• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Menuju Dua Garis
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us
×
  • Home
  • About Us
  • Our Story
  • Articles
  • Services
  • Kata Mereka
  • Join Us

MDG

Live Instagram MDG x TMC Fertility: Bahas Tuntas Infertilitas Pria dan Ragam Solusinya

May 16, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Pada Rabu, 14 Mei 2025 pukul 19.00 WIB, MDG berkolaborasi dengan TMC Fertility menggelar sesi Live Instagram yang membahas secara mendalam tentang infertilitas pria bersama Dr. Puvanesvaran Velupulai, Konsultan Obstetrician & Gynaecologist. Diskusi ini dipandu oleh Mizz Rosie, founder MDG, yang membuka percakapan dengan menyoroti perbedaan mendasar antara infertilitas pada pria dan wanita. Secara khusus, ia menekankan bahwa pada pria, infertilitas erat kaitannya dengan kualitas sperma meski terdengar sederhana, penanganannya jauh lebih kompleks.

Dr. Puvanesvaran atau Dr. Puvan menjelaskan dengan sangat komprehensif mengenai tiga kategori utama infertilitas pria: pra-testis, testis, dan pasca-testis. Pra-testis mencakup gangguan hormonal seperti hipogonadisme hipogonadotropik, disfungsi ereksi, serta pengaruh penyakit sistemik. Pada kategori testis, penyebabnya bisa berupa varikokel, kelainan genetik seperti sindrom Klinefelter, infeksi, testis tidak turun, hingga paparan racun atau obat-obatan. Sementara itu, pasca-testis mencakup kondisi seperti azoospermia obstruktif dan ejakulasi retrograde, di mana sperma tidak dapat dikeluarkan secara normal.

Tak hanya itu, Dr. Puvan juga membahas lebih lanjut tentang gangguan kualitas sperma seperti oligozoospermia, asthenozoospermia, teratozoospermia, dan lainnya. Pertanyaan-pertanyaan dari audiens pun sangat spesifik, antara lain: Apa saran terbaik untuk teratozoospermia?, Apakah ejakulasi dini memengaruhi kualitas sperma?, Apakah wasir stadium 4 pada suami bisa memengaruhi kualitas sperma?, Berapa tingkat keberhasilan IVF pada cryptozoospermia?, Mengapa oligozoospermia bisa berkembang menjadi azoospermia?, hingga Apakah teratozoospermia bisa sembuh hanya dengan perubahan gaya hidup?

Satu hal penting yang ditegaskan oleh Mizz Rosie dan Dr. Puvan dalam diskusi ini adalah bahwa tes sperma sangatlah sederhana dan tidak memerlukan waktu lama. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi pria untuk melakukan tes ini lebih awal agar dapat segera mengetahui kondisi serta langkah yang harus diambil.

Kabar baiknya, sister dan paksu juga bisa bertemu langsung dengan Dr. Puvan dalam kesempatan mendatang untuk diskusi lebih personal! Info lengkapnya bisa kamu temukan di Instagram @menujuduagaris.id. Jangan lupa follow agar tidak ketinggalan informasi menarik lainnya!

 

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: infertilitas, laki-laki, MDG, perempuan, TMC Fertility

Kiat Optimalisasi Program IVF: Dari Protokol Stimulasi Hingga Embrio Transfer

April 20, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Surabaya, 19 April 2025 – Setelah sukses menggelar Fertility Bootcamp perdana bersama Sunfert Malaysia di penghujung tahun 2024, komunitas Menuju Dua Garis (MDG) kembali menghadirkan program edukasi lanjutan bertajuk “Kiat Optimalisasi Program IVF: Dari Protokol Stimulasi Hingga Embrio Transfer”. Acara ini kembali menggandeng Sunfert Malaysia dan menghadirkan pakar fertilitas terkemuka, Dr. Lim Lei Jun, serta dua Pejuang Dua Garis (PDG) inspiratif Indah dan Chandra yang menerima program IVF gratis dari Sunfert.

Dalam sesi ini, lebih dari 80 peserta yang terdiri dari sister dan paksu bergabung secara daring melalui Zoom untuk menyimak pemaparan mendalam seputar proses IVF. Acara dibuka dengan video apresiasi dari MDG, dilanjutkan sambutan hangat dari pendiri MDG, Mizz Rosie, yang menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota komunitas yang telah membersamai perjuangan panjang dalam mendapatkan buah hati.

Dr. Lim Lei Jun memaparkan secara detail tahapan IVF, mulai dari stimulasi ovarium, jenis-jenis hormon yang digunakan, hingga proses transfer embrio. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang personalized dalam pemberian obat, disesuaikan dengan kondisi medis masing-masing pasien. Salah satu contoh nyata adalah pengalaman Indah yang mendapatkan tambahan suntikan Cetrotide untuk mencegah pematangan dini sel telur. Dalam kesempatan ini, Dr. Lim juga menjelaskan bahwa transfer embrio pada tahap blastokista yakni pada hari ke-5 hingga ke-6 pasca pembuahan, memiliki peluang keberhasilan yang lebih tinggi dibanding transfer pada tahap sebelumnya.

Kisah sukses Indah dan Chandra yang berhasil memperoleh 10 blastokista pada siklus IVF pertama mereka menjadi sorotan inspiratif dalam acara ini. Kehadiran mereka memberikan semangat baru bagi para PDG lainnya untuk terus berjuang.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Pertanyaan yang diajukan pun sangat personal dan mendalam, seperti:

  • “Untuk kondisi very low AMH dan saat USG transv hanya terlihat dua sel telur, apakah prosedur IVF tetap bisa dilanjutkan atau menunggu hingga jumlah sel telur bertambah?”

  • “Apakah program IVF berisiko menyebabkan OHSS? Saya baru selesai IVF dan sebelum OPU, kadar estradiol saya mencapai 6000-an sehingga tidak bisa melakukan fresh transfer.”

MDG merasa terharu melihat semangat juang para PDG yang telah melalui berbagai tahap hingga ke proses IVF. Melalui acara ini, MDG berharap dapat menjadi sumber informasi yang dapat diandalkan, sekaligus ruang dukungan emosional bagi para pejuang dua garis di seluruh Indonesia.

Untuk informasi dan edukasi seputar fertilitas lainnya, jangan lupa untuk mengikuti akun Instagram @menujuduagaris.id agar tidak ketinggalan berbagai program dan acara menarik lainnya.

Sampai jumpa di forum selanjutnya!

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: embrio, infertilitas, IVF, MDG, menuju dua garis, PDG, pejuang dua garis, sunfert

Harapan Baru untuk Infertilitas: Stem Cell sebagai Terobosan?

March 22, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

 

Webinar pada 21 Maret 2025 kembali sukses digelar! Kali ini, MDG berkolaborasi dengan WellnessCell dan dr. Pandian RAM. Acara ini dipandu langsung oleh Mizz Rosie, salah satu founder komunitas Menuju Dua Garis. Lebih dari 100 sister dan paksu bergabung di Zoom, berinteraksi secara langsung dalam sesi tanya jawab bersama tiga narasumber. Salah satunya adalah Licia, seorang real patient yang berhasil hamil setelah menjalani terapi stem cell, meskipun sebelumnya memiliki AMH rendah hingga 0.17.

Topik yang dibahas sangat beragam, mulai dari bagaimana terapi stem cell dapat membantu wanita dengan AMH rendah, perannya dalam meningkatkan peluang kehamilan, hingga fakta medis dan pengalaman nyata pasien yang berhasil hamil. Diskusi berlangsung interaktif, memberikan wawasan baru bagi para peserta.

MDG juga telah banyak mengulas penelitian terkait terapi ini. Salah satunya adalah jurnal berjudul “Stem Cells—The New Agents in Infertility Treatment: The Light at the End of the Tunnel?” yang membahas:

  • Stem Cell & Infertilitas Pria: Terapi ini menjanjikan solusi untuk azoospermia (ketiadaan sperma) dan infertilitas idiopatik, dengan potensi menciptakan sel sperma dari sel punca pluripoten yang diinduksi (iPSCs).
  • Stem Cell & Infertilitas Wanita: Penelitian menunjukkan bahwa terapi ini dapat meregenerasi jaringan ovarium dan bahkan membentuk oosit baru, membantu wanita dengan insufisiensi ovarium prematur atau kondisi lainnya.
  • Jenis Stem Cell: Ada berbagai jenis sel punca, seperti sel punca mesenkimal (MSCs) dari jaringan dewasa dan sel punca pluripoten dari embrio, yang memiliki potensi besar dalam terapi infertilitas.
  • Perkembangan Terapi: Meskipun menjanjikan, terapi ini masih dalam tahap penelitian dan harus melalui uji klinis terkontrol untuk memastikan keamanannya serta menghindari penyalahgunaan teknologi.

 

Bagaimana, sister dan paksu? Tertarik mencoba metode ini? Dunia medis terus berkembang, dan kini ada semakin banyak opsi untuk meningkatkan peluang kehamilan. Tapi ingat, setiap perawatan yang dijalani juga berdampak positif bagi kesehatan secara keseluruhan, bukan hanya untuk infertilitas.

Buat yang belum sempat ikut webinar kali ini, jangan khawatir! Masih banyak acara menarik lainnya yang bisa sister dan paksu ikuti. Jangan sampai ketinggalan info terbaru dengan follow Instagram kami di @menujuduagaris.id!

Referensi 

  • Radhakrishnan, G. (2017). Stem cells—The new agents in infertility treatment: the light at the end of the tunnel?. Fertility Science and Research, 4(2), 70-73.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: fertilitas, MDG, menuju dua garis, Stem Cell

Fertility Bootcamp MDG & Morula: Dua Hati, Satu Mimpi Menuju Dua Garis Sesi Akhir Berjalan Meriah dan Menyentuh

February 17, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Surabaya, 16 Februari 2025 – Sesi terakhir Fertility Bootcamp MDG & Morula sukses digelar di Mileu Space Surabaya dengan penuh kemeriahan dan momen mengharukan. Acara ini menjadi penutup dari rangkaian program edukasi dan dukungan bagi pasangan yang tengah berjuang mendapatkan keturunan. Dengan konsep unik dan interaktif, acara ini menggabungkan fertility talk show, healthy cooking class, scrapbook making, serta free konsultasi bersama para dokter ahli.

Acara ini menghadirkan dua dokter spesialis dari Morula, yaitu Dr. Jimmy Yanuar Annas, Sp. O.G, Subsp. F.E.R dan Dr. Benediktus Arifin, MPH, SpOG (K), FICS, serta Chef Ken, yang berbagi wawasan dan keterampilan seputar gaya hidup sehat untuk mendukung program kehamilan.

Antusiasme Tinggi dari Peserta Online dan Offline

Acara dibuka oleh dua Bumin dari MDG dan dilanjutkan oleh Mizz Rosie, Founder MDG. Tidak hanya dihadiri secara langsung, acara ini juga menarik perhatian peserta dari berbagai penjuru Indonesia melalui siaran online. Tercatat sekitar 263 peserta bergabung secara virtual, menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif berdiskusi di kolom chat dan mengikuti sesi memasak bersama pasangan.

Dalam sesi healthy cooking class, Chef Ken dengan penuh semangat membimbing peserta dalam memasak menu sehat, baik secara langsung maupun daring. Sementara itu, dalam sesi talk show dan konsultasi, para peserta berkesempatan bertanya langsung kepada dokter mengenai berbagai permasalahan kesuburan. Beberapa pertanyaan yang diajukan antara lain “Dok, apakah jika hasil HSG dinyatakan paten setelah laparoskopi sekitar 6 tahun lalu, perlu dilakukan HSG ulang?”, “Jika mengalami hidrosalping bilateral, apakah harus menggunakan program IVF long protocol? Berapa persen tingkat keberhasilannya jika rahim, sel telur, dan sperma dalam kondisi baik?” dan “Dok, mengapa setelah sperma diperiksa untuk inseminasi, hasilnya menunjukkan asthenozoospermia padahal morfologinya 4% dengan total sperma 136.5×10/ejakulat? Apakah ini normal?”

Momen Haru dan Inspiratif

Acara ini tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menjadi ruang berbagi bagi para peserta. Banyak peserta yang terharu hingga meneteskan air mata karena merasa mendapatkan dukungan moral yang kuat. Misi MDG untuk menghadirkan komunitas yang saling mendukung dan berbagi kasih pun tersampaikan dengan baik.
Sebagai sesi penutup Fertility Bootcamp MDG & Morula, acara ini menjadi bukti bahwa edukasi dan komunitas yang solid dapat membantu para pasangan dalam perjalanan mereka menuju kehamilan. MDG berharap dapat terus menghadirkan acara inspiratif lainnya di masa depan. Untuk informasi lebih lanjut dan acara selanjutnya, follow Instagram @menujuduagaris.id. Sampai jumpa di event berikutnya!

Tentang MDG (Menuju Dua Garis) adalah komunitas yang berfokus pada edukasi dan dukungan bagi pasangan yang sedang berjuang untuk mendapatkan keturunan. Dengan berbagai program, MDG berkomitmen untuk memberikan informasi yang terpercaya dan menjadi ruang berbagi bagi para pejuang dua garis.

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: MDG, menuju dua garis, pejuang dua garis, press release

Bootcamp Sesi 1 MDG Bersama Morula Sukses Digelar, Antusiasme Pejuang Dua Garis di Luar Ekspektasi!

February 3, 2025 by Admin Menuju Dua Garis Leave a Comment

Surabaya, 2 Februari 2025 – Bootcamp Sesi 1 Menuju Dua Garis (MDG) bersama Morula sukses terselenggara dengan antusiasme luar biasa dari para Pejuang Dua Garis (PDG). Acara yang diselenggarakan pada 2 Februari 2025 ini menghadirkan tujuh expert dokter dari Morula dan dibuka oleh Bumin MDG sebagai MC, serta dilanjutkan dengan sambutan dari Mizz Rosie, Founder Menuju Dua Garis.

Di luar ekspektasi tim penyelenggara, bootcamp ini berhasil menarik hingga 1.242 pendaftar, dengan 770 peserta aktif yang hadir selama acara berlangsung. Semangat dan partisipasi luar biasa dari para PDG terlihat dari keaktifan mereka dalam berinteraksi, baik di kolom chat Zoom maupun di grup WhatsApp komunitas.

Berbeda dari bootcamp sebelumnya, sesi kali ini menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dan personal. Para peserta diberikan kesempatan untuk mendalami berbagai kasus infertilitas dalam sesi breakout room yang dibagi ke dalam tujuh topik spesifik, dipandu langsung oleh para dokter ahli:

  • Unexplained Infertility – Dr. dr. Jimmy Yanuar Annas, Sp.O.G, Subsp.F.E.R
  • Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) – Dr. I. G. A. N. Agung Sentosa, M. Biomed, Sp.OG, Subsp. FER (K)
  • Low AMH – Dr. Ade Permana, SpOG, Subsp. FER, MARS, FisQua
  • Keguguran Berulang – Dr. Diah Hydrawati Sari Hasibuan, MCE, Sp.OG, Subsp. FER
  • Gagal IVF Berulang – Dr. Malvin Emeraldi, Sp.O.G., Subsp.F.E.R.(K)
  • Endometriosis & Adenomyosis – Dr. Wisnu Setyawan, SpOG, Subsp.FER
  • Azoo, OAT, & Masalah Sperma – Dr. Raditya Ibrahim, Sp.And

 

Selama 85 menit sesi breakout room berlangsung, para PDG sangat antusias berinteraksi dengan para dokter. Banyak pertanyaan dan diskusi menarik yang berlangsung, bahkan waktu yang tersedia terasa kurang untuk menjawab seluruh pertanyaan peserta.


Setelah sesi breakout room, seluruh peserta kembali ke ruang utama untuk menutup acara bersama. Energi dan semangat para PDG tetap membara hingga akhir acara, menunjukkan tekad luar biasa untuk terus belajar dan berjuang dalam perjalanan mereka. Tim MDG merasa bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan ini dan mengajak seluruh PDG untuk terus bersama, saling mendukung, dan berbagi ilmu.

Mizz Rosie menutup acara dengan pesan penuh makna, mengingatkan pentingnya mencintai diri sendiri dan pasangan, serta menghadapi perjalanan ini bersama sebagai support system yang kuat.

Bagi Sister dan Paksu yang ingin terus mendapatkan informasi dan update seputar program berikutnya, jangan lupa untuk follow Instagram kami. Sampai jumpa di Bootcamp Sesi 2 pada 7 Februari 2025!

Filed Under: Artikel Pejuang Dua Garis Tagged With: bootcamp, infertilitas, MDG, morula, PDG

  • « Go to Previous Page
  • Page 1
  • Page 2

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Endometriosis dan Infeksi Panggul Ternyata Ada Hubungan Lho!
  • Yoga untuk PCOS: Tunggu Dulu yuk Cari Tau Bagaimana Bukti Ilmiah yang Lebih Dalam dari Sekadar Relaksasi
  • Diet dan Endometriosis: Apa yang Kita Makan Ternyata Ikut “Bicara” di Dalam Tubuh
  • Low-FODMAP Diet dan Endometriosis: Cara “Menjinakkan” Gejala Usus yang Sering Ikut Datang
  • Terlihat Sehat Tapi Peluang Hamil Bisa Menurun Ini Penjelasan Ilmiahnya

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • July 2023
  • June 2023

Categories

  • Artikel Pejuang Dua Garis
  • Uncategorized

Tentang MDG

Menuju Dua Garis merupakan komunitas yang dibentuk oleh Rosiana Alim, atau akrab disapa Mizz Rosie untuk berbagi kisah perjuangan hidupnya dalam menantikan buah hati serta mewadahi para wanita yang sedang berjuang menghadapi infertilitas dan menantikan kehadiran buah hati.

Join Komunitas MDG

Join Komunitas

Follow Social Media Kami

© 2026 Menuju Dua Garis. All Rights Reserved.