• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

embrio

Probiotik Sebelum Transfer Embrio: Apakah Bisa Meningkatkan Keberhasilan Kehamilan?

April 22, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Penanganan infertilitas terus mengalami perkembangan pesat. Salah satu pendekatan yang kini mulai menarik perhatian adalah penggunaan probiotik vagina sebelum prosedur transfer embrio (ET/embrio transfer). Probiotik diyakini mampu memperbaiki keseimbangan mikrobiota di area vagina, yang mungkin berdampak positif terhadap keberhasilan implantasi embrio. Tapi, seberapa besar dampaknya terhadap peluang kehamilan? MDG akan membahas lebih lanjut, baca sampai akhir ya!

Apa Peran Probiotik dalam Program Kehamilan?

Probiotik dikenal sebagai bakteri “baik” yang bisa memberikan manfaat untuk kesehatan tubuh, termasuk dalam kesehatan reproduksi. Salah satu jenis probiotik yang penting adalah Lactobacillus, yaitu bakteri yang secara alami hidup di vagina dan rongga rahim (endometrium).

Nah, Lactobacillus ini tidak sekadar “numpang lewat”. Ia bekerja menjaga keseimbangan lingkungan di area kewanitaan dengan memproduksi zat seperti asam laktat, hidrogen peroksida, dan bakteriosin. Zat-zat ini membantu menjaga pH vagina tetap rendah (kurang dari 4,5), sehingga menghambat pertumbuhan kuman jahat. 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kondisi rahim dan vagina yang didominasi oleh Lactobacillus berhubungan dengan tingkat keberhasilan kehamilan yang lebih tinggi, terutama pada program bayi tabung (IVF). 

Sebaliknya, jika mikrobioma di rahim didominasi oleh bakteri lain yang tidak menguntungkan, peluang kehamilan cenderung lebih rendah, bahkan bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur. Bahkan Salah satu studi menunjukkan bahwa setelah enam bulan konsumsi probiotik oral tertentu (Ligilactobacillus salivarius), sekitar 56% wanita dengan masalah kesuburan akhirnya bisa hamil. 

Apakah Probiotik Bisa Benar-benar Membantu Implantasi?

Para peneliti menduga bahwa suplementasi probiotik bisa membantu keberhasilan implantasi yaitu proses menempelnya embrio di dinding rahim. Tapi agar efeknya terasa, durasi pemberiannya juga penting. Beberapa studi menyarankan minimal enam hari pemberian probiotik vagina untuk memberi waktu bakteri baik menetap dan bekerja, bahkan bisa berpindah ke rahim.

Namun, jika hanya diberikan selama tiga hari belum tentu memberikan efek apa-apa. Selain itu, prosedur lain dalam siklus IVF seperti pencucian vagina dengan cairan garam atau stimulasi hormon juga bisa memengaruhi keseimbangan bakteri baik, bahkan mungkin mengganggu lingkungan rahim yang sudah optimal.

Meski demikian tentu saja sister dan paksu harus berkonsultasi dengan dokter dan disesuaikan dengan kebutuhan. Karena pendekatan terapi probiotik yang dipersonalisasi bisa menjadi strategi baru yang menjanjikan dalam meningkatkan keberhasilan program bayi tabung. Untuk informasi menarik lainnya follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Maleki-Hajiagha, A., Karimi, R., Abbasi, S., Emami, N., & Amidi, F. (2025). Vaginal probiotics as therapeutic adjuncts for improving embryo transfer success rates: a systematic review and meta-analysis. BMC Pregnancy and Childbirth, 25(1), 262.
  • https://www.alomedika.com/probiotik-untuk-bv#:~:text=Probiotik%20berfungsi%20menjaga%20stabilitas%20flora,vaginosis%20dan%20memperlambat%20terjadinya%20relapse.
  • Thanaboonyawat, I., Pothisan, S., Petyim, S., & Laokirkkiat, P. (2023). Pregnancy outcomes after vaginal probiotic supplementation before frozen embryo transfer: A randomized controlled study. Scientific Reports, 13(1), 11892.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: embrio, laki-laki, perempuan, probiotik

Kiat Optimalisasi Program IVF: Dari Protokol Stimulasi Hingga Embrio Transfer

April 20, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Surabaya, 19 April 2025 – Setelah sukses menggelar Fertility Bootcamp perdana bersama Sunfert Malaysia di penghujung tahun 2024, komunitas Menuju Dua Garis (MDG) kembali menghadirkan program edukasi lanjutan bertajuk “Kiat Optimalisasi Program IVF: Dari Protokol Stimulasi Hingga Embrio Transfer”. Acara ini kembali menggandeng Sunfert Malaysia dan menghadirkan pakar fertilitas terkemuka, Dr. Lim Lei Jun, serta dua Pejuang Dua Garis (PDG) inspiratif Indah dan Chandra yang menerima program IVF gratis dari Sunfert.

Dalam sesi ini, lebih dari 80 peserta yang terdiri dari sister dan paksu bergabung secara daring melalui Zoom untuk menyimak pemaparan mendalam seputar proses IVF. Acara dibuka dengan video apresiasi dari MDG, dilanjutkan sambutan hangat dari pendiri MDG, Mizz Rosie, yang menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota komunitas yang telah membersamai perjuangan panjang dalam mendapatkan buah hati.

Dr. Lim Lei Jun memaparkan secara detail tahapan IVF, mulai dari stimulasi ovarium, jenis-jenis hormon yang digunakan, hingga proses transfer embrio. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang personalized dalam pemberian obat, disesuaikan dengan kondisi medis masing-masing pasien. Salah satu contoh nyata adalah pengalaman Indah yang mendapatkan tambahan suntikan Cetrotide untuk mencegah pematangan dini sel telur. Dalam kesempatan ini, Dr. Lim juga menjelaskan bahwa transfer embrio pada tahap blastokista yakni pada hari ke-5 hingga ke-6 pasca pembuahan, memiliki peluang keberhasilan yang lebih tinggi dibanding transfer pada tahap sebelumnya.

Kisah sukses Indah dan Chandra yang berhasil memperoleh 10 blastokista pada siklus IVF pertama mereka menjadi sorotan inspiratif dalam acara ini. Kehadiran mereka memberikan semangat baru bagi para PDG lainnya untuk terus berjuang.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Pertanyaan yang diajukan pun sangat personal dan mendalam, seperti:

  • “Untuk kondisi very low AMH dan saat USG transv hanya terlihat dua sel telur, apakah prosedur IVF tetap bisa dilanjutkan atau menunggu hingga jumlah sel telur bertambah?”

  • “Apakah program IVF berisiko menyebabkan OHSS? Saya baru selesai IVF dan sebelum OPU, kadar estradiol saya mencapai 6000-an sehingga tidak bisa melakukan fresh transfer.”

MDG merasa terharu melihat semangat juang para PDG yang telah melalui berbagai tahap hingga ke proses IVF. Melalui acara ini, MDG berharap dapat menjadi sumber informasi yang dapat diandalkan, sekaligus ruang dukungan emosional bagi para pejuang dua garis di seluruh Indonesia.

Untuk informasi dan edukasi seputar fertilitas lainnya, jangan lupa untuk mengikuti akun Instagram @menujuduagaris.id agar tidak ketinggalan berbagai program dan acara menarik lainnya.

Sampai jumpa di forum selanjutnya!

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: embrio, infertilitas, IVF, MDG, menuju dua garis, PDG, pejuang dua garis, sunfert

Memilih Embrio Berkualitas untuk Keberhasilan Program Bayi Tabung

March 6, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

 

Saat menjalani program bayi tabung, memilih embrio yang berkualitas baik adalah kunci utama untuk meningkatkan peluang kehamilan. Tapi, bagaimana cara memilih embrio yang terbaik? Nah, sister dan paksu, dari banyaknya teknik yang ada, kali ini kenalan yuk sama teknik baru, dimana ada penelitian terbaru yang mengungkap faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan kehamilan dalam satu siklus transfer menggunakan teknik Single Vitrified-Warmed Blastocyst Transfer (VBT). Yuk, kita bahas lebih lanjut!

Apa Itu VBT dan Kenapa Penting?

Single Vitrified-Warmed Blastocyst Transfer (VBT) atau transfer blastokista vitrifikasi-hangat adalah proses di mana embrio yang telah dibekukan (vitrifikasi) dipanaskan kembali sebelum ditanamkan ke dalam rahim. Proses ini memungkinkan dokter untuk memilih embrio yang paling potensial untuk berkembang menjadi kehamilan yang sehat. Meski begitu tentu teknik ini ga akan berhasil jika tidak mempertimbangkan faktor-faktor tertentu. 

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Kehamilan

Mengapa VBT dapat meningkatkan tingkat keberhasilan IVF? Tentu saja, ada beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan, di antaranya:

  1. Tingkat Ekspansi Blastocoel
    Semakin besar tingkat ekspansi blastocoel sebelum pembekuan, semakin tinggi peluang kehamilan.
  2. Kualitas Inner Cell Mass (ICM) Setelah Pemanasan
    Embrio dengan ICM berkualitas lebih baik setelah pemanasan memiliki peluang kehamilan yang lebih tinggi.
  3. Hari Ke-5 vs Hari Ke-6
    Embrio yang berkembang pada hari ke-5 lebih disarankan karena peluang keberhasilannya lebih tinggi dibandingkan hari ke-6.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan peluang kehamilan yang sukses, beberapa faktor yang harus diperhatikan saat memilih blastokista yang telah dibekukan adalah:

  • Pilih blastokista dengan tingkat ekspansi blastocoel yang lebih tinggi sebelum pembekuan.
  • Pastikan kualitas ICM tetap baik setelah proses pemanasan.
  • Jika memungkinkan, prioritaskan blastokista yang berkembang pada hari ke-5.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, harapannya program bayi tabung bisa memberikan hasil yang lebih optimal. Semoga bermanfaat, sister! informasi menarik lainnya dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Kim, H. J., Park, J. K., Eum, J. H., Song, H., Lee, W. S., & Lyu, S. W. (2021). Embryo selection based on morphological parameters in a single vitrified-warmed blastocyst transfer cycle. Reproductive Sciences, 28, 1060-1068.
  • https://www.volusonclub.net/empowered-womens-health/3-factors-that-may-affect-the-success-of-an-embryo-transfer/

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: embrio, IVF, Single Vitrified-Warmed Blastocyst Transfer

Multinukleasi pada Embrio: Pengaruhnya terhadap Keberhasilan IVF-ET dan Kehamilan Klinis

March 5, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Sister, pernah dengar tentang embrio yang punya lebih dari satu inti sel alias multinukleasi? Nah, MDG dalam artikel kali ini mau ngulik lebih dalam apakah fenomena ini berpengaruh terhadap perkembangan embrio dan peluang keberhasilan kehamilan klinis. Yuk, kita bahas!

Kenapa Multinukleasi Itu Penting?

Sister pasti sudah tahu bahwa dalam dunia bayi tabung alias in vitro fertilization-embryo transfer (IVF-ET), kualitas embrio yang ditransfer itu punya peran besar dalam keberhasilan program. Semakin bagus kualitasnya, semakin tinggi peluang implantasi dan kehamilan klinis. Biasanya, dokter menilai embrio berdasarkan tahap perkembangan, tingkat fragmentasi, dan simetris atau tidaknya sel-selnya. Tapi nih, satu hal yang sering luput dari perhatian adalah kondisi inti selnya apakah normal (satu inti) atau malah ada lebih dari satu inti (multinukleasi)? Yuk pahami lebih lanjut! 

Apa Kata Penelitian?

Penelitian ini menemukan bahwa kalau lebih dari 50% embrio yang ditransfer punya blastomer multinukleasi, angka implantasi, kehamilan klinis, maka hal ini akan memperlihatkan prediksi kelahiran hidup jadi lebih rendah dibandingkan embrio dengan inti sel normal. Jadi, jelas ya, multinukleasi ini bukan hal sepele. Karena kehadirannya bisa jadi tanda embrio punya potensi perkembangan yang lebih rendah. Trus kapan bisa mengecek kalau embrio ini multinukleasi?

Nah embrio disebut multinukleus jika lebih dari satu nukleus dapat terlihat dalam setiap sel pada hari ke-2 atau ke-3. Setelah hari ke-3, sangat sulit untuk mengidentifikasi keberadaan multinukleus. Sebagian besar embrio multinukleus telah terbukti memiliki kelainan kromosom.

Namun, terkadang embrio berinti banyak tertanam dan menghasilkan kehamilan yang sehat serta kelahiran bayi yang normal. Embrio ini umumnya hanya ditransfer ke rahim jika hanya embrio tersebut yang tersedia.

Apa Kaitannya dengan Induksi Ovulasi?

Ternyata, multinukleasi ini sering muncul pada siklus yang punya respons lebih agresif terhadap terapi gonadotropin. Beberapa faktor yang ditemukan dalam siklus dengan embrio multinukleasi adalah:

  • Kadar estrogen (E2) lebih tinggi saat pemberian hCG.
  • Jumlah folikel lebih banyak pada hari pemberian hCG.
  • Jumlah oosit yang diambil lebih banyak.
  • Tingkat fertilisasi lebih tinggi.
  • Jumlah embrio yang ditransfer lebih banyak.

Artinya, respons ovarium yang terlalu agresif bisa meningkatkan risiko munculnya embrio multinukleasi. Ini jadi pertimbangan penting buat paksu dan sister yang lagi menjalani program bayi tabung!

Yang lebih menarik, kalau dalam satu siklus ada embrio multinukleasi (meskipun tidak ditransfer), saudara kembarnya alias sibling embryo ternyata juga cenderung punya potensi perkembangan yang lebih rendah. Ini makin menguatkan bahwa multinukleasi itu memang bukan tanda yang baik dalam perkembangan embrio.

Evaluasi status inti sel dengan mikroskop cahaya sederhana bisa jadi alat prediksi yang berguna untuk menilai kapasitas perkembangan embrio. Jadi, dalam pemilihan embrio untuk transfer, nggak cukup hanya lihat bentuk luar saja, tapi juga harus perhatiin ada atau nggaknya multinukleasi. Selain itu, perlu lebih berhati-hati dalam pemberian terapi gonadotropin agar respons ovarium tetap optimal dan nggak berlebihan.

So, sister dan paksu yang lagi berjuang dalam program bayi tabung, yuk lebih aware sama kualitas embrio! Jangan ragu diskusi sama dokter soal ini ya. Semoga programnya lancar dan segera dapat garis dua. Semangat! Untuk informasi menarik lainnya sister dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Jackson, K. V., Ginsburg, E. S., Hornstein, M. D., Rein, M. S., & Clarke, R. N. (1998). Multinucleation in normally fertilized embryos is associated with an accelerated ovulation induction response and lower implantation and pregnancy rates in in vitro fertilization-embryo transfer cycles. Fertility and sterility, 70(1), 60-66.
  • https://www.advancedfertility.com/fertility-gallery/embryo-quality
  • https://fertilitysolutions.com.au/multinucleated-embryos/

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: berhasil, embrio, gagal karena apa?, IVF

Sister, Yuk Kenali Pengaruh Single-step dan Sequential Embryo Culture Systems pada Kehamilan!

March 4, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Sister, kalau sedang menjalani program bayi tabung atau tertarik dengan teknologi reproduksi berbantuan (TRB), pasti pernah dengar tentang media kultur embrio, kan? Nah, media kultur ini ternyata punya pengaruh, lho, terhadap hasil kehamilan dan kesehatan bayi! Yuk, kita bahas lebih dalam!

Media Kultur Langkah Single-step atau Tunggal vs. Sequential atau Berurutan

Dalam TRB, ada dua jenis media kultur yang biasa digunakan, yaitu langkah tunggal dan berurutan. Perbedaannya apa, sih?

  • Media Kultur Langkah Tunggal → Embrio dibiakkan dalam satu jenis media yang sama dari awal hingga siap untuk ditransfer.
  • Media Kultur Berurutan → Embrio dipindahkan ke media yang berbeda sesuai dengan tahap perkembangannya.

Tapi, apakah pilihan media ini berpengaruh pada hasil kehamilan? Let’s find out!

Apa Pengaruhnya terhadap Kehamilan dan Bayi?

Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang dikandung dengan embrio dari media kultur langkah tunggal memiliki kemungkinan lebih besar untuk lahir dengan ukuran lebih besar atau large-for-gestational-age (LGA) dibandingkan dengan media kultur berurutan.

Tapi, sister nggak perlu khawatir berlebihan! Soalnya, tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam aspek lain seperti:  Kelainan plasenta, Hipertensi akibat kehamilan, Diabetes gestasional, Prematuritas, Berat badan lahir rendah

Kenapa Bisa Terjadi?

Karena ada banyak faktor yang bisa jadi menjadi salah satu faktor diantaranya adalah:

  • Komposisi nutrisi dalam media kultur
  • Pengaruh lingkungan kultur terhadap perkembangan embrio
  • Faktor metabolisme embrio yang berbeda dalam setiap media

Jadi, Mana yang Lebih Baik?

Sebenarnya, setiap metode punya kelebihan dan kekurangan. Media kultur langkah tunggal menjadi lebih praktis karena embrio tetap dalam satu lingkungan yang stabil. Sedangkan media kultur berurutan lebih menyerupai kondisi alami rahim.

Untuk sister yang sedang menjalani program bayi tabung, konsultasikan dulu dengan dokter spesialis agar bisa memilih metode yang paling sesuai dengan kondisi tubuh dan kebutuhan!

Setidaknya dengan memahami teknologi reproduksi berbantuan itu penting banget supaya sister dan paksu bisa mengambil keputusan yang tepat. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kesuburan agar mendapatkan hasil terbaik. Informasi menarik lainnya bisa sister dan paksu temukan di @menujuduagaris.id

Referensi

  • Sacha, C. R., Gopal, D., Liu, C. L., Cabral, H. R., Stern, J. E., Carusi, D. A., … & Bormann, C. L. (2022). The impact of single-step and sequential embryo culture systems on obstetric and perinatal outcomes in singleton pregnancies: the Massachusetts Outcomes Study of Assisted Reproductive Technology. Fertility and sterility, 117(6), 1246-1254.
  • https://txfertility.com/in-vitro-fertilization-ivf/embryo-culture/

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: embrio, IVF, reproduksi, single step

  • « Go to Previous Page
  • Page 1
  • Page 2

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Endometriosis dan Infeksi Panggul Ternyata Ada Hubungan Lho!
  • Yoga untuk PCOS: Tunggu Dulu yuk Cari Tau Bagaimana Bukti Ilmiah yang Lebih Dalam dari Sekadar Relaksasi
  • Diet dan Endometriosis: Apa yang Kita Makan Ternyata Ikut “Bicara” di Dalam Tubuh
  • Low-FODMAP Diet dan Endometriosis: Cara “Menjinakkan” Gejala Usus yang Sering Ikut Datang
  • Terlihat Sehat Tapi Peluang Hamil Bisa Menurun Ini Penjelasan Ilmiahnya

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.