• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

kesuburan

THL vs HSG: Mana yang Lebih Efektif dan Efisien untuk Pemeriksaan Kesuburan?

August 17, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Bagi pasangan yang sedang menjalani program hamil, pemeriksaan kesuburan merupakan langkah penting. Salah satu hal yang diperiksa adalah tuba falopi (apakah saluran indung telur tersumbat atau tidak), karena gangguan pada tuba menjadi penyebab umum sulit hamil.

Selama ini, pemeriksaan yang paling sering digunakan adalah Hysterosalpingography (HSG). Namun, ada metode lain yang semakin dilirik, yaitu Transvaginal Hydrolaparoscopy (THL). Pertanyaannya, mana yang lebih efektif dan efisien?

Apa itu HSG dan THL?

HSG adalah pemeriksaan menggunakan sinar-X dengan bantuan cairan kontras untuk melihat kondisi rahim dan saluran tuba. Prosedur ini sudah lama dipakai, tapi bisa menimbulkan rasa nyeri dan risiko paparan radiasi. Sedangkan THL adalah prosedur minimal invasif yang dilakukan dengan memasukkan kamera kecil melalui vagina ke arah rongga panggul, sehingga bisa melihat langsung kondisi saluran tuba, rahim, dan organ reproduksi lainnya.

Keduanya Aman, Namun Pendekatannya Berbeda.

Kalau dibandingkan dengan HSG, peluang hamil setelah pemeriksaan ternyata sama aja. Bedanya, THL justru lebih hemat di kantong. Kok bisa? Karena pasien yang pakai HSG seringkali butuh pemeriksaan tambahan, sementara THL biasanya cukup sekali jalan. Jadi, kalau ngomongin efisiensi, THL bisa dibilang pilihan yang lebih ramah buat promil bareng paksu.

Apa Artinya untuk Pasangan yang Ingin Punya Anak?

THL bisa menjadi pilihan yang lebih efisien dalam pemeriksaan kesuburan, terutama bagi pasangan dengan risiko rendah adanya sumbatan tuba. Namun, perlu dicatat bahwa tentu Masih dibutuhkan riset tambahan untuk melihat faktor lain, seperti kenyamanan pasien dan penerimaan prosedur.

Baik HSG maupun THL sama-sama dapat memberikan gambaran kondisi saluran tuba. Tapi dari sisi biaya keseluruhan dan hasil kehamilan, THL cenderung lebih unggul.
Meski begitu, setiap pasien punya kondisi berbeda. Karena itu, diskusi dengan dokter kandungan adalah langkah terbaik untuk menentukan pemeriksaan mana yang paling sesuai.

Buat sister dan paksu yang lagi berjuang menuju dua garis, ingat bahwa setiap perjalanan promil itu unik. Baik HSG maupun THL punya kelebihan masing-masing, dan yang terpenting adalah menemukan metode yang paling pas dengan kondisi kalian. Jadi, jangan ragu buat ngobrol terbuka dengan dokter, tanyakan opsi terbaik, dan pilih jalan yang bikin sister dan paksu merasa lebih tenang. Karena pada akhirnya, tujuan kita sama: menghadirkan kebahagiaan kecil di tengah keluarga. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujudagaris.id

Referensi

  • Van Kessel, M. A., Pham, C. T., Tros, R., Oosterhuis, G. J. E., Kuchenbecker, W. K. H., Bongers, M. Y., … & Koks, C. A. M. (2022). The cost-effectiveness of transvaginal hydrolaparoscopy versus hysterosalpingography in the work-up for subfertility. Human Reproduction, 37(12), 2768-2776.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: efesien, HSG, kesuburan, THL

Memahami PCOS Penyakit Endokrin Kompleks yang Memengaruhi Kesuburan Wanita

August 13, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) menjadi salah satu gangguan endokrin dan metabolik yang paling umum, memengaruhi sekitar 6–20% wanita usia reproduktif. Gejalanya biasanya sudah mulai terlihat sejak masa pubertas. Karena melibatkan kombinasi tanda dan gejala yang beragam, PCOS dikenal sebagai gangguan yang heterogen, mengapa begitu? yuk pahami lebih lanjut!

Kriteria Diagnosis Untuk PCOS

Kriteria yang paling sering digunakan adalah Rotterdam Criteria, yang menetapkan diagnosis PCOS jika terdapat minimal dua dari tiga kondisi berikut:

  1. Hiperandrogenisme (peningkatan hormon androgen, ditandai dengan jerawat, pertumbuhan rambut berlebih, atau rambut rontok).
  2. Oligo- atau anovulasi (menstruasi jarang atau tidak terjadi).
  3. Ovarium polikistik (terlihat banyak folikel kecil pada pemeriksaan USG).

Ketidakseimbangan hormon yang berlangsung lama dapat memicu pembentukan banyak folikel antral kecil, siklus menstruasi yang tidak teratur, dan pada akhirnya mengakibatkan infertilitas.

Dampak Kesehatan yang Terkait PCOS

PCOS tidak hanya berdampak pada kesuburan. Kondisi ini juga berkaitan dengan: Resistensi insulin dan diabetes, penyakit kardiovaskular, obesitas abdominal, gangguan psikologis dan kanker tertentu.

Semua faktor ini saling terkait. Misalnya, hiperandrogenisme dapat memicu resistensi insulin dan hiperglikemia, yang kemudian meningkatkan pembentukan reactive oxygen species (ROS) dan stres oksidatif. Akibatnya, peradangan kronis, resistensi insulin, dan kadar androgen yang tinggi semakin memburuk.

Peran AGEs, Inflamasi, dan Stres Oksidatif

Tingginya Advanced Glycation End Products (AGEs), baik yang dihasilkan tubuh maupun dari makanan dapat memperparah gejala PCOS dan mengganggu fungsi ovarium. Inflamasi tingkat rendah yang berlangsung lama dan stres oksidatif berperan penting dalam memperburuk kondisi ini.

Meski penyebab pasti PCOS belum diketahui, kombinasi faktor genetik dan lingkungan dianggap berperan besar. Beberapa faktor yang diduga memengaruhi:

  • Paparan prenatal terhadap hormon AMH, androgen berlebih, atau zat toksik seperti bisphenol-A dan endocrine disruptors.
  • Gaya hidup: kurang aktivitas fisik dan pola makan tidak sehat dapat mempercepat progresi PCOS.

  • Penggunaan obat tertentu, termasuk antiepilepsi dan obat psikiatri, dapat memicu perkembangan PCOS.

Pendekatan Terapi PCOS

  • Metformin: efektif membantu memperbaiki fungsi endokrin dan ovarium, terutama pada pasien dengan resistensi insulin.

  • Antiandrogen: memulai terapi ini pada usia ≤ 25 tahun dapat meningkatkan peluang terjadinya konsepsi spontan.

  • Kisspeptin & KNDy neurons: berperan dalam mengatur pelepasan GnRH secara pulsatif, yang penting untuk proses ovulasi.

PCOS adalah gangguan kompleks dengan interaksi antara hormon, metabolisme, genetika, dan lingkungan. Penanganannya memerlukan pendekatan holistik yang mencakup modifikasi gaya hidup, terapi medis, serta pemantauan jangka panjang untuk mencegah komplikasi. Untuk itu sister tetap harus melakukan konsultasi dengan dokter ya, Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Siddiqui, S., Mateen, S., Ahmad, R., & Moin, S. (2022). A brief insight into the etiology, genetics, and immunology of polycystic ovarian syndrome (PCOS). Journal of assisted reproduction and genetics, 39(11), 2439-2473.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: infertilitas, kesuburan, kompleks, laki-laki, PCOS, perempuan

Bentuk Rahim Bisa Beda, dan Itu Bisa Pengaruhi Kesuburan

August 4, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

 

“Kok belum hamil-hamil, padahal haid lancar dan hasil lab bagus?”
Kadang jawabannya bukan di hormon atau sel telur tapi bisa jadi dari bentuk rahim. Banyak perempuan nggak menyadari kalau mereka punya anomali rahim alias kelainan bentuk rahim bawaan yang bisa menghambat kehamilan. Misalnya rahim terbagi dua (septate), rahim ganda (didelphys), atau rahim dengan bentuk tidak normal lainnya.

Masalahnya, kondisi ini sering luput terdeteksi karena gejalanya minim dan pemeriksaannya belum jadi standar di banyak tempat. Padahal, anomali rahim termasuk salah satu penyebab infertilitas yang bisa diatasi kalau dideteksi sejak awal.

Kenapa Sering Terlewat?

Sebelumnya, proses diagnosis anomali rahim masih punya banyak celah mulai dari klasifikasi bentuk rahim yang kurang jelas, Metode pemeriksaan yang bervariasi dan alat yang digunakan tidak selalu akurat

Karena itu, sering terjadi salah diagnosis baik overdiagnosis, underdiagnosis, maupun misdiagnosis. Dan ini berpengaruh langsung pada strategi program hamil.

Rekomendasi Pemeriksaan yang Lebih Akurat

Kini, sudah ada pendekatan yang lebih sistematis dan disepakati secara luas. Panduan ini menekankan pentingnya memilih jenis pemeriksaan berdasarkan kondisi pasien:

  1. Untuk perempuan tanpa keluhan: Pemeriksaan awal cukup dengan USG 2D dan pemeriksaan ginekologi rutin.
  2. Untuk yang punya riwayat infertilitas, keguguran berulang, atau menstruasi yang tidak normal: USG 3D direkomendasikan karena bisa menampilkan bentuk rahim secara lebih detail dan akurat.
  3. Untuk kasus yang kompleks atau hasil yang belum jelas: MRI dan endoskopi (seperti histeroskopi atau laparoskopi) digunakan untuk memastikan diagnosis.
  4. Untuk remaja yang sejak awal mengalami gejala mencurigakan: Disarankan kombinasi USG 2D, USG 3D, MRI, dan pemeriksaan endoskopi.

Cara Mengukur Bentuk Rahim dengan Benar

Salah satu penilaian penting dalam mendeteksi kelainan rahim adalah mengukur ketebalan dinding rahim. Titik ukurnya dihitung dari garis antara dua saluran tuba (interostial line) ke dinding luar rahim, dalam potongan gambar dari arah depan (koronal). Jika gambar ini tidak tersedia, bisa digunakan rata-rata ketebalan dinding depan dan belakang dari arah longitudinal.

Kenapa Ini Penting untuk Program Hamil

Beberapa bentuk rahim, seperti rahim septate, memang bisa diatasi lewat tindakan bedah kecil yang memperbaiki bentuk rahim dan secara signifikan meningkatkan peluang hamil. Tapi itu hanya bisa dilakukan kalau diagnosisnya tepat. Karena itu, deteksi anomali rahim tidak boleh diabaikan dalam evaluasi awal infertilitas.

Tidak semua masalah kesuburan berasal dari hormon atau sperma. Struktur rahim juga memegang peran penting dalam keberhasilan kehamilan. Deteksi dini kelainan bentuk rahim bisa jadi kunci penting dalam program hamil, terutama bagi pasangan yang sudah lama menunggu tanpa hasil yang jelas. Jadi jangan sampai luput dan lakukan pemeriksaan untuk kasus ini ya sister! informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi:
Grigoris F. Grimbizis, Attilio Di Spiezio Sardo, Sotirios H. Saravelos, Stephan Gordts, Caterina Exacoustos, Dominique Van Schoubroeck, Carmina Bermejo, Nazar N. Amso, Geeta Nargund, Dirk Timmerman, Apostolos Athanasiadis, Sara Brucker, Carlo De Angelis, Marco Gergolet, Tin Chiu Li, Vasilios Tanos, Basil Tarlatzis, Roy Farquharson, Luca Gianaroli, Rudi Campo, The Thessaloniki ESHRE/ESGE consensus on diagnosis of female genital anomalies, Human Reproduction, Volume 31, Issue 1, January 2016, Pages 2–7, https://doi.org/10.1093/humrep/dev264

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: infertilitas, kesuburan, perempuan, rahim

Junk Food dan Sperma: Makanan Enak yang Bisa Jadi Musuh Kesuburan Pria

July 29, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Siapa sih yang nggak suka gorengan renyah, ayam krispi, atau camilan instan serba gurih? Rasanya bikin nagih, apalagi kalau sedang stres atau butuh comfort food. Tapi, tahukah kamu kalau kebiasaan mengonsumsi junk food bisa diam-diam mengganggu kualitas sperma?

Makanan cepat saji, minuman manis, dan makanan tinggi lemak trans memang enak di lidah, tapi efeknya bisa jadi bencana bagi kesehatan reproduksi pria. Dalam beberapa penelitian, pola makan tinggi junk food dikaitkan dengan penurunan jumlah, motilitas, bahkan bentuk sperma yang sehat.

Lho, kok bisa? Yuk, kita bahas lebih lanjut bagaimana “makanan enak” ini bisa jadi musuh dalam selimut bagi kesuburan pria.

Junk Food dan Sperma

Junk food sendiri merupakan makanan cepat saji yang tinggi lemak jenuh, gula, dan garam, tapi rendah nutrisi penting seperti protein, serat, vitamin, dan mineral. Makanan seperti sereal manis, gorengan, makanan yang dibakar terlalu lama, keripik kentang, serta roti dan kue tinggi gula dan lemak termasuk dalam kategori ini. Konsumsi junk food secara berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan, seperti merusak gigi akibat interaksi gula dan bakteri di mulut, menyebabkan gangguan liver karena penumpukan lemak jenuh, serta meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan gangguan ginjal akibat tingginya kadar garam yang masuk ke tubuh.

Dalam sebuah studi dari Amerika, peneliti menganalisis pola makan para pria dan membandingkannya dengan kualitas sperma mereka. Hasilnya cukup jelas: pria yang rutin mengonsumsi makanan sehat seperti sayur, buah, dan biji-bijian cenderung punya sperma yang lebih baik. Sementara mereka yang sering makan junk food seperti kentang goreng dan makanan olahan justru menunjukkan penurunan kualitas sperma.

Lebih lanjut lagi, peneliti menemukan bahwa pola makan ini juga bisa memengaruhi epigenetik sperma yaitu ‘catatan’ genetik yang bisa memengaruhi bagaimana gen diwariskan ke generasi berikutnya. Jadi, kalau seorang pria terbiasa makan junk food, bisa saja hal ini menambah risiko anaknya kelak mengalami masalah metabolik atau penyakit kronis.

Bukan Cuma Tentang Kamu

Yang bikin merinding, dampaknya nggak berhenti di tubuh si pria. Gaya hidup dan pola makan sekarang bisa jadi faktor yang menentukan kesehatan anak di masa depan. Jadi, promil bukan cuma urusan perempuan saja. Pria juga punya peran besar dan salah satu kuncinya adalah dari apa yang mereka konsumsi setiap hari.

Kalau sister dan paksu sedang dalam perjalanan menuju dua garis, mulailah dari hal kecil salah satunya adalah isi piringmu. Kurangi makanan cepat saji, perbanyak buah dan sayur, dan ingat kesuburan itu kerja sama dua orang, bukan satu pihak saja. Informasi menarik lainnya follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Soubry, A., Murphy, S. K., Vansant, G., He, Y., Price, T. M., & Hoyo, C. (2021). Opposing epigenetic signatures in human sperm by intake of fast food versus healthy food. Frontiers in endocrinology, 12, 625204.
  • https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-junk-food

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: Junk food, kesuburan, makanan, Musuh, Pria, sperma

Suplemen untuk Kesuburan Pria: Apakah Benar Efektif?

July 24, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Pasar suplemen untuk meningkatkan kesuburan pria semakin ramai. Mulai dari antioksidan, vitamin, hingga berbagai zat aktif lainnya ditawarkan dengan klaim mampu memperbaiki kualitas sperma. Tapi, pertanyaannya: apakah semua suplemen itu benar-benar didukung bukti ilmiah?

Fakta dan Risiko Suplemen Kesuburan Pria

Sebuah studi terbaru mengungkap fakta menarik sekaligus mengkhawatirkan tentang suplemen antioksidan yang dijual bebas untuk pria infertil. Dari hasil penelusuran di berbagai platform belanja seperti Amazon dan Google Shopping, ditemukan 34 jenis suplemen yang diklaim dapat meningkatkan kesuburan pria. Namun, ketika ditelusuri lebih lanjut, hasilnya cukup mengejutkan.

Tidak semua suplemen untuk kesuburan pria aman atau terbukti efektif. Dari 34 produk yang diteliti, hanya sebagian kecil yang pernah diuji secara ilmiah, dan lebih sedikit lagi yang memiliki hasil studi berkualitas baik. Bahkan, banyak yang belum pernah diuji sama sekali. Lebih dari itu, sebagian besar produk ternyata mengandung dosis zat aktif yang melebihi batas aman harian. Padahal, mengkonsumsi nutrisi dalam jumlah berlebihan bukan berarti lebih baik bisa jadi justru berisiko bagi kesehatan.

Ini jadi pengingat penting bahwa tidak semua suplemen di pasaran benar-benar aman atau bermanfaat. Selalu bijak sebelum membeli, dan pastikan berkonsultasi dengan tenaga medis terlebih dulu.

Penting Untuk Periksa ke Dokter

Mengapa ini menjadi penting? karena tidak dianjurkan bagi sister maupun paksu untuk sembarangan mengkonsumsi suplemen apalagi tidak teruji klinis, di lain itu sister dan paksu juga perlu mengetahui jenis suplemen apa yang sesuai? apakah kekurangan Human chorionic gonadotropin (hCG), atau Follicle-stimulating hormone (FSH) dan lain-lain. 

Jadi jangan mudah mengambil keputusan, setelah tahu diantara semua produk yang menampilkan klaim yang menjanjikan, seperti “meningkatkan kualitas sperma”, “mendukung kesuburan pria”, atau “membantu kehamilan alami”. Karena tanpa data yang kuat dari uji klinis yang terpercaya, klaim semacam ini patut dipertanyakan.

Tidak Hanya Suplemen: Ini Cara Lain Tingkatkan Kesuburan Pria

Selain mengonsumsi obat kesuburan pria yang diresepkan dokter atau menggunakan suplemen, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membantu meningkatkan kesuburan serta jumlah dan kualitas sperma. Di antaranya adalah dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, menjaga berat badan ideal sesuai indeks massa tubuh, rutin berolahraga, mengelola stres dan cukup istirahat, mencegah infeksi menular seksual dengan tidak berganti pasangan, serta menghentikan kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol. Namun perlu diingat, sebelum mengonsumsi suplemen atau obat kesuburan pria, sangat disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter spesialis andrologi agar penanganan yang diberikan sesuai dengan penyebab masalah kesuburan yang Anda alami.

Karena meski suplemen antioksidan tampak menjanjikan, penting bagi pasangan yang sedang menjalani program kehamilan untuk lebih kritis dan tidak hanya mengandalkan iklan atau testimoni semata. Konsultasi dengan dokter tetap menjadi langkah terbaik sebelum memutuskan mengkonsumsi suplemen tertentu. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi:

  • de Ligny, W. R., Fleischer, K., Grens, H., Braat, D. D., & de Bruin, J. P. (2023). The lack of evidence behind over-the-counter antioxidant supplements for male fertility patients: a scoping review. Human Reproduction Open, 2023(3), hoad020.
  • https://www.alodokter.com/hati-hati-jangan-asal-pilih-obat-kesuburan-pria#:~:text=meningkatkan%20produksi%20sperma.-,Suplemen,dan%20pasak%20bumi%20(Eurycoma%20longifola)

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: antioksidan, kesuburan, makanan bergizi, Pria, suplemen

Endometriosis Bisa Menggerus Kesuburan: Saatnya Kenal Fertility Preservation

July 15, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Buat sebagian perempuan, endometriosis bukan sekadar nyeri haid biasa. Kondisi ini bisa menyerang ovarium, bikin cadangan sel telur menipis, dan memperbesar risiko infertilitas bahkan pada usia muda. Dilain sisi sekarang sudah ada solusi yang makin dikenal dan makin realistis seperti fertility preservation atau peliharaan kesuburan. Yuk, kita bahas kenapa ini penting banget buat kamu yang punya endometriosis!

Kenapa Endometriosis Bisa Ganggu Kesuburan?

Endometriosis dengan kadar berat bisa menyebabkan kerusakan pada jaringan ovarium. Kalau sampai muncul kista di kedua ovarium (bilateral endometrioma), atau kamu pernah operasi berulang, maka risiko menurunnya cadangan sel telur (ovarian reserve) makin besar.

Bahkan tanpa operasi pun, peradangan akibat endometriosis bisa berdampak ke cadangan sel telur yang kamu punya. Kondisi ini nggak selalu langsung kelihatan, tapi bisa berujung pada:

  • Respons hormon yang makin rendah saat stimulasi IVF

  • Sulit hamil secara alami

  • Bahkan risiko menopause dini (premature ovarian failure)

Operasi Bukan Solusi Satu-Satunya (dan Bisa Berdampak ke Ovarium)

Saat kista endometriosis diangkat, cadangan sel telur juga bisa ikut terangkat. Data menunjukkan, kadar hormon AMH bisa turun hingga 30% setelah pengangkatan satu sisi endometrioma, dan sampai 44% kalau kedua sisi ovarium terlibat. Ini alasan kenapa pasien endometriosis wajib dikasih informasi soal pelestarian kesuburan sebelum tindakan apa pun dilakukan.

Apa Itu Fertility Preservation?

Fertility preservation (FP) adalah upaya menyimpan potensi kesuburan untuk masa depan. Beberapa pilihan FP antara lain:

  • Pembekuan sel telur (oocyte freezing)
    Direkomendasikan menyimpan 10–15 sel telur untuk usia ≤35 tahun, dan lebih dari 20 sel telur untuk yang >35 tahun.

  • Pembekuan embrio (kalau sudah punya pasangan atau pakai donor sperma)

  • Pembekuan jaringan ovarium (biasanya untuk kasus khusus dan bisa dilakukan sebelum terapi medis ekstrem).

Meski demikian konsultasi ke dokter kandungan yang paham masalah endometriosis dan infertilitas adalah langkah pertama. Sister bisa cek kadar AMH dan USG antral follicle count untuk tahu seberapa besar cadangan sel telur saat ini. Kalau kamu memang butuh operasi, pastikan dilakukan dengan teknik fertility-sparing alias yang meminimalkan kerusakan jaringan ovarium yang sehat.

Meski endometriosis bisa menggerus kesuburan tapi dengan persiapan dan pengetahuan yang tepat, sister tetap punya kendali atas pilihan reproduksimu. Informasi menarik lainnya jangan lupa follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Carrillo, L., Seidman, D. S., Cittadini, E., & Meirow, D. (2016). The role of fertility preservation in patients with endometriosis. Journal of assisted reproduction and genetics, 33(3), 317-323.
  • Rangi, S., Hur, C., Richards, E., & Falcone, T. (2023). Fertility preservation in women with endometriosis. Journal of Clinical Medicine, 12(13), 4331.

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: fertilitas, kesuburan, nyeri haid, preservation

  • « Go to Previous Page
  • Page 1
  • Page 2
  • Page 3
  • Page 4
  • Page 5
  • Page 6
  • Go to Next Page »

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Stres, Hormon, dan Infertilitas: Ketika Pikiran dan Tubuh Saling Mempengaruhi Kesuburan
  • Faktor Sederhana yang Ternyata Bisa Mempengaruhi Kesuburan
  • Nyeri Saat Berhubungan pada Endometriosis: Kenapa Banyak yang Diam dan Tidak Tahu Harus Ke Mana
  • Antioksidan Tidak Selalu Aman: Ketika “Terlalu Sehat” Justru Mengganggu Kesuburan
  • Stres Oksidatif dan Kualitas Sperma: Peran Telomer yang Jarang Dibahas dalam Infertilitas

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.