-dari-makanan-ini
  • https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/makanan-antiinflamasi

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: infertilitas, inflamasi, Kunyit

Ternyata luteal phase support (LPS) dapat Meningkatkan Keberhasilan Inseminasi (IUI)

February 9, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

 

Program IUI nyatanya sudah banyak dipilih oleh sister dan paksu. Tapi ta gak sih sister ada loh metode yang dapat meningkatkan keberhasilan kehamilan. Sister, tahu nggak sih, kalau luteal phase support (LPS) dengan progesteron oral ternyata bisa meningkatkan peluang kelahiran hidup pada program Inseminasi Intrauterin (IUI)? MDG akan membahas lebih lanjut baca sampai habis ya!

Fungsi luteal Phase Support (LPS) 

luteal phase support (LPS) merupakan bagian penting dari teknologi reproduksi berbantuan. Fungsi LPS adalah untuk menginduksi proliferasi endometrium, mencegah ovulasi prematur spontan, membantu menebalkan lapisan rahim, mempersiapkan rahim untuk menerima sel telur yang telah dibuahi. 

 Dalam studi yang melibatkan hampir 1200 siklus IUI, yang dilakukan antara Januari 2017 hingga Desember 2021, ditemukan fakta menarik. Ternyata, kelompok yang menerima progesteron oral di fase luteal punya angka kelahiran hidup yang lebih tinggi (19,7%) dibandingkan kelompok yang tidak (14,5%)! Bahkan, angka kehamilan klinis dan kehamilan yang berlanjut juga lebih tinggi pada kelompok LPS, loh.

Temuan lainnya dengan tinjauan sistematis dan meta-analisis oleh Casarramona dkk dengan judul penelitian “The efficacy and safety of luteal phase support with progesterone following ovarian stimulation and intrauterine insemination: A systematic review and meta-analysis” yang bertujuan untuk memperbarui bukti terbaru mengenai efektivitas dan keamanan penggunaan progesteron dalam fase luteal (LPS) setelah stimulasi ovarium dan inseminasi intrauterin (OS-IUI) pada kasus infertilitas pria ringan atau yang tidak dapat dijelaskan.

Memiliki temuan diantaranya adalah 

  • Dari total 12 uji klinis acak (RCT) yang melibatkan 2.631 pasien dan 3.262 siklus OS-IUI, ditemukan bahwa pemberian LPS progesteron meningkatkan peluang kelahiran hidup dan kehamilan klinis dibandingkan tanpa LPS atau plasebo.
  • Efek positif ini lebih jelas terlihat pada protokol OS-IUI yang menggunakan gonadotropin dibandingkan dengan yang menggunakan klomifen sitrat.
  • LPS progesteron tidak berpengaruh terhadap tingkat kehamilan ganda atau risiko keguguran.
  • Tidak ditemukan hubungan antara dosis atau durasi penggunaan progesteron dengan tingkat keberhasilan kehamilan.

Dari pemaparan diatas menunjukkan metode ini bisa jadi berhasil untuk sister dan paksu pilih, namun tentu saja tetap harus disesuaikan dengan kasus yang sister hadapi, jadi buat sister dan paksu yang sedang mempertimbangkan IUI, penting untuk berdiskusi dengan dokter mengenai kemungkinan menimbang intervensi ini ke dalam protokol perawatan kalian. Setiap pasangan memiliki kondisi unik, jadi konsultasi dengan profesional kesehatan. Untuk informasi menarik lainnya sister dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi 

Xi, Q., Liao, M., Wang, Y., Wang, B., Wang, Y., & Kuang, Y. (2024). Luteal phase support with oral progesterone improves the live birth rate in patients undergoing IUI cycles using letrozole with or without HMG. Reproductive BioMedicine Online, 104077.

Greenbaum, S., Athavale, A., Hershko Klement, A., & Bentov, Y. (2022). Luteal phase support in fresh and frozen embryo transfers. Frontiers in Reproductive Health, 4, 919948.

Casarramona, G., Lalmahomed, T., Lemmen, C. H. C., Eijkemans, M. J. C., Broekmans, F. J. M., Cantineau, A. E. P., & Drechsel, K. C. E. (2022). The efficacy and safety of luteal phase support with progesterone following ovarian stimulation and intrauterine insemination: A systematic review and meta-analysis. Frontiers in endocrinology, 13, 960393.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: IUI, LPS, luteal Phase Support, rahim

  • « Go to Previous Page
  • Page 1
  • Page 2
  • Page 3
  • Page 4
  • Page 5
  • Go to Next Page »

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Stres, Hormon, dan Infertilitas: Ketika Pikiran dan Tubuh Saling Mempengaruhi Kesuburan
  • Faktor Sederhana yang Ternyata Bisa Mempengaruhi Kesuburan
  • Nyeri Saat Berhubungan pada Endometriosis: Kenapa Banyak yang Diam dan Tidak Tahu Harus Ke Mana
  • Antioksidan Tidak Selalu Aman: Ketika “Terlalu Sehat” Justru Mengganggu Kesuburan
  • Stres Oksidatif dan Kualitas Sperma: Peran Telomer yang Jarang Dibahas dalam Infertilitas

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.