• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

reproduksi

Yuk Pahami Infertilitas Dilihat dari Sisi Faktor Anatomi

March 9, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

 

Sister, memang banyak penyebab infertilitas, seperti yang sister tau bahkan dari jenis saja ada primer skunder atau yang tidak dapat dijelaskan, MDG kali ini ngin membahas lebih lanjut mana sih infertilitas yang dapat dilihat dari segi anatomi tubuh. Nah, yuk kita bahas lebih lanjut!

Infertilitas dilihat dari sisi Faktor Anatomi

Banyak penyebab infertilitas, tidak juga dari faktor laki-laki, tapi juga bisa jadi dari perempuan. Pada perempuan penyebab utama infertilitas yang berkaitan dengan anatomi wanita meliputi kerusakan tuba pasca infeksi, endometriosis, serta anomali uterus. Misalnya, uterus bersepta (kelainan bawaan) dan mioma atau sinekia (kelainan yang didapat) infertilitas ini tentu saja bisa mengganggu kesuburan, meningkatkan risiko keguguran, bahkan yang lebih parah ketika memicu komplikasi selama kehamilan. Lebih lanjut kita akan membahas beberapa infertilitas yang paling banyak menyerang sister. Diantaranya adalah:  

Kerusakan Tuba Pasca Infeksi

Mengapa MDG membahas ini untuk sister? karena tuba falopi punya peran penting dalam proses kehamilan, yaitu sebagai jalur pertemuan sel telur dan sperma. Kalau tuba mengalami kerusakan akibat infeksi, peluang kehamilan bisa menurun drastis. Bayangkan saja bagaimana menjadi embrio jika jalur saja di hambat? nah kira-kira penyebabnya karena apa?

Salah satu penyebabnya diantaranya adalah penyakit radang panggul (PID) yang menjadi penyebab paling umum dari kerusakan tuba ini. Untuk mengatasinya, pembedahan masih menjadi pilihan utama, dengan tingkat keberhasilan yang cukup baik, bahkan sebanding dengan fertilisasi in vitro (IVF). Sedangkan infertilitas selanjutnya adalah endometriosis

Endometriosis: Penyakit yang Masih Misterius

Endometriosis adalah kondisi ginekologi yang cukup sering terjadi pada wanita usia subur. Penyakit ini bisa menyebabkan nyeri luar biasa dan infertilitas, namun penyebab pastinya masih menjadi misteri. Faktor imunologis, genetik, dan lingkungan diduga berperan dalam mekanisme yang kompleks ini. Meskipun prevalensinya tinggi, belum ada satu teori pun yang bisa menjelaskan dengan pasti bagaimana penyakit ini berkembang.

Tapi tenang, sister! Kombinasi perawatan medis, bedah, dan psikologis bisa membantu meningkatkan kualitas hidup penderita endometriosis. Bahkan, dalam banyak kasus, pembedahan terbukti mampu meningkatkan tingkat fertilisasi secara signifikan. Nah, hubungan erat antara endometriosis dan sistem imun membuka peluang besar untuk strategi pengobatan baru di masa depan, yang mungkin akan berfokus pada konsep imunologi.

Jadi, Apa yang Bisa Dilakukan?

Jika sister atau orang terdekat mengalami gejala seperti nyeri panggul kronis, haid yang sangat menyakitkan, atau kesulitan hamil, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis. Mengetahui kondisi anatomi sistem reproduksi dengan pemeriksaan seperti histerosalpingografi atau laparoskopi diagnostik bisa menjadi langkah awal untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Kesuburan itu kompleks, tetapi dengan ilmu dan teknologi yang semakin berkembang, selalu ada harapan untuk mendapatkan solusi terbaik. Jadi setidaknya sister jadi paham dulu sebelum memutuskan langkah apa yang harus dilakukan.

Salah satunya dengan memahami anatomi tubuh, fungsinya sebagai bagian dari reproduksi. Jika terjadi penyumbatan misalnya pada tuba falopi nah tentu saja sister dan paksu dapat melakukan pembedahan agar tidak terjadi hambatan. Meski demikian solusi seperti IVF juga kerap kali disarankan. Tapi semua ini bisa dipelajari lanjut ya sister! jangan ragu untuk belajar dan berkonsultasi. Informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • Abrao, M. S., Muzii, L., & Marana, R. (2013). Anatomical causes of female infertility and their management. International Journal of Gynecology & Obstetrics, 123, S18-S24.
  • https://obgyn.onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1016/j.ijgo.2013.09.008

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: anatomi, laki-laki, perempuan, reproduksi, tubuh

Sister, Yuk Kenali Pengaruh Single-step dan Sequential Embryo Culture Systems pada Kehamilan!

March 4, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Sister, kalau sedang menjalani program bayi tabung atau tertarik dengan teknologi reproduksi berbantuan (TRB), pasti pernah dengar tentang media kultur embrio, kan? Nah, media kultur ini ternyata punya pengaruh, lho, terhadap hasil kehamilan dan kesehatan bayi! Yuk, kita bahas lebih dalam!

Media Kultur Langkah Single-step atau Tunggal vs. Sequential atau Berurutan

Dalam TRB, ada dua jenis media kultur yang biasa digunakan, yaitu langkah tunggal dan berurutan. Perbedaannya apa, sih?

  • Media Kultur Langkah Tunggal → Embrio dibiakkan dalam satu jenis media yang sama dari awal hingga siap untuk ditransfer.
  • Media Kultur Berurutan → Embrio dipindahkan ke media yang berbeda sesuai dengan tahap perkembangannya.

Tapi, apakah pilihan media ini berpengaruh pada hasil kehamilan? Let’s find out!

Apa Pengaruhnya terhadap Kehamilan dan Bayi?

Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang dikandung dengan embrio dari media kultur langkah tunggal memiliki kemungkinan lebih besar untuk lahir dengan ukuran lebih besar atau large-for-gestational-age (LGA) dibandingkan dengan media kultur berurutan.

Tapi, sister nggak perlu khawatir berlebihan! Soalnya, tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam aspek lain seperti:  Kelainan plasenta, Hipertensi akibat kehamilan, Diabetes gestasional, Prematuritas, Berat badan lahir rendah

Kenapa Bisa Terjadi?

Karena ada banyak faktor yang bisa jadi menjadi salah satu faktor diantaranya adalah:

  • Komposisi nutrisi dalam media kultur
  • Pengaruh lingkungan kultur terhadap perkembangan embrio
  • Faktor metabolisme embrio yang berbeda dalam setiap media

Jadi, Mana yang Lebih Baik?

Sebenarnya, setiap metode punya kelebihan dan kekurangan. Media kultur langkah tunggal menjadi lebih praktis karena embrio tetap dalam satu lingkungan yang stabil. Sedangkan media kultur berurutan lebih menyerupai kondisi alami rahim.

Untuk sister yang sedang menjalani program bayi tabung, konsultasikan dulu dengan dokter spesialis agar bisa memilih metode yang paling sesuai dengan kondisi tubuh dan kebutuhan!

Setidaknya dengan memahami teknologi reproduksi berbantuan itu penting banget supaya sister dan paksu bisa mengambil keputusan yang tepat. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kesuburan agar mendapatkan hasil terbaik. Informasi menarik lainnya bisa sister dan paksu temukan di @menujuduagaris.id

Referensi

  • Sacha, C. R., Gopal, D., Liu, C. L., Cabral, H. R., Stern, J. E., Carusi, D. A., … & Bormann, C. L. (2022). The impact of single-step and sequential embryo culture systems on obstetric and perinatal outcomes in singleton pregnancies: the Massachusetts Outcomes Study of Assisted Reproductive Technology. Fertility and sterility, 117(6), 1246-1254.
  • https://txfertility.com/in-vitro-fertilization-ivf/embryo-culture/

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: embrio, IVF, reproduksi, single step

Pahami apa itu Nutraceutical dan pengaruhnya pada Kesehatan Reproduksi

January 20, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Tentu banyak sekali cara terutama yang direkomendasikan pada orang tua yang sedang menjadi pejuang dua garis. Baik dari gaya hidup kemudian pola makan dan juga alat berbatu seperti program fertilisasi in vitro (IVF). Melihat soal pola makan apakah sister dan paksu pernah mendengar apa yang disebut dengan nutraceuticals? jika belum MDG kali ini akan membahas lebih lanjut dan hubungannya dengan kesehatan reproduksi. Baca sampai habis ya!

Apa yang dimaksud dengan Nutraceutical 

Nutraceutical didefinisikan sebagai zat apa pun yang merupakan makanan atau bagian dari makanan, dengan manfaat kesehatan, selain nilai gizi dasar yang ditemukan dalam makanan. Selama beberapa tahun terakhir, nutraceutical menarik minat yang besar karena kandungan gizinya yang potensial, keamanannya, dan efek terapeutiknya.

Nutraceutical telah terbukti mengatur banyak proses biologis, termasuk hipoksia, stres oksidatif, peradangan, proliferasi sel, fibrosis, apoptosis, penuaan sel, angiogenesis, migrasi, dan metabolisme, dll. Oleh karena itu, nutraceutical dapat digunakan untuk meningkatkan kesehatan, dan mencegah penyakit inflamasi kronis.

Nutraceutical dan Hubungannya dengan Reproduksi 

Pada Kesehatan reproduksi mengacu pada kondisi sistem reproduksi wanita yang meliputi ovarium, rahim, dan kelenjar penghasil hormon (seperti kelenjar pituitari di otak). Penggunaan nutraceutical meningkat drastis untuk gangguan reproduksi karena semakin banyaknya bukti manfaat klinis.

Bahkan dalam kasus lebih spesifik dalam sebuah penelitian dengan judul “ Efficacy of optimal nutraceutical combination in treating PCOS characteristics: an in-silico assessment” menemukan terhadap penilaian individu tentang penggunaan nutraceutical dan mengungkapkan diantara tujuh senyawa ada satu yang dianggap paling ampuh. Ia adalah Myo-inositol diantara senyawa-senyawa yang paling efektif dalam meringankan karakteristik PCOS. Analisis populasi in-silico menunjukkan bahwa kombinasi melatonin dan ALA bersama dengan myo-inositol berkhasiat dalam memulihkan keseimbangan hormon di seluruh kelompok usia dan kategori Indeks Massa Tubuh (IMT).

Senyawa Myo-inositol dan Reproduksi

Myo-inositol adalah senyawa organik yang berperan dalam reproduksi manusia. Myo-inositol berperan dalam pematangan oosit, perkembangan embrio, dan meningkatkan kualitas sperma.

Inositol ini juga disebut sebagai vitamin B8 yang secara alami bisa ditemukan dalam makanan dengan golongan buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Selain dari makanan, tubuh juga bisa menghasilkan inositol dari karbohidrat yang kamu makan.

Bagaimana apakah sister sudah mulai memahami bagaimana pengaruh nutraceutical? ternyata nutrisi juga memiliki banyak manfaat dan dapat dipersonalisasi lagi, disesuaikan dengan kasus reproduksi tubuh. Meski demikian sister dan paksu tetap harus konsultasi dengan dokter dan ahli gizi. Informasi menarik lainnya sister dan paksu mdapat follow Instagram @menujuduagaris.id

Referensi

  • https://www.mdpi.com/journal/nutrients/special_issues/Woman_Reproductive_Health
  • https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/B9780128210383000112

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: #IVF #sel telur, nutraceutik, reproduksi

Sebelum Tergiur dengan Peraturan Izin Poligami, Baiknya Lihat kira-kira ada tidak ancaman Jangka Panjang pada Reproduksi Perempuan?

January 18, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

 

Ruang maya kembali dihebohkan dengan ujaran salah satu Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi, yang turut menerbitkan Pergub soal tata cara pemberian izin bagi ASN Jakarta yang hendak beristri lebih dari satu atau berpoligami. 

Meski poligami dapat dilakukan tapi pernah nggak sister ataupun paksu berpikir lebih jauh mempertanyakan banyak hal, terutama apakah hal tersebut aman? apakah akan ada dampak yang signifikan? bagaimana jika terjadi hal yang tidak diinginkan? nah dari pada itu terjadi, MDG ingin mengajak sister dan paksu untuk menjadi lebih skeptis dengan mengetahui kira-kira dampak apa yang paling terlihat terutama menyangkut reproduksi pada perempuan. Baca sampai habis ya

Aturan dan Perizinan Poligami 

Pernikahan poligami terdiri dari seorang suami dan beberapa istri atau pasangan lain, praktik ini sudah dilakukan oleh beberapa orang dan baru-baru ini bahkan turut diatur dalam pergub.  dimana  tertuang dalam Pergub Nomor 2 Tahun 2025 tentang tata cara pemberian izin perkawinan dan perceraian. Pergub ditetapkan Teguh Setyabudi pada 6 Januari 2025. Adapun penerbitan pergub itu tertulis dalam Keputusan Sekda Pemprov Jakarta Nomor 183 Tahun 2024 tentang Program Pembentukan Peraturan Gubernur Jakarta tahun 2025. Dalam Keputusan Sekda itu, rancangan pergub ini masuk jenis ‘Rancangan Pergub Baru’ yang dibuat Badan Kepegawaian Daerah Jakarta.

Hal tersebut sontak membuat beberapa opini kontra yang bermunculan, tidak lain seperti Dr. Tono Djuwantono salah seorang dokter OBGYN melalui postingannya yang turut mengomentari “Yuk belajar penyakit reproduksi, agar ga dijadikan alasan dipoligami”.

Bagaimana perspektif penelielitian tentang Poligami jika dikaitkan dengan Reproduksi Perempuan?

Keputusan tersebut, sekilas tidak berdampak apapun dan mungkin menjadi salah satu solusi yang ingin ditawarkan dari permasalahan akibat nikah siri dan perceraian pada APBN. Namun bagaimana dengan dampaknya? Tapi fakta yang sister dan paksu harus tau bahwa praktik tersebut bisa berimbas fatal. 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Poligami dikaitkan dengan percepatan penularan sexually transmitted infections STIs salah satunya adalah HIV, hal ini dikarenakan memungkinkan perkalian pasangan seksual dan karena berkorelasi dengan rendahnya tingkat penggunaan kondom, komunikasi yang buruk antara pasangan, dan ketidakseimbangan usia dan kekuasaan di antara faktor-faktor lainnya. Kesuburan perempuan dipengaruhi oleh interaksi antara peringkat perkawinan, status rumah tangga, dan norma budaya dalam perkawinan poligami. Potensi yang lebih dalam lagi jika dikaitkan dengan kesehatan mental dan “social” menopause prematur. Lebih kompleks poligami berpengaruh dengan tingkat kecemasan dan depresi yang lebih tinggi, terutama di sekitar peristiwa kehidupan yang penuh tekanan.

Bahkan sebuah temuan penelitian dengan judul “Unveiling The Complex Relationship: Exploring The Connection Between Polygyny And Domestic Violence In India With Evidence From National Family Health Survey- 5” menunjukkan adanya hubungan terjadi peningkatan kejahatan berbasi perempuan, dan salah satunya adalah dalam rumah tangga di India adalah poligami. 

Meski praktik ini ada banyak baiknya, hal buruk juga ada dan akan menjadi bayang-bayang yang menakutkan jika tidak ada jaminan apapun terutama bagi perempuan. Jaminan ini setidaknya berkaitan dengan akses kesehatan, kemudian akses edukasi reproduksi dan juga akses menerima kelayakan hubungan sexual yang aman pada pasangan. Untuk informasi menarik lainnya sister dan paksu dapat follow Instagram @menujudagaris.id

Referensi 

  • https://www.idntimes.com/news/indonesia/dini-suciatiningrum/pj-gubernur-terbitkan-aturan-pns-dki-boleh-poligami-ini-syaratnya?page=all
  • https://microdashboard.feb.ugm.ac.id/the-economics-of-polygyny-marriage-part-1-kajian-teoritis-dan-empiris/
  • https://www.kompas.tv/regional/567822/alasan-pemprov-dki-terbitkan-pergub-asn-jakarta-boleh-poligami?page=all
  • https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0277953608005078
  • https://namibian-studies.com/index.php/JNS/article/view/4334

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: HIV, perempuan, poligami, reproduksi

Adenomiosis Penyakit Reproduksi yang Perlu Diketahui

October 7, 2024 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Adenomiosis sebagai salah satu kondisi ginekologi jinak yang ditandai oleh invasi jaringan endometrium ke dalam lapisan miometrium. Kondisi ini sering kali berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan reproduksi, termasuk infertilitas. Seperti apa kira-kira hubungan antara adenomiosis dan fertilitas, serta mekanisme yang mendasarinya. Baiklah kita pahami lebih dalam yuk melalui pendapat para ahli berikut, baca sampai habis ya!

Memahami Adenomiosis dan penyebabnya

Adenomiosis Pertama kali dijelaskan pada tahun 1860 oleh ahli patologi Jerman Carl von Rokitansky, melalui temuan histopatologi yaitu “cystosarcoma adenoids uterinum”. Penyebab pasti dari adenomiosis menurut suatu penelitian  menyatakan bahwa adenomiosis mungkin berasal dari invaginasi endometrium ke dalam miometrium akibat trauma atau pembedahan sebelumnya.

Tanda dan gejalanya pun bervariasi, tetapi yang paling umum adalah nyeri haid dan/atau perdarahan menstruasi yang banyak. Secara historis, kondisi ini merupakan diagnosis histologis yang memerlukan biopsi atau lebih sering histerektomi. Untuk saat ini, diagnosis dapat dilakukan secara non-invasif menggunakan USG atau pencitraan resonansi magnetik.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa adenomiosis dapat mempengaruhi kesuburan wanita. Adenomiosis dapat menyebabkan perubahan struktural pada JZ, yang merupakan area transisi antara endometrium dan miometrium. Perubahan ini dapat mengganggu proses implantasi embrio.

Adenomiosis juga dapat mengubah fungsi endometrium, yang berperan penting dalam persiapan rahim untuk menerima embrio. Ketidakseimbangan hormon dan abnormalitas dalam pembentukan desidualisasi dapat terjadi, mempengaruhi kemampuan embrio untuk menempel dengan baik.

Pengobatan dan Manajemen

Kaitan dengan adenomiosis dapat dilakukan perawatan definitif bagi perempuan melalui histerektomi (operasi pengangkatan rahim), prosedur ini dilakukan jika adenomiosis tidak bisa diatasi dengan tindakan yang lain. Sementara berbagai terapi medis dan minimal invasif lainnya tersedia bagi mereka yang ingin mempertahankan kesuburan atau ingin menghindari pembedahan yang lebih ekstensif.

Beberapa opsi pengobatan invasif meliputi, terapi hormon:

  1. Penggunaan kontrasepsi hormonal atau terapi hormon lainnya dapat membantu menyeimbangkan kadar estrogen dan progesteron, yang mungkin bermanfaat bagi wanita dengan adenomiosis.
  2. Pengobatan non hormonal, seperti tranexamic acid untuk meredakan pendarahan dari vagina. HIFU (high intensity focused ultrasound), untuk menghancurkan jaringan endometrium.
  3. Ablasi endometrium, untuk menghancurkan lapisan rahim yang mengalami endometriosis.

 

Adenomiosis memiliki dampak signifikan terhadap kesuburan perempuan.  Memahami hubungan antara adenomiosis dan infertilitas, serta faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi ini, membuat sister untuk dapat lebih siap untuk mencari pengobatan yang tepat dan mendapatkan dukungan medis yang diperlukan untuk mencapai kehamilan. Untuk informasi menarik lainnya, sister dapat akses melalui Instagram kami di @menujuduagris.id

Referensi

  • Benagiano G, Brosens I, Lippi D. The history of endometriosis. Gynecol Obstet Invest. 2014;78(1):1-9
  • https://jurnal.usk.ac.id/JKS/article/viewFile/22380/16450
  • https://www.maupunyaanak.id/mulai-mencoba-hamil/apakah-usia-wanita-selalu-berkorelasi-dengan-usia-ovarium
  • https://www.studocu.com/id/document/institut-kesehatan-rajawali/fakultas-keperawatan/34-f622142-hanna-lore-lumbantoruan/75613227
  • https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-adenomiosis

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: adenomiosis, reproduksi

  • « Go to Previous Page
  • Page 1
  • Page 2
  • Page 3

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Endometriosis dan Infeksi Panggul Ternyata Ada Hubungan Lho!
  • Yoga untuk PCOS: Tunggu Dulu yuk Cari Tau Bagaimana Bukti Ilmiah yang Lebih Dalam dari Sekadar Relaksasi
  • Diet dan Endometriosis: Apa yang Kita Makan Ternyata Ikut “Bicara” di Dalam Tubuh
  • Low-FODMAP Diet dan Endometriosis: Cara “Menjinakkan” Gejala Usus yang Sering Ikut Datang
  • Terlihat Sehat Tapi Peluang Hamil Bisa Menurun Ini Penjelasan Ilmiahnya

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.