• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

Archives for February 2025

Metode inseminasi lepas lambat (Slow-Release Insemination/SRI) yang Ternyata dapat Meningkatkan Kehamilan pada program IUI

February 9, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Sister, kamu pasti tahu kalau program inseminasi intrauterin (IUI) bisa jadi hadir sebagai pilihan pertama buat pasangan yang mengalami masalah kesuburan. Tapi, apakah kamu tahu kalau tingkat keberhasilan IUI bisa lebih tinggi dengan menggunakan metode inseminasi lepas lambat (SRI) yang dimodifikasi? 

Apa itu Metode inseminasi lepas lambat (Slow-Release Insemination/SRI)?

SRI merupakan sebuah pompa kecil sekali pakai yang secara perlahan-lahan melepaskan sperma ke dalam uterus dalam jangka waktu 4 jam melalui kateter balon dan alat suntik inseminasi.

Tidak seperti Intrauterine Insemination (IUI) Inseminasi Intra-Uterus yang biasa, yang mendorong cairan sperma ke dalam uterus secara langsung, EVIE meniru secara alami yang melepaskan sperma secara perlahan dan lembut sehingga memaksimalkan keberhasilan sel sperma mencapai sel telur serta meningkatkan kesuburan.

Mengapa SRI Meningkatkan Kehamilan?

Metode ini dapat digadang-gadang dapat meningkatkan kehamilan, diantaranya karena dapat 

  1. Meningkatkan durasi hubungan potensial antara sel sperma dengan sel telur
  2. Mengurangi resiko terjadinya sperma kembali ke vagina
  3. Mengurangi resiko keluarnya sperma ke dalam perut melalui tabung falopi
  4. Menghindari resiko kemungkinan terjadinya polispermi (ketika ovum telah dibuahi oleh lebih dari 1 sperma, yang mengakibatkan terjadinya zigot non-viabel). Hal ini terjadi karena adanya persaingan yang lebih kuat antara sel sperma IUI bolus karena sel spermanya terlalu efisien saat mencapai dan membuahi ovumnya.
  5. Menghindari resiko terjadinya reaksi imun

Apa kata Studi?

Sebuah studi menemukan bahwa metode inseminasi lepas lambat (Slow-Release Insemination/SRI) yang dimodifikasi bisa meningkatkan clinical pregnancy rate (CPR) setelah IUI. Hasilnya? Tingkat kehamilan naik dari 9,03% menjadi 13,52%! Faktor lain seperti usia pasangan, kebiasaan merokok, BMI, dan stimulasi ovarium tentunya juga berpengaruh pada keberhasilan IUI.

Jadi, buat sister dan paksu yang masih ingin mencoba IUI sebelum melangkah ke IVF, metode ini bisa jadi pertimbangan. Tentu saja, setiap kasus berbeda, jadi buat sister dan paksu bisa banget untuk mulai mencari tahu dengan berdiskusi pada dokter. Untuk informasi menarik lainnya sister dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi 

  • Ombelet, W., Van der Auwera, I., Bijnens, H., Onofre, J., Kremer, C., Bruckers, L., … & Dhont, N. (2021). Improving IUI success by performing modified slow-release insemination and a patient-centred approach in an insemination programme with partner semen: a prospective cohort study. Facts, Views & Vision in Obgyn, 13(4), 359.
  • https://www.sengclinic.com/ind/Slow-Release-Intra-Uterine-Insemination-EVIE-Seng-Clinic-Services#:~:text=APA%20ITU%20SLOW%20RELEASE%20INSEMINATION,balon%20dan%20alat%20suntik%20inseminasi.

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: inseminasi, IUI, SRI

Ultra-long protocol untuk IVF Benarkah Lebih Efektif?

February 9, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Sister, dari kalian yang sedang berproses melawan infertilitas, pasti sering dengar soal berbagai protokol IVF, kan? Salah satunya adalah protokol ultra-panjang, yang katanya bisa meningkatkan peluang kehamilan lebih baik dibanding protokol panjang biasa. Tapi, bener nggak sih? MDG akan menjelaskan lebih lanjut dalam artikel kali ini.

Apa itu Ultra-long protocol IVF dan Bagaimana Prosedurnya?

Protokol IVF jangka panjang, yang juga dikenal sebagai protokol agonis, adalah protokol IVF tradisional yang telah digunakan sejak awal mula IVF. Seluruh proses biasanya memakan waktu sekitar 4-6 minggu, lebih lama dari protokol jangka pendek. 

Prosedur Protokol IVF jangka panjang meliputi konsultasi awal melibatkan proses konsultasi menyeluruh dan personal untuk merencanakan tindakan terbaik bagi perjalanan kesuburan unik Anda.

Langkah-langkahnya diantaranya adalah Down-Regulation, dalam protokol IVF jangka panjang, langkah pertama adalah down-regulation. Di sini, sister akan mengonsumsi obat untuk menekan siklus menstruasi alami, yang biasanya berlangsung sekitar dua minggu. Ini memberi spesialis kesuburan terkontrol lebih besar atas waktu pengambilan sel telur.

Tahap selanjutnya adalah stimulasi ovarium, setelah down-regulation, sister akan mulai mengonsumsi suntikan hormon selama sekitar 10-12 hari untuk merangsang ovarium agar menghasilkan lebih banyak sel telur. Perkembangan sel telur ini dipantau secara ketat dengan pemindaian ultrasonografi rutin.

Tahap berikutnya adalah Trigger Shot, “Trigger shot” diberikan untuk menginduksi pematangan sel telur akhir setelah folikel mencapai ukuran yang sesuai. Setelah proses tersebut selesai langkah selanjutnya adalah pengambilan sel telur, Sel telur kemudian diambil dengan sedasi ringan melalui prosedur bedah minor.

Dan di tahap sebelum akhir yaitu fertilisasi & kultur embrio, dimana setelah diambil, sel telur dibuahi dengan sperma di laboratorium, dan embrio yang dihasilkan dikulturkan hingga siap untuk dipindahkan. HIngga tahap akhir yaitu transfer embrio, satu atau lebih embrio dipindahkan ke rahim. Embrio berkualitas tinggi yang tidak dipindahkan dapat dibekukan untuk digunakan di masa mendatang.

Apa kata Studi Terbaru?

Sebuah meta-analisis dari Shuai Liu dkk. (2021) menemukan bahwa protokol ultra-panjang dengan down regulasi 3 bulan ternyata dapat meningkatkan angka kehamilan klinis pada wanita infertil. Dibandingkan protokol panjang biasa, hasilnya menunjukkan peningkatan 31% dalam peluang kehamilan! Wah, cukup menjanjikan ya?

Temuan tersebut dilakukan pada kasus endometriosis, meskipun protokol ini bisa meningkatkan peluang kehamilan, hasil akhirnya tetap bisa bervariasi tergantung kondisi masing-masing pasien. Jadi yang paling penting tentu disesuaikan dengan kasus infertilitas yang sister dan paksu miliki. Informasi menarik lainnya sister dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi 

  • Liu, S., Xie, Y., Li, F., & Jin, L. (2021). Effectiveness of ultra‐long protocol on in vitro fertilization/intracytoplasmic sperm injection‐embryo transfer outcome in infertile women with endometriosis: A systematic review and meta‐analysis of randomized controlled trials. Journal of Obstetrics and Gynaecology Research, 47(4), 1232-1242.
  • https://www.indiaivf.in/blog/short-or-long-ivf-protocol-which-is-better/?srsltid=AfmBOoqmW85pi7pZQb2XTRO9irOChl0zyA-BXHkabXPqkREmVFBwE81u

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: infertilitas, IVF, prosedur, ultra-long protocol

Mengapa Proses IVF Berhubungan dengan Mental Hingga Rasa Cemas yang tak berkesudahan?

February 9, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Hai sister adakah dari kalian yang sedang melakukan proses IVF? apa yang dominan kalian rasakan? adakah perasaan takut dan kecemasan lain? sangat masuk akal jika kalian mengalami pergulatan emosi. Bahkan melihat sebuah data Faktanya wanita mengalami kecemasan mengalami depresi saat menjalani IVF.  Wah kenapa bisa begitu ya? MDG akan membahas lebih lanjut, Baca sampai habis ya?

Mengapa Proses IVF berpengaruh pada mental 

Melalui sebuah penelitian yang dilakukan oleh yan dkk menemukan “Sebanyak 42% peserta mengalami kecemasan dan 46,4% mengalami depresi. Rata-rata skor skala dukungan sosial yang dirasakan (PSSS) menunjukkan tingkat dukungan sedang hingga tinggi, sementara skor Skala ketahanan Connor-Davidson (CD-RISC) menunjukkan ketahanan psikologis yang sedang. Dukungan sosial yang tinggi berhubungan dengan ketahanan psikologis yang lebih baik, dan keduanya berkorelasi negatif dengan kecemasan serta depresi”. Kira-kira kenapa sih proses IVF ini sangat berpengaruh pada kesehatan mental?

Potensi stress secara psikologis dan kecemasan tentu saja sangat masuk akal dimana hal ini berkaitan dengan masa depan yang tidak diketahui, stres yang melekat dalam hubungan dengan pasangan, keluarga, dan kolega; dan biaya finansial. Bagaimana tidak membuat seseorang tertekan semua proses yang ada program hamil tidaklah mudah. Banyak ketidakpastian sedangkan segala usaha harus dikerahkan, baik pola hidup sehat, pemeriksaaan yang ketat, hingga perasaan sendiri karena kasus-kasus ini tidak banyak yang memiliki. Lalu kira ada tidak ya cara untuk mengurangi rasa stress itu?

Aktivitas apa yang Dapat Membantu?

Sangat banyak sekali cara untuk mengurangi stress ini, MDG akan mencoba mengutip dari saran salah satu dokter, Dr Samantha Wild salah seorang dokter perempuan untuk kesehatan perempuan. Setidaknya ada enam dimulai dari yang paling dasar sister dan paksu dapat mengetahui apa yang diharapkan. Jika seseorang baru menjalani IVF, sebagian stres dan kekhawatiran dapat dikaitkan dengan ketidakpastian karena tidak mengetahui apa yang diharapkan. Proses ini dapat dilakukan dengan mulai membiasakan diri dengan proses IVF karena dapat membantu mengurangi beberapa kekhawatiran. 

Selanjutnya adalah jaga kesehatan fisik, merawat diri sendiri secara fisik dapat membantu mengatasi IVF secara mental. Meskipun mungkin lelah karena perawatan dan prosedur hormonal, gerakan lembut dapat membantu meningkatkan suasana hati sister. Contohnya dengan melakukan gerakan selama 30 menit setidaknya 5 hari seminggu. Seperti aktivitas berenang, yoga, joging/jalan cepat

dan jangan lupa untuk di imbangi dengan makan dengan baik. Makan makanan seimbang yang mengandung protein, serat, dan lemak sehat. Menghindari alkohol dan kafein dapat membantu mengatasi kecemasan dan dapat meningkatkan kualitas tidur.

Selanjutnya adalah luangkan waktu, saat menjalani IVF, sister mungkin kesulitan untuk fokus pada kehidupan sehari-hari. Pekerjaan dan tuntutan lainnya dapat terasa sangat membebani. Jadi, cobalah untuk mengurangi tekanan tambahan selama masa ini.

Sister juga dapat berbagi perasaan, IVF dapat membuat sister merasa terasing – mungkin merasa sendirian, atau tidak ada yang mengerti apa yang sedang dialami. Cobalah untuk berbicara dengan teman atau anggota keluarga terpercaya yang dapat mendengarkan pengalaman sister dan membantu mendukung. Ada juga banyak grup dan forum daring yang bermanfaat dan dapat berbagi perasaan dengan orang lain yang menjalani IVF.

Dapat juga dengan Pertimbangkan untuk melakukan mindfulness, Menemukan cara untuk bersantai dapat membantu sister untuk menghadapi pasang surut IVF. Ini dapat dilakukan dengan melakukan latihan atau aktivitas yang disukai, bersosialisasi dengan orang lain, atau menghabiskan waktu sendirian.

Terakhir adalah cari dukungan profesional, IVF membawa banyak tantangan, dan mungkin ingin mencari dukungan profesional. Berbicara dengan dokter umum adalah tempat yang baik untuk memulai. Mereka dapat menyarankan bentuk bantuan yang sesuai, seperti terapi bicara atau kelompok pendukung.

Bagaimana, apakah sister salah satu yang sedang merasakan itu semua? atau sedang mendapatkan ruang untuk dapat berbagi? MDG harap sister mendapatkan ruang yang tepat untuk dapat berbagi dan menguatkan sister yang sedang menjalani IVF. Informasi menarik lainnya dapat di akses di Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Yan, Y., Ma, Y., Xu, L., & Lv, Y. (2024). Impact of perceived social support on anxiety and depression in women undergoing in vitro fertilization-embryo transfer: the role of psychological resilience. Journal of Assisted Reproduction and Genetics, 1-12.
  • https://www.nature.com/articles/s41598-024-55097-3
  • https://www.bupa.co.uk/newsroom/ourviews/cope-mentally-ivf#:~:text=jogging/brisk%20walking,health%20support%20via%20your%20work

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: cemas, hamil, IVF, metal, promil, takut

Sesi Kedua Fertility Bootcamp 2025: Kedekatan yang Terjalin dan Penutupan Penuh Haru

February 8, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Surabaya, 7 Februari 2025 – Fertility Bootcamp 2025 telah sukses menyelenggarakan sesi kedua pada tanggal 7 Februari 2025 pukul 19.00 WIB. Acara ini kembali menghadirkan suasana yang interaktif dan penuh kehangatan, tak kalah seru dari sesi pertama. Sesi ini dibuka oleh MC, Bu Min dari Menuju Dua Garis (MDG), dan dilanjutkan dengan sambutan dari Mizz Rosie selaku Founder MDG.

Selama 85 menit, peserta terbagi dalam breakout room berdasarkan cabang Morula IVF, yang meliputi Bandung, Ciputat, Denpasar, Jakarta, Margonda Depok, Padang, Pontianak, Surabaya, Tangerang, dan Yogyakarta. Setiap breakout room dipandu oleh dokter ahli dari masing-masing cabang Morula IVF, yang dengan antusias memberikan edukasi dan menjawab pertanyaan dari para peserta.

Antusiasme peserta sangat tinggi, terlihat dari banyaknya peserta yang berebut untuk mengangkat tangan dan bertanya langsung kepada dokter. Para pejuang dua garis (PDG) berbagi kisah perjalanan mereka, dari durasi perjuangan menghadapi infertilitas hingga berbagai program kehamilan yang telah dicoba. Para dokter menjelaskan setiap kasus dengan detail dan menggunakan pendekatan unik masing-masing. Salah satu dokter bahkan menciptakan momen penuh tawa dengan menyatakan, “Ya nggak apa-apa kalau stres saat promil, itu wajar! Kami yang dokter aja stres.” Ucapan ini disambut gelak tawa dari peserta, menciptakan suasana yang lebih rileks dan penuh semangat.

Menjadi pejuang dua garis bukanlah perjalanan yang mudah, tetapi merupakan bagian dari takdir terbaik yang mempertemukan para sister dan paksu dalam komunitas yang saling mendukung. Sesi kedua ini pun ditutup dengan penuh haru, terlebih saat diputarnya lagu “Batas Senja – Nanti Kita Seperti Ini” yang menyentuh hati para peserta. Beberapa peserta bahkan meneteskan air mata, merasakan kedekatan yang semakin erat dalam komunitas ini.

Sayangnya, waktu yang terbatas membuat beberapa peserta belum sempat mengajukan pertanyaan mereka. Namun, Fertility Bootcamp 2025 masih akan berlanjut ke sesi ketiga, yang diharapkan dapat kembali memberikan ruang diskusi yang lebih luas bagi para pejuang dua garis.

Nantikan informasi lebih lanjut tentang sesi selanjutnya dengan mengikuti Instagram resmi kami di @menujuduagaris.id. Sampai jumpa di sesi berikutnya!

Tentang Menuju Dua Garis (MDG)
Menuju Dua Garis (MDG) adalah komunitas yang berkomitmen untuk memberikan edukasi, dukungan, dan ruang berbagi bagi para pejuang dua garis dalam perjalanan mereka menuju kehamilan. Melalui berbagai kegiatan seperti Fertility Bootcamp, MDG terus berupaya menghadirkan informasi yang terpercaya dan membangun solidaritas antar anggota komunitas.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: fertility bootcamp, menuju dua garis, pejuang dua garis

Mengapa Terjadi Keguguran berulang? dan Bagaimana cara Mengatasinya?

February 5, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Pernahkah sister mengalami kasus keguguran, pada kasus keguguran berulang dapat disebut keguguran berulang jika telah terjadi sebanyak 2 kali berturut-turut atau lebih. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari gaya hidup hingga masalah kesehatan tertentu. MDG akan mencoba menjelaskan beberapa hal yang memungkinkan menjadi salah satu faktor keguguran berulang. 

4 Penyebab dari Keguguran Berulang 

Banyak yang menjadi penyebab dari keguguran berulang, diantaranya adalah kromosom abnormal. Kromosom adalah blok DNA yang berisi instruksi untuk perkembangan bayi Anda. Penyebab paling umum dari keguguran berulang adalah bayi Anda berkembang dengan jumlah kromosom yang salah (terlalu banyak atau tidak cukup).

Penyebab lainnya bisa jadi Gangguan pembekuan darah Beberapa gangguan pembekuan darah, seperti  systemic lupus erythematosus (SLE) dan antiphospholipid syndrome  (APS) dapat menyebabkan keguguran berulang. Gangguan ini menyebabkan ‘darah lengket’, yang mempengaruhi aliran darah ke plasenta dan dapat menyebabkan pembekuan di plasenta. Jika plasenta tidak berfungsi dengan baik, oksigen dan nutrisi tidak dapat mencapai pada bayi.

Keguguran juga bisa berasal dari kelemahan serviks, serviks disebut juga cincin otot di dasar rahim (uterus) yang menghubungkannya ke vagina. Selama persalinan, serviks memendek dan terbuka untuk memungkinkan bayi melewatinya dan lahir. Terkadang serviks memendek dan terbuka sebelum waktunya (pada trimester kedua atau ketiga). Ini disebut kelemahan serviks (kadang-kadang disebut inkompetensi serviks atau insufisiensi serviks) dan dapat menyebabkan keguguran pada trimester kedua (keguguran lanjut).

Faktor keguguran juga dapat disebabkan oleh diabetes. Jika sister menderita diabetes dan tidak dikelola dengan baik, maka akan mungkin memiliki peluang lebih tinggi untuk mengalami keguguran berulang. Diabetes tidak akan meningkatkan peluang untuk mengalami keguguran jika sister dapat mengelolanya dengan cara yang direkomendasikan oleh dokter. 

Cara menghindari Keguguran Berulang 

Sister untuk menghindari kasus ini setidaknya dapat melakukan tes darah. Hasil tes darah digunakan untuk mengetahui ada tidaknya kelainan, seperti APS dan kelainan kromosom. 

Sementara itu, pada kasus keguguran berulang yang dicurigai disebabkan oleh kelainan genetik, dokter akan menyarankan sister untuk menjalani pemeriksaan DNA atau tes genetik.

Sedangkan pada pencegahan preventif, sister juga dapat mengupayakan konsumsi makanan bernutrisi selama hamil, dengan memasukkan buah dan sayuran ke dalam menu makan sehari-hari. Sister juga dianjurkan untuk selalu menjaga berat badan ideal sebelum dan selama hamil guna mencegah risiko komplikasi kehamilan. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi 

  • https://www.tommys.org/baby-loss-support/miscarriage-information-and-support/recurrent-miscarriage
  • https://www.alodokter.com/ini-penyebab-keguguran-berulang-dan-cara-menghindarinya

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: bayi, hamil, ibu, Keguguran

Kenali Stimulasi Ovarium Back-to-back untuk Keberhasilan Program IVF

February 5, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Sister dan paksu sudah familiar dengan program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) ia hadir sebagai salah satu program kehamilan yang memungkinkan sperma untuk membuahi sel telur dalam sebuah tabung.  IVF bisa dibilang metode yang paling efektif ketimbang lainnya. Meski demikian, tingkat keberhasilannya bisa mencapai 30 hingga 40 persen. Adapun faktor yang membuat program ini gagal diantaranya adalah kualitas embrio. 

Melansir Journal of Assisted Reproduction and Genetics, ada beberapa parameter untuk menilai kualitas embrio, mulai dari morfologi, perkembangan, genetik, dan metabolisme. Embrio yang tidak dapat ditanam setelah dipindahkan ke rahim adalah penyebab kegagalan yang paling umum. Biasanya, embrio tersebut cacat sehingga tidak mampu berkembang di dalam rahim. MDG kali ini akan membahas salah satu metode yang dapat dipertimbangkan untuk mengurangi kegagalan IVF.

Stimulasi Ovarium Back-to-back pada IVF

Salah satu strategi yang bisa meningkatkan peluang keberhasilan adalah stimulasi ovarium back-to-back, di mana stimulasi dilakukan berturut-turut dalam beberapa siklus. Metode ini bisa meningkatkan jumlah blastokista yang tersedia untuk transfer atau biopsi, memberi peluang lebih besar untuk menemukan embrio terbaik. Tapi, penting juga untuk diingat bahwa jumlah embrio yang banyak bukan satu-satunya faktor keberhasilan kualitas embrio dan kondisi rahim juga sangat berperan.

Siklus IVF back-to-back menawarkan beberapa manfaat potensial, termasuk tingkat kehamilan yang lebih tinggi, biaya yang lebih rendah, dan lebih sedikit stres emosional. Namun, ada juga beberapa risiko dan pertimbangan yang perlu diperhatikan. Penting untuk berbicara dengan dokter kesuburan Anda tentang risiko dan manfaat IVF back-to-back sebelum membuat keputusan.

Risiko dan Pertimbangan Siklus IVF Berturut-turut

Meskipun siklus IVF berturut-turut menawarkan beberapa manfaat potensial, penting untuk menyadari risiko dan pertimbangannya:

Diantaranya adalah terlalu merangsang ovarium: Obat-obatan IVF dapat terlalu merangsang ovarium, yang dapat menyebabkan ovarian hyperstimulation syndrome (OHSS). OHSS adalah kondisi serius yang memerlukan rawat inap.

Juga ada potensi kehamilan ganda, melalui siklus IVF berturut-turut dapat meningkatkan risiko kehamilan ganda. Kehamilan ganda membawa sejumlah risiko, termasuk kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah.

Biaya: IVF adalah proses yang mahal, bahkan dengan diskon untuk beberapa siklus. Pasangan harus mempertimbangkan dengan saksama situasi keuangan mereka sebelum memutuskan untuk melakukan siklus IVF berturut-turut.

Apakah IVF back-to-back tepat untuk dilakukan? hasilnya adalah baik atau tidak bergantung pada sejumlah faktor, termasuk usia, kesehatan, dan situasi keuangan. Penting untuk berbicara dengan dokter kesuburan Anda tentang risiko dan manfaat IVF back-to-back sebelum membuat keputusan.

Referensi

  • Harrison, C., Boivin, J., & Gameiro, S. (2022). Talking about possible IVF/ICSI failure and need for multiple cycles in treatment planning: qualitative investigation of multi-cycle planning and its acceptability to patients and staff. Human Reproduction, 37(3), 488-498.
  • https://www.halodoc.com/artikel/6-hal-yang-sebabkan-program-bayi-tabung-gagal?srsltid=AfmBOopXkAWXZCBIPTfCQNb7OuvoWnzKyubRMUm7IjbgLsuA5o2ienG5
  • https://www.indiaivf.in/blog/back-to-back-ivf-cycles-benefits-considerations/?srsltid=AfmBOopCbnFIcAA_0W7T1II1B31gXIbeNK24RIOIb11KQ1sNm7koF-62

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: IVF, Keguguran, program hamil

  • « Go to Previous Page
  • Page 1
  • Page 2
  • Page 3
  • Page 4
  • Page 5
  • Go to Next Page »

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Stres, Hormon, dan Infertilitas: Ketika Pikiran dan Tubuh Saling Mempengaruhi Kesuburan
  • Faktor Sederhana yang Ternyata Bisa Mempengaruhi Kesuburan
  • Nyeri Saat Berhubungan pada Endometriosis: Kenapa Banyak yang Diam dan Tidak Tahu Harus Ke Mana
  • Antioksidan Tidak Selalu Aman: Ketika “Terlalu Sehat” Justru Mengganggu Kesuburan
  • Stres Oksidatif dan Kualitas Sperma: Peran Telomer yang Jarang Dibahas dalam Infertilitas

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.